
Mr X dan seluruh anak buah Tiger Dark telah terkapar tak berdaya, sebagian melambaikan bendera putih tanda menyerah, Reyden Mati mengenaskan ditangan si pembunuh dingin Davin Molook, dia tak henti henti nya tertawa puas karena telah berhasil menumbangkan lawan terberatnya hari ini, lelaki bermulut besar yang membuat kemarahan nya makin meluap luap
Davin juga terluka cukup parah namun sepertinya lelaki itu tak menghiraukan nya, tak cuman Davin, Cavan pun terluka bahkan sayatan pisau Mr X masih terus mengeluarkan darah segar
" Mereka semua sudah tumbang... Tiger Dark sudah hancur tak ada lagi... perang ini sudah usai dan dendam dia seharusnya juga sudah berakhir... aku tak ingin jika kelak aku sudah tua anak cucu ku jangan sampai menanggung semua ini lagi..." ucap Tuan Mallory sambil duduk disofa dekat tubuh Mr X yang terkapar
" Tuan anda terluka sebaiknya anda segera obati luka anda ini tuan..." Ujar Assisten Lee mengingatkan Cavan
" Jangan hiraukan aku...!!"
" Benar Cavan... kau terluka... cepat obati luka mu itu...!!"
" Tidak Pah... aku tidak selemah itu...!!" tolak Cavan Gengsi, dia tak mau terlihat lemah di depan ayahnya
" Hahaha tapi nyatanya kau masih tak sehebat diriku Cavan... lihatlah... aku bahkan sama sekali tak ada yang terluka... mereka tidak bisa sedikit pun menyentuhku... tapi kau... hahahaha kau bahkan babak belur seperti itu..." ejek tuan Mallory
Cavan menyadari dia memang belum sehebat dan setangguh ayahnya, meski sudah tak muda lagi tapi dia masih hebat dan perkasa, bahkan tenaga nya masih diatas musuh musuh nya, dia sama sekali tidak terluka...
" Sepertinya kau harus banyak lagi berguru pada ku Cavan... kau belum bisa melampaui kemampuan ku hahaha..." tuan Mallory tampak girang mengejek anak lelaki nya
" Pah... lalu Aileen bagaimana...??" Cavan sengaja mengalihkan pembicaraan
" Aahh iya papa lupa sangking senang nya menang di pertarungan ini... ya sudah ayo kita pulang dan pikirkan soal pak Suhaimin... kesalahpahaman ini harus segera di selesaikan...!!"
" Davin... Lee kau urus mereka... bawa segera kerumah sakit orang orang kita dan Tiger Dark yang terluka... dan segera kebumikan mereka yang sudah gugur... satu lagi tubuh gak berguna lelaki satu ini bawa ke markas... masih banyak hal yang ingin ku ajarkan padanya..." titah Tuan Mallory
" Jangan lupa... hilangkan jejak... aku tak mau berurusan dengan pihak berwajib... kebanyakan urusan nanti...!!"
" Baik tuan...!!" jawab Lee dan Davin hampir bersamaan
Tuan Mallory dan Cavan keluar dari rumah itu penuh kemenangan, di depan sudah ada Alexa dan Argantara bersama Nyonya Bellina yang menunggu mereka dengan cemas
" Papa... Suamiku... Astaga mama hampir pingsan menunggu kalian disini... mengapa kalian lama sekali keluar..." sapa Mama Bellina begitu mereka keluar
" Mengapa mama disini..." tanya Cavan dan Tuan Mallory bersamaan
" Mama datang bareng pak Suhai... mereka sudah pulang duluan membawa Aileen dan mama disuruh menunggu kalian disini..." jelas Mama Bellina
__ADS_1
" Tuan jadi nona Aileen sudah dibawa pulang...??" tanya Alexa menyela
" Benar...!!! Aileen berhasil lolos dari sekapan si lelaki tengik itu... dia menyaksikan apa yang terjadi disana... bersamaan dengan datangnya pak Suhai... mereka syok... dan pak Suhai merasa dibohongi selama ini soal identitas Cavan... dia murka dan membawa Aileen pulang..." Jelas tuan Mallory
" Lalu bagaimana dengan anak menantu kita pah...??"
" Tenang lah mah... biar anak kita yang menyelesaikan nya..."
" Papa... mama sangat khawatir... papa kan udah gak muda lagi mengapa masih ikut bertempur...." Mama memeluk tuan Mallory dengan penuh kasih sayang
" Tenang mah suami mu ini tetap sehebat dulu... bahkan anak mu yang katanya jagoan masih babak belur... kau lihat aku... aku bahkan tak ada luka sedikit pun..." pamer tuan Mallory
" Ohhh suami ku memang ketua Mafia yang sangat hebat..." puji Mama membuat tuan Mallory makin merasa menang didepan Cavan
" Berhenti lah mah sok romantis didepan anak mu ini... mama gak iba melihat aku terluka seperti ini... sedang istriku dibawa pergi ayahnya..." keluh Cavan
" Kau kan sudah besar... lagipula hanya luka segitu... masa tak bisa mengurus dirimu sendiri..." jawab Mama acuh membuat Cavan makin kesal
" Dimana mobil kita...!!" tanya Cavan
" Kita pakai mobil nona Aileen tuan... kami datang kesini dengan mobil ini..." jawab Arganta
" Orang tua... kalian mau pulang tidak...!!! apa mau bermesraan disini saja pamer kesemua orang...!!" cibir Cavan
" Hahaha dia sepertinya sangat iri mah... dia bahkan tak suka melihat orang lain bahagia sungguh miris nasib nya..." sahut tuan Mallory semakin mengejek Cavan yang amat kasihan
" Yasudah pah nanti kita lanjutkan kemesraan kita di rumah...!!!"
