
" Tuan... bukan kah ini adalah alamat menuju hutan belantara tempat nona Jo kita buang kemarin...!!!" ujar Lee pada Cavan, saat ini mereka baru saja mendapatkan satu pesan dari nomor tak dikenal mengirim share lokasi
" Berarti benar ini adalah permainan Jovanca... hebat juga anak tuan Lethesia satu itu... sepertinya sekutu nya bukan hanya Tiger Dark tetapi ada orang lain yang saat ini telah membantunya..." jawab Cavan sambil tersenyum sinis
" Lalu tuan akan tetap kesana...??" tanya Lee
" Aku akan kesana sendirian... kau dan yang lain tetap pergi ke Vila tuan Lethesia... aku takut ini adalah bagian dari permainan mereka..."
" Tapi tuan... akan sangat berbahaya jika anda kesana sendirian...itu hutan belantara tuan... hutan rimba yang masih sangat jarang dijamah manusia..."
" Kau tak perlu khawatir... aku tau apa yang harus aku lakukan...!!!"
" Baiklah tuan..."
Lee segera turun dari mobil, dia akan menunggu rombongan Davin datang menjemputnya lalu bersama sama menuju Vila sesuai instruksi Cavan, sedangkan Cavan akan pergi sendiri menuju hutan itu
Saat ini sebenarnya pikiran Cavan sedang kalut, dua wanita terpenting dalam hidupnya sedang berada ditangan orang yang salah..dia sangat khawatir apabila terjadi sesuatu yang buruk pada mereka, kejadian pada Aileen kemarin sebenarnya sudah membuatnya sangat khawatir, ketika melihat luka memar lebam di wajah dan tubuh Aileen, ingin rasanya Cavan mencabik cabik orang yang sudah berani menyakiti istri kontrak nya
" Jika benar kau yang melakukan ini Jovanca... aku tidak akan mengampuni mu lagi...!!" geram Cavan sambil melesat kencang menuju hutan belantara
Tak lama setelah Cavan pergi, rombongan Davin sampai, Lee langsung masuk kemobil dan menuju Vila bersama mereka
Tak butuh waktu lama mereka kini telah sampai ke Vila, dan ternyata tebakan tuan Cavan benar... Vila itu kini terlihat seperti ada aktivitas tertentu, yang jelas ada beberapa anak buah Tiger Dark yang tengah berjaga jaga disekitaran Vila, dan ada mobil Jovanca disana
" Siiiitttt.... mereka benar ada disini Lee...!!!" umpat Davin geram
" Tebakan tuan Cavan ternyata benar... Jovanca memang pelaku penculikan ini...!!!" Lee ikut menggeram marah
" Jika mereka membawa nona dan nyonya ke Vila lalu untuk apa mereka mengirim lokasi pada tuan Cavan...!!"
" Bangs*ttt...!!!! ini adalah jebakan Lee... aku yakin... dia sengaja menjebak tuan Cavan agar kehutan itu...!!! its f*ck...!!!! tuan Cavan dalam bahaya saat ini..." maki Davin yang baru menyadari jika mereka sudah masuk dalam permainan musuh
" Baiklah jangan panik... aku dan yang lain akan tetap menyerang Vila ini... menyelamatkan nona dan nyonya... kau bawa beberapa anak buah kita dan susul tuan Cavan sekarang...!!" perintah Lee mengatur rencana
" Baiklah kau jaga dirimu... aku sebenarnya sangat menyukai disini... aku bisa bermain main sampai puas dengan mereka... tapi keselamatan tuan Cavan lebih penting..." jawab Davin
Mereka segera menjalankan tugas masing masing, Lee mengendap endap mencari celah agar bisa menyusup masuk ke Vila
***
Jovanca tertawa puas, dia puas mencambuk Aileen sampai gadis itu lemas penuh luka, rasanya sedikit membuat luka hatinya terobati, tetapi semua akan terobati jika Cavan benar benar sudah masuk jebakan nya, Cavan pergi ke hutan mengantar nyawa
" Hahahah... rasakan gadis jal*ng... rasakan...!!! ini belum seberapa... setelah Cavan mati nanti aku akan menyiksa mu lebih parah lagi hahahaha....!!!"
