
Jovanca tiba disebuah restaurant mewah sesuai tempat yang di beri tahu oleh Frans, tanpa rasa curiga apapun Jovanca melangkah dengan tegas masuk ke restauran menuju ruang VIP, dalam hatinya saat ini dia sedang membayangkan ber ekting didepan Cavan bahwa dia ikut sedih dengan kepergian Aileen yang misterius, Jovanca sedang memikirkan bagaimana cara menarik simpati Cavan agar lelaki itu bertekuk lutut padanya
" Dimana ruang VIP...??" tanya Jovanca dengan angkuh pada seorang waiters restaurant
" Atas nama siapa nona...??"
" Undangan dari Frans bersama tuan Cavan Mallory..."
" Ohh mari saya antar nona..."
Jovanca melangkah dengan jumawa masuk ke ruang VIP setelah pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan nya masuk
Laki laki pujaan hatinya benar berada di sana, dia sedang duduk termenung dengan wajah sedih, Jovanca tersenyum sinis lalu segera mengatur ekspresi wajah nya untuk berekting
" Tuan Cavan anda disini...??" sapa Jo basa basi
" Nona Jo... rupanya anda bersedia datang atas undangan Frans..." Cavan juga tengah berekting, sedang mengatur strategi agar Jovanca si bodoh yang dibodohkan oleh cinta ini makin terlihat kebodohan nya
" Apakah tuan Cavan tau jika undangan makan malam dari Frans adalah untuk kita berdua...??" tanya Jovanca penasaran
" Benar aku tau... untuk itulah aku datang lebih awal sebab aku ingin menunggu kedatangan mu..." bual Cavan
" Benarkah...?? ohhh saya sangat tersanjung mendengarnya tuan Cavan... saya merasa spesial malam ini..." Jovanca kegirangan, batin nya sedang tertawa puas sebab menurutnya rencana nya telah berjalan sesuai rencana bahkan diatas ekspetasi sebelumnya
" Mari nona kita nikmati malam ini bersama..." ajak Cavan sembari mengulurkan tangan menyambut tangan Jovanca lalu menuntun nya untuk duduk di meja cantik dinner mereka
" Oohhh tuan Cavan terimakasih atas penyambutan anda... tapi apakah nona Aileen tidak akan marah jika dia tau anda disini bersama ku...??" tanya Jovanca lagi
" Bukan kah anda sudah tau apa yang terjadi pada Aileen...??" tanya Cavan tajam
Jovanca seketika langsung panik, dia tersenyum hambar berusaha tetap dengan ekting nya
" M..maksud tuan...??? ak.. aku tidak paham..."
" Ohhh... mungkin nona belum membaca berita..." Cavan berusaha menarik ulur Jovanca, dia masih ingin bermain main dengan kebodohan gadis ini
" Berita apa tuan...??" tanya Jovanca pura pura tak mengerti
" Nona Aileen tiba tiba menghilang secara misterius... pergi begitu saja meninggalkan ku..."
" Pergi...!!! apa tuan sudah mencari nya...!!!"
" Aku rasa dia memang sengaja meninggalkan ku setelah dia mendapatkan apa yang dia mau... ketenaran, uang uang ku... makanya dia tiba tiba menghilang begitu saja... dasar gadis kampung...!!" umpat Cavan
Jovanca kembali tersenyum puas, dia tak menyangka jika respon Cavan ternyata menganggap Aileen pergi meninggalkan nya, bukan merasa bahwa Aileen diculik dan mati matian mencari nya
" Benarkah tuan...!!! oohh aku sungguh tak menyangka... aku sangat menyayangkan.. sepertinya anda sudah jatuh cinta pada nona Aileen .. anda bahkan berani mempublik kan kemesraan anda..."
