
Seharian ini Aileen sibuk memikirkan tawaran tuan Cavan tadi pagi, entah apa yang sudah meracuni pikiran laki laki itu bisa bisa nya dia malah mengajak serius menjalani pernikahan kontrak mereka... apa tuan Cavan sudah jatuh cinta pada nya...??? atau laki laki itu hanya dalam posisi terdesak yang mengharuskan dia seolah serius pada Aileen...!!!
Entah lah...
Ini bukan soal mengulur ulur keadaan... menunda nunda... tapi siapapun yang berada di posisi Aileen akan berfikir terlebih dahulu sebelum membuat keputusan, ini bukan hanya tentang romantis atau hidup berkecukupan tetapi juga soal sebuah komitmen dalam pernikahan
" Nona Aileen... mengapa anda melamun disini...??? apa ada hal yang membuat anda resah...!!" ujar Assisten Lee menyapa Aileen yang tengah duduk merenung sendirian di taman perusahaan, tempat biasanya dimana orang bisa duduk santai dikala jam istirahat
" Iya nih pak Assisten aku lagi dilema..." sahut Aileen
" Mungkin ada hal yang bisa dibagikan siapa tau bisa menbantu nona lebih baik..." tawar Assisten Lee
" Ini soal tuan Cavan...!!"
" Ada apa dengan tuan...!! apa tuan masih bersikap kasar pada anda... atau tuan masih sering menghukum anda...!!" tanya Assisten Lee senbari mengerutkan jidatnya, Aileen menggeleng
" Kali ini tuan Cavan lagi berbeda...!!!"
" Tuan ngajakin serius menjalani pernikahan ini... malah kontrak nya mau diajukan..."
" Berapa lama nona...??" tanya Assisten Lee dengan serius
" Seumur hidup...!!"
Lee hampir saja tersedak ludahnya sendiri mendengar jawaban Aileen, matanya berbelalak menatap Aileen tak percaya
" Kaget kan lu...??? apalagi gue... pagi pagi tiba tiba langsung diajakin seriusan... kayak guru masuk kelas langsung ngasih ulangan dadakan tau gak... udah gak ada persiapan gak bisa nyontek dan kebingungan jadinya..."
" Lalu apa jawaban anda nona...??"
" Aku masih bingung pak Assisten makanya ini lagi tak pikirin serius banget..."
" Apa yang membuat nona ragu menerima ajakan tuan Cavan...??"
" Gimana ya....eee aku sadar diri aja sih kalau aku bukan level tuan... di luaran sana masih banyak banget perempuan yang selevel dan sesuai selera tuan... yaahhh minimal setara lah dengan tuan... selain itu aku juga ragu kalau tuan serius mencintai ku... aku hanya takut saat ini keadaan nya sedang terdesak makanya dia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kepentingan nya..."
" Ujung ujung nya... aku juga yang rugi... rugi double malah...!!!"
Lee malah tersenyum menanggapi kegundahan Aileen
" Apa nona tidak pernah memahami seperti apa tuan Cavan selama ini...nona tidak memperhatikan sebuah perubahan sikap tuan pada nona...???"
," Maksud Anda...??" Aileen makin bingung
__ADS_1
" Saya bersama tuan Cavan sudah puluhan tahun nona... bahkan sedari tuan masih labil... jadi saya kenal betul seperti apa tuan Cavan..."
" Selama ini tuan tidak pernah sekalipun menseriusi hubungan nya dengan wanita... kebanyakan hanya dijadikan permainan dan koleksi aja bagi tuan... tuan tidak pernah menspesialkan perempuan mana pun... tuan juga tidak pernah mau memperlihatkan hubungan nya pada publik... tuan selalu merahasiakan identitas hubungan mereka... padahal mereka amat sangat intim..."
" Baru dengan nona... aku melihat tuan berbeda... tuan lebih tampak rileks, tuan mau menggandeng tangan nona didepan umum, tuan bahkan mau mengumumkan tentang pernikahan kalian di publik... apalagi sekarang tuan mengajak nona untuk menseriusi hubungan kalian... ini sangat sangat luar biasa nona... ini bahkan hal yang baru pertama kalinya selama aku bersama tuan... "
" Anda memang orang istimewa bagi tuan... anda memiliki tempat khusus dalam hidup tuan..."
" Masa sih...???" jawab Aileen setelah panjang kali lebar Lee memberikan penjelasan
" Ya lu ngebela tuan Cavan... lu kan orang kepercayaan yang paling deket ama tuan...gak mungkin kan mau ngejelekin tuan..." cibir Aileen
" Anda boleh tidak mempercayai ucapan ku nona... tapi selama aku bersama tuan... baru kali ini tuan mau bersikap lembut pada wanita..."
