
Gak tau kenapa Aileen seharian ini hawanya lemes dan mengantuk, apalagi setelah makan malam yang cukup mengenyangkan perut membuatnya tak bisa lagi melawan rasa kantuknya dimobil, Aileen tertidur bersandar di kursi mobil dengan lelap
Cavan melihat Aileen yang kembali tertidur lelap membuatnya kasihan dan tak mau mengusiknya, Cavan akhirnya memilih menggendong Aileen menuju kamar
Para maid yang melihat sikap lembut tuan nya merasa terheran, nona Aileen adalah wanita pertama yang mendapatkan perlakuan lembut dan sikap manis dari tuan mereka, nona Aileen sepertinya berhasil meluluhkan es batu yang telah bertahun tahun abad lama nya membeku
Cavan meletakkan Aileen di ranjang dengan pelan, membuka sepatu gadis itu, lalu menyelimuti tubuh Aileen dengan selimut, tak lupa menghidupkan ac dan lampu temaram agar tidurnya lebih nyenyak
" Sepertinya kau kelelahan... sampai Gendongan ku tak mengusik tidurmu... biasanya ku sentuh sedikit saja kau sudah marah marah..." gumam Cavan sambil menatap Aileen yang tertidur lelap
" Wajahmu tak terlalu jelek sebenarnya... meskipun tidak terlalu cantik juga... tapi kamu unik dan menarik... rasanya seperti ada magnet yang membuatku tak ingin melepaskan dirimu begitu saja... aku marah ketika kau selalu membahas soal kontrak pernikahan kita... aku bisa saja merobek nya saat ini dan menganggap tak ada perjanjian apapun... kau adalah istri ku... milik ku... jadi jangan pernah berfikir untuk pergi dari hidupku...!!"
" Tapi mengapa kau sangat keras kepala... kau terus saja membuat ku gundah dan gelisah... mengapa kau tak menurut saja... kau tau... di luaran sana ribuan gadis mengantri ingin bersama ku.. bahkan banyak yang bersedia walau hanya semalam... tetapi kau malah membuat ku harus menunggu... sampai hari ini selesai pun kau tak memberikan ku penjelasan apapun...!!!"
" Kau tau kalau ini memuakkan...!! aku paling tak bisa menunggu...!!!"
Cavan mengutarakan segala kesumpekan hatinya pada Aileen, kali ini Cavan hanya ingin mengungkapkan tanpa perlu respon ataupun jawaban... dia hanya sedang mencoba menenangkan hatinya yang tengah kalut gundah gulana....Aileen memang berhasil membuat si kulkas dua belas pintu ini lumer dengan sendirinya
" Katakan... harus dengan cara apa aku meminta mu agar kau mau mengiyakan ajakan ku...!!! aku hanya ingin kamu tetap bersama ku dan jangan pernah berfikir akan pergi dari ku...!!! apa kau tak bisa melakukan nya....!!!!"
" Bisa tuan....."
Cavan terbelalak kaget ketika bibir Aileen bergetar menjawab ungkapan nya, buru buru Cavan memasang wajah kaku nya tengsin kalau sampai Aileen melihat wajah memelasnya
" Kau...kau tidak tidur Aileen...!!!" tanya Cavan panik
" Tidur lah... tuan aja dari tadi berisik ngomong sendiri..." sahut Aileen masih dengan mata terpejam, entah bocah ini beneran sadar atau ngelindur
Cavan memastikan Aileen benar benar sadar
Aileen terpaksa membuka mata dengan malas
" Tuan... kalau mau berkeluh kesah minimal pas orang nya sadar... jangan pas tidur... jadinya kebangun kan... susah tidur lagi entar ini...!!" rungut Aileen cemberut
" K... kau mendengar semua omongan ku...!!" Cavan makin panik
" Iyaaaa..."
Cavan meneguk saliva nya susah payah, kenapa bisa Aileen mendengar keluh kesahnya... Cavan gengsi... serasa hilang muka
__ADS_1
" Tadi itu aku udah mau ngomong sama tuan... tapi gak tau kenapa seharian ini bawaan nya pengen tidur makanya malah ketiduran pas nungguin tuan tadi... bangun bangun laper.. udah kenyang malah ketiduran lagi... ya.. ya maap jadi belum sempet ngomong..." Jawab Aileen sambil memposisikan dirinya untuk duduk sandaran
" Apa yang ingin kau bicarakan...!!" tanya Cavan serius
" Besok aja ya tuan udah malem nih..."
" Katakan sekarang Aileen...!!! aku tidak suka menunggu apalagi sesuatu yang membuatku tak tenang...!!!"
" Sesekali belajar sabar gitu lhooo tuan... belajar lebih woles jangan terlalu kaku sepaneng serius gitu... gak semua harus direspon dengan keseriusan...."
" Hemmmm akan ku coba nanti... jika jawaban mu memuaskan ku...!!" sahut Cavan singkat, saat ini dia tak butuh ocehan Aileen apapun yang dia butuhkan adalah kejelasan dari jawaban Aileen
" Kalau jawaban ku mengecewakan...!!!" tanya Aileen balik, pertanyaan yang langsung membuat Cavan dongkol
" Pertanyaan macam apa itu...!!!!"
" Ya semisalnya aja tuan... sentimen banget sih... katanya suruh jadi istri... tapi dimarahin terus... lama lama istrinya jadi gendheng lhooo...."
" Apa itu gendheng...??"
