
" Dengar Aileen...nanti kalau papa tanya soal hubungan kita dan masalah Jovanca kamu harus katakan kalau semua urusan nya sudah selesai... aku tidak ada lagi urusan dengan nya bahkan tak pernah bertemu dengan nya...!!!" Cavan mem briffing Aileen sebelum bertemu tuan Mallory, jangan sampai jawaban Aileen berbeda dengan penjelasan nya
" Pasti soal Video yang viral itu..." tebak Aileen santai, doi duduk tenang di kursi penumpang samping Cavan
" Kamu sudah melihatnya...???" Cavan balik nanya
" Iya lah... orang udah langsung Fyp aja di tiktok... sebenernya lebih banyak yang ngebela aku sih disana...cuman gegara caption si pemilik akun terlalu menggiring opini jelek jadinya persepsi orang agak terkecoh..." sahut Aileen menjelaskan apa yang diketahui nya
" Lalu apa tanggapan orang tentang ku...!!! tidak ada yang berfikir buruk bukan...??? tidak ada yang terkecoh dengan drama Jovanca yang pandai membalikkan fakta itu kan...!!!" Cavan tampak sedikit panik, takut nama baik nya tercoreng gegara kebodohan Jovanca
" Yang aku baca sih gak ada tuan... paling ya biasalah cuitan mamak mamak dikit dikit... soalnya kan netizen udah lebih dulu dapat penjelasan dari klarifikasi yang dikirimkan assisten Lee di media tempo lalu..." jawab Aileen membuat Cavan sedikit lega
" Baguslah... jadi aku tak perlu dipusingkan dengan hal yang tak penting ini...!!!"
" Kerja Assisten Lee emang bagus tuan... tuan harus memberikan apresiasi untuk nya... jangan di kasih tugas terus... tuan gak lihat apa wajahnya udah kaya tumpukan laporan tahunan.. lecek...!!!" Aileen sok ngasih saran
" Apa kamu perduli dengan assisten ku...???" Cavan sedikit jengkel melihat Aileen malah peduli dengan Lee
" Peduli lah... Assisten Lee kan orang nya baik..." Sahut Aileen santai
Doi gak tau kalau wajah Cavan sudah berubah cemberut dan badmood
Mereka tiba di mansion tuan Mallory, Cavam langsung memarkirkan mobilnya di halaman mansion yang luasnya hampir kaya lapangan GBK, Aileen berjalan duluan namun Cavan langsung menariknya, menempatkan badannya disebelah Aileen lalu menggengam tangan nya erat, rupanya ekting dimulai
Aileen tetap dengan santai mengikuti ekting Cavan di depan ayahnya
" Selamat datang tuan muda... anda dan nona Aileen sudah ditunggu tuan besar di ruang utama..." ujar salah satu kepala pelayan yang bertugas menunggu kedatangan Cavan
Cavan hanya mengangguk, lalu mengabaikan pelayan tersebut, sudah menjadi sikap Cavan yang selalu dingin dan tak perduli pada semua pekerja nya
Berbeda dengan Aileen yang lebih ramah dan memberi hormat pada kepala pelayan tersebut
" Terimakasih pak..." ucap Aileen sembari melemparkan senyum, tapi langsung ditarik Cavan untuk segera mengikutinya masuk ke ruang utama keluarga Mallory
" Nona Aileen ini ramah sekali... jika benar tuan muda menikahi nona Aileen saya yakin nona Aileen bisa membawa pengaruh baik pada tuan muda..." gumam kepala pelayan mengomentari tuan nya
" Apakah ada hal penting yang harus kita bahas lagi...???" tanya Cavan menyapa tuan Mallory begitu mereka tiba diruang utama
Aileen molotot pada Cavan, bisa bisa nya dia menyapa ayah nya dengan sikap dan pertanyaan yang seperti itu, kalau itu Cavan lakukan pada bapak Aileen bisa langsung dibawakan parang dia
" Kau selalu arogan di depan ku Cavan... tapi kau masih saja ceroboh dan memalukan dirimu sendiri..." balas tuan Mallory sinis
" Kau selalu menganggap dirimu hebat... tapi buktinya kebodohan mu masih terpampang jelas...!!!"
__ADS_1
Cavan hanya mendecak sambil duduk disofa dengan kesal, menyilangkan tangan kedada nya arogan
Tuan Cavan mendengus kesal melihat tingkah anak nya yang jumawa itu
Sedang Aileen hanya tolah toleh heran melihat sikap ayah dan anak yang saling memperlihatkan kehebatan dan kekuasaan masing masing
" Duduk lah Aileen... kau tak perlu heran melihat tingkah anak arogan ini yang terlalu percaya diri merasa lebih hebat dari ku... nyatanya dia masih saja bertindak bodoh dan ceroboh..." ujar tuan Mallory pada Aileen
" Duduk lah...."
