
Marvin tersungkur jatuh tak sadarkan diri, sebuah pukulan yang cukup keras menghantam punggung sampai tengkuk kepalanya
Cavan langsung berlari menghampiri Aileen, direngkuhnya gadis itu, Cavan hampir saja menangis ketika melihat sekujur tubuh Aileen penuh luka cambuk, pasti Jovanca telah menyiksa gadis itu
" Aileen...!!!"
" Tuan... tuan masih hidup... tuan gak masuk ke hutan..." tanya Aileen setengah sadar
" Astaga...!!!! luka mu cukup parah... ini bisa infeksi Aileen... sekujur tubuhmu luka seperti ini... Jovanca memang tidak bisa dimaafkan...!!! bertahan lah Aileen aku akan membawamu kerumah sakit...!!"
" Bang Marvin jangan ditinggalkan sendirian tuan... nanti dimakan binatang buas.."
" Jangan pedulikan orang lain... lihat kondisimu...!!!! aku tidak akan membiarkan orang yang menyakitimu hidup tenang...!!! bersabarlah aku akan membawamu kerumah sakit..." Cavan merengkuh tubu Aileen berusaha menggendongnya
Wajah Cavan terlihat amat sangat panik, dia sangat takut luka itu bisa menjadikan kecatatan bagi tubuh Aileen
" Aku seneng tuan baik baik aja... ternyata tuan gak masuk ke hutan... aku takut tuan udah dimakan harimau..."
" Kau memang bodoh Aileen... untuk apa kau menyusulku...sedang kau sendiri terluka seperti ini...!!!"
Aileen tak menyahut lagi, tubuh Aileen mulai lemas dan dingin, Aileen pingsan didalam Gendongan Cavan
" Aileen...!!!! bertahan lah aku mohon bertahanlah Aileen... kamu gadis yang kuat...!!! aku akan segera mencari pertolongan...!!" Cavan makin panik, respon tubuh Aileen melemah ini pasti efek dari cambukan yang diterima tubuhya
Keluar dari hutan Cavan langsung melihat sebuah mobil truk melaju kearah mereka, Cavan tak peduli lagi siapa dirinya dia langsung melambaikan tangan meminta tolong untuk ikut di truk tersebut
" Pak tolong saya pak... istri saya terluka pak dia kritis..." Cavan memelas pada supir truk
" Kalian sedang apa mas disini...!!! mas nya kan tau kalau ini hutan lindung...!!" protes si pak sopir yang keheranan melihat manusia keluar hutan belantara ini
" Ceritanya panjang pak... tapi tolong... tolong istri saya... saya takut terjadi hal buruk pada istri saya pak..."
" Tapi naik dibelakang gimana... didepan gak muat..."
Cavan tak memperdulikan dimana pak sopir itu menaruh nya, yang penting Cavan harus segera membawa Aileen kerumah sakit
" Terimakasih pak... sebentar saya angkat istri saya dulu..." Cavan memang sengaja meletakkan Aileen dipinggir jalan ketika dia menghadang truk itu
" Waduh mas ini bukan luka cakaran atau gigitan binatang buas sepertinya...!!!" pak sopir tampak curiga ketika melihat luka Aileen, saat ini pak sopir sedang membukakan pintu truk bagian belakang
" Apapun itu pak... tapi istri ku dalam sekarat... bisakah anda membawa ku ke rumah sakit...!!!"
" Ya... kebetulan setoran ku sudah selesai... aku akan membawa mas nya kerumah sakit..."
__ADS_1
" Terimakasih..."
***
Sedangkan di Vila Assisten Lee dan beberapa anak buah Cavan tengah mengobrak abrik dan menghajar semua orang yang disana, Jovanca dipukul berulang kali oleh Marko anak buah Davin yang sangat ganas mirip Davin, rupanya suara gerangan tadi yang Aileen dengar bukan suara Assisten Lee melainkan Marko
" Wanita gila...!!! wanita psiko...!!! kalau tau kau akan menyakiti nona ku lagi lebih baik kemarin aku saja yang mencincang mu...!!!
Plakkk plaakk booouuggg
Jeritan Jovanca tak membuat Marko iba, dia malah terus memukuli nya sampai gadis itu pingsan dengan penuh luka
Assisten Lee segera masuk keruang penyekapan, kamar penyekapan tepatnya... kenapa dia yakin itu kamar penyekapan... sebab hanya kamar itu yang kondisinya tertutup, tanpa aba aba langsung di tendang nya pintu kamar itu hingga terpental pecah menjadi dua
Aaaaaaaaawww....
Sebuah teriakan nyaring terdengar dari dalam kamar, Lee segera berlari masuk, dia makin kaget dan panik, pasalnya di ruangan itu hanya ada nyonya besar yang tengah terikat dengan mata yang ditutup rapat, Lee segera menolongnya
" Nyonya jangan takut... ini saya Assisten Lee nyonya..."
