SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Melapor Pada Tuan Cavan


__ADS_3

Brrraaakkkkk...


Pintu kamar tuan Jeson di dobrak paksa oleh Davin, mereka berhasil masuk ke rumah tuan Jeson yang dijaga ketat


" Rupanya kau ada disini tua bangka...!!! kau oikir kau bisa bersembunyi dari ku...bahkan ke lubang semut pun aku pasti menemukan mu...!!" seringai Davin dengan beringas


Tuan Jeson ketakutan, dia sudah mendengar jika siang tadi anak buah Cavan datang mengamuk dan mengobrak abrik perusahaan nya, bahkan banyak anak buahnya yang sudah mereka kalahkan, Tuan Jeson sengaja bersembunyi di rumahnya dengan menambahkan penjagaan lebih ketat supaya dia aman, tetapi nyatanya Davin dan anak buah nya tampak begitu mudahnya mengalahkan anak buah tuan Jeson


" Ma..mau apa kalian kesini...!! aku bisa melaporkan kalian ke polisi...!!" ancam tuan Jeson ketakutan


" Hahahaha... kau lucu sekali tua bangka... kau bahkan sebentar lagi akan ku kirim ke neraka masih mau melaporkan ku hahahaha...apa kau tak lihat aku begitu mudah nya menebas semua anak buah mu..." ejek Davin sembari tertawa lebar


" Kini saat nya kau akan menyusul mereka...!!!"


" Jangan...!! jangan sakiti aku...!! aku akan memberikan apapun yang kalian mau... uang... berapa uang yang kalian inginkan... aku akan memberikan nya... tapi biarkan aku hidup...!!"


" Aku tak butuh uang mu tua bangka...!!!"


" Kau sudah berani mencurangi tuan kami... kau juga sudah berani menyerang nya... menyakiti nona kami... kau harus membayar nya...!!!" bentak Davin dengan seringai iblisnya


" Ja..jadi betul gadis itu adalah wanita simpanan tuan Cavan...!!" sempet sempet nya pak Jeson masih kepo, ngepoin urusan Cavan


" Itu bukan urusan mu tua bangka...!!!" bentak Davin malas berbasa basi


" Katakan pada tuan Cavan... ampuni aku.. aku minta ampun... aku janji akan mengganti rugi semua perbuatan ku... aku juga tidak akan mengganggu nona Kalian lagi..." Tuan Jeson memohon Ampun mengiba, dia tak mau nyawanya mati sia sia di tangan anak buah Cavan yang kesetanan ini


" Sudah terlambat...!!! sudah tidak ada ampun lagi untuk mu...!!!" tolak Davin sengaja menakut nakuti agar mental lawan sudah kalah duluan


Tuan Jeson makin ketakutan, tubuhnya gemetar dan wajah nya memucat, tetapi otak nya terus berpikir bagaimana cara menyelamatkan diri, tuan Jeson berlari ke lemari dan membuka nya, Davin yang tak mengira apa yang akan di lakukan lelaki tua itu hanya diam di depan pintu


Rupanya tuan Jeson langsung menodongkan pist*l yang sudah disiapkan nya


" Aku sudah mengira kalian akan menyerangku... aku tak sebodoh itu para begundal Cavan...!!! sekarang siapa yang akan mati duluan...!!!" bentak tuan Jeson melawan


Davin terkesiap, dia cukup terkejut melihat perlawanan tuan Jeson yang diluar dugaan nya, tetapi Davin bersikap tenang, malah tersenyum mengejek


" Ayo tembak...!! aku ingin lihat seberapa lihai kau menggunakan senjata itu tua bangka...!! tangan kau bahkan sudah gemeteran seperti itu menghadapi ku... bagaimana kau bisa menembak ku...!!" ejek Davin


Tepat ketika tuan Jeson akan mengokang senjatanya, anak buah Davin sudah dulu masuk dan langsung menendang tangan tuan Jeson, membuat senjata nya jatuh terbuang


" Hahahahaha... sudah ku bilang tuan Jeson... anda sudah tidak bisa melakukan apa apa lagi... riwayat anda akan segera tamat di tangan ku...!!" ejek Davin


