SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Dapat Lagi Di Mobil


__ADS_3

" Hoaaaammmmzzz...." Aileen menggeliat sembari menguap


" Eeehhh tangan siapa nih berat banget...!!" gumamnya bingung ketika mendapati tangan kekar melingkar di pinggangnya, kayaknya nyawanya belum terkumpul sempurna


" Astaga...!!! Tuan Cavan apa yang anda lakukan...!!!" pekik Aileen saat dia menyadari dia satu ranjang bersama tuan menyebalkan itu


" Ssssstttt... bisa kah kau jangan berisik aku masih mengantuk..." sahut Cavan antara sadar dan belum sadar


" Aiiisss kurang ajar banget ini orang...!!! jangan jangan gue udah di...." Aileen meraba raba seluruh pakaian nya, masih lengkap gak ada yang aneh dirasanya, hanya saja bibirnya bengkak dan sedikit perih


Aileen tersadar, dia baru ingat mengapa dia ada di kamar tidur bersama tuan Cavan, dia juga ingat apa yang dilakukan tuan menyebalkan ini sebelum tidur


" Bibir imut gue...!!!" Aileen segera pergi keluar kamar, dia sepertinya harus menyelamatkan diri sebelum ada penyerangan susulan


Sampai di kamar nya, Aileen langsung menuju cermin


" Astaga...!!! bibir imut gue...." keluh nya


" Gue pikir bakalan ndower... ternyata kagak hihihi... tapi kok rasanya kebas ya.. apa sed*tan si tuan gila itu terlalu kuat kali ya...aahh gue polos banget sih kagak ada pengalaman nya di bidang itu...!!! tapi... ini rada pecah dikit bekas darah... ini nih yang bikin perih... gila emang tuan Cavan itu.. bisa bisa nya bibir gemoy gue di gigit sembarangan...!!!" Aileen menggerutu seorang diri di depan cermin


" Eeehhhh apaan ini...!!!" Aileen terperanjat ketika melihat ada bekas tanda merah di beberapa titik bagian lehernya


" Astaga...!!! udah kayak perempuan habis digauli suami gue...!!! aaahhh tuan Cavan kalau ada tanda kek gini kan nyusahin gue...gimana cara gue nutupin nya...!!!!" Aileen panik sendiri


Pagi ini dia sudah di kerjain Cavan cukup menyusahkan, Aileen menggerutu berulang kali sembari mengumpati Cavan yang masih terlelap dalam mimpinya


***


" Kenapa kamu memakai baju sampai menutupi leher... apa kau sakit...??" tanya Cavan ketika mereka sedang sarapan bersama


" Ciiihhhh sok amnesia lagi...!!" gerutu batin Aileen kesal


" Lagi pengen aja tuan... nutupi bekas di gigit drakula.." jawab Aileen seenaknya, Cavan hanya menatap nya tajam, mungkin dia teringat apa yang dilakukan nya pada Aileen


" Masih sakit...??" tanya Cavan tiba tiba di depan maid yang sedang menyiapkan minum untuk mereka


Aileen langsung tersedak batuk batuk, lalu segera minum dan salting, wajah si maid terlihat menahan tawa


" Tuan ini kalau nanya sembarangan banget... bikin overthinking orang yang mendengarnya...!!!" protes Aileen


" Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku...!!!"


" Aahh tidak ada... tuan tidak pernah salah...!!!"


Aileen malas berdebat, dia sudah salting dulu dengan celetukan Cavan didepan para maid membuat mereka jadi berfikir yang tidak tidak, dia kembali melanjutkan sarapan nya hingga habis, lalu setelah itu mengikuti Cavan masuk ke mobilnya


Cavan tak langsung menghidupkan mobilnya, dia dia menatap Aileen terutama ke bagian bibir ranum itu yang sepertinya mulai membuat nya candu, Cavan tak bisa menatap terlalu lama itu akan membuatnya melahapnya sampai habis


" Tuan ayo cepatlah berangkat..." rengek Aileen yang merasa tatapan Cavan tidak mengenakan


" Masih sakit...??" Cavan mengulang pertanyaan itu lagi

__ADS_1


" Aiiissss.... kenapa nanya soal itu lagi...!!!"


Tanpa menunggu persetujuan Aileen Cavan langsung membelai bibir Aileen lembut membuat Aileen terkesiap kaget


" I'm sorry... bibir ini terlalu menggemaskan dan menggoda ku... entah kenapa aku menyukai nya... dia bagaikan candu untuk ku.." Ucap Cavan


" Maaf kalau aku membuatnya berdarah..."


Aileen hanya diam, dia sedang was was kalau kalau hal yang tidak dia inginkan akan terjadi sebentar lagi


" Apa masih sakit...??" tanya Cavan sekali lagi


" Iya udah gak tuan... kebas nya juga udah ilang..." jawab Aileen


" Udah ayo tuan cepat berangkat nanti kita bisa terlambat ke kantor nya..."


" Siapa yang berani menegurku jika aku terlambat..." jawab Cavan tanpa melepas belaian nya dari bibir Aileen


" Kalau sudah tidak sakit berarti bisa diulangi lagi...." ucap Cavan Tiba tiba...


Dan...


