
Seluruh titik markas Tiger Dark sudah dikepung oleh anak buah Davin yang disebar disetiap titik, mereka dengan senjata lengkap dan dengan wajah haus darah tinggal menunggu perintah maka mereka akan menggila membabat habis siapa saja yang ada didepan nya
Davin, Romer dan Beno sudah berada di titik masing masing, tatapan mereka beringas penuh kemarahan, mereka sudah bersiap untuk meneguk setiap tetes darah dari musuh begitu perintah dari Cavan diberikan, mereka tak akan memberikan ampun sedikit pun pada musuh musuhnya, apalagi Davin si laki laki berdarah dingin yang sangat bengis kesempatan seperti ini adalah moment momen yang sangat ditunggunya sejak lama, dia sudah tak sabar ingin berperang apalagi melawan si Reyden musuh sepadan dengan nya, menjajal ilmu laki laki itu yang katanya sangat kuat dan kejam
Di tempat lain, Cavan dan tuan Mallory sedang menuju markas besar bersama Assisten Lee, kali ini tuan Mallory ikut turun tangan, beliau juga harus ikut menyelesaikan sengketa permasalahan yang menjadi pusat dasar dendam Mr X pada keluarga nya, beliau harus memastikan apa sebenarnya yang mendasari dendam kesumat lelaki misterius itu
Tuan Mallory juga ingin menyelesaikan segala urusan dunia Mafia nya, dia dan Cavan sudah sepakat setelah ini akan meninggalkan dunia mafia, meninggalkan kekuasaan sebagai ketua Mafia didunia hitam... mahkota kebesaran nya akan dilepas dan diserahkan pada anak buahnya yang layak untuk meneruskan apa yang sudah dibangun dan di bentuk selama ini
Tiba di markas besar Tiger Dark, tetapi semua tampak sepi bahkan tidak ada tanda tanda manusia beraktivitas, tuan Mallory dan Cavan saling pandang
" Tuan besar dan tuan Cavan... sepertinya markas sudah dikosongkan..." ujar Assisten Lee
" Saya curiga mereka sengaja mengelabuhi kita..."
" Kau benar Assisten Lee... lelaki misterius itu sepertinya sudah mengetahui pergerakan kita... dia sudah menebak kalau kita akan melakukan penyerangan setelah perbuatan nya pada menantu ku kemarin..." sahut tuan Mallory membenarkan pendapat Assisten Lee
" Bangs*t...!!! lelaki itu benar benar membuat darah ku mendidih... dia akan ku buat hancur tak tersisa lagi...!!" maki Cavan geram
" Tenangkan dirimu Cavan... jangan sampai kau terkecoh... ini adalah bagian dari rencana nya... aku semakin yakin jika dia adalah anak dari keluarga Bram... kelicikan nya hampir sama dengan laki laki itu... bahkan dia bisa memutar balik kan keadaan dan meninggalkan cerita seakan kita adalah orang yang sudah menghancurkan keluarga nya... kita begitu jahat dimata anak angkat nya...." tuan Mallory menasehati Cavan
" Iya pah anda benar... aku semakin merasa jika lelaki misteris itu adalah anak angkat tuan Bram... dia menaruh dendam pada kita karena kita yang menumpas keluarga nya... dia tidak tau jika ayah angkat nya adalah orang terlicik yang sangat membahayakan jika dibiarkan terus berjaya dengan cara kotornya..."
" Otak nya sudah dicuci Bram seakan keluarga nya terintimidasi dengan kita... sehingga saat penyerangan itu terjadi dia merasa kita adalah orang yang sangat kejam yang tega menghabisi seluruh keluarga nya..."
" Benar tuan besar saya ingat...!!" Lee ikut berkomentar
" Pada saat penyerangan itu ada satu anal laki laki yang berhasil bersembunyi dan menyaksikan kejadian dirumah tuan Bram... saya berusaha mencari lelaki itu tetapi dia telah berhasil melarikan diri sampai saya tak bisa menemukan jejaknya... lalu lelaki itu menghilang sampai sekarang tak ada yang tau kabarnya lagi..."
" Dia adalah Mr X yang datang kembali menyerang kita menuntut balas atas dendam nya..." jawab Cavan dingin
***
Di sisi lain, hati Aileen merasa sangat tidak tenang seakan dia merasakan sesuatu yang sangat dia takutkan akan segera terjadi, Aileen mondar mandir dikamarnya dengan wajah panik tegang dan putus asa
" Apa yang harus aku lakukan Tuhan... aku tidak bisa lagi mencegah apa yang akan Cavan lakukan... aku tidak mau orang orang yang aku sayang saling menyakiti Tuhan... tolong beri aku petunjuk apa yang harus aku lakukan....!!!
Aileen meraih ponselnya menghubungi Azmi
" Hallo nyil..."
__ADS_1
" Hari ini Cavan benar benar melakukan penyerangan ke markas tiger Dark... gue gak mau ada pertumpahan darah Az... gue gak mau orang orang yang gue sayang saling membunuh... apa yang harus gue lakukan sekarang gue gak bisa mencegah lagi....!!"
" Lu tenangin diri lu dulu nyil... jangan panik kita pikirkan solusinya....!!"
