
" Selamat sore nona Aileen perkenalkan nama saya Veronca...saya adalah pengawal yang ditugaskan untuk menjaga anda dan memberikan pengawalan pada anda..."
Aileen terbengong begitu dia masuk rumah langsung di sambut lima orang yang masing masing memperkenalkan diri mereka sebagai pengawal untuk nya
" Nama saya Beni nona..."
" Nama saya Alexa..."
" Nama saya Arganta..."
" Dan nama saya Romer nona..."
" K..kalian semua ditugasin buat pengawal saya...??" tanya Aileen heran
" Benar nona... kami ditugaskan tuan Cavan untuk mengawal anda serta melindungi anda dari orang orang yang ingin mengganggu anda..." Jelas Beni mewakili pengawal lain
" Astaga...tuan Cavan... kenapa jadi serasa mau perang Baratayudha.... sebanyak ini pengawal yang diberikan... satu aja cukup kali... aku kan bisa bela diri..." keluh Aileen keheranan
" Nona tidak perlu sungkan... saya akan melayani semua kebutuhan nona..." ucap Veronca selaku bodyguard wanita
" Betul nona... tuan menugaskan kami berdua sebagai pengawal perempuan agar nona tidak canggung..." tambah Alexa yang juga si bodyguard wanita
" Baiklah baiklah... terimakasih karena kalian sudah bersedia menjadi pengawal ku.. tapi ada baiknya jangan bersikap layaknya bos dan pengawal... bisakah kita jadi teman saja...??" tawar Aileen
" Aku jadi canggung soalnya..."
" Maaf nona... sangat tidak pantas jika kami bersikap kurang sopan pada anda..." tolak Veronca
" Betul nona... kami ditugaskan tuan Cavan untuk melindungi anda dan menjaga anda kemanapun anda pergi... nona tak perlu sungkan ini memang sudah menjadi tugas kami..." tambah Romer
" Udah tenang.. kalian bisa bersikap tegas lugas menjalankan tugas kalian kalau didepan tuan Cavan... kalau gak ada tuan Cavan bersikaplah selayaknya teman ku... aku lebih nyaman... bukan kah bodyguard juga memiliki tugas untuk membuat nyaman orang yang dikawal nya...???" tawar Aileen
Mereka tertunduk mendengar penawaran Aileen, demi sebuah tugas yang diamanahkan mereka tidak berani membantah atau menolak permintaan nona nya, akhirnya mereka setuju dengan permintaan Aileen
***
__ADS_1
Aileen masuk kamar... selama di dalam mansion Cavan, Aileen tak perlu di jaga ketat sebab penjagaan dimansion sudah cukup aman, para bodyguard Aileen akan berjaga diluar bersama para pengawal mansion lain nya, menunggu titah dari tuan mereka
Ttthuuuttt tuuuttt
Aileen menghubungi ponsel Cavan berulang kali, nada dering terus berdering tetapi tak ada sahutan, Cavan pamit pergi sejak dari perusahaan tadi, bahkan Aileen pulang hanya diantar oleh pengawal perusahaan
" Mengapa menelponku...!!" sahut suara berat dari ujung panggilan setelah dering entah keberapa kali
" Kau sudah sampai rumah bukan...??? apa ada hal yang mengganggu mu lagi...!!"
" Ada tuan...!!! mengapa tuan mengirim bodyguard sebanyak itu untuk ku...?? apakah bakalan ada perang antara Majapahit dan Singosari...??" tanya Aileen
" Untuk memastikan bahwa tidak akan ada orang yang mengganggu mu lagi... sudah jangan protes... biarkan mereka menjalankan tugas mereka masing masing..." jawab Cavan
" Satu aja kan bisa tuan... aku juga bisa bela diri..." protes Aileen
" Aku bilang jangan protes...!! aku tidak suka di bantah...!!! keselamatan mu lebih penting dari apapun... jadi aku akan memberikan penjagaan lebih ketat lagi untuk mu..."
" Hhhffffhhh...yasudah lah semaunya tuan aja..." jawab Aileen pasrah
" Tuan dimana kapan pulang...??"
" Tuan... jangan berkelahi lagi...masalah gak hanya bisa diselesaikan dengan berkelahi tuan... itu hanya akan menambah masalah baru..." Aileen mengingatkan
" Aku tau apa yang harus aku lakukan... kau tak perlu khawatir... tugasmu adalah menjaga dirimu dengan baik... ingat...!!! kau masih punya tanggungjawab kontrak pernikahan dengan ku... jadi jangan sampai kau ada masalah apapun..."
