SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Rencana Jovanca


__ADS_3

" Apa rencana mu itu nona...????" tanya Mr X yang meragukan apapun ide dari Jovanca


Jovanca merubah posisi duduknya, kini punggungnya menyender di sofa dengan santai, bibir tipisnya tersenyum licik


" Aku akan kembali ke kehidupan Cavan... aku akan datang seolah berdamai dengan mereka... pelan pelan aku akan membuat gadis kampung itu tidak nyaman dengan ku, cemburu dengan ku... dan pelan pelan akan menghancurkan nya... aku akan bermain lebih cantik, lebih elegant dan lebih berkelas...." terang Jovanca mengutarakan rencana nya


" Disaat Cavan dan Aileen saling tak nyaman, bertengkar... disitulah tuan masuk dan menyerang Cavan pada posisi lengah...!!! bukan kah itu sesuatu yang menyenangkan tuan... aku bisa membalaskan dendam ku pada gadis kampung itu dengan membuatnya tak pernah bahagia.. dia tak pernah bisa memiliki Cavan... karena akan ada aku yang selalu mengerti semua kebutuhan Cavan..."


" Apa nona tak ada keinginan untuk memiliki Cavan lagi...???" tanya Mr X


" Tidak...!!! aku sudah tidak perduli dengan nya... dia sudah dengan angkuh nya menolak ku...!!! untuk apa aku masih mengharapkan dirinya... aku justru mengharapkan kehancuran nya..." jawab Jovanca sambil menatap tajam, seolah dia sangat bernaf*u untuk menghancurkan Cavan dan Aileen saat ini juga


Mr X tersenyum senang,


Rupanua Jovanca memang bisa dijadikan umpan untuk mengecoh Cavan, jika rencana Jovanca lancar maka dia hanya perlu bergerak sedikit untuk menghancurkan Cavan Mallory


" Bagaimana tuan apakah anda setuju...???" tawar Jovanca percaya diri


" Ide mu sangat bagus nona... jika itu keinginanmu lakukan lah dengan baik... aku akan memberimu bantuan setiap kau butuhkan..." sahut Mr X meng iya kan


" Terimakasih tuan... senang bekerjasama dengan anda..." Jovanca merasa puas, merasa ada geng yang akan membantunya membalaskan dendam nya


" Tapi ingat nona.... kau harus hati hati... jangan bertindak bodoh yang akan merusak rencana mu itu... ingat...!!! Cavan bukan orang sembarangan... dia adalah ketua klan mafia yang paling ditakuti... dia licik, jeli, cerdas dan cepat tanggap dengan suatu ancaman... kau harus benar benar bisa bermain cantik kalau kau tak mau mati konyol..." Mr X memperingatkan


" Aku mengerti tuan...!!!"


" Jangan kau anggap remeh assisten Cavan yang bernama Lee... dia juga sangat cerdas dan Jeli..."


Jovanca mengangguk


Lalu mereka bersulang untuk merayakan rencana yang akan segera mereka jalankan dengan baik

__ADS_1


" Lihatlah Cavan... sebentar lagi aku akan tertawa menyaksikan kehancuran mu...!!! dan kau gadis kampung... akan ku buat hidupmu tak tenang... Cavan hanya milik ku tak ada satupun orang yang berhak memilikinya kecuali aku....!!!!" gumam batin Jovanca menggebu gebu


" Cavan... balas dendam ku akan segera dimulai..." ancam batin Mr X


***


Pulang dari markas Mr X, Jovanca mampir ke club malam, otak nya cukup panas dan semrawut dengan urusan nya pada Cavan, dia mau relaksasi sejenak, melepas penat sembari mendengarkan musik dugem yang bisa bikin jedug jedug dan meminum beberapa wine mungkin, intinya doi mau nenangin pikiran sejenak


Jovanca langsung memesan satu botol minuman mahal dan mulai meminumnya pelan pelan, ada sensasi yang berbeda rupanya, otaknya semakin relaks dan tenang


Tiba tiba kefocusan Jovanca tertuju pada dua laki laki yang duduk tidak jauh dari nya dan sedang membahas orang yang sangat dia ingin tau semua urusan nya


" Sepertinya begitu.... tuan Cavan memang menspesial kan karyawan baru itu di kantor... buktinya gak jelas kan status kerjaan dia dibagian apa..." ujar seorang laki laki menanggapi obrolan teman nya, yang sempat samar tadi di dengar Jovanca


" Belum lagi gadis itu bebas gitu aja keluar masuk ruangan tuan Cavan dan Assisten Lee... padahal ada ob baru yang membersihkan area ruangan Asisten Lee aja langsung dapat masalah...." lanjutnya dengan meneguk satu gelas kecil minuman yang disodorkan teman nya, sepertinya dua laki laki ini adalah karyawan di perusahaan D'Cakra Group