" Gak bisa lama lama lagi Az... ini sudah terjadi...!!"
" Oke... sekarang lu harus temui bang Marvin... lu ajak dia bicara lagi... pokoknya lu harus bisa bikin Mr X tidak sampai ketemu tuan Cavan dan anak buahnya... jika itu terjadi ya kita sudah gak bisa ngapa ngapain lagi...!!" ide Azmi
" Dimana gue bisa ketemu dia...!!!"
" Kalau di markas tentu tidak... gue yakin Tiger Dark gak ada lagi di titik markas manapun... mereka ada disuatu tempat rahasia yang gue juga gak tau persis alamatnya... tapi kalau Mr X...." Azmi seperti sedang mengingat ingat sesuatu
" Cepet Az... dimana Mr X... dimana gue bisa ketemu dia...!!"
" Gue cek kerumah wak dulu ya... kalau dia gak ada berarti ada disuatu tempat lain... lu tunggu lima menit...!!!" Azmi segera menutup telpon nya
Aileen menunggu dengan amat tak sabar, lima menit serasa lima dasawarsa untuknya saat ini
" Ayoooo dong Az buru... kita gak ada waktu lagi ini...!!!"
Krrriiiiiinggg
" Gimana...??" Aileen langsung menyahut
" Dirumah wak gak ada... aku sudah tanya kata wak bang Marvin pamit tadi subuh..."
" Terus gue harus cari dia kemana Az...!!!"
" Kerumahnya... rumah orang tua angkat nya nyil... gue yakin bang Marvin disana... lu harus kesana sekarang sebelum tuan Cavan menyadari keberadaan nya... lu harus bicara sama Marvin sebelum suami lu dateng..."
" Oke kasih alamatnya gue akan pergi sekarang...!!"
Setelah Azmi memberikan alamat rumah keluarga Angkat Bang Marvin, Aileen bergegas turun dan pergi, lagi lagi dia harus dicegat para maid dan bodyguard yang melihatnya
" Please... kali ini aja biarin aku pergi sendiri... aku gak bisa menjelaskan ke kalian tapi please jangan halangi aku...!!! aku udah gak punya waktu banyak lagi....!!!" pinta Aileen ketika para maid melarangnya pergi dan harus meminta ijin Cavan terlebih dahulu
" Tapi nona....!!!"
" Tolong... kali ini aja aku mohon... aku harus pergi....!!"
__ADS_1
" Baiklah nona... anda boleh pergi tapi biarkan saya dan Alexa mendampingi anda..." jawab Arganta akhirnya, dia tak bisa lagi menahan Aileen agar tidak pergi
Aileen berpikir sejenak tetapi akhirnya dia setuju dari pada dia tidak diijinkan pergi
" Baiklah ayo pergi sekarang..."
" Baik nona saya siapkan mobilnya dulu...!!"
Mereka pun segera melesat pergi, selama di perjalanan Aileen terus memburu Arganta agar lebih cepat lagi melajukan mobil, padahal saat ini mereka sudah menggunakan kecepatan tinggi dan ini bisa terkena pelanggaran jika terus dilakukan
" Ini sudah paling ngebut nona... kita bisa kena tilang jika kebut kebutan di jalan umum..."
" Kita harus segera sampai disana Arganta sebelum terlambat... aku gak mau sampai terjadi sesuatu sebelum aku mencegahnya...!!" ucap Aileen panik
" Tenang lah nona... anda juga harus pikirkan kondisi kehamilan anda..." Alexa mengingatkan dengan khawatir, pasalnya sedari tadi Aileen tidak duduk tenang padahal Arganta membawa mobil sudah ngebut gila
" Aku tidak bisa tenang sebelum aku pastikan semua baik baik saja...!!"
" Memang nya kita mau kemana nona...??" tanya Alexa lagi
" Rumah Mr X....!!!"
" A...apa....!!!!!!" pekik Arganta dan Alexa terkaget kaget
" Sudahlah... tak perlu khawatir... aku sangat mengenal lelaki berjubah itu... dia tidak akan menyakiti ku... asal kalian jangan ikut masuk..."
" Ta..tapi nona..."
" Kalian percaya aku kan...!!" Aileen berusaha meyakinkan dua bodyguardnya, Alexa dan Arganta hanya terdiam mereka sungguh tak tau harus berbuat apa, jika sesuatu yang buruk terjadi maka nyawa mereka lah yang menjadi taruhan nya, nona Aileen terlalu ekstrim kali ini
" Percayalah pada ku... aku akan baik baik saja selama kalian tidak ikut masuk... Mr X yang sangat kejam itu adalah orang yang sangat baik... aku akan menjelaskan ke kalian setelah kita pulang nanti...."
" Ba..baiklah nona... asal anda berjanji pada kami anda akan baik baik saja... jujur kami sangat takut karena kepergian kita ini tanpa seijin dari tuan Cavan... nyawa kami bisa jadi taruhan nya..."
" Maafkan aku jika aku membuat kalian tidak nyaman... tapi percayalah semua akan baik baik saja...."
Bersambung~
Jangan lupa kasih Vote yaaa
__ADS_1
Happy Reading....