SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Penjelasan Aileen di Ruang Meeting


__ADS_3

Di Ruang Meeting


Semua sudah menunggu dengan tenang, tak lama sang CEO masuk ruangan bersama Assisten Lee dibelakang nya, semua divisi yang ada di ruangan berdiri membungkuk memberi hormat


Tetapi mereka langsung kaget ketika melihat seorang karyawan yang tidak jelas pekerjaan nya ikut masuk ke ruang meeting, padahal karyawan itu sama sekali tidak penting dan tidak ada urusan


" Selamat pagi... terimakasih sudah menunggu kehadiran saya dengan tenang...mari kita mulai meeting pagi ini..." ucap Cavan begitu sampai di kursi kebesaran nya


" Maaf CEO... untuk apa gadis ini ikut masuk ke ruang meeting... bukan kah dia tidak ada urusan dengan meeting kita kali ini...??" tanya salah satu ketua divisi perusahaan


" Benar CEO... apa dia mengerti apa yang akan kita bahas...??" tambah yang lain nya


Aileen terdiam di dekat Assisten Lee, kedatangan nya memang tak di undang dan mungkin tidak dianggap penting, sampai tatapan semua orang diruangan itu terlihat sinis dan memandang rendah, dia bahkan tidak dapat tempat duduk karena memang tidak ada kursi meeting untuk nya


" Nona Aileen silahkan duduk..." perintah Cavan tanpa memperdulikan omongan para kepala divisi tadi


" Saya duduk dimana pak Asisten gak ada kursi..." bisik Aileen mencolek Assisten Lee


" Duduk lah di kursi belakang itu Nona Aileen..." tunjuk Assisten Lee


" Oke baiklah..." Aileen segera pergi ketempat duduk yang terletak di belakang tempat duduk seorang wanita kepala divisi


" Apa dia pikir ini tempat mainan...??? sampai kemanapun CEO pergi dia harus ikut...!!"


" Sebenarnya siapa gadis ini mengapa dia terlalu dekat dengan CEO...!!"


" Dasar tidak tau malu...!!! dia bahkan tidak dibutuhkan diruangan ini tapi beraninya ikut masuk... apa dia paham dengan apa yang akan di bahas nanti...!!!"


Cibiran orang orang diruangan meeting menggema, mereka sedang menggunjing Aileen, tapi gadis itu terlihat tenang dan cuek


" Apa sudah bisa kita mulai...??" tanya Cavan karena merasa orang orang diruangan itu malah sibuk membicarakan Aileen


" Baik CEO mari kita mulai..." ucap mereka hampir serempak


" Silahkan Assisten Lee... sampaikan apa yang harus dibahas pada meeting pagi ini..."


" Terimakasih CEO... ee baik rekan rekan kepala divisi yang ada diruangan ini... seperti yang telah kita ketahui bersama... beberapa Minggu bahkan bulan terakhir ini perusahaan kita mengalami kurva penjualan yang menurun drastis... bahkan makin kesini semakin kritis...saya ingin mengajak rekan rekan semua berdiskusi guna menemukan solusi yang harus perusahaan lakukan untuk menanggulangi masalah ini..." ujar Assisten Lee membuka pembahasan meeting

__ADS_1


" Penjualan menurun karena kinerja para karyawan marketing jelek... jika mereka bekerja dengan baik.. berusaha untuk terus memasarkan produk maka angka penurunan ini tidak mungkin terjadi..." ujar seorang laki laki yang duduk di kanan nomor 4


" Jumlah karyawan marketing kita juga menurun tuan... kalau kita menambah lagi jumlah karyawan maka penjualan juga akan meningkat... semakin banyak orang maka akan semakin banyak penjualan... " sambung yang lain


" Baik...terimakasih atas usulnya...tetapi kita sudah membahas dan melakukan apa yang anda usulkan itu berulang kali... memanggil satu persatu karyawan marketing.. memberikan impack supaya mereka mau bekerja lebih keras lagi dalam memasarkan produk... memperbaiki penjualan... tapi nyatanya tidak ada perubahan..." jawab Assisten Lee


" Itu artinya mereka malas tuan... mereka tidak serius dalam bekerja...lebih baik pecat rata mereka dan kita ganti dengan orang orang baru yang lebih berkualitas..." usul yang lain nya


" Oke... pertama dari mana kita akan tau kalau karyawan baru memiliki kualitas...??? bukan kah itu akan memperlambat kita dalam penjualan... karena harus mentraining mereka dari awal... dan tidak semua langsung bisa..."


" Kedua.. jika semua karyawan marketing kita pecat.. lalu siapa yang akan memberikan pembelajaran dan contoh untuk karyawan baru...???"


