SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Makan Malam Dua Keluarga


__ADS_3

" Jadi bagaimana bapak Suhaimin... saya memang kurang mengerti mengenai adat adat tradisi di daerah kita... jika bapak mengusulkan tetap harus ada adat adat semacam nya saya serahkan semua nya pada bapak..." ujar tuan Mallory saat dua keluarga besar itu sedang kembali berembug soal acara pernikahan Aileen dan Cavan


Malam ini tuan Mallory mengundang keluarga pak Suhaimin alias bapak Aileen sekeluarga untuk makan malam disebuah restaurant mewah


" Ame kami pak memang masih mengutamakan soal adat istiadat di daerah kami... apa lagi ini soal perkawinan itu sangat sakral..." sahut pak Suhaimin


" Anye ame kite nak buat acare seperti adat waktunye dek nyukup lagi...."


" Maaf... tapi saya rasa sepertinya tidak perlu adanya adat istiadat itu..." Cavan menyela


" Acara nya kan cuman akad nikah saja... yang penting sudah ada dua orang saksi ada penghulu, mahar itu sudah cukup bukan...!!!" Cavan merasa kurang setuju dengan adanya keribetan yang diusulkan keluarga Aileen, mengingat pernikahan nya dengan Aileen hanyalah pernikahan kontrak dan akan selesai apabila waktu perjanjian nya selesai, jadi untuk apa buang buang waktu


Pak Suhaimin menatap Cavan tak suka, bisa bisanya Cavan dengan enteng nya berbicara seperti itu untuk urusan pernikahan, pikirnya


" Lagian kita gak punya banyak waktu yang cukup untuk mengadakan acara itu semua..." lanjut Cavan dengan sedikit ketus


" Maaf ya tuan Mallory dan nak Cavan....ibu menyela sedikit..." ibu Aileen angkat bicara, dia harus menjadi penengah dari kericuhan yang akan segera terjadi


" Kami ini berasal dari keluarga yang memang masih sangat sangat mengedepankan adat istiadat... apalagi ini masalah pernikahan... gak bisa disepelekan...ini menyangkut masa depan kalian lhooo...." jelas ibu


" Begini saja... kalau sekiranya menggabungkan dua adat memakan banyak waktu, minimal menggunakan adat dari daerah saya dulu... yaitu adat Jawa...sebab kalau harus pakai adat bapak, Aileen dan nak Cavan harus pulang ke dusun dulu..." lanjut ibu memberi pemahaman


" Sepertinya mama setuju dengan usul ibu Aileen..." Nyonya Mallory ikut menimbrung


" Pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral Cavan...kamu tidak bisa menggampangkan begitu saja seperti acara acara mu yang lain...!! lagipula Aileen ini kan gadis pilihan mu..... apa kamu tak mau membuat pernikahan kalian adalah sesuatu yang sangat spesial dan paling berkesan dalam hidup kalian..."


Cavan menatap Aileen tajam, seakan tatapan nya sedang menyuruh Aileen untuk gantian protes, membantunya agar keribetan keribetan ini tak perlu dilakukan, namun Aileen bukan nya berinisiatif membantu Cavan malah pura pura tak mengetahui kode Cavan tersebut, dia cuek aja sembari pura pura menyimak obrolan para orang tua ini


" Ciiihhhh... merepotkan sekali...!!! pernikahan bohongan saja dibuat se bagus mungkin...!!!" gerutu batin Cavan kesal


" Jadi bagaimana pak Suhaimin...???" tanya Tuan Mallory lagi meminta pendapat dan keputusan dari bapak Aileen


" Gimana baiknya bae pak... saya kira nak Cavan ini sepertinye dek terlalu serius dengan acara ini..." sahut pak Suhaimin langsung membidig Cavan, membuat wajah arogan Cavan seketika berubah


" Saya malah jadi ragu mau melepas Aileen menikah dengan nak Cavan... ragu ame hanya dibuat mainan saja..." pak Suhaimin langsung to do point

__ADS_1


Tuan Mallory yang tadinya sudah yakin dengan putra nya jadi terbawa kecurigaan pak Suhaimin, Tuan Mallory langsung menatap Cavan tajam


" Tidak pak...!!! anak saya serius dengan putri bapak... bapak tak perlu menghawatirkan sebab saya sendiri yang akan menjamin semua itu..." ucap tuan Mallory sambil menatap Cavan tajam, tuan Mallory tak mau mempermalukan nama baik keluarga nya hanya karena keegoisan Cavan


" Baik ame luk itu...!!! aku rasa ucapan tuan Mallory pacak la di percaya..." sahut bapak Aileen


Aileen hanya bisa menghela nafas panjang,


Dia malah jadi semakin ragu untuk melangkah, apa yang dilakukan nya ini sudah salah, dia dan Cavan sudah memberi harapan palsu kepada kedua orang tua masing masing


