
Semua mata tertuju pada dua orang yang tengah menbuat kegaduhan disaat jam kerja, para pasang mata karyawan yang menyaksikan pada tercengang bingung juga merasa aneh melihat CEO mereka yang berjalan dengan tegap dan wajah dingin menarik tangan karyawan magang yang gak jelas posisi kerjanya, si karyawan itu terus meronta dan meronta minta dilepaskan
Apakah ada kesalahan besar yang dibuat karyawan itu...???? begitu kira kira pikiran para karyawan yang melihatnya, ada yang iba dengan nasib gadis itu, ada yang tersenyum smirk puas, ada juga yang mengumpat memaku gadis itu dianggap dia terlalu berani berurusan dengan tuan Cavan Mallory
" Tu..tuan lepasin tuan...!!! anda itu mau membawa saya kemana...apa tidak bisa jalan yang baik baik ini saya udah mirip kayak sapi ditarik tarik seenak nya...!!!" rengek Aileen memelas, jalan nya pun sedikit terseret karena ditarik paksa Cavan keluar dari ruangan nya
Belum lagi tatapan para karyawan yang melihatnya, membuatnya malu diperlakukan seperti itu
" Tuaaann...!!!"
" Apa kau tak bisa diam...!!!" bentak Cavan
" Tuan saya bisa jalan sendiri tuan...!!! tak bisakah memperlakukan saya dengan baik... lihatlah saya jadi bahan ejekan orang orang yang melihat nya...!!!"
Cavan menyadari kecerobohan nya, bagaimana pun Aileen adalah gadis yang beda dari karyawan nya yang lain, dia hanya kesal karena ejekan dari Jovanca yang mengejek penampilan Aileen, dia lupa jika apa yang dia lakukan bisa mempermalukan istri kontraknya itu, Cavan langsung melepas cengkalan tangan nya pada lengan Aileen
Aileen merungut kesal, tangan nya sampai kebas ditarik paksa oleh Cavan
" Harusnya tuan itu berterimakasih saya sudah membantu tuan untuk mengusir nona Jo... bukan malah narik narik kek sapi perah kek gini...!!! lihatlah pandangan sinis dari orang orang ke saya tuan...!!!" omel Vellic
" Maaf... aku hanya ingin kau mengikuti ku..." sahut Cavan sedikit menyesal, mereka masih berdiri di depan para pasang mata yang tetap menatap mereka semakin bingung
" Kan bisa ngomong baik baik...!!!" sahut Aileen lalu segera pergi mendahului Cavan
Cavan menoleh ke sekitar membuang pandangan kesemua penjuru, membuat mereka yang sedari tadi menatapnya langsung menunduk takut, setelah itu dia langsung pergi menyusul Aileen
" Eehh ada apa ya kenapa tuan Cavan memperlakukan karyawan magang itu seperti itu...???" tanya salah satu karyawan
" Paling gadis itu membuat kesalahan yang membuat tuan Cavan marah..." sahut yang lain nya
" Tapi dia sepertinya lumayan berani dengan tuan Cavan lhoo..."
" Apa kalian tak lihat gadis itu keluar bersama tuan Cavan dari ruangan CEO... bukan kah tadi ada nona Jovanca yang datang menemui tuan Cavan...!!!"
" Ooohh pasti gadis itu lancang mengganggu tuan Cavan dan nona Jo... bukan kah tadi nona Jo pergi dengan marah...???"
__ADS_1
Spekulasi pemikiran mereka dibenarkan oleh mereka sendiri lalu menganggap apa yang mereka pikirkan adalah benar, begitulah biasanya orang orang yang sibuk ngurusi urusan orang lain dan mau tau semua urusan orang lain
" Aku minta maaf Aileen..." ujar Cavan lagi ketika dia sudah berhasil mengejar Aileen
" Hhhmmm... lupakan lah tuan...!!! sekarang anda mau membawa saya kemana sebenarnya...???" tanya Aileen tanpa menoleh
Cavan tak langsung menjawab tapi dia hanya kembali menggandeng Aileen menuju parkiran, kali ini pegangan tangan nya cukup lembut sehingga Aileen yang tadinya ingin menepis langsung diam dan hanya patuh mengikuti langkah Cavan
Mobil sport mewah itu melaju melesat menembus kerumunan jalan raya, lalu masuk ke toko swalayan yang cukup mewah dan berbranded hanya orang orang kaya, pejabat dan orang orang tertentu yang bisa datang dan menikmati segala kemewahan yang dipertontonkan disetap toko disana
Aileen hanya patuh mengikuti langkah Cavan masuk ke salah satu toko di swalayan, lalu berjalan menuju butik dan memilih beberapa baju wanita
" Pilihlah baju baju yang kau suka...!!!" perintah Cavan membuat Aileen terngaga bingung
" Haaahhh... aa.. aku... aahhh tuan aku sedang tidak berulang tahun... lalu apakah hanya sekedar aku membantu anda mengusir si mak lampir anda langsung menghadiahkan ku barang branded seperti ini...??? itu kan sudah jadi tugas saya tuan..."
" Apa kau pikir aku sedang memberi mu reward...???"