" Kau benar... jujur aku semakin gak nyaman melihat gadis itu... bahkan dia bisa dengan mudah membongkar kecurangan pak Roger yang menjadi mata mata di kantor..." kawan nya menyahuti


" Ahhh biasa model model gadis gadis kek gitu... pasti bakalan menyerahkan apa saja asalkan bisa dekat dengan tuan Cavan... bahkan tubuhnya saja tak berharga yang penting bisa menggaet tuan Cavan...." lemes juga omongan dua laki laki itu


Apalagi pengaruh alkohol yang sudah memenuhi kepalanya benar benar membuat mereka ngobrol asyik tanpa sadar lagi


" Hanya bermodalkan mau menyerahkan apa saja yang ada pada dirinya... berharap di persunting seorang pengusaha besar hahahahaaa... perempuan jaman sekarang menang murah sekali... asal dikasih uang harga diripun digadaikan...!!!"


" Itulah kenapa aku mau kaya bro... sebab aku pengen juga seperti tuan Cavan... yang bisa bebas memilih gadis mana saja... bahkan tanpa nyari mereka sudah datang menyerahkan diri hahahaa...." Mereka berdua tertawa lepas, entah apa yang mereka tertawakan


" Body nya tu cewek memang boleh juga sih... meski wajahnya standart aja gak terlalu cantik...!!! tapi boleh lah kalau hanya sekedar dibuat senang senang...!!!"


" Kita pikir aja lah bro pakai otak waras... mana mau sih tuan Cavan dengan gadis itu...!!! yang nona Jovanca cantik modis sexy aja masih ditolak...hahahaha...!!;"


Jovanca merasa kesal mendengar namanya di sebut sebut, apalagi dengan sebutan "ditolak"

__ADS_1


Gak terima banget rasanya,


" Dasar manusia tak berguna...!!! bisa bisa nya kalian menertawakan ku...!!! lihat saja nanti aku akan membuat Cavan bertekuk lutut dan memohon mohon cintaku...!!!" umpat Jovanca kesal


Dia langsung gak mood untuk melanjutkan minum, niatnya datang ke club mau menenangkan pikiran malah makin panas gegara gosip dua laki laki itu


" Sial...!!! rupanya aku dimata orang orang dianggap ditolak Cavan...!!! aku gak terima...!!! ini semua gegara ulah gadis kampung itu...!!! hmmmm lihat saja setelah ini apa yang akan aku lakukan untuk menghukum mu...aku akan membuat hidup mu tidak pernah tenang berada di dekat Cavan... aku akan membuat mu perlahan lahan menyerah dan melepaskan Cavan padaku....aku tak perduli siapapun Cavan... termasuk dia adalah seorang penjahat berdarah dingin pun aku tak peduli...!!! harga diriku sudah jatuh saat media dan semua orang tau Cavan membatalkan perjodohan itu...!!!!" Jovanca makin membulatkan tekad untuk menjalankan rencana nya


Baginya kali ini tidak boleh sampai gagal lagi, dia harus pelan, memainkan nya dengan sangat hati hati, dia tak mau gegabah dan bertindak ceroboh lagi, tapi dia akan benar benar menyerang secara halus, sampai Cavan tak pernah menyadarinya, Jovanca akan menggunakan kemampuan acting nya untuk bisa memutar balikkan fakta, menyudutkan Aileen dan membuka mata Cavan kalau gadis kampung itu memang tak layak dipilihnya


Jovanca segera keluar dari Club, dia memilih untuk kembali ke tempat persembunyian nya untuk beberapa waktu, Jovanca akan memberikan waktu pada Cavan dan Aileen, Jovanca sedang memantau apa yang Cavan dan Aileen rencanakan kedepan nya, dia akan mengikuti dengan baik dan datang lagi disaat yang tepat sebagai penyerang


Jovanca juga semakin percaya diri setelah mendapat dukungan penuh dari Mr X, sekutunya yang entah siapa identitas nya sebenernya,


Jujur Jovan sebenarnya penasaran, siapa sosok dibalik topeng dan jubah hitam itu, mengapa dia sangat membenci dan dendam pada Cavan, seperti ada sesuatu yang sangat menyakitkan dimasa lalu


Tapi bodoamatlah... pikirnya, yang penting dia punya sekutu yang bisa melindunginya saat kondisi terdesak


" Hmmm Aileen tunggu aku... aku akan datang menghancurkan hidupmu...!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers


Novel ini masih on Going, masih Up tipis tipis


Terus stay di novelltoon, ikuti terus perjalanan Sang Mafia tampan dan si tomboy Aileen seperti apa cara mereka menghadapi musuh musuhnya, pokoknya sampai bucin cin cin huhuhu


Tinggalkan jejak mu di kolom komen dan like yaaaa....


Novel ini hanya di tulis di novelltoon

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2