" Aku pikir dia berbeda... dia gadis baik yang bisa menarik hati ku... nyatanya dia tak lebih dari seorang penipu...!!" Cavan sengaja memanas manasi Jovanca
" Dasar gadis Jal*ng...!! dari awal aku sudah curiga dengan gadis itu...!!!" maki Jovanca marah
" Sudah lah Cavan tak perlu kau pikirkan gadis tak tau diuntungkan itu... membuang buang waktu mu saja... biarkam dia foya foya dengan uang uang nya yang dia dapatkan dari mu...!!! kau berhak mendapatkan wanita yang jauh berkelas jauh lebih baik dari si jal*ng itu..." Jovanca mulai menampakkan Care nya pada Cavan berusaha mencari simpati
__ADS_1
" Kau benar nona.... hanya kau wanita yang sepertinya pantas..." Sebenarnya ucapan Cavan ini ambigu, tetapi karena Jovanca merasa dia sudah menang dan Cavan merasakan kepedulian nya, dia tak memperhatikan kata kata sampai se jeli itu, dia sudah cukup ke GE ER ran
" Cavan... aku ada disini untuk mu.. sudah ku katakan bukan bahwa hanya aku satu satu nya wanita yang terbaik untuk mu...lupakan Aileen si gadis kampung itu... kembalilah kita bersama sama memulai hubungan kita lagi..." ajak Jovanca penuh harapan
" Tidak semudah itu Jovanca...!!! Aileen sangat berarti untuk ku... gadis yang baik, ceria, cerdas, walaupun kadang tingkah nya kocak, konyol dan membuatku pusing tetapi itulah yang sangat menarik darinya.. dan aku menyukai segala tingkah konyolnya..." ucap Cavan, itu adalah ungkapan hati Cavan terjujur soal Aileen
" Cavan yang ku tau bukan lah laki laki yang bodoh... laki laki yang takluk pada wanita... bukan kah kau adalah penjajah wanita... mengapa kau sia siakan cinta mu hanya untuk satu wanita serendahan itu...!!" protes Jo, doi gak terima Cavan terus memuji Aileen
" Kah benar nona Jo... aku bukanlah laki laki bodoh yang semudah itu percaya pada wanita... apalagi wanita licik yang akan melakukan segala cara demi mendapatkan apa yang dia inginkan..bahkan sampai berani mencelakai orang lain yang dianggap sebagai penghalang untuk nya..."
Lagi lagi Jovanca speechless dengan bidig kan Cavan, serasa Cavan sedang mengintimidasi nya atas perbuatan yang sudah dia lakukan, Jovanca sampai tegang dengan ekspresi wajah yang kaku, dia tak bisa lagi menyembunyikan ketakutan nya kali ini...
" Aa..p..apa anda sudah tau siapa yang mencelakai Aileen...??" tanya Jovanca gagap
Cavan langsung memicingkan tatapan matanya sembari tersenyum sinis, umpan di tangkap baik oleh ikan, Jovanca masuk jebakan dengan mudah
" Apa sedari tadi saya mengatakan Aileen dicelakai orang...??" tanya Cavan tajam, tatapan mata Cavan seakan menghunus ulu hati Jovanca, membuat gadis itu tersentak terjebak ketakutan nya sendiri
" Bodooohhhh... mengapa aku keceplosan... lalu apa yang harus aku katakan pada Cavan... aku harus cepat berkilah...!!" umpat batin Jovanca panik
" Nona Jo...!!! mengapa anda menanyakan siapa yang mencelakai Aileen...??? sepertinya anda tau sesuatu...ada hubungan apa anda dengan Frans...???" cecar Cavan dengan tatapan mengintimidasi
" Ohhh bu... aahh anda salah dengar tuan Cavan... maksud saya bukan seperti itu.. sss.. saya hanya..."
" Apa anda pikir saya ini tuli...???"
Cavan mengangkat tangan memberi isyarat kalau waktunya Frans masuk ke ruangan mereka, eksekusi akan segera di mulai
" Apa kau kenal wanita ini...??" tunjuk Cavan bertanya pada Frans
Frans mengangguk
" Dari mana kau kenal dengan nya...?? kau bukan kah preman yang biasanya menjaga keamanan daerah restaurant ini...lalu dari mana kau kenal seorang anak perempuan tuan Lethesia yang memiliki kedudukan tinggi...!!!" tanya Cavan
Frans menatap Jovanca datar, Jovanca menatap tajam Frans sembari menggelengkan kepala, memberi isyarat jika Frans harus tetap tutup mulut, Jovanca tak tau jika Frans sudah terlebih dulu di dibawah pengaruh Cavan
" Dia wanita yang membayar saya untuk menculik dan membuang seorang perempuan bernama Aileen tuan..." jawab Frans datar
Serasa disambar halilintar hati Jovanca, menggigil antara ketakutan dan panik
" Bohong...!!! eehhh kau jangan asal bicara...!! bukan kah kita kenal karena ayah ku telah menolong mu terbebas dari amukan massa...?? kau berhutang budi pada kami... untuk itu kau bersedia berbuat baik pada ku...!!" tangkis Jovanca tetap, dia segera mencari alibi untuk menyelamatkan diri
" Aku sama sekali tidak mengenalnya tuan... wanita ini datang menyuruhku untuk mencukik dan membuang seorang gadis sejauh mungkin... dia mengiming imingi ku dengan uang yang besar...tetapi sayang nya aku gagal menjalankan perintahnya sebab gadis itu telah berhasil kabur ketika aku sedang berkelahi dengan dua orang suruhan entah siapa... tetapi sama sama menginginkan Aileen...!!" jelas Frans gamblang
" Nona Jo... anda sudah tidak bisa mengelaknya lagi... jadi berhentilah ber ekting di depan ku sebab aku sudah sangat muak...!!" tunjuk Cavan
" Cavan dengarkan aku...!! laki laki ini pembohong... seharusnya kau tak percaya begitu saja dengan nya... kau tau bukan siapa lelaki ini... bisa jadi dia hanya memanfaatkan mu...!!! percayalah pada ku Cavan aku tak mungkin setega itu... kau kenal aku bukan...!!"
