
Cavan masih sibuk dengan ponselnya, masih meneliti banyak nya email yang masuk baik dari Lee seputar kantor, client dan markas, ditambah juga ada banyak Email dari sekretaris dan client client nya yang lain
Rasa lelah, kantuk yang tadi sudah menyerang Cavan kini hilang karena banyak nya pekerjaan yang harus diselesaikan nya, dua hari ini dia benar benar di paksa untuk off dari semua kesibukan nya, al hasil sekarang tugas tugas itu menumpuk dan semakin membingungkan
Assisten Lee pun tak kalah payahnya, dia bahkan sudah menghabiskan 6 gelas kopi hitam demi tetap bisa melek ditengah tugas yang tak pernah ada habisnya ini, Lee sampai mengeluh dan mengomel sendirian sangking stres nya dengan pekerjaan nya, bisa bisa Lee akan berubah menjadi zombie, tidur kurang, lelah, capek, stres...
Tuan Cavan setiap memberi tugas gak kira kira terserah dia aja mau ngasih tugas apa aja, pokoknya tau nya sudah beres rapi dan berhasil jika tak mau kena semprot dan disalahkan
" Astaga tuan.... anda yang habis cuti nikah tapi aku yang kena getahnya... bukan kah assisten itu hanyalah bertugas membantu pekerjaan...???? tapi ini kenapa jadi aku yang menyelesaikan tugas tugas yang seharusnya itu adalah tugas anda....!!!" gerutu Assisten Lee ketika mengomentari tumpukan tugas dari Cavan
" Bisa bisa gak lama lagi aku akan menjadi mayat hidup... gentayangan tak ada lagi aliran darahnya... sangking stres dan tertekan...!!!! atau bisa saja otak ku tau tau kering sangking terus dibuat berfikir...mana gak pernah tidur lagi...!!!!"
Cavan sebenarnya tau jika Lee sering menggerutu dengan banyak nya tugas yang dibebankan kepadanya, tapi Cavan membiarkan nya saja sebab bocah itu hanya menggerutu dibelakang, dia tak pernah protes atau membantah setiap dia memberi perintah
Lee itu termasuk seorang Assisten kepercayaan, kesetiaan nya dan loyalitas nya pada Cavan tak perlu di ragukan lagi, dia sangat aktif dan selalu siap siaga pada semua urusan Cavan, hanya yaaa sifat dia sebenernya rada slengean kayak Aileen... tapi di tuntut harus tegas, terlihat sangar kalau sedang berada di lingkungan kantor dan markas
Cavan menyruput jamu yang tadi diberikan Aileen padanya, badan nya terasa lebih bugar dan bersemangat, rasa capek dan lelah serasa hilang, selain itu memberikan efek hangat yang lama kelamaan membuat badan menjadi fresh, Cavan tak menyadari perubahan lain yang saat ini terjadi pada dirinya, sedari tadi dia masih asyik menyruput jamu dengan pelan pelan
Rasa hangat kini beralih menjadi gerah bahkan berkeringat, padahal ruang kamar Cavan full AC , semangat yang sedari tadi membuat nya terpacu menyelesaikan pekerjaan kini berubah menggelora dan menggebu gebu, Cavan mulai kegerahan gak karuan
" Ahhhh kenapa panas sekali...!!!!" keluhnya sambil nyengir dan melepas kaus yang dipakainya
" Apakah AC dikamar ku mati...!!!"
Keringat Cavan makin bercucuran, basah sampai ke dada nya, dia semakin gak focus dengan pekerjaan nya, ditambah ada sesuatu yang mulai bergejolak dan mengusik nya, Cavan bangkit dari ranjang nya meraih remote AC lalu di pencet sampai suhu paling dingin
" Aku harus suruh Tan segera mengganti AC yang baru... sudah tidak ada fungsinya lagi... bahkan setelah di buat paling dingin sekalipun kamar ku masih saja panas dan aku Berkeringat seperti ini....!!!!"
__ADS_1
" Apakah tidak ada fungsinya sama sekali...!!!!"