" Lembut gimane... hobby aja marah marah sama nyuruh seenaknya juga...!!" protes Aileen menyangkal ucapan Lee
" Waktu nona di culik... aku bisa melihat tuan amat sangat takut dan khawatir... tuan sebehitu hebohnya mencari nona, mengerahkan seluruh pasukan nya... apalagi waktu melihat nona terluka karena ditampar Reyden... untuk pertama kalinya aku melihat tuan begitu marah..."
" Dan saat nona masuk rumah sakit... aku melihat tuan pertama kalinya menangis, meneteskan air mata untuk seorang perempuan... tuan Cavan yang bengis, tak punya hati sampai menangis panik dengan keadaan nona Waktu itu..."
" Itu semua pertama kalinya aku melihat Nona...!!" Lee menekankan kata pertama kali berulang kali pada Aileen supaya gadis itu yakin
Kali ini Aileen terdiam, speechless...
" Percayalah nona... tuan bisa membahagiakan nona... membuat nona wanita paling spesial di dunia ini..."
" Gue coba deh... thanks ya pak Assisten buat nasehat nya..."
" Alangkah baiknya jika nona tak memanggil ku dengan pak Assisten...!!" Lee protes pagi, kuping nya udah gerah sedari tadi mendengar Aileen memanggilnya dengan sebutan pak Assisten
" Hehe bagus kok... ketimbang pak Lee... atau Assisten Lee kepanjangan mending pak Assisten... kece....!!!"
" Kedengaran nya fals.."
Tiba tiba ponsel Lee berdering
" Alexa...!!" gumam Lee dalam hati
" Nona Aileen... saya harus mengangkat telpon... ini penting..."
" Oke baiklah...!!"
Lee segera pergi, Alexa memang cukup penting untuk nya saat ini, tumben tumben nya gadis cantik itu menghubungi nya, pasti ada sesuatu yang mau dibicarakan, semoga saja bukan soal pekerjaan... harapan Lee
__ADS_1
" Hhhffffhhh... kayaknya gue nyari tuan Cavan aja deh... gue mau nimbang nimbang lagi tawaran nya... siapa tau kali ini bisa bikin gue yakin..."
" Tapi bentar...!!! kalau seandainya tuan Cavan berhasil ngeyakinin gue gimana...??? gue sendiri emang udah yakin mau menjalani pernikahan sama tuan seumur hidup...!!! itu artinya sepanjang perjalanan hidup gue.. gue akan selalu ketemu orang itu, bareng sama dia... menyaksikan dengan penuh kesabaran segala sikap menyebalkan nya..."
" Terus... kalau dia ngajak itu.. gimana...!!! duuhh gue masih takut... dia nyium gue aja kadang bringasan banget ampe bibir gue berdarah... duuuhhh gimana nih... kenapa jadi gue sendiri yang ragu sih...!!!"
" Padahal Aileen... hidup sama tuan Cavan tuh enak hidup lu bakalan terjamin 11 turunan... kagak bakalan harta benda tuan Mallory habis... gue bisa numpang hidup mewah, jadi horang kaya, terpandang, dihargai... mau apa aja kesampean... bukan kah itu impian semua cewek...!!!"
" Ayo lah Aileen... realistis....!!" Aileen menasehati dirinya sendiri sembari berjalan masuk kembali ke perusahaan, setiap karyawan yang berpapasan dengan nya selalu menyapa dan membungkuk memberi hormat
Thoookkk tookkj
" Masuk....!!!"
" Tuan apakah anda sedang sibuk...??" tanya Aileen di depan pintu
Cavan langsung menatap gadis itu, sikapnya sekarang jauh lebih lembut dan hangat tak seperti biasanya yang acuh dan dingin
" Masuklah...!!" jawab Cavan singkat
" Apa aku mengganggu mu tuan...??" tanya Aileen lagi
" Pekerjaan ku sudah hampir selesai... akan aku pastikan kau tak menunggu lama... kau bisa duduk disofa dulu..." sahut Cavan
" Tak keberatan bukan jika menunggu ku sebentar...??" tanya Cavan lagi sembari menatap Aileen sendu
" Biasanya juga disuruh nungguin... berjam jam seharian juga sering..." cibir Aileen
" Kali ini tak akan ku biarkan kau menunggu lama..." sahut Cavan sambil tersenyum
" Tumben si kulkas dua pintu mendadak jadi hairdryer... anget anget panas..." gumam Aileen sembari mengerutkan jidat heran
Aileen duduk disofa seperti biasa menunggui Cavan dengan penuh kesabaran
Cavan segera mungkin menyelesaikan pekerjaan nya, dia sudah berjanji pada Aileen agar tak lagi menunggunya terlalu lama, tetapi karena suasana ruangan Cavan yang tenang, nyaman membuat Aileen terkantuk dan mulai terlelap jauh...
Aileen tertidur pulas....
Bersambung~
Jangan Lupa VOTE...
Happy Reading
__ADS_1