SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Mansion yang membingungkan


__ADS_3

Aileen turun dari kamar Cavan mau menuju dapur, tapi begitu turun dari tangga dia malah bengong sangking kebingungan, rumah luas megah ini bahkan Aileen bisa tersesat jika tidak tau dimana letak letak ruangan di rumah mewah ini


" Heeleehh... ini kok rumah apa istana sih...dimana dapurnya... bisa bisa tersesat nih gue kalau gak ada yang ngasih tau...!!!" gumamnya heran plus kebingungan


" Duuuhhh orang kaya emang suka berlebihan yaaa... bikin rumah aja ampe bikin pusing orang yang ada di rumahnya...."


" Permisi nona muda... ada yang bisa saya bantu...???" ujar seorang perempuan memakai pakaian pelayan


" Ohhh halo mbak... dapur dimana ya...???" tanya balik Aileen


" Mari saya antar nona...." ajak si pelayan dengan hormat, berjalan mendahului Aileen sambil membungkuk, Aileen mengikutinya dari belakang


Entah pintu belokan ke berapa yang mereka lewati sampai ujungnya tiba di dapur


" Ini nona dapurnya... apa ada yang bisa saya bantu...???" tanya Pelayan lagi


" Eeehhh nanti kalau balik ke kamar tuan Cavan gimana lewatnya... kayaknya saya lupa jalan nya..." gumam Aileen pada si pelayan


" Saya akan menunggu nona disini dan nanti saya antar lagi nona..."


" Ohhh oke baiklah..."


" Permisi nona muda kenapa malam malam ada didapur...??? jika nona menbutuhkan sesuatu tinggal panggil kami saja di kamar ada telpon yang terhubung langsung dengan kami..." ujar pelayan yang wajahnya lebih tua, kelihatan nya dia lebih senior dari pelayan yang tadi mengantar Aileen ke dapur


" Anu ini buk... aku disuruh tuan Cavan untuk membuatkan jamu... tapi aku gak tau jamu apa yang dimaksud tuan Cavan..." sahut Aileen


" Apa orang bule kek tuan Cavan sering minum jamu...???"


Dua pelayan malah saling pandang sambil senyum senyum membuat Aileen menyerngit bingung


" Ee maaf nona muda... biar bibi saja yang buatkan nanti nona yang antar ke kamar tuan muda... mungkin jamu yang diminta tuan membantu melancarkan malam ini..." sahut si bibi dengan senyam senyum gak jelas


" Maksudnya...????" tanya Aileen yang gak paham dengan maksud dua pelayan itu


" Ini kan malam pertama nona dengan tuan muda kan...!!! makanya tuan minta jamu..." balas si pelayan satunya sambil terkekeh


Aileen langsung membelalakan matanya, dia baru paham maksud jamu yang diminta Cavan


" Haaaahhh....!!! seriusan si tuan angkuh itu minta jamu kuat..!!! heh heeehhh apa itu maksudnya... jadi dia mau ngajakin gue malam pertama beneran...!!! gak...!!! gak bakalan ya gue kasih...huuuhhh dasar mesum...!!!" gerutu Aileen dalam hati

__ADS_1


Dia malah jadi parno gegara mendengar penjelasan dua pelayan mansion Cavan itu, dia jadi takut kalau beneran Cavan minta jamu kuat untuk malam pertama mereka, apa yang bakal Aileen lakukan kalau Cavan beneran meminta hak nya....!!! bakal lebih runyam lagi bisa bisa dia akan semakin sulit lepas nantinya, dan yang pasti Aileen gak akan mau rugi apapun, pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak, tidak ada komitmen apapun... jadi gak akan mungkin Aileen menyerahkan mahkota nya untuk laki laki itu meskipun statusnya sekarang adalah suami sah nya


" Non ini jamu nya..." ujar si bibi sembari menyadarkan Aileen yang sedang melamun parno


" Eeehhh cepet amat bi udah jadi aja..."


" Selamat menikmati jamu nya ya non..." ucap si bibi dengan senyum penuh arti


Aileen malah makin takut, membayangkan yang tidak tidak setelah dia datang dan menbawa jamu itu untuk Cavan, rasanya dia ingin kabur menyelamatkan diri, tetapi dia juga gak tau harus kabur dimana dirumah ini, rumah sebesar ini malah akan membuatnya tersesat


Aileen menerima cangkir jamu dari si bibi dengan gemetar, lalu segera berbalik arah mengikuti si pelayan muda menunjukan jalan untuk kembali ke kamar Cavan


" Selamat istirahat ya non... jika butuh bantuan lagi jangan sungkan beritahu kami dengan menelpon memencet angka nol... itu akan langsung terhubung dengan para pelayan...." ujar si pelayan menberitahu Aileen


" Ohhh baiklah... terimakasih ya mbak..." jawab Aileen sambil tersenyum


" Jangan sungkan nona... sudah tugas saya untuk melayani anda sebagai nyonya kami dirumah ini..." balas nya sambil menbungkuk


