SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Meninjau Proyek 2


__ADS_3

Aileen masih sibuk bermain dengan pasir putih dan air laut yang begitu bening, ada banyak rumput laut yang membuatnya semakin tertarik, andai kata ini dekat dengan rumahnya pasti dia sudah meminta ijin pada Cavan untuk membawa sebanyak nya rumput laut, kerang ke rumah


Kruuyyyyuuukkk kruyuuuk krrruuuyyyyuuuukkkk


Aileen mengendus dengan penciuman yang begitu tajam, aroma gurih memabukan perut menucuk hidungnya tajam


" Bau ikan bakar... wuaahh aku lapeerrr..." ujar nya lalu berlarian ke pinggir pantai menuju pondok pondok


" Wangi banget tuan... aku langsung laper..." ucap Aileen jujur sembari mendekati Cavan, laki laki tampan itu sedang membolak balik ikan bakar dihadapan nya


" Gimana enak tidak aroma nya...??" tanya Cavan sambil tersenyum lembut, Aileen langsung mengangguk cepat


" Tuan ternyata pinter bakar ikan ya... kirain cuman pinter bisnis hihihihi...."


" Tuan Cavan... apa nona ini istri anda...??" tanya si mamang yang sedang ikut membantu menyiapkan ikan bakar


" Benar... makanya aku menyiapkan ikan bakar spesial untuk dia... aku yang membakarnya sendiri untuk istri ku..." sahut Cavan sembari menatap Aileen manis membuat si bocah itu salting kebingungan


" Tapi kenapa nona memanggil tuan dengan panggilan tuan juga...??" tanya si mamang dengan ekspresi bingung


Cavan menoleh Aileen, benar juga kenapa bocah ini masih saja terus memanggil nya dengan panggilan itu, bukan kah mereka sudah sepakat untuk merubah panggilan


" Aahh hahaha... aku memanggil suami ku dengan panggilan Tuan sebenarnya membahasakan pada kalian saja... aku juga tak terlalu nyaman di depan orang memanggil nya dengan panggilan kesayangan kami..." sahut Aileen ngeles, senyum tegas nya membuat si mamang tampak percaya


" Ohh hehe maaf ya non mamang hanya penasaran..." jawab si mamang malu


" Baunya enak banget sayang... aku makin laper..." rengek Aileen manja


" Bentar lagi matang sayang... tunggu lah sebentar..." sahut Cavan dengan suara yang begitu lembut, pencitraan yang epik


Aileen menggelayut manja di pundak Cavan, entah kenapa tiba tiba Aileen berpikir ini adalah kesempatan untuk nya bisa bermanja manja sama si kulkas dua belas pintu, kesempatan langka bukan... siapa sih yang gak mau deket deket sama sumber uang... mana baunya wangi lagi hihihihihiii


Ikan bakar akhirnya matang, Cavan langsung menghidangkan nya di piring, tak lupa diberesinya si tulang tulang ikan dipisahin dari daging nya, baru daging yang empuk kenyal menggoda di hidangkan untuk Aileen


" Buat aku...??" Mata Aileen berbinar binar senang


" Makan lah... tapi pelan pelan karena masih panas..."


Aileen menyentong nasi lalu mulai melahap ikan bakar buatan Cavan


" Hhhhmmmhhh enaaaakkk bangettttt..." ucapnya merem melek


" Suami ku pinter banget masak sih... kalau kayak gini bisa nambah dua piring..."


" Makan lah sepuas mu... kalau kurang aku akan membakarnya lagi untuk mu..."


" Benarkah...??? thank you beb..."

__ADS_1


" Tapi... kamu gak makan...??" tanya Aileen balik


" Nanti... aku makan nunggu yang lain... kamu makan lah dulu..."


" Oke...!!"


Aileen melanjutkan makan nya, emang beneran lahap dia, entah doyan apa rakus beda tipis... Cavan hanya terkekeh melihat antusias Aileen makan ikan bakar buatan nya


" Kenapa belepotan gitu sih..."


Cavan mengusap bibir Aileen bekas saus dengan tangan nya, membuat Aileen yang sedang asyik makan langsung terdiam kikuk, dia diam tegang menatap perlakuan manis Cavan padanya


" Jangan belepotan gitu donk... nanti lipstik mu hilang..."


" Eemmmhh... hihi... belepotan ya... masakan kamu terlalu enak sih makanya sampai gak bisa stop buat makan nya..." sahut Aileen malu malu, apalagi adegan manis barusan dilihat banyak orang


" Tapi tuan cobain juga donk..." Aileen memaksa menyuapi Cavan dengan potongan ikan di tangan nya membuat Cavan mau gak mau menerima suapan paksa Aileen


" eem uhhuuukk uhuukk... makan lah ini aku buat khusus untuk mu..."