Tuan Jeson sekuat tenaga berusaha kabur, dia lompat dari jendela, sayang nya dibawah sudah ada puluhan anak buah Marko yang siap menangkapnya, tuan Jeson dibekuk tepat ketika dia menjatuhkan diri dari jendela kamar nya


" Segera bawa tua bangka ini pergi... dia harus segera menjemput mautnya sendiri...!!" perintah Marko pada anak buahnya, mereka langsung menyeret tubuh tuan Jeson dan membawa nya entah kemana


" Satu tugas lagi selesai hahahaha... hahahaha..." tawa Davin penug kemenangan


Sebenernya dia sedikit kecewa sebab dia hanya di beri kesempatan untuk bermain main dengan tuan Jeson, padahal tangan nya sudah gatal ingin mengkilir leher si tua bangka itu, tetapi cukup lah dengan membabat anak buah nya dirumah dan di perusahaan nya, setidaknya darah dingin nya sudah sedikit hangat melihat musuhnya meregang nyawa ditangan nya... sadis benar memang si Davin ini

__ADS_1


***


Assisten Lee baru saja datang menghampiri Cavan di ruang kebesaran nya di markas kebanggaan mereka, dia baru saja selesai menjalankan tugas nya membuang Jovanca di hutan belantara hutan lindung di ujung perbatasan entah brantah sana...


Mungkin saat ini tubuh mungil **** itu sudah menjadi santapan para binatang buas, sudah dicabik cabik dengan kejam tak bersisa lagi, sebab terakhir yang Assisten Lee dengar, suara teriakan dan erangan Jovanca bersamaan dengan gelegar suara hewan besar dan buas, Assisten Lee meninggalkan gadis itu tanpa peduli lagi


" Semua sudah beres tuan..." lapor Assisten Lee


" Kau dan Davin menyelesaikan tugas dengan tepat waktu... dua duri itu kini sudah membayar apa yang dilakukan nya...!!! terlalu gatal jika mereka dibiarkan hidup lebih lama... lebih baik segera saja di musnahkan..." jawab Cavan memuji kinerja para anak buah dan tangan kanan nya


" Berani berbuat maka harus siap dengan konsekuensi nya...!!!"


" Selanjutnya apa yang harus kami lakukan tuan...??" tanyq Assisten Lee


" Seperti rencana diawal... saat nya kita membuat penyerangan yang sebenarnya pada Tiger Dark... jangan sampai mereka lebig dulu menyerangku lewat Aileen... aku tak mau istri ku dijadikan umpan bagi mereka..." jawab Cavan serius


Assisten Lee agak speechless ketika mendengar Cavan menyebut Aileen " istriku" terdengarnya cukup merdu.. itu artinya apakah tuan Cavan benar benar sudah menganggap nona Aileen istrinya...??? atau tuan Cavan sudah mulai nyaman dengan istri kontrak nya...??? sepertinya benih benih cinta memang mulai bertunas...


" Baik tuan... jika sudah tidak ada lagi tugas saya mohon pamit..."


" Pergilah... nikmati waktu istirahat mu..."


Belum Assisten Lee keluar, dua orang datang dengan wajah panik dan ketakutan, mereka andalah orang orang yang ditugaskan untuk menjadi bodyguard nona Aileen


Melihat wajah Benni dan Veronca, Assisten Lee dan Cavan langsung terkesiap mereka tau ada hal yang telah terjadi pada Aileen


" Kalian mengapa disini... bukan kah kalian ku tugaskan untuk menjadi bodyguard nona Aileen...!!!" tegur Assisten Lee dengan wajah datar menahan kepanikan


" Katakan...!! aku tak mau berbasa basi..." cecar Cavan langsung


" Nona.. nona Aileen..." Benni kesulitan menjelaskan, dia sudah amat sangat ketakutan bahkan hampir terkencing kencing


Cavan menatap mereka tajam begitu Benni mendengar nama Aileen, Cavan langsung berdiri, menarik kerah baju Benni


" Hal bodoh apa yang sudah kalian lakukan...!!! bahkan lima orang menjaga istri ku saja kalian tidak becus...!!! kalian tak akan aku ampuni...!!" bentak Cavan


" Ampun tuan ampuni kami...kkk.. kami su..sudah berusaha mencegah nona kami tuan... ta..tapi.." gagap Benni


Bouugghhh


Satu pukulan mentah melayang ke wajah Benni, membuat lelaki itu tersungkur, Cavan langsung melempar tubuhnya hingga menabrak pintu kaca


" Kau Veronca... katakan...!! jangan sampai aku juga menyiksa mu... sebab aku tak pandang siapapun...!!" tunjuk Cavan pada. Veronca


" Bb..baik tuan..." Veronca mencoba menenangkan diri agar bisa mengendalikan ketakutan nya


" Kemarin nona Aileen bertemu sahabat kecilnya berna Azmi..."


