
Romer memapah Azmi yang babak belur sepertinya mereka baru saja menghajar bocah satu ini
" Kosong tuan... hanya tinggal cecenguk satu ini... dia orang yang sudah membawa nona Aileen ke tempat ini... menjebak nona Aileen..." lapor Romer
" Lepaskan dia...!!" perintah Cavan datar
" Tapi tuan...!!"
" Romer aku mohon jangan sakiti Azmi lagi... dia hanya menjalankan tugas sama seperti kamu..." Aileen memohon
Romer tak bisa membantah lagi, dia melepaskan Azmi begitu saja hingga membuat tubuh lemah itu ambruk ke lantai, Aileen langsung merengkuh tubuh Azmi yang lemah di peluknya erat
" Nyil... gue minta maaf... gue tau salah gue ke lu besar... gue bahkan tega ngejebak lu dan bawa lu ketempat ini..." ucap Azmi penuh penyesalan
" Dia ngapain lu Nyil...??? astaga baju lu...apa yang sudah Reyden lakuin ke lu...!!" Azmi makin panik ketika melihat baju Aileen robek dan ada luka cakar di lengan nya, rasa bersalahnya makin mengutuk dirinya, andai ada hal buruk yang terjadi pada Aileen maka dialah orang yang paling bersalah
" Gue gak papa... mereka gak ngapa ngapain gue kok tenang aja.." jawab Aileen lirih, dia masih merasakan kasih sayang dan ketulusab hati seorang sahabat dari Azmi
" Lu kalau mau benci gue.. benci aja nyil... gue gak pantes dianggap sahabat lu.. sahabat yang udah tega bikin sahabatnya celaka...!!"
" Ngomong apa sih Son... dari awal gue udah tau kalau lu mau bawa gue kesini... tapi gue gak nolak kan... gue tetep mau bantuin lu... karena gue tau kalau lu gagal lu bisa dihajar habis habisan sama mereka..."
" Jadi lu udah tau...??" Azmi tampak bodoh saat ini, dia benar benar linglung
" Lu kenal gue kan... dan gue juga kenal lu... jadi kalau lu nyembunyiin sesuatu gue pasti tau...!!"
Azmi menangis sesenggukan, dia merasa amat sangat bersalah dan malu dihadapan Aileen
" Son.. dengerin gue... setelah ini gak usah lagi lu kerja kek gini... berurusan sama mereka... lu sayang ibu dan adek adek lu kan...!!! di luaran sana masih banyak kerjaan yang bener...!!" pinta Aileen
" Udah cukup lu ikut orang orang gak jelas kek gini... bawa pengaruh buruk buat lu... terlalu beresiko... dan yang paling parah lu mau kalau suatu hari nanti keluarga lu jadi terancam karena pekerjaan kek gini..." Aileen mencoba menyadarkan Azmi untuk tak ikut lagi menjadi anggota klan mafia
" Tapi bang Marvin... gue... gue harus ijin bang Marvin dulu... gue gak enak sebab abang yang bawa gue kerja disini..."
Mendengar nama Marvin seketika hati Aileen terasa tersayat, andai Azmi tau yang sebenarnya...
" Gue yakin bang Azmi ngerti.. lu gak usah khawatir gue bakalan bantu ngomong sama dia... gue yakin dia bakalan ngerti..." Aileen menenangkan
" Pelipis lu berdarah Nyil..."
" Gak papa...!!! lu sekarang balik yah pulang kerumah.. tapi gue gak bisa nganterin lu...gue harus balik sama suami gue... dia udah datang nyelametin gue..."
Azmi melirik Cavan, ada rasa khawatir dihatinya sekarang, Cavan dan Mr X tak ada bedanya, Aileen tetap berada di lingkungan mafia..
" Nyil lu harus hati hati juga sama suami lu itu... inget kalau dia berurusan sama Mr X tandanya dia juga sama dengab Mr X..." bisik Azmi
" Gue tau... lu tenang aja gue bisa jaga diri gue..." sahut Aileen meyakinkan
" Lu pulang gue cariin taksi ya..."
__ADS_1
" Oke...!!"
****
Cavan dan Aileen saling diam, selama perjalanan pulang mereka tak ada yang berinisiatif untuk membuka obrolan biar gak kaku..tapi masing masing enggan memulai, Sampai Cavan melirik luka lebam di pipi Aileen
" Kita ke dokter... kamu harus periksa luka luka mu itu..." ujar Cavan
" Tak perlu tuan... aku baik baik aja... kita langsung pulang aja yah... cukup nanti diobati obat merah dan di kompres..." tolak Aileen
" Kau yakin... cakaran Reyden tidak akan menjadi penyakit menular kan...!!" tanya Cavan sok higienis
" Anda pikir dia rabies...hahahaha..." ejek Aileen terkekeh
" Aku hanya memastikan jangan sampai kau membawa penyakit menular dari tempat kumuh itu..."