" Ahhh tuan kayak nya jaim... yaudah deh aku habiskan sendiri...!!!" Aileen menggeser duduknya sedikit untuk menikmati ikan bakar buatan suami nya hihihi


Tak berselang lama para karyawan turun ikut nimbrung makan, Cavan segera menyambut mereka dan duduk ditempat makan bersama, sengaja tidak membawa Aileen karena Cavan tidak mau melibatkan istrinya pada obrolan pekerjaan yang menjenuhkan


Aileen pun tau, dia tak berkeinginan kepo, dia memilih menikmati makanan nya sendiri sembari duduk di ayunan dekat pantai, bersamaan dengan sepoy angin dan gerincikan ombak pantai yang begitu syahdu


" Tuan... istri anda tidak ikut makan bersama...??" tanya Salah satu karyawan yang mungkin dia mandor disini


" Seperti nya tuan sangat mencintai istri tuan... anda begitu memperhatikan nona dengan segala aspek...!!!" puji salah satu karyawan lain


" Dia istriku sudah sepantasnya bukan mencintai dan meratukan istri..." sahut Cavan singkat


" Sepertinya kita bisa memulai makan saja... bagaimana tuan... ini semua hidangan sudah siap...??" ujar Manager yang menangani proyek di Karimunjawa


" Oke silahkan nikmati Lunch kita... setelah itu baru kita bahas kembali masalah proyek...!!"


***


Selama pembahasan proyek mata Cavan tak lepas dari pandangan nya memperhatikan Aileen, gadis itu tengah asyik bermain pasir dan sesekali berlarian mengikuti ombak tenang disekitaran pantai


Entah mengapa Aileen kini menjadi pusat pikiran nya, membuatnya harus memastikan jika gadis itu baik baik saja, tak boleh terlalu jauh dari nya dan tak boleh ada satu orang pun yang berani mendekati nya


Beberapa kapal sedang merapat di pinggiran pantai, membawa beberapa barang material untuk proyek Cavan, para karyawan berlarian membantu mengangkat material tersebut dan di bawa ke lokasi proyek


Tiba tiba beberapa material berat yang di gotong dua orang bertubuh kurus menggelincir jatuh dari tangan mereka, sedang tak jauh dari sana Aileen tengah asyik bermain air dia tak mengetahui jika material tersebut menggelincir kearahnya


Cavan langsung berlari sigap menarik tangan Aileen dan memeluknya erat, material menggelincir lolos dari tubuh Aileen, semua orang kaget dan panik Aileen pun ikut panik terdiam di pelukan Cavan

__ADS_1


" Heiii... mengapa kalian sangat ceroboh dalam bekerja...!!! jika material berat ini mengenai istriku apa yang akan terjadi...!!!!" bentak Cavan memarahi dua karyawan yang apes itu


" Apa kau tak menimbang resiko yang akan terjadi...!!! jika kau merasa berat maka jangan memaksa untuk mengangkat nya...!!!!"


" Mmm..maaf tuan maaf kan kami...!!" ucap dua karyawan apes itu dengan gemeteran


" Kau baik baik saja...??? aahhh sudah ku bilang jangan jauh jauh dari ku...kau membuat ku khawatir..." ucap Cavan pada Aileen


" Aku baik baik aja... kan tu.. kamu berhasil nolongin aku...!!" sahut Aileen sembari menatap wajah khawatir Cavan dengan terkekeh renyah


" Kita pulang...!!" Cavan menggandeng tangan Aileen menuju perahu yang mengantarnya tadi


" Tap.. tapi aku masih mau main pasir... masih mau selfie..." rengek Aileen


" Besok saja...!!! besok aku akan mengantar mu kemana kau suka untuk berselfie itu... sampai kau puas...!!"


" Benarkah tuan...??" tanya Aileen bahagia


Cavan hanya diam tak menyahuti lagi, baginya sangat malas jika harus mengulang perkataan nya dua kali, cukup sekali saja dan kau Aileen harus paham...!!! begitu kira kira


" Sudah selesai tuan...??" ujar si bapak perahu


" Udah pak... suamiku kayaknya kecapean pengen istirahat..." jawab Aileen sambil tersenyum kearah Cavan membuat lelaki itu merasa ada sesuatu yang bergejolak tiba tiba


" Oke baiklah....saya akan mengantar tuan dan nona kembali ke vila...!!"


Selama perjalanan pulang Cavan duduk dibelakang Aileen memeluk tubuh gadis itu dengan erat, semilir angin laut yang kencang cukup dingin menusuk kulit, Cavan tak ingin Aileen kedinginan


Entah mengapa Aileen merasa ada sesuatu yang jengah, sesuatu yang terasa menggelitik apalagi ketika dagu Cavan menempel di pundaknya dan hembusan nafas Cavan begitu hangat menyeka tengkuknya


" eeemmmbbhh..." suara Aileen yang tertahan, entah suara yang datang karena apa, dia hanya merasa ada sensasi aneh setiap hembusan nafas Cavan yang begitu hangat


Cavan semakin mengeratkan pelukan nya seakan tak memberi jeda pada Aileen untuk menyelamatkan diri, Cavan merasa saat ini dia amat sangat tenang berada dalam pelukan wanita yang dicintai nya...


Haaahhhh.... apa Cavan jatuh Cinta sama Aileen.....?????


Really....???!!!!!!


Bersambung~


Haiii readers....


Pasti pada bete ya karena author lama nian gak up hihihi


Maafkan mamak satu ini ya yang kadang harus mengutamakan mood ketimbang memaksakan diri buat nulis... atau kadang mager banget pen ngetik tulisan hihihiii


Salam sayang dari author yaaa... and makasih buat readers yang masih setia menunggu dan menunggu...

__ADS_1


aku lop lop kalian sekebon....


Happy Reading....


__ADS_2