Apalagi ngliat Cavan yang memang gak ada serius seriusnya dengan pernikahan ini, dia memang hanya menganggap ini sebuah perjanjian kontrak dan akan berakhir jika menurutnya sudah tak dibutuhkan lagi


" Aku la putuskan pernikahan Aileen nga nak Cavan lima hari lagi... dan menggunakan adat Jawa..." ucap pak Suhaimin memberi keputusan


" SETUJU...!!!" jawab tuan Mallory dan Istri bersamaan, bahkan tak memberi kesempatan pada Cavan untuk menyela sedikit


Cavan mendengus kesal, dia harus segera menyusun strategi baru jika dia tak mau terjebak dalam permainan yang dia buat sendiri


Apalagi dia melihat Aileen yang sama sekali tak ada perlawanan sedari tadi, Aileen terus menurut dengan apa yang dua orang dewasa itu bicarakan, bahkan kode kode dari Cavan tak digubris nya sama sekali


" Baik karena kita sudah menemukan kesepakatan saya anggap musyawarah kita ini DEAL...." ujar tuan Mallory menutup makan malam penuh makna ini


Cavan hanya menatap dengan malas,


Jika bukan karena paksaan mereka menjodohkan nya dengan Jovanca, tak mungkin Cavan mau bermain main dan berurusan dengan keluarga Aileen, yang sepertinya dia akan terjebak dengan permainan nya sendiri, bahkan mungkin akan sedikit kesulitan saat nanti dia mau mengakhiri permainan nya ini


" Eee maaf bapak Aileen biar pulang bareng saya..." ujar Cavan begitu mereka mau pamit pulang, dia sudah memiliki rencana untuk mem briffing Aileen lagi


" Tidak nak Cavan...!!! saya idak mengijinkan kalian berdua terlalu sering bersama sama...Aileen biarkan balek bareng kami..." tolak bapak Aileen tidak memberi nya ijin


Aileen juga gak berani membantah bapaknya, jadi dia memilih pulang bareng bapak dan ibu, toohh dia juga udah tau, Cavan meminta pulang bersama nya pasti mau marah marah gegara dia gak menggubris kode kode Cavan tadi


" Kami pamit balik kudai pak... terimakasih la jamuan nye..." pamit bapak Aileen pada keluarga tuan Mallory


" Aahh iya silahkan silahkan pak Suhaimin... terimakasih sudah meluangkan waktu datang kemari..." sahut tuan Mallory ramah

__ADS_1


Ibu dan Nyonya Mallory saling cipika cipiki, disusul Aileen yang dipeluk erat oleh Nyonya Adena alias nyonya Mallory calon Mertua nya


" Hati hati di jalan ya Aileen..."


Melihat sambutan hangat dari ibunda Cavan membuat hati Aileen meleleh, dia malah makin merasa serba salah telah mempermainkan mereka


" i...iya tante..." sahut Aileen gugup, lalu segera mengekori ibu dan bapak yang sudah terlebih dahulu pergi


" Sudah selesai bukan...!!! aku sudah lelah banyak waktu berharga ku terbuang disini..." ucap Cavan begitu keluarga Aileen pergi


" Aku sudah tak punya banyak waktu lagi untuk mengobrol... jadi aku mau pamit...!!!"


" Masih ada hal yang ingin ku tanyakan padamu Cavan...!!! jadi aku tidak mengijinkan mu pergi dari sini..." balas tuan Mallory dengan nada yang sama sama dingin, ketus


Serasa bukan anak dan papa nya saja


" Apalagi...???" keluh Cavan


" Bukankah kalian sudah menemukan kesepakatan untuk acara itu...!!!"


" Aku jadi sependapat dengan pak Suhaimin...apa sebenarnya alasan kamu menikahi gadis itu Cavan...????" tanya Tuan Mallory membidig Cavan, beliau makin curiga dengan cara Cavan yang terlalu cuek dan yak peduli dengan acara nya ini


" Aku kenal kamu.... bahkan sangat tau kamu...!!! tak mungkin kamu jatuh cinta dengan seorang gadis dalam waktu singkat... apalagi aku lihat kau tidak begitu peduli dengan acara mu ini....!!!!"


" Apa kau sengaja menyuruhnya untuk berpura pura menjadi kekasihmu dan menikah dengan mu....!!!!"


Cavan menatap tuan Mallory kaget, pertanyaan yang tak pernah di duga nya


Rupanya tuan Mallory mencium kecurigaan itu


Bersambung


Apakah Cavan bakalan terjebak dalam permainan nya...!!!


Ikuti kelanjutan novel ini yaaa

__ADS_1


Jangan lupa bantu suport dengan kasih Vote yang banyak, like dan kasih komentar, masukan yang membangun untuk karya author kesayangan kalian ini


Happy Reading....


__ADS_2