" Yoooo stres, koleng puyeng linglung..."
" Cepat katakan Aileen... atau aku tidak akan pernah menanyakan apapun lagi pada mu...!!" Cavan tampak sudah jengkel
" Iyooo iyooo...sabar sedikit tuan... pelan pelan..."
" Jadi gini tuan... wes tak pikir mateng mateng... nganti bengi gak iso turu... asline aku cukup ragu... tapi kok tak sawang sawang mesakke awakmu... koyone tenanan butuh aku... ( setelah ku pikir matang matang... sampai malem gak bisa tidur... sebenere aku ragu tapi kalau kulihat aku kasihan pada anda... sepertinya anda memang benar benar membutuhkan ku...)"
" Aileen bisakah kau gunakan bahasa yang ku mengerti...!!" protes Cavan jengkel
" Ame dide keruan nga bahasa aku... ku perjelas aghi... aku galak nglajutka ghumah tangge ngak kaba.. aku juge harus jage kepercayaan ndung nga bapang aku... kalu la aku udem belaki serius bukan main main...jadi... aku galak lanjut dek perlu aghi kontrak kontrak luk itu... dek gune....!!!! ( Kalau gak paham dengan bahasa ku... biar ku perjelas lagi...aku mau melanjutkan berumah tangga dengan anda, aku juga harus menjaga kepercayaan ibu sama bapak, kalau aku sudah menikah dan bukan untuk main main, jadi... aku mau melanjutkan pernikahan ini tak perlu lagi kontrak kontrak itu... gak berguna...)"
*Begitu jawaban Aileen, sebenarnya mau gak dikasih translate biar bingung seperti Cavan saat ini... tapi ketimbang di komen julid*
Cavan makin jengkel, wajahnya menekuk kesal menatap Aileen, tetapi Aileen dengan santai membalas tatapan Cavan sambil meringis
" Apa tidak ada bahasa lain yang kau ucapkan...!!! kau sama saja membuatku tetap tak tau jawabanmu...!!!"
" Sengaja... biar tuan ada usaha dan berkorban dikit..." jawab Aileen dengan senyum penuh kemenangan, sepertinya doi happy sudah berhasil mengerjai Cavan, membuatnya mati penasaran
__ADS_1
" Cari lah arti dari kata kata ku tuan... kalau tuan sudah menemukan artinya sudah paham maksudnya... baru kita bahas lagi... sekarang aku mau melanjutkan tidurku...!!!!"
Cavan yang geram langsung menarik tangan Aileen dan menghimpitnya di ranjang, mengunci tangan Aileen dengan kedua tangan nya membuat gadis itu tak bisa bergerak lagi, Cavan langsung menindihnya
" Katakan sekarang atau aku akan memaksa mu untuk mengatakan nya...!!!" gertak Cavan
Aileen cukup panik, keadaan nya sekarang sangat tidak menguntungkan, Cavan bisa saja melakukan apapun yang dia mau sekarang...
" Tuan... kalau mau berumah tangga dan jadi suami yang disayang istri bersikap lah yang manis dan jangan suka mengintimidasi...!!!!"
" Aku tidak suka basa basi dan berbelit belit Aileen... cepat katakan...!!!"
" Ya Tuhan... kenapa laki laki ini ngajak berumah tangga kayak ngajak perang dunia sih...!!! kalau kayak gini kan jadi gak bisa diajak bercandaan... hfffffhhh bakalan segaring apa hidup gue nanti..." gerutu batin Aileen
" Aku sudah bilang... cari tau artinya tuan... itu persayaratan dariku... bukan kah aku punya hak untuk mengajukan persayaratan...!!!"
" Apa tidak bisa di ganti dengan persayaratan lain...!!! kau boleh meminta syarat apapun asal jangan membuatku seperti orang gila yang penasaran seperti ini...!!"
" Aku tidak minta apapun... hanya minta tuan mengartikan sendiri jawaban ku...!!" tegas Aileen, yang saat ini mood nya mulai kesal
Jangan ngarepin mereka romantis kayak drakor ya... mereka emang sekonyol itu... kadang banyak bikin ilfeel nya...huhuhu
Cavan terpaksa melepas cengkalan nya, dengan wajah jengkel terpaksa Cavan mengiyakan syarat yang diajukan Aileen, masih ada Assisten Lee yang akan dibuatnya pusing untuk mengartikan jawaban Aileen
" Aku akan mencari orang yang bisa mengartikan ucapan mu...!!!" sahut Cavan sambil pergi, padahal tadinya Cavan ingin mengerjai Aileen dengan mengintimidasi dan memanfaatkan kesempatan nya
" Tuan....!!!" panggil Aileen
Cavan langsung menoleh penuh harap
" Jangan lupa tutup pintu... aku malas bangun lagi...!!"
Wajah Cavan makin jengkel, menutup pintu kamar Aileen dengan menbanting nya, Cavan menuju kamarnya dengan hati yang dongkol mendekel, Aileen bener bener si menyebalkan umpatnya berulang kali
Aileen tertawa ngikik melihat wajah kesal Cavan, akhirnya setelah puluhan purnama dia berhasil juga mengerjai Cavan, membuat lelaki angkuh itu harus mati penasaran karena dibuatnya
" Kayaknya abis ini tuan Cavan bakalan bucin sama gue deh... seru kali ya nyuruh nyuruh dia dan ngomelin dia kalau dia nyebelin... hahahahaaa asyikkk juga tuh...."
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa buat kasih VOTE