
Aileen merasa seluruh tubuhnya remuk, lemes lunglai dan pegal semuanya, doi mengernyip pelan masih menimang nimang dimana dia sekarang mengapa langit langit kamarnya tampak asing, belum lagi sebuah tangan kekar mengalung di perutnya, nafas yang menderu merdu diantara sisa sisa lelap kelelahan
Aileen menoleh, tepat di samping nya wajah tampan yang memang benar benar tampan masih terlelap manis
" Tu..tuan...!!" pekik Aileen lirih sembari mengulum saliva nya kuat kuat, kepala nya berputar berusaha mengingat apa yang sudah terjadi diantara mereka semalam mengapa bangun mereka dalam keadaan se epik ini
" ASTAGA...!!!" Aileen mengingat sesuatu segera bangkit melepaskan diri, namun kembali dia terpekik dengan rasa sakit yang amat sangat nyeri di sekitar pangkal paha nya, rasanya seperti baru saja di hujam benda tumpul yang membuat luka robek di ujung sana
" Ahh.. apahh ini mengapa sakit sekali...!!!"
Aileen mendapati tubuhnya begitu polos tanpa penutup apapun selain selimut, wajah Aileen menegang, tubuhya bergidig menggigil, sembari menggigit bibir bawahnya panik, Aileen mengingat apa yang semalam sudah mereka lakukan...
Antara mau nangis dan linglung, Aileen duduk tersungkur di pinggir ranjang bahkan dia membiarkan tubuhnya masih tanpa penutup apapun
Cavan terbangun mendengar segukan tangis, dia juga cukup panik heran dan kaget seperti Aileen mendapati keadaan dirinya saat ini, kemudian dia melihat Aileen tengah menangis sesenggukan sembari membenamkan kepalanya diantara kedua tangan nya
" Kau sudah bangun..." tanya Cavan bingung
Melihat Aileen tak merespon, Cavan beringsut mendekati Aileen tetapi sebelum nya dia memakai celana boxer nya untuk menutupi si peluru kekar kokoh tak tertandingi nya itu hihihi
Cavan memeluk Aileen, membiarkan tubuh polos gadis itu kembali menempel di tubuhnya
" Apa masih sakit...???" tanya Cavan lirih
" Jangan menangis... tenang lah semua akan baik baik saja.. bukan kah kita adalah suami istri... mengapa kau menyesali apa yang kita lakukan... bukan kah itu wajar...!!" bisik Cavan berusaha menenangkan Aileen
" Beda tuan beda...!!" pekik Aileen
" Kita menikah karena sebuah kesepakatan.. karena sebuah kontrak... dan kita sudah sepakat bukan untuk tidak melakukan hal ini...!!! bagaimana aku tidak takut tuan.. aku tidak panik jika tiba tiba tuan mengakhiri pernikahan kontrak ini... lalu bagaimana dengan aku...!!! tuan sudah mengambilnya... merenggutnya...apa tuan bisa mengembalikan nya lagi...!!" protes Aileen yang sepertinya batin nya masih bergejolak dengan segala kekhawatiran dan ketakutan yang kemungkinan bisa saja terjadi
" Ssssttt.... kau tau bukan... jika kita telah meresmikan pernikahan kita... lalu apa lagi yang kau takutkan...!!"
" Itu tidak menjamin tuan tidak akan meninggalkan ku bukan...!!!!"
Cavan menengadahkan wajah Aileen, mata indah itu tampak merah beruraian airmata, Cavan mengecup bibir Aileen lembut
" Aku mencintai mu... aku ingin hidup dengan mu... jadi please buang pikiran mu yang merasa aku tak serius menjalani komitmen ini... aku adalah laki laki Aileen.. aku akan mempertanggungjawabkan apapun yang ku katakan...!!!"
" Aku mencintai mu kau harus tau itu...!!!...." Cavan menegaskan kata kata nya agar Aileen yakin bahwa apa yang dia sampaikan adalah kesungguhan
Aileen tak menjawab tetapi dia membiarkan tubuhnya kembali memeluk Cavan dengan erat
" Lalu setelah ini apa yang akan kita lakukan tuan...??"
__ADS_1
" Menjalani kehidupan baru kita sebagai suami istri, pasangan yang saling mencintai, menyayangi... menjalani rumah tangga dengan baik... dan yang paling penting jangan memanggilku dengan panggilan tuan lagi... aku serasa menikahi budak ku...!!"
" Bukan kah memang begitu...??"
" Kau terlalu menarik jika hanya ku jadikan budak...!!"
" Jadi selama ini aku menarik tuan...!!" Aileen langsung menyeka airmata nya, menatap Cavan dengan senyum yang mengulum renyah
" Lebih tepatnya menyebalkan...!!" Cavan segera meralat ucapan nya, sepertinya Cavan salah berucap barusan hihihi
" Kata nya suami istri... tapi masih jaim muji istri sendiri..." cibir Aileen
" Sudah lah cepat mandi sana... kau tak menyadari jika sedari tadi kau tak memakai pakaian apapun dihadapan ku...!! apa kau sengaja memancingku lagi...!!"