" Nona Jo... Cavan sudah masuk dalam jebakan... dia sedang menuju hutan sendirian..." suara seorang laki laki yang melapor pada Jovanca
__ADS_1
" Hahahaha... bagus...!!! ternyata semudah itu menyingkirkan Cavan..."
" Apaa...!!! tuan masuk jebakan dan pergi ke hutan itu sendirian...!!" batin Aileen
" Nona Jo... apa yang anda lakukan pada tuan Cavan...!!" Aileen memberanikan diri menunjukan perlawanan
" Apa...!!! apa gadis jal*ng...!!! apa yang akan kau lakukan... kau bisa apa haaahhh...!!! tak perlu kau berteriak setelah ini giliran kau yang akan aku jadikan santapan binatang binatang sial*n itu...!!" Jovanca kembali mencengkram rahang Aileen lalu menamparnya keras
Plaaakkk
" Haaahh senang nya... aku harus merayakan kemenangan ku ini..." Jovanca terdengar melangkah pergi dari ruangan tempat Aileen dan Mama Bellina disekap
" Maahh... mama..." panggil Aileen lagi sebab Mama Bellina tak terdengar suaranya lagi
" Gila wanita itu...!!! aku harus cepat cepat melepaskan diri... aku harus menyusul tuan Cavan...!!! dia dalam bahaya...!!!"
Aileen susah payah berusaha melepaskan ikatan yang mengikat tubuhnya, rasa sakit dan beberapa luka robek, lebam, panas perih akibat cambukan Jovanca tak dirasakan nya lagi, saat ini Aileen harus menunjukan kemampuan nya, dia harus bisa membebaskan diri
Entah bagaimana caranya akhirnya Aileen berhasil melepas ikatan tali ditangan nya, yahhh mungkin atau anggap saja Aileen punya kemampuan khusus untuk itu... tapi bukan ilmu sihir yaakkk hihihihi
Aileen langsung membuka penutup mata nya yang sedari tadi membuatnya merasa berada didalam kegelapan
" Astaga...!!! mama mertua ternyata pingsan... pantasan gue panggil diem aja kagak nyahut... kayaknya dia syok karena ngedenger gue di cambuk si cewek gila..." gumam Aileen
" Gue gak punya banyak waktu... gue harus segera pergi... tuan Cavan dalam bahaya..." Aileen susah payah berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, andai kondisinya bukan hal genting tentu Aileen tak mau banyak gerak, tulang tulang nya serasa patah, luka robekan dari cambuk begitu perih dan ngilu
Sayup sayup Aileen mendengar suara keributan, seperti suara orang sedang berkelahi, kemudian dia mendengar suara jeritan Jovanca disusul suara geraman Assisten Lee
" Sepertinya bala bantuan buat nyelametin gue udah dateng... pinter juga tuan Cavan... sia bisa tau kalau gue dibawa kesini... aahhh sepertinya sudah banyak hal yang terjadi diluaran sana... gimana nasib lima bodyguard gue yaa..." gumamAl Aileen lagi
" Mahh.. aku harus pergi.. maaf aku gak bantuin lepas ikatan mama dulu... tapi waktuku gak banyak lagi mah... aku harus segera mencari tuan Cavan... aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi pada anak mama...yahhh walaupun menyebalkan tapi dia unik dan menarik mah..."
