
Suasana sarapan pagi kali ini terasa begitu hening, meskipun setiap pagi nya memang hening karena tak akan ada obrolan dari dua orang yang katanya sepasang suami istri itu, tetapi entah kenapa pagi ini terasa lebih hening lagi ditambah tuan Cavan yang sedari tadi mang mang menatap Aileen
Karena gak mau kena serangan mati penasaran, Aileen milih buat cuek dan pura pura sibuk mengunyah nasi goreng buatan maid mansion yang cukup lezat se lezat makanan restauran
" Aileen....!!" panggil Cavan
" Ya tuan...!!" sahut Aileen cepat
" Papa menyuruh ku untuk mengajak mu liburan..."
Uhuuukkkk uhuuukkk
Aileen terbatuk
" Bagus donk..." sahurnya santai sembari meneguk minum digelasnya
" Kau tau untuk apa...???"
" Ya untuk refreshing lah tuan...lagipula tuan besar berarti amat sangat pengertian... beliau pasti tau kalau aku kelelahan bekerja... tertekan, stres... makanya beliau menyarankan buat liburan... huhuhu... amat sangat baik hati..." sahut Aileen
" Bukan untuk itu...!!!!"
" Lalu...!!!!"
" Supaya kita punya waktu untuk Honeymoon.. mereka mesen cucu...!!!"
Uhuuukkk uhuuuuuukkkk
Aileen makin tersedak, kali ini benar benar kaget, sampai nasi dimulutnya hampir muncrat untung doi pinter nutupin nya
" Dikira cucu kayak pesen nasi warteg...!!! main main pesen sembarangan...."
" Lalu apa yang harus kita lakukan...!!!!" tanya Cavan polos
Aileen menatap Cavan tajam sembari mengangkat alisnya sebelah
" Terus.... maksud tuan kita harus mengabulkan permintaan tuan besar gitu...!!!"
__ADS_1
" Jika kau mau aku juga bersedia..."
" Perjanjian nya kita cuman nikah kontrak ya tuan... bukan juga booking rahim...!!!"
" Bagaimana kalau perjanjian kita tambahin...??" tawar Cavan
" Gile ajaa...!!! booking rahim gak cuman rahim doank yang di kontrak tapi banyak hal yang diikut sertakan dan itu amat sangat merugikan saya... saya gak mau ya mengorbankan ke virgian saya...!!" tolak Aileen
" Lagian ngapain sih repot mau meng iya kan permintaan mereka juga... kan bisa bilang aja kalau kita masih menunda... bilang apa kek masih pengen menikmati moment berdua kah... atau apa kah... gak harus sibuk mau mengabulkan juga...!!!"
Mendadak Cavan jadi buntu otak, dia malah sibuk kepikiran soal request cucu dari kedua orang tua nya...entah... tapi mungkin memang Cavan juga menginginkan nya
" Eee bagaimana jika pernikahan kontrak ini kita buat pernikahan selama nya...!!!" Cavan menatap Aileen serius, terlihat ajakan Cavan kali ini bukan main main
" Haaaahhhhh.....!!!!!"
" Emang tuan yakin udah siap selamanya hidup sama saya, jadi suami, jadi pelindung, jadi orang yang harus sabar, pengertian, peka, mengalah sama istri, mau disuruh suruh istri, gak boleh marah marah, semaunya sendiri, maunya menang kalau debat... harus peka kode kode perempuan, harus bisa manjain istri... tuan yakin siap... aku orange susah lhoooo..."
" Aku tidak akan tau bisa atau tidak jika belum menyoba nya... untuk itu aku akan mencobanya..." sahut Cavan
" Jadi suami itu gak bisa coba coba tuan...!!!!" tegas Aileen, doi sengaja membuat Cavan mempertimbangkan ajakan nya, sebab menjalani rumah tangga yang sesungguhnya butuh sebuah komitmen dan kedewasaan, Aileen hanya ingin melihat sejauh mana keseriusan ajakan Cavan itu
" Bisa sabar gak... bisa peka gak... bisa gak marah marah dan mau nya menang sendiri gak..."
" I.. itu butuh bimbingan..." sahut Cavan
" Oke...!! tetapi menikah juga butuh cinta tuan... cinta yang akan menguatkan sebuah komitmen... cinta untuk menyayangi dengan tulus sepenuh hati... cinta yang membuat suami maupun istri rela menjaga dan memastikan pasangan nya baik baik saja bersama nya... apa tuan punya Cinta itu...???"
" Berikan aku waktu... atau ajari aku untuk mengenal cinta itu... aku yakin aku bisa mencintai kamu selayaknya suami mencintai istrinya..."
" Andai aku juga tidak memiliki cinta itu bagaimana...??"
" Maka aku juga akan berusaha untuk membantu mu menemukan cinta itu... kita sama sama menciptakan cinta diantara kita..."