" Justru karena aku sangat mengenal mu sehingga aku tau siapa dirimu...!!" jawab Cavan
" Aku memang tak percaya begitu saja nona Jo sebab aku sudah membuktikan kebenaran nya..."
" Bukti apa...!!! kau telah ditipu nya Cavan...!!!"
__ADS_1
" Aileen berhasil kabur... dan sebelum dia kabur Aileen sempat mengangkat telpon mu di ponsel Frans..."
Gleegggkk
Kerongkongan Jovanca tercekat, dia sudah tak bisa lagi mengelak akan kebenaran itu
" Bangs*t....!!!! rupanya Frans benar benar bodoh... dia sampai gagal membuang gadis sial*n itu..!!! " umpat batin Jovanca marah
" Kau ingin membuang Aileen agar aku tak bisa menemukan nya lagi...!!! kau salah besar nona Jo... kau telah salah menargetkan Aileen... dia terlalu cerdik dan pandai untuk menjadi lawan mu yang bodoh dan konyol... kau justru hanya akan mengantarkan nasib mu pada ku...!!"
" Aku tidak akan mengampuni mu...!!"
" Cavan... dengarkan penjelasan ku...!! aku hanya mau kau jauh jauh dari gadis Jal*ng itu... dia tak pantas untuk mu... hanya aku.. hanya aku wanita yang pantas mendampingi mu Cavan... dengarkanlah....!!!"
" Aku sudah muak dengan permainan dan drama mu selama ini Jovanca... seharusnya aku melenyapkan mu saat ini juga... tetapi sepertinya kematian terlalu mudah kuberikan untuk mu... kau harus merasakan apa yang kau rencanakan...!!"
" Apa maksud mu Cavan...!!! jangan berani berani menyakiti ku atau aku akam membongkar semua rahasia busuk mu...!!!" ancam Jovanca, pokoknya dia melakukan apapun demi menyelamatkan diri
" Aku tau siapa kamu Cavan... kau adalah seorang Mafia bengis dan kejam...!!!!"
Cavan terkesiap cukup kaget ketika mendengar ucapan Jovanca, gadis itu telah mengetahui siapa dirinya, Jovanca semakin menggali kuburnya sendiri... Cavan akan semakin kejam dan tak berbelas kasih ketika tau Jovanca mengetahui rahasia nya
" Kau akan berhadapan dengan Mr X dan Tiger dark jika kau berani menyakiti ku... aku adalah wanita yang mereka lindungi...!!" ancam Jovanca
" Hahahahaha....."
Cavan tertawa lebar mendengar Jovanca menyebutkan nama musuh nya
" Kalau begitu aku akan membuat mereka segera mungkin menyerang ku... aku sudah sangat ingin membuka topeng busuk laki laki itu.... terlalu cupu bersembunyi dibalik topeng...!!!"
" Jangan macam macam Cavan... aku benar benar akan melaporkan ini pada Mr X...!!"
" Hahaha kau memang bodoh Jovanca...di dunia mafia seperti kami mana ada orang yang mau menolong orang lain yang nyawanya bahkan tinggal diujung tanduk... mereka tidak akan peduli... hahahaha....pantas saja kau hanya dimanfaatkan mereka untuk mengecoh ku... ciihhh ... dasar wanita bodoh...!!" maki Cavan menertawakan Jovanca
" Assisten Lee... buang nona Lethesia ini di hutang larangan... pastikan dia akan dicabik cabik binatang buas sampai ayah kesayangan nya tak bisa menemukan lagi tulang belulang nya..." titah Cavan
" Baik tuan...!!!
" Cavan...!!! jangan macam macam Cavan... berani kau menyakiti ku kau akan mati Cavan...!!"
Assisten Lee menarik paksa Jovanca membuat Gadis itu meronta ronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri, dia pun berteriak mengumpat dan mengancam Cavan
" Bersenang senang lah nona Jo... nikmati petualangan mu bersama hewan hewan nakal disana... hahahahaha...."
" Aku akan membalas mu Cavan...!!! ingat aku akan menghancurkan mu...!!! kau akan membayarnya...!!"
" Aku tunggu arwah mu untuk menuntut balas...!!"
Bersambung~
Selamat hilang Jo... itu lah akibat dari ke tolilan mu...
Happy Reading...
__ADS_1