SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Aileen Membuntuti


__ADS_3

Cavan memilih perjalanan malam untuk pulang bahkan kali ini pesawat pribadi mereka cukup dikawal ketat oleh orang orang nya, Aileen hanya diam tak bertanya apapun dia seolah cuek dengan pengawalan yang cukup ketat ini, malah Aileen memilih pura pura tidur selama perjalanan menuju mansion Cavan


Beberapa kali Cavan mendapat panggilan telephon dari seseorang, Cavan sengaja tak banyak bicara karena takut Aileen mendengarnya, dia hanya menggunakan kata singkat dan beberapa kata isyarat yang tak dimengerti Aileen


" Aileen kita sudah sampai rumah bangunlah..." ujar Cavan membangunkan Aileen


Gadis itu berpikir keras di tengah ekting matanya yang terpejam, sebelum memutuskan dia harus bangun atau pura pura tertidur pulas karena apa yang akan dia ambil berdampak pada hal yang akan dia lakukan selanjutnya


Aileen memilih diam pura pura belum mendengar ucapan Cavan


" Sepertinya dia tertidur..." gumam Cavan lirih


Tak disangka Cavan langsung menggendong tubuh Aileen membawanya masuk ke mansion, hal itu membuat Aileen akhirnya memilih pura pura tidur nyenyak


Cavan meletakkan tubuh Aileen di ranjang dengan sangat hati hati, seolah tak mau mengusik mimpi indahnya, setelah menyelimuti tubuh Aileen, mengelus dan mengecup keningnya beberapa kali, Cavan bergegas mengganti pakaian nya lalu kembali meraih kunci mobil sport nya dan pergi dari mansion


Aileen membuka mata lebar, dia semakin penasaran kemana Cavan pergi dan apa yang akan dia lakukan, gerak gerik Cavan semakin membuat Aileen menyimpulkan sesuatu


" Gue harus pergi... gue harus ikuti kemana Cavan pergi..." Aileen bergegas keluar kamar, tetapi sepertinya dia lupa, mansion Cavan bukan hal yang mudah untuknya berkeliaran kemana pun dia mau apalagi malam malam begini


Penjagaan yang ketat membuat Aileen mengurungkan niatnya untuk pergi membuntuti Cavan, tetapi Aileen gak kurang akal, dia menuruni balkon kamarnya dan melipir lewat samping mansion hingga berhasil keluar pagar, jangan ditanya kenapa Aileen bisa melakukan nya... namanya juga Aileen si cantik yang bar bar huhuhuhuuu dan tentunya para maid dan bodyguard di mansion tak ada yang berfikir jika nona nya akan kabur manjat pagar


Setelah menemukan taxi Aileen segera menuju markas, entah markas apa tapi Aileen pernah menemukan alamat itu di meja kerja Cavan dan disitu tertulis kata " MARKAS"


Entah suatu kebetulan atau mungkin Cavan sedang ceroboh saat itu karena dia bisa menulis alamat tempat rahasianya dan meletakkan nya begitu saja di meja kerja, mungkin dia lupa jika istrinya adalah si cerdik yang selalu waspada


Aileen tiba di sebuah apartemen mewah, bangunan yang megah di tengah pusat kota, samping samping nya banyak gedung gedung tinggi dengan segala aktivitasnya, kemerlap lampu merah kuning hijau dan biru menyilaukan mata


" Markas apa ini...!!! ini sih lebih mirip kayak tempat tongkrongan 21+ kalau malem...!!! dan ngapain Cavan malem malem kesini... apa dia ada janjian dengan ledies ledies disini... lalu gue dianggep apa...!!" gerutunya termangu di depan gemerlap lampu itu


Tetapi tak lama Assisten Lee muncul membawa dua orang yang sudah diikat dan di borgol, mereka turun dari mobil sport hitam mobil yang Aileen belum pernah melihatnya, tak jauh setelah itu beberapa orang dengan pakaian serba hitam bahkan ada Arganta juga turut masuk mengikuti Assisten Lee


" Mereka ada disini... jadi benar tempat ini adalah markas... tapi markas apa...??? kenapa tuan Cavan semakin mirip seperti mafia mafia di film film sih...!!"


Aileen bergegas menguntit untuk bisa masuk ke gedung megah yang mirip apartemen mahal itu, dia harus bisa menerobos masuk dan mencari tau aktivitas apa yang dilakukan Cavan bersama orang orang nya di dalam sana, rasa penasaran nya membuatnya harus segera berhasil masuk dan membuktikan nya sendiri


Tiba tiba ponsel Aileen berdering, membuat Aileen harus bersembunyi agar tidak ketahuan siapapun

__ADS_1


" Tuan Cavan...!!" gumam nya bingung ketika melihat layar ponsel dan nomer Cavan yang menghubunginya


" Apa dia tau kalau gue buntutin dia...!!"


" Hallo tuan...!!"


