
Begitu tiba di mansion mewah tuan Mallory, Aileen langsung disambut oleh para maid dan diantar menemui nyonya Mallory yang sudah menunggu menantu satu satu nya di meja makan, hidangan makanan lengkap sudah tertata rapi, ada buah buahan juga disana... yang lebih membagongkan adalah... meja makan sepanjang dan luas ini, lebih panjang dari meja prasmanan tapi yang duduk disana hanya satu orang... entahlah apa maksudnya
" Siang mah..." sapa Aileen dengan manis, bocah tengil itu sedang berekting jadi gadis yang manis dan anggun meskipun masih rada slengean
" Haii Aileen... menantu ku yang sangat cantik..." mama Bellina menyambut Aileen sembari memeluk dan menciumi nya
" Mama sangat ingin bertemu kamu sayang... bisa ngobrol ngobrol bareng, makan bareng, masak bareng atau mungkin kesalon bareng... sayang nya anak mama yang durhaka itu tidak pernah sekalipun membawa menantu mama kerumah... dia ajak kamu kemana sayang..."
" Di perusahaan mah..."
" Sudah ku duga... dia pasti akan lebih memilih pekerjaan nya dari pada mama...!!! untung anak itu tidak ikut kesini kalau dia ada disini akan aku jewer telinga nya... bisa bisa nya dia menyembunyikan menantu mama..."
" Maaf ya mah... aku gak pernah main kerumah mama sama papa... sejak menikah kami terlalu sibuk di perusahaan karena memang ada beberapa kendala yang membuat kefocusan tuan Cavan... ee maksud saya Cavan terganggu..." Aileen keceplosan
Wajah mama sedikit menyelidik, tetapi sedetik kemudian kembali hangat dan ceria
" Ya sudah lah... yang penting sekarang kamu ada disini... hari ini mama ingin kamu bersama mama menghabiskan waktu bareng mama... mama mau kamu menemani mama..." pinta mama Bellina manja
" Tentu saja mah... hari ini aku akan menemani kemana pun mama mau...pokoknya hari ini aku free untuk mama.." jawab Aileen mengabulkan permintaan mama mertua nya
" Sungguh sayang...??? oohh mama terharu sekali mendengarnya... untung kamu itu manis dan pengertian tidak seperti suami mu si anak nakal itu..."
" Oya mah tuan besar ee papa kemana...???" tanya Aileen, lidah nya kayaknya sudah terbiasa mengenal mereka dengan sebutan itu jadi ketika dirubah lidahnya akan sering kepleset
" Papa mu tak jauh beda dengan suami mu... para lelaki di keluarga kita pasti akan selalu disibukan dengan pekerjaan nya... apalagi papa mu.. dia saat ini sedang sibuk mengurusi masalah yang Cavan tidak bisa handle..." jawab Mama
" Masalah apa...??" Aileen heran, sebab setahu nya semua masalah diperusahaan sudah clear dan di handle assisten Lee, kenapa harus melibatkan Tuan besar
" Setahu mama soal rekan bisnis papa yang mencurangi Cavan... tapi ya sudah lah itu urusan mereka para lelaki... kita tak perlu ikutan pusing..."
" Ayo kita makan bersama... rasanya sedari kamu menjadi bagian dari keluarga Mallory kota belum pernah makan bersama.." ajak Mama sembari menggandeng tangan Aileen ke meja makan
" Hehe iya mah... Cavan sepertinya selalu merahasiakan identitas ku..." jawab Aileen sedikit mengkode
__ADS_1
" Aahh entah lah anak nakal itu...sampai saat ini masih saja menyembunyikan pernikahan kalian... tapi dia memperlakukan mu dengan baik kan sayang...??? dia perhatian dia sweet...??" tanya Mama
" Hhhffffhhh... andai mama tau kelakuan anak mama setiap hari... seorang Cavan Mallory si kulkas dua pintu mana ada bersikap sweet dan perhatian... gak marah marah aja udah sukur..." batin Aileen
" Hehehe.. ba.. baik mah... sangat baik dan penuh perhatian... mama bisa lihat sendiri kan sangking perhatian nya sampai kemanapun aku pergi harus dikawal lima bodyguard..." jawab Aileen nyari aman
" Aahh syukurlah sayang... artinya Cavan sungguh sungguh mencintai mu...kau tau sayang... selama ini tidak pernah sekalipun Cavan memperkenalkan wanita nya pada kami... kamu wanita pertama yang Cavan bawa pulang dan diperkenalkan pada kami..."
" Awalnya mama sama papa ragu... takutnya kamu hanya dijadikan tameng supaya perjodohan dengan anak gadis tuan Lethesia digagalkan... sebab Cavan selalu menentang dan menolak perjodohan itu... hanya karena kami sudah sempat memberi harapan makanya kami tidak mungkin menarik ucapan kami sendiri..."
