
Aileen buru buru turun melepaskan diri dari pelukan Cavan yang semakin membuatnya resah gelisah, Aileen berlari ke kamar berusaha menenangkan diri, tetapi Cavan malah mengikutinya ke kamar
Hari semakin sore matahari mulai menutup diri di ufuk barat, bercak merah kejinggaan diujung langit menandakan malam segera tiba
" Aku mau mandi tuan.." Aileen berusaha menghindar dari Cavan
" Aku juga mau mandi..." sahut Cavan yang ikut mengambil handuk dan bersiap ke kamar mandi
Aileen menatap Cavan kaku
" Kalau gitu aku mandi di kamar sebelah...!!" Aileen bergegas keluar kamar tetapi tangan nya di cengkal Cavan erat
" Mengapa harus ke kamar lain... apa kamar mandi disini tidak cukup untuk kau mandi...!!"
" Kan tuan juga mau mandi...!!"
" Mandilah... aku akan menunggu mu sampai kau selesai... tapi jika terlalu lama maka aku akan menyusul mu... kau tau bukan jika aku tidak suka menunggu...!!"
" Tuan saja yang mandi... aku yang menunggu...!!!"
" Mengapa tidak mandi bersama saja kalau begitu...!!!"
Cavan menarik tangan Aileen dan membawanya ke kamar mandi, gadis itu terkesiap dan telat mengambil respon tau tau sekarang dia sudah di dalam kamar mandi berdua dengan Cavan
Jantung nya berdentum tak karuan semakin kuat dan cepat, seluruh tubuhnya kaku tegang, dia tak tau apa yang akan terjadi setelah ini, apalagi ketika dengan cuek nya Cavan membuka kaus dan celana nya menyisakan celana boxer dan dada bidang telanjang nya
" Mengapa diam...?? apa kau mau menonton ku mandi...!!"
Aileen meneguk saliva nya kuat kuat
" A...aa.. aku tunggu diluar saja tuan...!!" Aileen berbalik arah menarik pintu untuk keluar
Tapi lagi lagi terlambat, Cavan sudah lebih dulu mengungkung nya dengan kuat
Tanpa aba aba apapun Cavan langsung ******* bibir Aileen dengan lembut membuat gadis itu makin panik dan kebingungan, tangan Cavan mengelus pundak Aileen lalu mengetatkan pinggang gadis itu merapat ke tubuhnya
Lama Cavan membiarkan bibirnya meny*s*pi bibir manis Aileen, menikmati tiap inci kehangatan di dalam nya, Aileen hanya bisa pasrah... dia mau menolak tapi apa daya hatinya bergejolak memaksa nya untuk tetap diam dan menikmatinya
Karena dirasa Aileen sudah cukup tenang dan hanyut, Cavan segera membopong tubuh Aileen keatas buthup mengulangi ciuman panas nya sekali lagi
Entah apa yang terjadi disana, tetapi sepertinya gejolak kelelakian Cavan tak bisa ditepis lagi, Cavan membopong tubuh Aileen ke ranjang, mereka tak jadi mandi sepertinya ada sesuatu yang harus diselesaikan terlebih dahulu
__ADS_1
Tangan Cavan menggerayang mengabsen tiap inci tubuh Aileen, menggerayangi tiap kulit mulus Aileen yang mulai diam tak berkutik
" Tu..tuan...!!" Aileen menahan tangan Cavan ketika mau menyentuh bagian sensitifnya
" Aku menginginkan mu Aileen... jadilah istriku...!!" bisik Cavan
" Tuan ingat perjanjian kita... bukan kah kita sudah sepakat untuk tidak melakukan nya sebelum saling mencintai...!!!"
Ada rasa kecewa dihati Cavan berkecamuk dengan gejolak kelelakian nya yang hampir memuncak, Cavan terdiam beberapa saat menatap Aileen dengan tatapan yang sulit diartikan
" Jika ku katakan aku mencintai mu apakah kau percaya...???" bisik Cavan lagi setelah beberapa saat
Aileen hanya menggeleng pelan
" Aku gak tau tuan...!!"