Baru Veronca menyebut nama Azmi, Cavan langsung menatapnya tajam

__ADS_1


" Alexa mengikutinya tuan... sebab nona Aileen tidak mau kami dampingi... alasan nya dia tidak mau menimbulkan kecurigaan teman nya itu..." lanjut Veronca sembari menahan takut


" Azmi mengajak nona kami pergi kesuatu tempat dengan alasan meminta tolong pada nona..." baru sampai situ penjelasan nya Satu tamparan keras melayang ke pipi Veronca


" Kalian membiarkan istri ku masuk ke markas mereka...!!! f*ck...!!! stupid...!!! crazy...!!!" bentak Cavan kasar


" Maafkan kami tuan tapi nona Aileen tidak bisa kami cegah... dia terus keras kepala... dia juga yang nenyuruh kami untuk kesini melaporkan pada tuan..."


" Lalu Romer dan yang lain...??" tanya Assisten Lee


" Jadi nona Aileen membagi kami tugas menjadi dua kelompok... nona Akan masuk menemui Azmi sendirian... sebab dia yakin jika Azmi tidak sendirian akan ada banyak komplotan yang sengaja membuat jebakan untuk kami... dan ternyata benar... Romer, Alexa dan Arganta mengawasi tidak jauh dari nona dan mengikuti kemana nona dibawa pergi... sedang saya dan Benni ditugaskan melaporkan pada tuan... sebab kita tidak mungkin bisa melawan mereka..." jelas Veronca pada Cavan dan Assisten Lee


" Kita harus cepat tuan... sepertinya nona Aileen sengaja... dia memiliki rencana tersendiri..." ujar Assisten Led menganalisa


" Dia dalam bahaya Assisten Lee... dia bisa disakiti mereka...sebab itu yang mereka mau agar aku datang dan masuk ke perangkap mereka..." tebak Cavan


" Saya tau tuan... tapi buktinya nona Aileen sampai merancang sejauh ini... tandanya nona Aileen sudah siap dengan kemungkinan yang terjadi.."


" Aahhhh siiitt...!!! bodoh...!! kenapa kau begitu konyol Aileen...!! kau pikir ini tempat untuk bermain main... nyawamu bisa buat mainan Aileen...!!" geram Cavan


" Lalu apa kalian tau dimana nona Aileen dibawa pergi...??" tanya Assisten Lee


" Alexa akan memberitahu kami tuan..." sahut Veronca


Tak lama ponsel Veronca bergetar, Alexa menelpon


" Aku sudah mengirimkan lokasi saat ini dimana nona Aileen berada..." ujarAlexa


" Apa kau sudah bertemu dan melaporkan pada tuan Cavan...??"


" Sudah... kami sudah dimarkas bersama tuan..." jawab Veronca


" Cepat susul kami kemari dan bawa pasukan cukup banyak... akan ada banyak musuh kita yang harus kita hadapi... kami berada di markas besar Tiger Dark yang sebenarnya..."


" Baik... kami akan segera meluncur..."


" Tuan... nona Aileen bersama yang lain berada dimarkas besar asli nya Tiger Dark... kita harus nembawa pasukan yang banyak untuk melakukan penyerangan..." lapor Veronca pada Cavan


" Assisten Lee urus semua nya... ingat jangan bodoh dalam bertindak karena ada nyawa Aileen disana... aku akan pergi terlebih dahulu sendiri... sebab ini yang mereka mau..." titah Cavan


" Jangan lupa hubungi Davin.. katakan kali ini dia benar benar bersenang senang..."


" Siap tuan...!!" Assisten Lee patuh


" Kalian ikut aku..." ajak Cavan pada Benni dan Veronca


" Baik tuan...!!!"


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa VOTE Yaaaa... aku ingetin terus nihhh biar mau suport author


Happy Reading..


__ADS_2