Aileen segera menyadari kecerobohan nya, sesuatu yang menakutkan bisa saja terjadi kalau seperti ini, Aileen segera memunguti pakaian nya lalu berjalan mengegang ke kamar mandi, setelah sebelumnya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
Cavan terkekeh melihat jalan Aileen, tetapi dia lebih terpukau melihat bercak merah di sprei ranjang, senyum Cavan berubah senyum yang begitu manis, dia berhasil mendapatkan mahkota gadis unik itu... suatu kebanggan tersendiri bagi dirinya
" Mandi cepat Aileen... kau tau aku tidak suka menunggu lama bukan... jangan sampai aku masuk menyusul mu ke kamar mandi..." teriak Cavan sengaja membuat Aileen panik
" Berani masuk aku tonjok yaaa...!!" balas Aileen mengancam, jelas terdengar suara kepanikan nya
" Cepatlah... aku tak bisa menunggu...!!"
Tiba tiba pintu kamar mandi di buka paksa, Aileen makin panik apalagi ketika wajah Cavan mengulum senyum sembari masuk ke kamar mandi, hawa hawa nya menakutkan ini
" Sudah ku bilang aku tak suka menunggu lama...!!"
" Ya tapi aku baru masuk...dimana letak lama nya...!!"
" Kau lama karena sedari tadi memprotes ku...!!" balas Cavan cuek langsung menutup pintu kamar mandi dan mengunci nya
" Kita lakukan sekali lagi bagaimana...??" tawar Cavan dengan mata genit yang membuat Aileen bergidik
" Sakitnya aja belum hilang tuan sudah mau mengulangi nya lagi...!!"
" Justru kalau kita melakukan nya setiap hari rasa sakit itu akan cepat hilang Aileen...!!"
" Gak aku gak mau...!!!" tolak Aileen
Tetapi sepertinya Aileen terlambat, Cavan tak menghiruakan penolakan nya lagi, doi langsung menyergap tubuh polos Aileen dan menguncinya dengan dekapan kuat nya
Yaaahhh begitulah laki laki ya para ibu ibu pasti kita sudah mengetahui nya huhuhu kalau ada mau nya mana bisa di ganggu gugat lagi hihhihihiii
__ADS_1
" Tu..tuan eeemmhh ssstt..."
Rasa geli dan sensasi yang sulit dijelaskan sudah menjalar keseluruh tubuh Aileen ketika Cavan mulai mengabsen setiap jengkal leher jenjangnya, sesekali Cavan memainkan lidahnya mengusik cuping telinga Aileen membuat gadis itu menggelinjang kegelian
" Balas ciuman ku Aileen..." pinta Cavan menuntut
" Aahh..akhh akuhh tidak ffffhhh thaauuhh cara memfalasnyaaahh tuaann sssttt..."
" Ulurkan lidah mu... lalu sesap bibirku..."
Aileen mengikuti arahan dari Cavan, rupanya respon Aileen membuat rontaan kelelakian Cavan makin memuncak, hasrat nya tak bisa di bendung lagi, saat ini yang terdengar hanyalah desyahan desyahan manja Aileen yang lolos begitu saja diantara kesadaran nya
" Eeemmhhh mmmmm sssffffhhhhh...."
" Aku mencintai mu Aileen..."
" Eeemmm aaakkk... akkkuufff... jugaa mencintai kkkaa fffhhhh kamuu cavaaannn... uugghhh ugghhh..."
Racauan Aileen makin gak jelas, sepertinya Cavan memang ahli membuat Aileen tenang dan bisa mengikuti ritme permainan nya, bahkan saat ini Aileen telah hanyut dan menikmatinya dengan baik
Cavan sengaja meninggalkan banyak tanda merah disekitar dada sampai ke bukit kembar Aileen bahkan bibir Aileen sudah kebas dibuatnya
Akhirnya Cavan mengulangi penekanan seperti semalam, diterobosnya goa hangat Aileen yang semalam sudah di jelajahinya dengan baik, pekikan Aileen membuat Cavan terhenti sebentar ketika si peluru sudah menembus dengan baik
Setelah dirasa Aileen tenang, Cavan mulai kembali memainkan ritme dengan tempo pelan lebih cepat lebih cepat lagi hingga dengan kecepatan magnitudo
" Aaahhh aahh mmmmmfffhhh..."
" Cavan... aahhh aku... uugghhh..."
" Jangan banyak bicara sayang nikmati saja....!!" bisik Cavan sembari memainkan cuping telinga Aileen dengan lidahnya membuat Aileen kembali menggelinjang sekuat tenaga
" HHHHHAAAAAAAHHHHHFFFFHHHHHH...."
Tubuh mereka ambrug bersamaan setelah mencapai puncak yang membuat mereka terbang jauh ke nirwana
" I love you..."
" I love you more..."
Bersambung~
Belum kelar nih pengadukan Mallory junior hihihiii
__ADS_1
Dibuat panas keringetan yahh readers hihihi
Happy Reading...