" Oohhh kau... cepat cepat tolong kami...!!!"
Lee segera membuka ikatan tali yang mengikat mama Bellina, membuat mama langsung melepas ikatan yang menutup matanya
" Itu yang ingin saya tanyakan pada nyonya... dimana nona Aileen mengapa hanya nyonya disini...!!! apa ada sesuatu yang sudah terjadi nyonya...??"
" Aku tak tau pasti Assisten Lee... tadi Aileen ada disini suaranya dari sebelah kursi itu... tapi Jovanca telah menyiksa nya... Aileen dicambuk berulang kali... dia menjerit kesakitan... ohh Tuhan apa Jovanca telah menyiksa Aileen lagi... dibawanya pergi...!!! aku pingsan karena tak kuat lagi menahan ketakutan ku..."
" Baiklah nyonya... anda tenang lah biarkan kami yang akan mencari nona Aileen... anda segeralah pergi dari tempat ini... biar nanti anak buah tuan Cavan yang akan mengantar anda pulang..."
" Berjanjilah kau akan menemukan menantuku Lee... dia dalam bahaya... jangan biarkan Jovanca menyakitinya lagi..." pinta mama Bellina yang amat sangat khawatir dengan Aileen saat ini
" Pasti nyonya..."
Lee membantu memapah mama Bellina keluar Vila, lalu segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa nyonya kembali ke mansion
" Heiii dimana kau sembunyikan nona kami...!!! kau akan ku penggal kepala mu jika kau berani menyakitinya...!!" ancam Marko sambil menjambak rambut seorang laki laki yang memang tadi ikut menyaksikan Jovanca menyiksa Aileen
" Su..sungguh... sa..saya juga tidak tau dimana gadis itu... sebab kami tidak membawa nya kemanapun..." jawab Laki laki itu ketakutan
" Jangan bohong...!!!! atau kepala mu akan lepas sekarang juga...!!!" ancam Marko menggertak
" Benar.. sungguh... aku juga tidak tau mengapa dia tidak ada disini... dia bisa melepaskan ikatan tali yang mengikat tubuhnya..."
__ADS_1
Lee menitik beberapa tempat diruangan itu, ada jejak kaki yang sepertinya itu jejak kaki Aileen disekitar jendela dan di jendela yang kini sudah rusak terbuka, Lee tersenyum miring, dia tau apa yang sudah dilakukan nona Aileen si cerdik itu
" Urus mereka... aku akan segera menghubungi Davin dan yang lain..." titah Lee
" Tapi nona Aileen...??" Marko masih bingung
" Kau tak perlu khawatir... nona kita tidak selemah wanita gila itu... dia sudah berhasil keluar dari sini... kita tinggal mencarinya...aku yakin dia baik baik saja..."
" Tetapi mengapa dia meninggal kan nyonya...??"
" Mungkin dia tau kalau kita sudah disini menolongnya..." Lee menepuk bahu Marko dengan tegas
Marko paham dan langsung menarik lelaki ditangan nya, entah diapakan lagi sebab jeritan nya terdengar memilukan
***
Sedang Davin dan anak buahnya baru tiba dihutan, kalah cepet sama Aileen mereka... entahlah mengapa Aileen bisa sehebat itu, yaahh anggep aja peran utama emang selalu dapet mukjizat hihihihi
Davin dan anak buah nya langsung berlari masuk ke hutan, dia menitik beberapa hal yang mencurigakan disana, dia merasa ada beberapa orang yang datang ke hutan sebelum dirinya, dari beberapa daun dan rumput yang masih berbekas injakan kaki
" Tuaaaannn...!!!" teriak Davin memanggil Cavan
Marvin beringsut bersembunyi, untung saja dia sudah sadar ketika Davin datang, bisa bisa dia akan dibunuh disini jika keberadaan nya ketahuan Davin dan anak buahnya
" Tuaaannn Cavan....!!! anda mendengar kami tuan....!!!"
" Aahhh sial...!!!!" Umpatnya yang hampir putus asa, dia tak tau sedang dalam permainan seperti apa saat ini
" Bos Davin... Assisten Lee melaporkan jika kita harus segera kerumah sakit Xx..."
" Apa nona Aileen dan nyonya sudah ditemukan...!!! lalu bagaimana dengan tuan Cavan...kita sudah ada didepan hutan... kita harus menyelamatkan tuan..." tanya balik Davin dengan frustasi
" Tuan Cavan ada disana bersama nona Aileen..."
" Haaaahhhh...!!!" Davin nge blank... dia merasa bahkan pergerakan nya tidak lambat dan tidak ada hambatan sama sekali tetapi mengapa dia seolah ketinggalan...
Davin langsung berlari kerumah sakit untuk memastikan nya...
Bersambung~
Liburan udah usai kayaknya yaaa soale yang baca udah sepi lagi
VOTE juga sepi banget nihhhh
__ADS_1
Huhuhuhuuu