" Ooohhh apakah anda menyuruhku memilih baju untuk seorang wanita yang spesial untuk anda...??? tapi tuan selera saya gak sampai di baju baju mewah mahal seperti ini... takutnya pilihan saya tidak sesuai selera wanita pujaan hati tuan..."
" Kau terlalu banyak omong....!!! heeiii kau.. tolong bantu aku memilih baju ini..." Cavan memanggil seorang pelayan toko untuk membantu nya
" Tolong ambilkan baju yang ini... ini... ini... ini lagi.. ini..ini juga... dan ini..." tunjuk Cavan pada beberapa baju yang menurutnya bagus untuk Aileen, Cavan nemilih beberapa dress mahal
Gadis itu mengambil dengan cepat gaun dan dress yang dipilih Cavan, Aileen hanya diam memperhatikan
" Kau juga tolong bantu gadis ini untuk memilih beberapa spatu, tas, assesoris dan semua keperluan wanita... bantu dia untuk memilihnya..."
Si pelayan melirik gadis yang dibawa tuan tampan ini, penampilan nya yang biasa saja dengan riasan make up yang sederhana membuat dia sangat tidak layak bersama tuan Cassanova ini, si pelayan toko sampai mendecak iri melihat nasib mujur Aileen
" Baik tuan...!!! mari nona ikuti saya..." ajak si pelayan pada Aileen, Aileen hanya mengikuti dengan patuh, sejujurnya dia masih bingung maksud Cavan membawanya ke toko ini, dipikirnya dia hanya disuruh mencoba baju itu lalu menbantu Cavan membawakan belanjaan itu, pakaian itu akan diberikan kepada seorang gadis pujaan hati Cavan
" Anda sangat beruntung sekali nona... bisa dibelikan gaun, dress, sepatu dan tas semahal ini... kau tau orang yang bisa membeli di toko kami ini adalah orang kaya raya... padahal pemapilan mu dengan ku sangat jauh tetapi nasib mu seperti nya terlalu baik..." ujar si gadis pelayan pada Aileen
" Kau bahkan bisa mencoba sepatu limited editions ini... andaikata aku membelinya gajiku setahun tidak akan cukup...!!!" gerutunya membandingkan nasib dirinya dengan Aileen
__ADS_1
" Aahhh si kakak ini bisa aja..." Aileen menyahuti dengan bingung, gak mungkin juga kan dia bilang kalau dia hanya disuruh nyobain bukan beneran di beliin
" Gimana sih nona caranya bisa dapet pacar sekaya dan tampan macam tuan itu...??? padahal nona ini kan bukan wanita wanita anggun anak konglongmerat yang biasa borong belanjaan disini..."
" Hehehe mungkin itu karena nasib saya bagus..." Aileen gak mau menanggapi ocehan karyawan toko itu lagi
Setelah selesai mencoba semua dress, gaun dan sepatu yang Aileen yakin harganya sangat mahal itu dia segera menyerahkan ke karyawan toko itu lagi dan segera menemui Cavan
" Bagaimana kau sudah selesai mencoba nya...??? apa kau suka...???" tanya Cavan, Aileen hanya mengangguk dengan senyum yang dipaksakan
" Hebat ekting tuan ini... lama lama malah mendalami peran... pencitraan beliin buat gue nyatanya gue cuman jadi percobaan..." gerutu batin Aileen
" Tolong bungkus semua yang ku pilih tadi...!!" perintah Cavan pada pelayan toko itu
" Baik tuan...!!!"
" Tuan... pelayan toko itu sampai iri ke saya tuan... pengen juga dibeliin.. hahaha gak tau aja kalau saya juga cuman dijadiin percobaan doank..." ujar Aileen mengajak Cavan bicara
" Lalu menurutmu baju sebanyak itu mau ku berikan pada siapa Aileen...???" tanya Cavan dengan suara berat kaku
" Ya siapa gadis pujaan hati tuan kan...!!!"
" Kenapa kamu bodoh sekali...!!! jika aku membelikan untuk gadis spesial untuk ku tak mungkin aku mengajak mu dan menyuruhmu mencoba nya... aku pasti akan mengajak nya sendiri..." gerutu Cavan yang kesal dengan Aileen, entah gadis itu yang gak peka atau dia terlalu negative thingking ke Cavan
" J.. jadi maksud tuan...!!!" Aileen menatap Cavan tak percaya
" Mulai lah perbaiki penampilan mu... benar kata Jovanca kau harus merubah penampilan mu sedikit lebih mahal... karena kau istriku... masa aku tidak bisa membelikan mu fasilitas yang layak...!!!" balas Cavan segera
Aileen ternganga gak percaya, rupanya Cavan sedari tadi gupuh menarik narik tangan nya karena ingin membelanjakan nya barang barang itu... omongan Jovanca rupanya menyadarkan dirinya juga...
" Ini tuan..." si pelayan memberikan paper bag belanjaan ke Cavan, Cavan langsung menerima nya dan menggandeng Aileen pergi
" Kau harus memakai nya setiap hari... jika kurang aku akan membelikan nya lagi...!!! kau mengerti...!!!!!"
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa komen, like dan Vote nya Readers.....
Happy Reading...