Assisten Lee memberikan pertanyaan balik atas pernyataan yang orang tersebut sampaikan, tampak nya orang itu kebingungan, jelas terlihat dia hanya bisa usul tanpa tau solusi


" Tapi sepertinya mereka itu pemalas semua tuan... bahkan saya pernah memberikan mereka reward yang besar... nyatanya tidak ada satupun yang bersemangat..." ujar seorang perempuan yang duduk tepat di depan Aileen


" Atau mungkin memang produk kita tidak begitu menarik di mata konsumen... sudah banyak pesaing yang kualitas nya lebih bagus dan harganya lebih murah mungkin..." ujar wanita satu lagi yang duduk di bangku ujung sebelah kiri


" Tetapi sejauh ini saya mensurvei belum ada kompetitor memakai produk yang sama dengan perusahaan kita nona..." sahut yang lain lagi


" Jika penjualan terus menurun seperti ini... maka perputaran keuangan perusahaan akan semakin menurun... itu artinya akan ada banyak karyawan yang kena PHK..." ucap Assisten Lee mengingatkan dengan kata kata yang terdengar panik


" Mungkin kita ganti produk saja bagaimana tuan...???" usul salah seorang lagi


Cavan masih diam, dia sedari tadi malah focus menatap Aileen, kejadian semalam dan tadi di mobil cukup mengusik nya, dia bahkan ingin mengulang dan mengulanginya lagi, sepertinya bibir ranum itu bagian tercandu untuk Cavan


" Tuan bagaimana...??" bisik Assisten Lee meminta pendapat Cavan


" Kalian yakin harus ganti produk...??? apa kalian yakin akan membuat lebih baik...!!" tanya Cavan balik pada argumen yang mereka usulkan, rupanya Cavan tetap focus mendengarkan meski tatapan nya tak lepas dari Aileen


" Apakah yakin itu solusi terbaik...???"


" Aku rasa tidak semudah itu... mempelajari produk baru justru akan menambah kendala baru di penjualan..."


" Lalu bagaimana...??? apa yang harus dilakukan...!!;"


" Betul... jangan sampai divisi penjualan kolaps..."

__ADS_1


Gumam mereka saling bertanya satu sama lain


" Maaf... boleh saya memberi saran...??" Aileen angkat suara, sepertinya ini saat yang tepat untuk dia gantian bicara, Aileen berdiri dengan tenang dan percaya diri


Semua menatap Aileen dengan tatapan merendahkan


" Apa yang akan kamu katakan nona...??? apa kamu tau masalah yang sedang kita bicarakan...??" tanya perempuan yang duduk tepat di depan Aileen


" Oke silahkan nona Aileen..." Cavan mengijinkan


" Terimakasih CEO..." Aileen maju mendekat ke audiens, dia menyerahkan beberapa dokumen dan membagikan nya ke semua orang yang ada di ruangan tersebut


" Mohon maaf jika saya lancang ikut masuk dan ikut campur masalah yang bukan tugas saya... sebelum nya kemarin saya ikut turun langsung ke lapangan, meninjau dan praktek penjualan langsung ke customer bersama karyawan marketing lain..." ucap Aileen dengan tenang, Aura wibawa nya terpancar


" Dan saya menemukan beberapa catatan penting yang harus diperhatikan perusahaan jika ingin memperbaiki angka penjualan... seharusnya catatan itu saya serahkan ke CEO kemarin hanya saja tuan Cavan sedang tidak ada di ruangan nya..."


" Pertama... jika kita hanya focus memberikan tekanan dan impack pada karyawan marketing saya rasa kurang tepat... karena fakta lapangan, semakin mereka mendapat tekanan yang keras mereka bukan lagi semakin kerja keras dan serius.. mereka malah semakin bermalas malasan dan mengumpat....jadi saya rasa itu bukan solusi..."


" Kedua... memberikan reward saja tidak cukup... karena mereka akan semakin terbenani... bagaimana mau mengejar hasil kalau masalah yang sebenarnya terjadi tidak diperbaiki..."


" Ketiga... mengganti produk... itu juga bukan suatu solusi... karena mau diganti produk sebagus apapun...hasil akan sama saja jika masalah yang sebenarnya tidak di perbaiki..." terang Aileen dengan lugas dan jelas


" Apa kesalahan nya...???" potong seorang laki laki yang memang terlihat paling arogan


" Kesalahan pertama adalah... terletak dari karyawan itu sendiri... ada beberapa karyawan yang mungkin memang karakternya pemalas, suka itung itungan, tidak mau rugi apalagi urusan uang dan tenaga,... atau mereka yang terlanjur kesal selalu disalahkan ketika hasil jelek sedangkan mereka bingung tidak tau mencari solusinya... karena tidak pernah ada yang memberikan solusi..."


" Kenapa tidak ada yang memberikan solusi yang tepat...??? karena tidak ada satupun divisi yang mau turun lapangan dan meninjau langsung... mereka hanya mengamati dari kantor... lalu menyalahkan..." tegas Aileen


Semua mulai terdiam, ucapan Aileen cukup menotok hati mereka, tapi juga ada yang marah karena tersinggung


" Bagaimana apa boleh saya lanjutkan...????"


Bersambung~


Jangan lupa kasih VOTE yang banyak ya Readers


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2