" Tapi jika kenyataan nya Cavan memang bisa bersikap lembut, baik, pengertian dan sweet sama kamu mama lega... kamu sangat beruntung sayang... karena kamu istimewa untuk anak nakal mama..."
" Maaf ya mah... aslinya memang aku hanya dijadikan alat untuk menggagalkan perjodohan itu... bahkan pernikahan kami hanyalah pura pura... nikah kontrak yang gak lama lagi akan selesai..." Aileen jadi merasa bersalah mendengar penjelasan mama
Sepertinya kedua orang tua Cavan benar benar menginginkan Cavan serius dalam menjalani sebuah komitmen pada pasangan, bahkan harapan mereka cukup tinggi pada pernikahan nya ini... tetapi apa yang mereka khawatirkan itulah yang terjadi sebenarnya... Cavan hanya main main... ini pernikahan dusta bukan sungguhan
Ohhh apa mungkin ini yang menjadi alasan mengapa tuan Cavan selalu bilang tentang ketakutan nya... ketika Kontrak nikah nanti berakhir.. maka kebohongan mereka akan terbongkar dan pastinya hati mama papa akan sangat kecewa merasa dibohongi mereka.. apa ini ketakutan yang tuan Cavan katakan...!!! makanya dia tetap meminta Aileen melanjutkan sandiwara mereka sampai batas waktu perjanjian...
Aileen jadi teringat, Dulu dia nakal ngambil uang lima ratus rupiah untuk bermain lompat lompatan saja dia harus berlarian menyusuri kebun kopi karena dikejar bapak membawa parang... apalagi ini....!!!! Aileen berani mempermainkan dan membohongi kedua orang tua nya
" Aileen kenapa diam...??? apa ada sesuatu yang sedang dipikirkan...??" tanya Mama yang melihat Aileen diam ngalamun membiarkan makanan menatapnya dengan bingung
" Oohh maaf mah... saya lagi tiba tiba rindu bapak sama ibu di rumah... " jawab Aileen, sebenarnya bukan jawaban salah sih...karena dia memang sedang memikirkan bagaimana reaksi bapak ketika mengetahui pernikahan nya dengan Cavan, kalau pernikahan mereka hanyalah sebuah settingan permainan mereka
" Apa sudah lama kau tak pulang menjenguk ibu bapak mu juga...??? Cavan tidak memberi ku ijin...??" tanya Mama
" Eng..nggak sih mah... sebenarnya mah kapan aja aku bisa pulang jenguk bapak sama ibu... tapi aku nya yang belum kesana aja... mungkin setelah ini..." jawab Aileen
" Sepertinya memang ada banyak hal yang harus mama sampaikan pada Cavan... dia pikir menikah itu hanya untuk dirinya saja... dia lupa kalau dia juga punya orang tua... mama papa... termasuk orang tua kamu juga pasti ingin sesekali kumpul menghabiskan waktu bersama kalian..."
" Leen... kira kira kapan kamu ngasih mama cucu...??"
Uuhhhuuukkk uhhuukkk
__ADS_1
Aileen terbatuk mendengar pertanyaan mama yang terlalu menohok
" Cu.. cucu...!!"
" Iya donk... kalian kan sudah menikah tentu nya mama sama papa sudah menunggu kehadiran cucu penerus keluarga Mallory..."
Wajah Aileen seketika bingung dan gugup
" Kita aja nikah pura pura malah minta cucu... harus di download...!!!" gumam batin Aileen
" Sebentar... jangan bilang... Cavan... kamu dan Cavan tidak pernah tidur sekamar... Cavan tidak mau melakukan kewajiban nya..." selidik Mama curiga, ketika melihat wajah Aileen yang kebingungan
" Haaahhh.... eee..mmm... gak kok mah.. sa..saya sama Cavan sekamar... iyah...cu..cuman mungkin belum... sabar dulu ya mah... semua kan bukan kehendak kita tapi pemberian Tuhan.."
" Aahh iya sih... mungkin mama yang terlalu bersemangat... maaf ya sayang..."
" Gak papa mah... itu hal lumrah saja..."
" Oya habis makan temenin mama kesalon lalu belanja ke mall ya... mama pengen quqlity time sama kamu..." ajak Mam
" Boleh... boleh banget... pokoknya seharian ini aku free gak ada yang boleh ganggu..."
" Termasuk Cavan...??"
" Termasuk Cavan..."
" Makasih sayang... akhirnya mama bisa jalan jalan, shoping ada yang nemenin lagi..."
Bersambung~
Jangan lupa kasih VOTE nya yaa readers
Happy Reading....
__ADS_1