" Tetap sulit tuan... dalam sebuah pernikahan tentunya harus dilandasi cinta sedari awal... bukan setelah pernikahan terjadi baru belajar mencintai....akan ada banyak hal yang menghantam kita kedepan nya... aku hanya tak ingin keputusan kita ini akhirnya akan memberatkan kita sendiri...!!!" Aileen cukup keberatan kali ini... memang keraguan jelas terlintas dipikiran nya tentang keseriusan dan komitmen Cavan
" Bukan kah banyak orang memulai pernikahan tanpa cinta... contohnya mereka yang menikah karena sebuah perjodohan... namun karena paksaan itu akhirnya membuat mereka menjadi saling cinta..."
__ADS_1
" Mereka bisa... mengapa kita tidak...!!! atau.. atau ini hanya keraguan mu saja... karena kau sendiri yang tak siap menjalani komitmen pernikahan bersama ku Aileen...!!!!" Cavan menatap Aileen dalam, dia sedang menggali palung hati gadis itu, tampak jelas keraguan dimata bening nya
" Aku hanya takut tuan tak benar benar siap menjalani pernikahan itu... di tengah jalan nanti tuan menemukan wanita yang membuat tuan jatuh cinta, atau mungkin tuan bosan bersamaku... lalu semuanya berubah... ujung ujung nya aku yang tersakiti, yang hancur tuan....aku tak mau mengorbankan kebahagiaan diri ku hanya untuk sebuah cinta yang belum tentu pasti... sebuah cinta yang mungkin bisa menghancurkan diri ku sendiri...!!!"
Cavan kali ini terdiam, dia juga tak bisa membantah perkataan Aileen... sebab segala sesuatunya bisa saja terjadi... bisa saja Cavam akan bertemu dengan wanita yang selama ini dia inginkan... atau mungkin dia akan merasa bosan, jenuh menjalani pernikahan nya dengan Aileen... atau mungkin sebaliknya...
Aahhh kenapa semua jadi serba ribet seperti ini sih....emang ribet kalau udah urusan hati...
" Baiklah... kau boleh memikirkan nya dulu tawaran ku ini Aileen... tetapi mulai hari ini ijinkan aku untuk belajar menjadi suami mu seperti layaknya suami... aku ingin membiasakan diriku..." pinta Aileen
" Apa tidak ada cara lain tuan...??? tuan akan menyanggupi permintaan tuan Mallory...!!!" Aileen masih tampak keberatan, sebenarnya dia hanya takut hatinya langsung luluh dengan sikap sikap Cavan padanya, sebab jauh disudut hati sebenarnya Aileen telah menekan sebuah rasa yang tak ingin muncul begitu saja...
" Ini bukam hanya sekedar permintaan papa maupun mama... tetapi karena aku ingin menjalani pernikahan bersama mu... pernikahan yang sesungguhnya... aku tak ingin menyakiti dan mengecewakan hati mereka yang terlihat bahagia melihat pernikahan kita... sepertinya aku tak tega jika harus mematahkan hati ibu mu... beliau amat sangat bahagia melihat mu menjadi istri...."
" Ibu...!!"
Cavan mengangguk
" Wanita sebaik beliau.. akan sangat terkutuk jika aku menyakiti hati nya..."
" Ini really... ini tuan Cavan apa bukan sih...!!! bisa bisanya dia care sama perasaan orang lain...!!! waaahh aura ibu kayaknya bagus juga nih bikin si tuan menyebalkan jadi peduli ama ibu...!!!" gumam batin Aileen mengomentari
" Kayaknya gue juga gak bakalan tega deh nyakitin dan ngecewain hati mama Bellina... beliau kan berharap banget sama pernikahan anak nakal nya ini... duuuhhh gimana ya... terima kagak ya tawaran tuan Cavan..kapan lagi sih dapet kesempatan bagus jadi bini nya CEO....'" Aileen sedang mendebat hatinya sendiri
" Apa gue terima aja ya... tohhh kalau gue gak beneran bahagia... gue masih bisa hidup enak dengan segala fasilitas horang kaya kan... kapan lagi coba... realistis kan gue...!!! yahhh mata duitan dikit lah....!!!!"
" Bagaimana Aileen...??"
" Bentar tuan... biar tak pikir dulu... semua harus dipikirkan mateng mateng tuan....!!!"
" Baiklah... aku memberi mu waktu untuk berpikir... setelah itu kita bahas lagi kelanjutan nya...!!!"
Aileen mengangguk sembari melanjutkan sarapan nya, sidang empire pagi ini belum menemukan titik terang... sepertinya masih banyak pertimbangan sebelum memutuskan sebuah keputusan...
Bersambung~
Jangan lupa kasih VOTE ya Readers...
__ADS_1
Happy Reading...