
Aileen mengamati cara kerja beberapa karyawan bagian marketing di lapangan, hari ini Aileen turun langsung ikut membantu penjualan, ada beberapa hal yang harus dia pelajari mengapa dia sampai ikut serta turun kelapangan, disamping dia tak punya kerjaan pasti tapi jiwa kepo nya meronta ronta ingin tau sebab muasabab mengapa rating penjualan perusahaan menurun drastis
Pertama yang Aileen amati adalah produk perusahaan yang dipasarkan, sepertinya kecurigaan Aileen benar jika klien tuan Cavan si tuan Jeson itu melakukan kecurangan dalam kerjasama bisnis, nyata nya barang yang di berikan tidak sesuai kesepakatan kerja, barang dengan kualitas jelek dan mudah rusak tentunya tidak mendapat respon dan kepercayaan dari consumen
Yang kedua soal pola kerja para marketing, mulai dari mereka yang malas malasan dalam bertindak, asal asalan dalam presentasi dan memasarkan produk, ada juga yang hanya duduk duduk di warung sembari menawarkan barang ala kadarnya, sangat tidak sesuai dengan standaritas kerja tenaga marketing
Aileen diam mengamati, ada dua karyawan yang terlihat sangat antusias, yang satu pandai dalam menawarkan, presentasinya bagus serta dia sangat aktif, setiap bertemu orang langsung dipresentasikan barang yang dia bawa
Yang kedua juga cukup antusias, hanya sepertinya dia kurang percaya diri dengan produk yang dibawa nya, ada beberapa customer yang komplain lalu memaki barang yang dibawanya jika barang itu kualitasnya sangat jelek... sudah tidak layak dipasarkan
Kenyataan nya hasil mereka lumayan dibandingkan karyawan lain yang malas malasan, meskipun tidak maksimal dan sesuai standart penjualan perusahaan tetapi upaya mereka cukup membuahkan hasil, dan disini Aileen bisa membandingkan dan menyimpulkan apa yang sebenernya terjadi
" Pak Bayu apa saya boleh membantu...??? ajari saya bagaimana mempresentasikan barang dengan baik agar customer tertarik..." ujar Aileen menawarkan diri, dia sangat antusias ingin belajar
" Pertama sebelum kita memasarkan dan menawarkan ke orang kita harus tau dulu knowledge produk kita sendiri, mulai dari kualitas, fungsi dan kegunaan, manfaat serta kelemahan nya, jika kita sudah mengenal dengan baik barulah kita dengan semangat menawarkan ke orang sebanyak banyak nya..." ucap nya memberitahu cara yang baik yang seharusnya dilakukan atau tugas seorang marketing
" Jangan pikirkan berapa orang yang menolak nya tapi pikirkan berapa banyak orang yang bisa kamu presentasikan barang barang mu ini..." lanjutnya
" Tapi bang produk kita ini sangat buruk... banyak customer yang mencela ku... mereka bilang barang jelek kok dijual... seolah reputasi perusahaan kita diperolok olok..." keluh Daniel rekan pak Bayu
" Memang... itulah salah satu mengapa kurva penjualan perusahaan kita menurun... sebab banyak produk tak layak jual masih dipasarkan..." jawab Pak Bayu membenarkan
" Oke baiklah... kita upayakan semampu kita... aku ingin belajar pak Bayu tolong ajari aku..." Aileen memberikan semangat sistem untuk dua orang yang masih serius bekerja ini, mereka segera kembali menghampiri orang orang yang bisa diajak berpresentasi
" Alaaahhh.... ngapain sih capek capek promosi nyatanya barang kita ini buruk... bobrok... biarkan perusahaan rugi salah siapa memasarkan barang yang tidak layak jual..." cibir Faisal yang sedari tadi hanya duduk ngopi
" Iya... kita terus saja yang disalahkan... dimaki maki... padahal mereka tidak melihat kualitas barang mereka...suruh makai gratis aja gak mau apalagi suruh beli dengan harga mahal..." sambung Tania ikut julid
" Tugas kita sebagai karyawan hanyalah bekerja sebaik mungkin sesuai tanggungjawab kita..." balas Bayu bijak
__ADS_1
" Tapi kalau kita terus berusaha menjualnya dan tidak ada penurunan penjualan mereka tidak akan tau evaluasi nya... ini aja tau nya hanya menyalahkan kita... tanpa melihat kesalahan perusahaan...!!" Dimas ikut mengeluarkan pendapatnya
" Lagian sehebat apapun kita jualan... yang makin kaya ya CEO... kita tetep aja digaji bulanan segitu gitu aja..." tambah Ines dengan ketus
Aileen menghela nafas berat, jika pola pikir pekerja modelan Ines ya susah... dia kan sudah tau jika di dalam sebuah perusahaan adalah seorang pekerja, sudah digaji seharusnya dia tau tugas dan tanggungjawab
Kalau mikir makin semangat kerja makin buat kaya CEO atau bos ya susah... sudah sepantasnya sebagai owner atau CEO atau Bos pasti untung nya lebih besar, karena resiko dan tanggungjawab yang dia terima juga lebih besar
Makanya di era sekarang banyak karyawan yang tau nya menuntut hak tetapi dia tidak terima jika dituntut dengan tugas dan tanggungjawab... susah juga menjelaskan pentingnya tau aturan tugas dan tanggungjawab ketika bekerja di tempat orang...