" Kau masih terbangun... apa kau mencari ku...??". suara Cavan terdengar lembut diujung sana


" Hoaaaammmmhhh...." Aileen pura pura menguap dan menggeliat


" Aku kebangun karena haus... kamu dimana...??" ekting Aileen


" Aku sedang ada urusan sebentar... kau tunggu lah di kamar aku akan segera kembali... atau kau mau aku belikan makanan apa...??"


" Eeeemmm... martabak gimana...??"


" Oke... martabak pesanan mu akan segera ku bawa pulang... aku tak lama...!!"


Klik


Aileen langsung panik, bisa bisanya Cavan harus menelpon nya disaat dia sebentar lagi bisa membongkar rahasianya, apakah ini trik karena sebenarnya Cavan sudah tau jika dia membuntutinya...!!!


Tapi... aaahhh Aileen harus segera pulang... bahkan sebelum Cavan sampai di mansion, belum lagi dia harus manjat dinding dan naik keatas balkon lagi, pokoknya gak boleh sampai ketahuan pengawal di mansion, tanpa pikir panjang Aileen mengurungkan niatnya dan segera mencari taxi untuk mengantarnya kembali ke mansion


Sangking paniknya, kaki Aileen sempet terpeleset dan jari kakinya berdarah karena luka, tapi tak dihiraukan nya Aileen tetap memaksa manjat dan kembali ke kamar, bajunya sebenarnya jadi kotor namun Aileen segera menyembunyikan tubuhnya di balim selimut


Mungkin tak selang lama itu Cavan datang membawa sekotak martabak hangat rasa telor yang menggoda lidah, mau tak mau membuat Aileen terbangun dan duduk menyambutnya


" Yeeeeeewwww martabakkk....!!"


Cavan tersenyum melihat kegirangan Aileen menyambutnya, langsung disipkan potongan martabak yang dibawanya untuk Aileen, Aileeb melahap potong demi potong martabak dengan antusias... emang rasanya enak sih... ditambah perutnya yang laper dan kecapean habis maraton barusan... jadi cocoklah hajar martabak sampai habis hihihi


" Aileen... mengapa kau keringetan.. apakah AC di kamar kurang dingin...??" tanya Cavan yang melihat kening Aileen berkeringat


" Ini tuh sangking antusiasnya aku makan martabak sayang... lagian kan martabaknya panas jadi ya wajar keringetan..." jawab Aileen santai sembari mengelap keringetnya, emang cukup banyak sih... jadi memperlihatkan kalau dia habis lari lari


" Mengapa baju mu kotor...??? ini sepertinya... ini seperti tanah lembab disekitaran dinding pagar..." Cavan kembali mengomentari kejanggalan yang dia temukan, Aileen mulai salting dan panik tapi dia harus tetep tenang dan jago ngeles

__ADS_1


" Bukan...!!! ini mah kotor dari kemarin waktu mau pulang... di tangga vila aku kan sempet selfie gelendotan nah makanya baju nya kena tanah..." sahut Aileen beralasan


" Tapi ini masih baru...!!" Cavan mengangkat baju Aileen yang kotor dan menelitinya


" M...masak seehhh..."


Cavan menatap Aileen serius, tatapan yang membuat Aileen jadi kikuk dan sulit berekting lagi, dia hanya meringis menyembunyikan hal yang sekiranya masih bisa disembunyikan


" Apa yang baru saja kamu lakukan...!!" tanya Cavan, nada bicara yang datar namun dingin


" Eee ini.. anu apa namanya... eee... aku tadi kebangun... terus haus.. aku kedapur habis itu nyari kamu bentar... aku pikir kamu di taman belakang karena di ruang kerja dan balkon gak ada nahhh mungkin gak sengaja baju ku kena tanah..." jelas Aileen sambil tersenyum berusaha meyakinkan Cavan


" Kamu pergi gak pamit kan... makanya aku nyari..."


" Aku ada urusan sebentar... dan kau sedang tidur aku tak tega membangunkan mu..." sahut Cavan akhirnya


" Aaahhh legaaa..." gumam batin Aileen tenang


Aileen langsung memeluk tubub Cavan dan bersikap manja, dia harus bisa membuat Cavan luluh dan melupakan kecurigaan nya, jurus wanita sok imut manja dikeluarkan nya


" Makanya jangan pergi... kalau mau pergi bilang jadi aku gak nyariin...!! ayo tidur... aku pengen tidur sebelahan sama kamu... kamu peluk aku sampai pagi..." rengek Aileen dibuat se manja mungkin


Cavan luluh langsung menbalas pelukan Aileen dan mengecup pucuk rambut Aileen mesra...


" Oke.. aku ganti pakaian dulu baru kita tidur... kau juga gantilah pakaian mu...!!!"


" Oke bosss...!!"


Aileen bergegas keluar dari selimut dan menuju kamar mandi, sepertinya doi melupakan sesuatu...


Satu lagi kejanggalan membuat Cavan tertegun, jari kaki Aileen luka dan berdarah.....


Bersambung~


Thangkiyu buat readers yang selalu mensuport Author... jangan bosen bosen ya membaca dan menyukai karya tulisan ala kadarnya ini hihihihiiii


Happy Reading guys....

__ADS_1


__ADS_2