Untung Aileen tadi sempat mendengar dimana letak hutan yang digunakan Jovanca untuk menjebak Tuan Cavan, Aileen segera bergegas pergi, lewat jendela lalu manjat pagar dan sekarang Aileen sudah berlari mencari angkutan untuk menuju lokasi tersebut
Beberapa angkutan menatap Aileen dengan ngeri, pasalnya tubuh gadis itu banyak luka cambukan seperti orang baru saja disiksa, padahal sih nyatanya emang iya, dan lebih menakutkan lagi Aileen meminta sopir angkutan untuk mengantarnya di hutan yang jauh, hutan tersebut terkenal dengan hutan belantara, hutan lindung yang jarang dijamah Manusia
" Wes pak pokoke anterno aku rono... tak bayare.. anggep ae tak boking..." jawab Aileen ketika pak Angkot banyak nanya interogasi
Akhirnya Aileen menuju hutan, sampai di bibir hutan, Aileen memberikan kartu nama tuan Cavan yang biasa dibawanya
" Iki kartu nama bos ku... samean sesuk rono ae njaluk bayaran ongkos ku...!!! ngomong ae oleh prentah seko nona Aileen..." Aileen sengaja menegaskan kata nona untuk dirinya sendiri, biar pak angkot gak sansi lagi
" Nembe iki enek nona tapi lancar boso Jowo..." gerundel pak Angkot sambil kembali masuk ke angkotnya lalu pergi
" Tuaannnn.... tuan Cavan....!!!" teriak Aileen membubung keseluruh penjuru hutan
__ADS_1
Namun sunyi tak ada sahutan apapun, hutan terlihat sangat lebat menyeramkan
" Tuan....jangan masuk tuan... ini jebakan....!!!! tuan Cavaaaaannnn.....!!!!!"
" La terlambat kaba tu... Cavan lau diterkam harimau... ( Kau terlambat... Cavan sudah diterkam harimau...)" sebuah suara mengangetkan Aileen
" Bang Marvin...!!!" pekik Aileen
" Bang aku mohon... gacang lah tulungi kle mati jeme itu...( Bang aku mohon... cepatlah tolongin... dia bisa mati...)" pinta Aileen memelas
" Telambat...!!! Cavan dem masuk hutan..."
" Tuaaannn... tuan Cavan....!!! tuan cepat lari keluar tuan....!!!! ini jebakan tuan....!!!!" treak Aileen lagi, dia tidak menyerah dia tetap berharap Cavan mendengar suaranya
" Bang ngape kaba tega nian... kaba sengaja bekerja sama deng Jovanca ngejebak tuan Cavan...!!! ape la dem pacak dibicarakan baik baik masalah kalian tu...!!! ini nyawe bang.. nyawe...!!! " Aileen mulai frustasi,
" Kaba dek keruan ape masalah kami... memang la udem sepantasnya nyawe dibayar nyawe...!!!"
Aileen tak berpikir panjang lagi, dia harus segera menyusul Cavan... dia tak mau hal buruk terjadi pada Cavan, Aileen langsung masuk menerobos perbatasan hutan
" Aileen...!!! kau gile... tebuyan kaba ini...!!! hutan itu bahaye banyak binatang buas... kaba pacak mati konyol...!!!" Marvin berusaha mencegah Aileen
" Lepaskan aku bang... biar bae aku ni gile... abang tu lebih gile aghi...!!!" Aileen meronta berusaha melepaskan cengkalan Marvin
" Kau ni dang terluka... darah kau ni pacak gawe binatang binatang buas tu mengendus mengejar kaba...!!"
" Aku gak peduli...!!! ini ulah kalian kan... abang bekerja sama dengan Jovanca untuk mencelakai Cavan... membiarkan Jovanca melepaskan kebencian nya dengan menyiksa ku...!!! puas kau bang puaaaass...!!!"
" *Jangan gile Aileen....!!! jangan bodoh nian...!!!"
" Dek usah hiraukan aku... ini bukan urusan kau*...!!!!"
Gubraaakkkk bouuugghhhh
Aileen tersandung rantai pohon yang cukup besar hingga membuatnya terjerembab ke tanah, bersamaan dengan tubuh seorang laki laki yang terjatuh karena pukulan yang cukup keras menghantam tubuhnya
" Huuuuaaaaaaaaaaaa........"
Bersambung~
Bagaimana...??? pinisirin... tiging atau ivirthingking hihihihi
Hirip birsibir yi intik mininggi ip silinjitnyi....
Happy Reading...
__ADS_1