" Ya kalau kamu mau untung besar jangan jadi karyawan jadilah bos nya..." cibir Daniel
, Aileen membenarkan apa yang Daniel ucapkan serasa terwakilkan apa yang mau dia katakan
" Lhoo karyawan juga gak bisa donk terus terusan dipaksa kerja... harusnya kalau kerja bagus gaji nambah lah... atau minimal dikasih fasilitas yang sesuai...bukan giliran salah aja kena omel seenaknya..." jawab Ines dengan sengak, dia gak terima dengan jawaban Daniel
" Bukan lah... itu hak karyawan... wajar donk orang kerja dikasih makan.... lagipula jualin barang dia ya harus lah dikasih trasport enak aja pakai uang pribadi... rugi bandar namanya..."
" Sudah lah Daniel tidak perlu menanggapi nya... ayo lanjut saja tugas kita... ingat kita punya SOP yang harus dipatuhi sebagai karyawan..." Bayu mengajak Daniel dan Aileen meninggalkan rekan rekan lain yang masih bermalas malasan
" Cari muka banget itu si Bayu... mentang mentang ada cewek satu itu...!!!" cibir Faizal
" Iya... cewek itu kan cewek yang sering bareng tuan CEO... pasti Bayu lagi cari muka biar dapet pujian... ciiihhhh dasar licik...!!!" Tania ikut mencibir
Si Ines hanya diam memperhatikan Aileen tak suka, dalam hatinya dia sangat iri melihat orang baru seperti Aileen tapi sering bersama tuan Cavan, dia sangat mengharapkan bisa diajak dinner tuan CEO barang sekali
Selesai dari lapangan Aileen langsung nembuat coretan mengenai hal yang dia temukan dari pengamatan nya hari ini, ada beberapa hal yang harus perusahaan benahi jika ingin memperbaiki kurva penjualan, benar... ini tidak hanya kesalahan para marketing, jika selama ini focusnya hanya menyalahkan mereka itu tindakan yang salah makanya tidak ada perubahan
Soal produk sepertinya menjadi masalah pokok utama, tuab Cavan harus tau masalah ini... dia sudah dicurangi tuan Jeson klien nya... ini tidak bisa dibiarkan... bisa bisa bukan hanya masalah penjualan yang jatuh tapi reputasi nama baik perusahaan juga akan jatuh dimata masyarakat khususnya customer
__ADS_1
Setelah selesai membuat laporan Aileen buru buru ke ruangan tuan Cavan untuk menyampaikan apa yang ditemukan nya, tetapi rupanya tuan Cavan tidak ada di ruangan nya, Aileen segera mencari Assisten Lee namun dia juga tak ada diruangan nya
" Eee maaf tuan Cavan atau Assisten Lee apa anda melihat nya...??" tanya Aileen pada Office boy yang bertugas membersihkan ruangan CEO
" CEO dan Assisten Lee pergi meninggalkan perusahaan satu jam yang lalu nona..." sahut Si OB ngasih tau
" Pergi...!!! kenapa gak ngasih tau gue...!!! Astaga... ini pasti karena seharian gue turun ke lapangan... tuan pasti nyariin..." Gumam Aileen lirih
" Kira kira balik kapan...??" tanya Aileen lagi
" Maaf nona saya kurang tau.. mungkin nona bisa menghubungi Assisten Lee sendiri..."
Aileen segera kembali ke ruangan staff dan meraih ponsel nya lalu menelpon nomor tuan Cavan berulang kali, berdering namun tidak ada sahutan
" Aaahhh kemana sih orang orang ini...!!!!" gerutunya
Tiba tiba pesan masuk dari Assisten Lee
" Nona Aileen... tuan Cavan sedang ada urusan... kamu pulanglah sendiri.. tuan meminta mu pulang ke mansion pribadinya... nanti akan ada sopir yang menjemput mu..." tulis Assisten Lee
" Aiiiisss.....!!! oke deh pulang sendiri juga lebih baik daripada sama tuan galak itu... disuruh suruh mulu... mau gerak dikit aja takut ampe napas aja takut... takut salah nada...huhuhuhu....gue merdeka hari ini...!!!!"
Bersambung~
Author kasih double Up yaaaa
Jangan lupa di VOTE yang banyakkk
Happy Reading...
__ADS_1