Aileen hanya tersenyum lalu segera naik ke kamar Cavan meninggalkan pelayan itu, langkah Aileen bergetar dan gemeteran, membayangkan segala sesuatu yang mungkin terjadi setelah ini


Thoookkk thoookkk


Aileen mengetuk pintu kamar Cavan pelan, tak lama Cavan membuka pintu membuat Aileeb kaget dan panik


" Kau yang membuatnya...???" tanya Cavan penuh penekanan, gak tau maksudnya gimana


" Bukan tuan... ada pelayan tuan di bawah yang sedikit lebih tua... dia menyuruh ku memanggilnya bibi..." jawab Aileen jujur


" Kenapa tidak kau yang membuatnya... aku kan menyuruhmu yang membuat jamu untuk ku..." protes Cavan


" Maaf tuan... tapi anda tau kan kalau aku tidak bisa membuat jamu... tidak semua orang jawa bisa membuat jamu tuan... karena warisan leluhur kami tidak hanya jamu aja..." jawab Aileen sengaja dijelaskan panjang lebar biar Cavan tidak memprotesnya lagi


" Kalau begitu belajarlah supaya kau bisa membuatkan jamu untuk ku..." balas Cavan sambil meraih gelas yang disodorkan Aileen


" Apakah membuat jamu merupakan salah satu tugas di kontrak...???" tanya Aileen


" Bukan kah di kontrak tertulis tugas mu selain berpura pura menjadi istriku... kau juga ku tugaskan melayani semua kebutuhan ku... bukan kah membuatkan jamu salah satu tugas menberikan pelayanan...!!! kenapa masih kau tanyakan lagi... kau memang bodoh...!!!" umpat Cavan se enteng dia aja ngatain orang bodoh


" Ohhh baiklah... tenang saja tuan..." balas Aileen kesal, selalu saja dikatain bodoh

__ADS_1


Cavan meminum jamu itu hingga habis, padahal masih panas


" Kalau begitu pergilah dari hadapan ku aku mau istirahat jangan ganggu aku..." usir Cavan pada Aileen setelah tak dibutuhkan nya


" Lagian siapa juga sih yang mau gangguin anda...!!!" dumel Aileen


" Eeehhh tapi tuan tunggu tuan...!!!" Aileen menahan pintu kamar Cavan yang mau ditutupnya


" Baru ku bilang jangan ganggu aku... kenapa kau malah menghalangi ku...!!!" bentak Cavan ketus


" Tuan aku tidur dimana... rumah mu terlalu besar aku aja hampir tersesat ke dapur tadi..." ucap Aileen dengan memelas


Cavan mendenguskan nafas, lalu meraih ponselnya menelpon seseorang


" Kau antarkan dia ke kamar nya... pastikan dia tak mengganggu ku...!!!" titah Cavan pada seseorang dari telpon


" Tunggu disini nanti pelayan ku akan mengantarmu... jangan ganggu aku...!!!!" ucapnya lalu masuk dan mengunci pintu, dengan tanpa peduli meninggalkan Aileen didepan pintu kamarnya, bener bener kayak selir yang sedang tidak dipakai nasib Aileen huhuhuuu


Aileen mendengus kesal sembari berdiri cemberut di depan kamar Cavan, meratapi nasibnya yang gak seberuntung para istri pada umumnya, dia malah kayak selir raja yang sudah tidak cantik dan terabaikan, ditinggal gitu aja di pintu kamar, mengsedih....!!!!


Tak lama datang seorang pelayan laki laki memakai pakaian yang lebih rapi dan lebih terlihat berwibawa, mungkin laki laki ini adalah kepala pelayan di mansion


" Selamat malam nona Aileen perkenalkan saya adalah Tan saya sebagai kepala pelayan dirumah ini..." ujar laki laki itu memperkenalkan namanya sebagai Tan, ternyata benar laki laki itu adalah kepala pelayan


" Mari saya akan mengantarkan nona Aileen ke kamar anda yang sudah tuan Cavan persiapkan..." lanjutnya mengajak Aileen untuk mengikuti dirinya


Aileen hanya mengangguk dan menuruti ajakan pak Tan itu, ternyata kamar Aileen tak jauh dari kamar Cavan, masih di lantai yang sama hanya sedikit berbelok, memang benar benar luas istana si tuan angkuh itu


" Ini kamar nona... selamat beristirahat nona... di kamar sudah ada fasilitas telpon yang langsung terhubung dengan semua pelayan dirumah ini... jika nona butuh apa pun tinggal hubungi kami saja..." ujar pak Tan memberitahu


Enaknya tinggal dirumah horang kaya mau apa aja sudah ada yang melayani, gak ribet harus triak triak atau lari lari nyari sendiri, semua tinggal nyuruh sudah ada yang menyiapkan, ahhh nikmat mana lagi yang mau manusia dustakan


" Baik pak terimakasih..." jawab Aileen ramah sambil tersenyum


" Sama sama nona... kalau begitu saya permisi..."


Bersambung~


Jangan lupa Vote nya yaaaa

__ADS_1


Suport karya author ini biar makin rame dan makin semangat Up nya


Happy Reading....


__ADS_2