SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Fiiting Gaun dengan Keribetan Cavan


__ADS_3

Setelah semua setuju, hari ini Cavan dan Aileen disibukan dengan fitting beberapa gaun untuk pesta, pakaian adat Jawa dan Palembang disebuah butik langganan mama Bellina, dasarnya Cavan si super ribet hampir para pelayan butik menyerah melayani keinginan Cavan


Terpaksa Aileen ambil kendali, Cavan memang kadang kadang menyebalkan nya gak kira kira, lagi pula Aileen sampai pegel harus bolak balik ganti gaun hanya karena Cavan terus merasa gak cocok


" Ini udah percobaan ke 60 kali tuan... apa mau dilanjut sampai 100...!!! lagian yang tuan mau yang seperti apa sih...!!" protes Aileen


" Aku belum menemukan yang cocok untuk mu... bukan kah pesta pernikahan kita adalah hal yang sangat istimewa... tentu penampilan mu sangat menunjang bukan...!!! aku mau kau memakai gaun yang terbaik..." sahut Cavan ngeyel


" Aku mengerti... tapi permintaan mu sedari tadi terlalu membingungkan... apa tuan tidak melihat kasihan mereka bingung dan capek melayani tuan..."


" Itu sudah tugas mereka bukan... jika tak mau silahkan resign dari pekerjaan nya...!!!"


" Hfffhhhh.... tidak semua hal harus sesimple yang tuan pikir... kemauan tuan aja ribet minta ampun...!!!"


" Tak apa nona Aileen kami mengerti... memang pesta pernikahan adalah sesuatu yang sangat istimewa so... pemilihan gaun pengantin juga harus istimewa... kami sudah biasa menghadapi customer yang rewel..." ujar cik Nonik pemilik butik yang berusaha sabar legowo, untung mama Bellina teman sosialita nya kalau tidak mungkin dia sudah ngedumel gegara kelakuan Cavan


" Mengapa sedari tadi tak ada gaun yang cocok untuk istriku...!!! apa selera kalian terlalu jelek seperti ini...!!!" protes Cavan


" Astaga...!!! enteng banget tuh mulut ngatain jelek...!!" gerutu Aileen tak enak hati


" Masih banyak tuan... tenanglah... anda pasti akan menemukan gaun yang sesuai dengan keinginan anda..." jawab cik Nonik berusaha sabar


" Coba jelaskan sedikit gambaran gaun seperti apa yang cocok untuk anda...??"


" Beberapa gaun yang di pakai tadi terlalu menampilkan bagian bahu dan lengan istriku... ada juga yang terlalu kerendahan di bagian dada... kalian pikir istri ku mau dijadikan bahan pertontonan keseksian nya....!!! apalagi dua yang terakhir... mengapa terlalu mini sekali gaun itu... lebih mirip baju renang ketimbang gaun pengantin...!!" komen Cavan seenak mulutnya


" Apa anda ingin nona Aileen memakai gaun yang panjang...??? bagian ekornya di pegangi lima sampai sepuluh orang...??" tanya Cik Nonik


" Mengapa terlalu meribetkan diri sendiri...!!! apa tak ada gaun yang simple namun elegan dan terlihat mewah...!!!"


" Ohhh rupanya tuan Cavan sangat perhatian dengan nona Aileen yahh... bahkan sampai hal penampilan pun harus diperhatikan baik baik... ini sangat sweet..." puji cik Nonik yang kini paham dengan keinginan si super ribet Cavan


" Baiklah... nona Aileen silahkan ikut dengan saya ada beberapa pilihan gaun yang sesuai dengan kemauan tuan Cavan... anda bisa mencoba nya agar di nilai..." ajak Cik Nonik, Aileen hanya mengikutinya saja...


Cik Nonik menunjukan beberapa gaun yang lebih simple, cantik namun terlihat sangat elegant, Aileen mencoba gaun yang pertama


Cavan masih menggelengkan kepala dengan wajah yang cemberut, gaun kedua pun sama masih dapat gelengan kepala, wajah Cavan makin lesu sepertinya dia tak bersemangat lagi


" Tuan ini sudah bagus... menurut ku ini cocok untuk acara pesta... ini sudah lebih tertutup bukan...!!"

__ADS_1


" Kau tak lihat punggungmu kelihatan seperti itu...!!! itu terlalu ****...!!"


" Tapi ini ditutupi renda dan brukat tuan..."


" Tetap saja aku tak mau...!!!"