Cavan kembali menanggalkan Aksinya, di sesapnya kuat kuat bibir Aileen yang sudah basah karena ulahnya, tangan nya membrutal melepas kaus Aileen dan membuang nya kesegala arah, tak hanya itu Cavan meninggalkan beberapa tanda merah di leher jenjang Aileen membuat Aileen berusaha meronta melepaskan diri
Tetapi sepertinya logika Aileen kalah dengan perasaan nya, nyatanya tubuhnya seakan menerima tiap sentuhan yang Cavan berikan, meski pikiran nya mengatakan dia harus menolak kenyataan nya tubuhnya malah diam menunggu tiap sentuhan Cavan
Sepertinya malam ini akan di lalui nya dengan adanya penanggalan penyatuan hasrat
Tangan Cavan yang lincah mulai menaiki bukit kembar yang menjulang indah, memainkan nya menelusuri tiap bukit bukitnya membuat Aileen mulai panas dingin dengan mata terpejam, lalu disesapnya dengan kuat bah bayi kehausan membuat Aileen tak bisa lagi menahan suara suara merdunya yang lolos begitu saja dari bibirnya
Desyahan itu membuat Cavan semakin bersemangat menelusuri seluruh jalanan mulus... hingga tangan nya mencapai goa milik Aileen, menjelajahinya dengan lembut...tangan lincahnya membuat Aileen untuk pertama kali merasakan sensasi yang sulit dijelaskan, membuat Aileen tak lagi mampu mengontrol dirinya... dia telah hanyut... hanyut dalam keinginan yang tak bisa lagi ditepis dengan logika nya...
Cavan segera mengarahkan peluru besarnya ke bibir goa memgetuknya beberapa kali agar Aileen menerima nya dengan baik, dengan sekali hujaman dan hentakan Cavan berhasil menerobos masuk ke goa hangat itu...
Aileen menjerit keras, ada sesuatu yang amat sangat sakit merobek paksa diujung sana, rasanya ini amat menyakitkan dari apapun, sakit yang sangat sangat sakit bahkan tubuh Aileen sampai bergetar ketika menerimanya
Cavan membiarkan semua tenang, membiarkan pelurunya diam ditempat
" Sss...sakit tuan..." rintih Aileen
Cavan mengecup bibir Aileen lembut
" Aku akan melakukan nya dengan pelan... aku janji sakit ini tidak akan berlangsung lama sayang..."
Cavan mulai kembali bergerak, gerakan pelan memaju mundurkan pinggulnya, tetapi tetap saja membuat Aileen mengerang kesakitan sampai mencakar bagian punggung Cavan
Aileen tak bisa lagi menahan tangisnya dia mengisak seiring dengan gerakan Cavan yang mulai berirama
__ADS_1
Pelan tapi pasti seiringan dengan irama gerakan Cavan yang makin menyatu rasa sakit nyeri yang dirasa Aileen mulai menghilang, berganti dengan rasa yaang aahh rasa apa ini mengapa sulit di jelaskan, sensasi yang benar benar menjadi pengalaman pertama bagi Aileen
Aileen mulai mengimbangi pergerakan Cavan, dia menggerak gerak kan pinggulnya seirama dengan tarik maju mundur Cavan, bibir Aileen mulai meracau tak karuan, desyahan demi desyahan nya membuat Cavan semakin terpacu untuk memainkan ritme dan tempo permainan nya sebaik mungkin
" *Aaahhhh eeemmmhhh..."
" Ssssttttt ffffhhhhhhhh*...."
" Sudah tidak sakit lagi...??" tanya Cavan disela sela hentakan hentakan kecil nya
" Dii khhiiittt..." sahut Aileen sembari menggigit bibir bawah nya sens**l
" Oke.. kita nikmati permainan ini ya... aku akan membawa mu terbang ke nirwana memperkenalkan tentang indahnya cinta yang sesungguhnya...."
" He'eeehhmmmsssss... fffhhhh aaahhh aahhh....". hanya itu yang keluar dari bibir ranum Aileen
Ritme yang makin kuat dan tempo yang makin cepat membuat racau Aileen makin tak terkendali, Cavan membawa Aileen menuju puncak yang pertama bersama sama, ada sesuatu yang terasa lega mengalir dibawah sana membuat Aileen yang tadinya meregang langsung lemas terdiam, sedangkan Cavan masih menikmati semburan lava panas yang lolos dengan penuh kekuatan besar
Telah tertanam benih atas dasar cinta di dalam sana, menjadi saksi ketika dua insan melanggar janji mereka... nyatanya cinta memang tak bisa di tepis meskipun sekuat apapun tembok penghalangnya... pada akhirnya dia akan tetap menemuakan muara nya....
Tubuh Cavan ambruk memeluk Aileen, keringat bercucuran dari keduanya membuat mereka semakin mengeratkan pelukan nya
" Jadilah istriku... dan jangan pernah pergi dari ku sejengkal pun... atau aku akan membuatmu semakin terjerat di dalam diriku..." bisik Cavan sembari menatap mata Aileen lekat
Wajah kuyu kelelahan itu hanya tersenyum
" Jadi tuan mencintai ku...???"
" Jangan tanyakan apa aku mencintai mu atau tidak... kau akan tau jawaban nya... temukan jawaban itu di diriku Aileen..."
Aileen terharu merengkuh tubuh Cavan dan di peluknya erat
" Tuan perih....!!!"
Bersambung~
Jangan traveling sendirian ya readers hihihihiii
Tapi mari happy bersama semoga segera launching Mallory junior hihihiii
Happy Reading....
__ADS_1