Cavan melirik Aileen yang masih berdiri di depan nya, Aileen hanya melirik Cavan lalu duduk di sebelahnya dengan anggun
" Kau tau Aileen kenapa aku memanggilmu kemari...???" tanya tuan Mallory pada Aileen
" Belum omm.." sahut Aileen sok polos
" Aku yakin kau sudah tau soal video kalian yang tersebar di media...aku sengaja memanggilmu kemari karena aku ingin menanyakan pada mu langsung apa yang sebenarnya terjadi disana..." ujar tuan Mallory langsung pada topik pembahasan
" Mungkin om bisa tanya sama kak Cavan...sepertinya kak Cavan lebih bisa menjelaskan nya dengan detail..." sahut Aileen
" Aku sudah menanyakan itu dengan nya... tapi aku ingin mendengar penjelasan dari mu... aku tak begitu yakin dengan apa yang bocah songong ini katakan padaku..." sahut tuan Mallory yang terang terangan meragukan Cavan, membuat Cavan makin kesal dan Aileen kebingungan, takut beda jawaban
" Sial... bisa bisa nya papa bicara seperti itu didepan Aileen..." gerutu batin Cavan
" Apa Cavan masih berhubungan dengan perempuan itu... sampai dia datang dan melabrak mu di tempat umum...???" tanya Tuan Mallory
" Setahu saya sih gak pernah lagi om... terakhir waktu nona Jovanca datang ke perusahaan dan membuat keributan..." sahut Aileen, karena emang yang doi tau seperti itu
" Lalu dari mana dia tau soal hubungan kalian...???" tanya Tuan Mallory menyelidik
" Eee saya gak tau pasti om... saya juga baru sekali itu langsung berhadapan dengan nona Jovanca... mungkin bisa jadi dari media om kan kak Cavan pernah mengumumkan soal pernikahan nya..." sahut Aileen
" Atau mungkin nona Jovanca pernah tau dari Roger... karyawan kak Cavan yang berkhianat itu..." tambah Aileen lagi
" Roger...!!! berkhianat...???" wajah tuan Mallory tampak kaget, setahu nya Roger adalah karyawan yang sering membantu Cavan
" Iya om... malahan saya sama kak Cavan pernah mergokin Roger lagi ketemuan sama pesaing bisnis kak Cavan disebuah gudang kosong pinggiran kota... abis itu entah sama kak Cavan dibawa kemana sampai sekarang gak ada kabar lagi si Roger..." jawab Aileen polos
Tuan Mallory menatap Cavan tajam, bisa bisa nya Cavan membawa Aileen ke dalam lingkaran dunia mafia nya
Cavan hanya diam menanggapi kepolosan Aileen yang menceritakan semua nya pada tuan Mallory
" Ohh baik lah... aku percaya dengan mu..." ucap tuan Mallory mengakhiri pertanyaan nya, dia tak mau lagi melanjutkan obrolan yang mengarah ke dunia mafia itu
__ADS_1
Bagaimana pun Aileen dan siapapun tak boleh tau siapa Cavan dan tuan Mallory itu, mereka cukup taunya kalau Cavan dan tuan Mallory adalah seorang pengusaha hebat dan kaya
" Aku rasa cukup pembahasan kita kali ini... dan untuk mu Cavan... segera bereskan hal yang tak penting ini... aku tak mau ini menyebabkan citra buruk nama keluarga kita... " Tuan Cavan memperingati anaknya
" Aku bisa mengurusnya dengan baik... tak perlu kawatirkan nama baik mu..." sahut Cavan ketus
" Kalau sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi kami mau pergi..."
Aileen hanya bisa menelan saliva nya seret, bisa bisa nya ada anak dan papa kandung bersikap seperti ini
" Ciihhh dasar anak menyebalkan... sok jagoan...!!!" gerutu tuan Mallory kesal
Cavan segera menarik tangan Aileen keluar dari mansion
" Permisi om... maaf saya gak cium tangan...udahhhh udah ditarik paksa kak Cavaann...!!!" pamit Aileen dengan sedikit berteriak,
Cavan benar benar menyebalkan, bisa bisa nya menariknya dengan keras sedangkan dia mau pamitan dengan tuan Mallory
" Hati hati nak dijalan..." sahut tuan Mallory dari jauh
Aileen mengibaskan tarikan tangan Cavan, tangan nya mulai sakit akibat ditarik cukup kuat
" Aku bisa jalan sendiri... lepasin tangan ku...!!!"
Aileen melihat tanggalan yang terpampang di meja tamu mansion tuan Mallory
" Tanggal 22 Desember..." gumam Aileen
" Eee tuan sebelum pulang tolong antarkan saya ke toko toserba atau supermarket aku mau beli sesuatu..."
Bersambung~
Jangan lupa Vote yang banyak ya readers
Novel ini masih on going
Masih butuh suport dan bantuan dari Readers semua, supaya karya author yang satu ini makin berkembang dan maju lagi
Ikuti terus perjalanan cinta Aileen dan tuan Cavan yaaa...
Tinggalkan jejak di kolom komen dan Like
Happy Reading....
__ADS_1