Cavan makin merasa tubuhnya gak karuan, kepala nya terasa berdenyut denyut, rasa panas itu makin menjalar dan membuat pacu jantungnya semakin kencang, aliran darah nya seperti berdesir lebih cepat dari biasanya
Cavan berlari ke kamar mandi mencuci muka melepas celana panjang nya dan mandi, dia hanya keluar kamar mandi dengan memakai celana boxer saja, tetapi sepertinya hawa panas itu makin membuatnya gerah, bahkan air kamar mandi sama sekali tak membuatnya segar
Cavan memutuskan keluar kamar, dia tak bisa lagi mengontrol dirinya sendiri, begitu di luar kamar, tiba tiba dia menatap pintu kamar yang entah kenapa otak nya menuntunnya kesana, tanpa menghiraukan apapun Cavan berjalan ke arah kamar itu, lalu membuka nya dengan cepat, rupanya oleh si pemilik kamar pintu itu tidak dikuncinya
" Sepertinya dia sengaja menunggu ku...!!!" gumam Cavan sambil melangkah masuk
Saliva nya berulang kali ditelan nya, tatapan matanya menatap dengan gairah, gadis cantik dengan kulit kuning bersih, pinggul besar baru saja keluar kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililit menutupi dada nya yang menantang itu, kaki jenjang nya seakan sedang menggoda Cavan yang mulai lepas kendali, rambut basahnya tergerai panjang membuat degup jantungnya makin bergelora, aroma sabun yang segar benar benar membuat Cavan makin kegerahan
Padahal Aileen sama sekali tak tau apa yang terjadi dengan Cavan, dia juga tak tau jika ada predator yang sudah masuk ke kamar nya karena dia lupa mengunci pintu, sangking terpesona nya dia pada kamar nya, bahkan dia mandi pun karena kepengen nyobain buthup mahal yang tersedia di kamar mandinya
Cavan berjalan pelan sembari terus menatap pinggul Aileen yang merangsang nya, lalu segera menangkap tubuh Aileen dan di dekapnya dengan erat, hidungnya di tempelkan tepat di tengkuk Aileen dengan mengendus aroma sabun yang masih menyeruak
" Lepasin gue lepasin...!!!! toloooooonggg....!!!" treak nya lagi sambil meronta berusaha melepaskan diri
" Diamlah...!!!! kalau kau semakin liar seperti itu aku malah semakin tertantang...!!!!" ucap Cavan dengan suara tersiksa seperti tengah menahan sesuatu
" Tuan Cavan...!!! apa yang anda lakukan...!!!! lepaskan tuan....anda kurang ajar sekali pada ku... ini tidak ada di surat perjanjian...!!! jangan macam macam tuan atau anda akan saya lalaporkan....!!!!!"
" Kenapa kau tidak bisa diam...!!! semakin kau banyak gerak pinggulmu semakin bersentuhan dengan milik ku... jadi tolong diamlah...!!!!" bentak Cavan yang kesal
" Apa apaan ini...!!! "
Sangking jengkel nya Cavan membalikkan tubuh Aileen dan langsung di dorongnya ke kasur, Aileen jatuh terlentang, untung handuk yang dililit ditubuhnya tak ikut lepas, Cavan yang hanya memakai bokser langsung menghimpit tubuh Aileen, membiarkan mereka menyatu
__ADS_1
" Apa maksudmu memberiku jamu itu...??? apa kau sengaja mau membuatku seperti ini....!!!" tanya Cavan dengan suara makin parau, keringat di tubuhnya makin basah
Aileen yang tak mengerti apa yang dimaksud Tuan Cavan, menganggap Cavan sedang modus, dia sedang mencari kesempatan untuk meminta hak nya dan memanfaatkan Aileen...
" Jamu apa maksud tuan...!!!"
Aileen tak bisa bergerak lagi, tangan nya di cengkal Cavan, dan kaki nya dijepit dengan kaki Cavan, ada sesuatu yang menonjol keras menempel di perutnya yang hanya terbalut kain handuk
" Aku menyuruhku membuatkan jamu bukan... lalu jamu apa yang kau berikan pada ku.. apa kau sengaja ingin memancingku...!!!"
" J... jamu...??? aku sama sekali tak tau tuan jamu apa yang anda maksud... aku hanya mengantar nya saja... yang membuatkan jamu untuk anda adalah bibi..." sahut Aileen
" Lalu kenapa kau membiarkan pintu kamar mu tak terkunci setelah kau selesai mandi...!!! apa kau sengaja...???"
" Ahhh aku pikir di rumah ini tak kan ada yang sembarangan masuk kamar orang... makanya aku merasa aman dan bebas.... tuan saja yang masuk kamar orang sembarangan... apa karena mentang mentang ini rumah tuan...!!!" sahut Aileen, walaupun sebenernya doi udah amat sangat takut dengan keadaan nya saat ini, takut Cavan bakalan nekat melakukan sesuatu padanya, tapi dia berusaha tenang dan nyari celah untuk menyelamatkan diri
" Kau rupanya pandai ngeles...!!!" sinis Cavan, lalu tanpa komando meraup bibir Aileen
Aileen yang kaget dengan penyerangan Cavan hanya bisa meronta tetapi tak bisa melepaskan diri, cengkraman Cavan terlalu kuat
Cavan tak peduli, dia terus ******* bibir Aileen, menyesapnya berulang kali hingga terasa kebas, Cavan tak memberikan kesempatan untuk Aileen menolak ciuman panasnya malam ini
Bersambung~
Jangan lupa Vote yang banyak ya Readers
Happy Reading...
__ADS_1