" Aiiisss... aku pikir tuan beneran peduli dengan ku ternyata hanya karena aku masih dibutuhkan...!!! iya tenang saja tuan... aku akan menyelesaikan tugas ku sampau kontrak itu selesai... tuan tak perlu khawatir akan rugi...!!" jawab Aileen ketus
" Aaaa maksud ku..."
Ucapan Cavan terputus ketika Aileen mematikan telpon nya tiba tiba, gadis itu ngambek gegara omongan Cavan
" Ciiihhh... dasar laki laki menyebalkan bisa bisa nya dia peduli ke gue hanya karena gue masih dibutuhin... emang gak punya hati dia...!!" umpat Aileen kesal, lalu membuang ponselnya di kasur dan langsung berbaring disebelah nya
" Berani sekali dia mematikan telpon disaat aku belum selesai bicara...!!" maki Cavan yang juga kesal
__ADS_1
" Kau pikir aku tidak menghawatirkan dirimu... jelas aku khawatir... sebab kau akan dijadikan sasaran untuk umpan ku...!!! kalau aku tak menghawatirkan mu untuk apa aku kirim lima bodyguard untuk mengawal mu gadis bodoh...!!!" Cavan menggerutu sendirian
" Tuan... dua cecunguk suruhan tuan Jeson sudah berada di ruang penyiksaan...dan satu lelaki suruhan nona Jovanca sudah siap di eksekusi..." lapor Davin pada Cavan
" Apakah tuan akan menemui mereka terlebih dahulu...??"
" Apa tujuan Tuan Jeson menyandra Aileen...??" tanya Cavan
" Mendesak tuan... supaya tuan tetap mau melanjutkan kerjasama dengan perusahaan nya, tidak mempermasalahkan soal kecurangan itu... atau jika tuan tetap menolak maka nona Aileen akan dijadikan alat supaya tuan mengalah pada nya..." jelas Davin sesuai dengan penjelasan dua anak buah tuan Jeson di ruang penyiksaan
" Ciiihhh... rendah sekali cara yang tua bangka itu lakukan...!!! memanfaatkan Wanita yang berada didekatku untuk mendesak ku...!!! seujung kuku dia berani menyakiti Aileen akan ku kuliti hidup hidup tubuhnya...!!" cibir Cavan dengan senyum iblisnya
" Malam ini datangi kediaman nya... obrak abrik... buat dia paham dengan siapa dia sedang berhadapan...!!" titah Cavan
Senyum Davin seketika cerah ceria, sorot matanya tampak begitu berbinar binar menyambut titah tuan nya
" Hehehe... ini baru tugas seru tuan... tidak seperti biasanya yang hanya disuruh jadi burung hantu... menunggu pergerakan musuh yang gak gerak gerak..." sahut Davin
Cavan hanya tersenyum smirk... dunia mafia tidak ada yang berbelas kasih... sekali berurusan dengan mafia maka nyawa akan menjadi taruhan nya
" Lalu lelaki satu itu tuan...??" tanya Davin lagi
" Serahkan dia pada Assisten Lee.. biarkan Assisten Lee bermain main dengan lelaki bodoh itu... lewat dia aku akan menggunakan nya untuk memberi pelajaran pada Jovanca...!!" sahut Cavan
" Ohh baiklah tuan..." sahut Davin lalu segera pergi dari hadapan Cavan
" Aku akan bermain main terlebih dahulu dengan mu nona Jovanca Lethesia... akan aku perkenalkan seberapa mengerikan dan kejam nya dunia ini... tidak seindah ketika kau berlindung dibawah ketiak ayah mu yang tak berguna itu hahahaha..."
" Orang yang kau kirim untuk menyakiti wanita ku akan aku kembalikan sebagai orang yang akan menguliti mu pelan pelan... kau akan mati ditangan orang suruhan mu sendiri...!!!"
Tatapan mata Cavan sangat mengerikan, wajah tampan nya kini berubah seperti devil yang amat sangat kejam, Cavan tak kenal kata ampun....Jovanca berada dalam bahaya besar...
" Tuan Lethesia... anda sayang sekali memiliki anak gadis satu satu nya harus mati mengenaskan ditangan ku karena kebodohan nya sendiri...maaf tuan Lethesia mimpi anda untuk menjadi bagian keluarga Mallory bukan hanya tak tercapai namun tak akan pernah terjadi... itu karena kebodohan putri kesayangan anda sendiri hahahahahaha...."
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa Vote nya yaaa
Happy Reading...