Mereka pun segera kembali ke Mansion tuan Mallory
***
Setelah membersihkan semua luka ditubuhnya Cavan bergegas menuju rumah Mertuanya, masalah dan kesalahpahaman ini harus di selesaikan segera mungkin, Cavan juga harus tau darimana dan sejak kapan Aileen tau identitas asli Mr X, apakah istrinya selama ini sudah bergerak jauh diluar pemgetahuan nya... semua memang harus di clear kan
Tak butuh waktu lama Cavan bergegas pergi mengendarai mobil sport nya sendiri, Assisten Lee masih sibuk mengurusi orang orang sisa pertempuran tadi, disusul dibelakang tuan Mallory bersama Nyonya Bellina juga ikut pergi kerumah besan nya, masalah ini bukan hanya sekedar urusan anak tapi juga urusan orang tua
Mereka tiba dirumah Aileen, suasana rumah cukup sepi, padahal sore begini biasanya pak Suhaimin tengah bersantai diteras, namun sore ini tak ada satupun orang duduk disana
__ADS_1
" Permisi....Assalamungalaikum..." ucap Cavan sembari mengetuk pintu
Cukup lama sampai ada orang yang menyahuti salam nya dan membuka pintu, rupanya pak Suhaimin sendiri
" Aku memang sedang menunggu kalian..." ucap pak Suhaimin tanpa basa basi
" Kami datang untuk memberikan penjelasan pak..." sahut tuan Mallory sembari berjalan masuk mengikuti pak Sihaimin, lalu mereka duduk di ruang tamu
Disusul dengan ibu Aileen dan Aileen ikut bergabung sembari membawa nampan berisi teh hangat, tatapan Cavan begitu tajam menatap Aileen namun istrinya seakan acuh tak peduli
" Tanpa basa basi pak Mallory... aku nak kamu dan anak kamu ini menjelaskan... luk mane kalian ini pacak bertindak seperti itu... mengeroyok, berkelahi, membunuh... aaahhh macam gengster saje... kami ini jeme dusun... orang kampung... dek keruan macam seperti itu... asing dan mengerikan... kami dek galak berurusan dengan hal hal seperti itu... nyawe kami ini berharga dek pacak di gadai apapun..." tanya pak Suhaimin to do point
Tuan Mallory menghela nafas panjang, kenyataan yang akan disampaikan nya mungkin akan membuat keluarga Aileen kaget, syok dan bahkan takut dengan mereka... namun semua sudah terjadi... ini bukan saat nya bermain rahasia lagi
" Anda benar pak Suhai.... saya adalah ketua sebuah klan besar... Klan Mafia yang memegang semua bisnis diseluruh nusantara, baik itu bisnis nyata maupun bisinis dunia hitam... kehidupan seorang Mafia sangat dingin, kami tak punya rasa belas kasih... siapapun yang mengusik, mengganggu dan musuh kami akan kami binasakan..." jelas tuan Mallory, seketika wajah bapak Aileen kaget dan menahan kecewa
" Cavan adalah penerusku... dia adalah ketua klan Mafia besar saat ini... dibawah naungan nya bisnis kami makin melesat, hampir seluruh bisnis di Nusantara dibawah kendali kami...."
" Kami memang sengaja merahasiakan ini semua dari siapapun termasuk Aileen... sebab identitas seorang Mafia adalah identitas yang tersembunyi..."
" Tapi pekerjaan kalian telah membuat anak saya dalam bahaya... berapa kali Aileen hendak dicelakai orang...!!"
" Saya tau... dan kami meminta maaf karena kami telah membawa Aileen ke kehidupan kami yang seperti ini....!!!"
" Maaf pak Mallory... tapi saya selaku bapak Aileen sangat merasa keberatan sekarang, saya sangat menghawatirkan kondisi kehidupan anak cucu saya jika terus berada di keluarga Mallory... saya hanya ingin anak cucu saya hidup tenang normal selayaknya manusia...."
" Pak saya sudah berjanji setelah urusan dengan Mr X selesai... saya akan melepas semua itu... saya akan meninggalkan semuanya dan akan memulai hidup baru bersama Aileen dan anak kami..." segah Cavan cepat
" Tapi apakah hal itu menjamin keselamatan Aileen...!!! bisa jadi musuh musuh masih banyak yang mengintai... aku dek rela anak ku nyawanya terancam setiap harinye..." bantah pak Suhai membuat Cavan bungkam, karena dia memang tak bisa memastikan keselamatan Aileen
" Saya akan menjaga Aileen dengan nyawa saya pak...!!"
" Nak Cavan... Bapak nak ingin kamu jawab jujur... apa tujuan kamu sebenarnya menikahi Aileen....!!!!"
Bersambung~
Jangan lupa VOTE yaaaww
__ADS_1
Happy Reading...