Aileen tampak lesu, Cavan melebihi mamak nya yang belanja di pasar nyari baju bagus, dengan banyak permintaan, ngomenin masalah jahitan namun ditawar semurah mungkin alhasil seluruh pasar diputarin agar menenukan baju sesuai yang diinginkan namun dengan harga semurah mungkin


" Nona masih ada satu gaun lagi... jika yang ini tuan Cavan tetap menolak mungkin biar aku buatkan saja yang baru sesuai keinginan nya..." cik Nonik agaknya mulai pasrah


Aileen mengikuti, kali ini dalam hati Aileen berdoa penuh pengharapan semoga tuan Cavan menyukai gaun terakhir ini, karena jujur dia udah gak enak hati dengan perlakuan Cavan yang sesuka hatinya itu, takut cik Nonik tersinggung, selain itu perutnya juga sedari tadi sudah kroncongan kelaparan gegara fitting gak kelar kelar


Cavan duduk malas, dia benar benar kesal mengapa butik rekomendasi mamah tak ada satupun gaun yang sesuai dengan keinginan nya, semua terlalu membuat Aileen terlihat ****, sedang Cavan tak mau kesexian Aileen dinikmati semua orang... cukup Cavan yang harus melihatnya, hanya Cavan yang lain tak diperbolehkan nya


" Tuan lihatlah.." ujar cik Nonik sembari menuntun Aileen keluar ruang ganti


Cavan melirik malas, namun tiba tiba mata nya berbelalak cukup takjub, dihadapan nya berdiri seorang bidadari cantik dengan balutan gaun panjang simple, tetapi tetap membuatnya terlihat sangat menawan dan anggun, Aileen disulap bah putri khayangan memakai gaun itu


Mata Cavan tertegun, bibirnya mengulas senyum tanda dia menyukainya membuat Cik Nonik terlihat lega


" Bagaimana tuan...??? sudah lah ini saja... ini cukup tertutup tuan, bahu ku gak kelihatan, belahan dadanya juga tertutup tapi tidak juga menutupi bagian leher, menurutku leherku malah terlihat lebih jenjang, terus juga gaun ini panjang tuan aku bahkan jalan harus menyincing nya sedikit... jadi bukan gaun mini lagi kan..."


Satu kata yang keluar dari bibir Cavan membuat Aileen langsung menatap laki laki itu


" Aahhh apa apa tuan barusan bilang apa...!!! duhhh aku gak kedengeran nih... coba ulangi sekali lagi..."


" Cantik...!!"


" Duuuhh kuping ku berdenging sekali lagi coba tuan... aduhhh..."


" Hhmmm...cantik...!!!"


" Haaahh batik..!!! bukan batik tuan..." Aileen sengaja mengerjai Cavan, agar laki laki itu mau mengulangi kata kata nya, barang terlangka bukan... Cavan mau memuji nya


" Cantiiiikkk..." ucap Cavan dengan penekanan


Cik Nonik tertawa melihat dua pasangan ini, menurutnya sangat unik dan gak lebay, mereka sangat lucu, yang satunya kaku yang satunya pinter mencairkan suasana, namun tak ada kesan lebay atau terlalu menujukan keromantisan yang berlebihan


" Cantik yahh...??? cantik...!!!" Aileen terus menggoda Cavan membuat laki laki itu merah merona menahan gengsi

__ADS_1


" Jadi anda menyukai nya tuan Cavan...??" tanya Cik Nonik


" yah ini cocok untuk Aileen dan aku menyukainya..." jawab Cavan akhirnya membuat semua bernafas lega


" baiklah kalau begitu Tuan.... kami akan persiapkan semuanya...." ucap Cik Nonik dengan lega


" Terimakasih cik Nonik... ee saya minta maaf atas..."


" Its oke nona Aileen... ini sudah menjadi tugas kami untuk melayani anda dengan baik..."


Cavan segera membawa Aileen pergi, urusan gaun sudah selesai...


" Oke urusan gaun sudah selesai lalu pakaian yang lain...???" tanya Cavan


" Pakaian adat Jawa dan Palembang di butik cik Nonik tidak menyediakan... so kita harus nyari tempat lain..."


" Haaahhh... sepertinya waktu ku hari ini akan terbuang hanya untuk hal seperti ini sungguh membosankan...!!!"


" Jadi tuan keberatan...??? yang ngajak supaya diadakan pesta siapa...!!! kalau gitu di cancel aja...!!"


" Jangan...!!! mmm.. maksud ku bukan seperti itu...!!! baiklah ayo kita cari tempat lain... atau mungkin datangi saja tempat yang ibu rekomendasi... biar kita gak perlu mencari lagi...!!! ayo segera pergi...!!!" ajak Cavan penuh semangat


" Bentar tuan...!!! apa kita gak sebaiknya makan dulu... perutku laper tuan..."


" Ohhh baiklah... kamu mau makan apa...??"


Satu pertanyaan yang sangat membahagiakan rasanya Aileen ingin lompat jungkir balik rol depan rol belakang lalu meroda, untuk pertama kali nya Cavan meminta pendapatnya soal urusan makan


" Intinya makan nasi yaahhh... soalnya perut ku beda sama perut tuan.. kalau belum makan nasi namanya belum makan..." jawab Aileen setengah kegirangan tapi doi juga bingung mau nyari makan apa, takut selera lidah mereka gak sama


" Oke kita cari restaurant didekat sini...lets go...!!!"


Aileen berlarian kegirangan mengikuti Cavan dari belakang menuju mobil, gak tau kenapa tapi dia happy aja bisa sedekat ini dengan Cavan, tidak seperti biasanya yang selalu merasa terintimidasi


Bersambung~


Jangan lupa kasih VOTE yang banyak yaaa


Dukungan dari kalian berarti buat Author lebih cemungut lagi buat nulis hihihihiii

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2