Tanpa kesiapan Aileen, Cavan sudah terlebih dulu melahap habis bibirnya, kini ritme permainan nya lebih pelan dan lebih lembut, namun sesapan Cavan membuat Aileen tak berkutik, di tambah kedua tangan nya yang sudah dikunci cengkalan Cavan dengan kuat membuat Aileen harus pasrah bersandar di kursi mobil


Lum*atan Cavan makin dalam, bibir Aileen habis di lahap nya


" Buka sedikit... belajarlah mengimbangi ku.." bisik Cavan disela ciuman nya


" Eeemhh eemmmbb..." hanya itu yang keluar dari tenggorokan Aileen, karena bibirnya sudah kembali di lahap habis Cavan


Aileen dengan kesadaran penuh mencoba melepaskan diri, tetapi rupanya semakin Aileen bergerak mulutnya semakin terbuka membuat Cavan dengan leluasa menerobos masuk mengabsen tiap inci di dalam nya


Cavan tak membuang kesempatan, disesap nya lidah Aileen sembari sesekali memainkan lidahnya sendiri, suasana semakin membuat Aileen terdesak karena Cavan terus mencumb*i bibirnya dengan brutal


Thookk tookkk


" Tuan...!!"


Suara kaca mobil yang di ketok dari luar, kaca mobil Cavan cukup gelap jadi tidak akan terlihat dari luar


" Tuan...!!" panggil sekali lagi, seorang bodyguard mengetuk kaca mobil tuan nya karena sudah hampir 10 menitan tuan nya belum juga menyalakan mesin mobil, takut terjadi sesuatu


Mendengar ada pengganggu, Cavan langsung melepas permainan panasnya, meninggalkan Cawan nikmat dari bibir ranum Aileen


" Siiiittt...!!!!" umpat Cavan dengan kesal


" Hfhfhfhfhfh..." Aileen mengatur nafas nya sedemikian baik, mencoba menghirup oksigen sebanyak banyaknya karena persediaan nya sudah hampir habis dihabiskan Cavan Mallory


" Kenapa...??" tanya Cavan sambil membuka kaca mobil nya


" Tuan... apakah terjadi sesuatu dengan anda... mengapa anda tidak segera menyalakan mesin mobil...??" tanya bodyguard itu dengan khawatir

__ADS_1


" I'm oke... tapi you merusak momen ku...!!" balas Cavan ketus


Si bodyguard melirik Aileen yang sedang mengelapi bibirnya dengan tisu, sepertinya dia tau apa yang sedang terjadi


" M..maafkan saya tuan..."


" Aiiissshhh sudah lah... cepat buka gerbang...!!"


" Baik tuan...!!!"


Cavan segera meluncur keluar dari mansion dengan perasaan kesal, dia sedang asyik menikmati bibir ranum itu tapi lagi lagi diganggu dengan hal yang tidak penting


Selama di perjalanan mereka hanya saling diam terpaut pikiran masing masing, Aileen mulai merasa tak aman jika Cavan sudah mulai menuntut status nya sebagai suami, bisa bisa gak lama lagi benteng pertahanan nya akan jebol


" Rapikan lipstik mu... jangan sampai membuat orang berpikir macam macam lagi..." ucap Cavan sebelum turun dari mobil


" Itu juga gegara lu kali...lu yang resek...!!!" gerutu batin Aileen tanpa menggubris ucapan Cavan, karena dia tau apa yang harus dia lakukan


Setelah semua kembali rapi, Cavan juga sudah merapikan pakaian nya mereka pun segera turun dan masuk ke perusahaan, begitu masuk langsung di sambut Assisten Lee yang ternyata sudah menunggu kedatangan tuan Cavan


" Tuan... anda segera menghadiri ruang meeting... semua sudah menunggu anda disana..." ujar Assisten Lee memberi tahu


" Hari ini ada meeting...??" tanya Cavan dengan wajah bingung


" Betul tuan... hari ini kita meeting membahas kembali soal penjualan perusahaan...mungkin anda lupa.." jelas Assisten Lee


Mendengar pembahasan meeting mereka adalah soal penjualan Aileen tertarik untuk ikut


" Baiklah... semua sudah disiapkan...??" tanya Cavan


" Sudah tuan..."


" Ee tuan tunggu..." cengkal Aileen


" Apalagi Aileen... urusan kita pending dulu.. aku harus segera keruangan meeting..." balas Cavan tanpa dosa


" Tuan... saya ikut meeting... ada beberapa hal yang harus saya sampaikan.. ini mengenai penjualan produk perusahaan tuan..."


Cavan menatap Aileen tajam


" Saya.. saya kemarin meninjau dan mengamati langsung apa yang terjadi dilapangan... ada beberapa hal yang harus saya sampaikan sebagai evaluasi dan perhatian penting..."


" Oke baiklah kamu boleh ikut meeting..."


Mereka bertiga segera masuk ke ruang meeting


Bersambung~


Untuk menunggu Cavan bucin harap bersabar ya readers...


Jangan buru buru kabur hihihi

__ADS_1


Sebab Cavan adalah tuan muda kulkas dua pintu jadi gak mudah bucin.. cuman sekali nya bucin bikin mak emak overthinking huhuhu


Happy Reading...


__ADS_2