Setelah itu kembali hening... seakan mereka terputus obrolan dan bingung cara melanjutkan nya lagi, mereka tetap hening sampai tiba dirumah
Cavan menolak para maid ingin membantu mengobati Aileen, Cavan membawa Aileen ke kamar dan dia sendiri yang berinisiatif untuk mengobati luka Aileen, apakah ini artinya Cavan mulai bucin...??? entahlah yaa...
" Aaaaoowww...." pekik Aileen ketika Cavan menempelkan air hangat di beberapa luka yang ada di pipi, pelipis dan lengan Aileen
" Pelan pelan tuan... sakittt..." ringis Aileen
" Kau bilang tadi kau baik baik saja bukan... mengapa sekarang merengek... apa kau sedang bermanja dengan ku...??" tanya Cavan kaku
" Aaaoowww...tuan... bisa gak sih gak kasar banget... sakit ini..." treak Aileen kesal
Refleks Aileen menggenggam tangan Cavan erat, membuat mereka saling diam dengan pandangan lurus menatap mata satu sama lain, ada gejolak yang berbeda di hati Cavan ketika menatap mata bening milik Aileen, seperti sesuatu yang sulit dijelaskan tapi ini membuatnya senang... apa ini...???
Tiba tiba seperti panggilan dari alam bawah sadar Cavan mulai mendekatkan wajahnya, lalu menautkan bibirnya tepat di cawan candu milik Aileen, Aileen hanya diam pasrah menikmati, Cavan terus menyesapnya meski tanpa sebuah tuntutan
" Tuan modus...!!"
" Sorry... aku.. aku sulit mengendalikan diri ketika berdekatan dengan mu seperti ini..." jawab Cavan jujur
" Ciiihhh... bilang aja modus...bolak balik nyium sembarangan... dikira bibir saya ini balon kali...!!!"
" Aahhh sudah... cepat kamu obati luka mu itu.. aku masih banyak urusan yang harus ku selesaikan...!!" Cavan salah tingkah, dia harus bisa menutupi gerogi yang kini mengganggu nya, mungkin saat ini jantung Cavan sedang berpacu tak terkendali
" Huuu... katanya mau bantuin tapi nyatanya gak ada ikhlas ikhlas nya...!!" cibir Aileen kesel
" Aileen... kau masih belum menjelaskan kepada ku.. mengapa ketika aku datang... Tiger Dark dan Mr X tidak ada di markas kebesaran nya... bahkan satu pun mereka tak ada disana... bukan kah mereka menculik mu untuk menjebak ku agar datang ke tempat mereka...!!" tanya Cavan mengalihkan topik pembicaraan
Aileen mendengus kesal, dia masih sibuk mengompres luka luka nya
" Tuan kan tau seharusnya tuan tidak ditarik untuk dateng ke markas itu.. tapi kesebuah tempat yang sudah mereka rencanakan... hanya saja istrimu ini terlalu pintar... makanya tuan ku buat datang ke tempat tadi..." sahut Aileen acuh
" Kau adalah sandera mereka tetapi mengapa kau ditinggal sendirian... hanya bersama lelaki bodoh itu yang juga diikat..."
__ADS_1
" Gak tau tuan... mungkin dipikirnya aku pingsan waktu di tampar tuan Reyden..." jawab Aileen ngasal... gak mungkin dia akan menceritakan yang sebenarnya
" Ini aneh...!!! apa ada sesuatu yang sudah kau lakukan...??"
Sebagai insting seorang pimpinan sebuah klan Mafia besar tentu tidak semudah itu Cavan mempercayai apa yang dilihatnya tadi, dia merasa ada sesuatu yang sengaja dilakukan sehingga tempat itu tak adalagi satupun manusia, Cavan semakin mencurigai Aileen, sebab dia baru menyadari betapa cerdiknya gadis satu ini
" Memang nya orang kek saya bisa apa sih tuan...!!"
" Kau bertemu Mr X bukan...???" cecar Cavan
Aileen mengangguk santai
" Dia mengatakan sesuatu pada mu...??"
" Dia bilang dia benci tuan... dia punya dendam sama tuan... dan hari ini dia mau nuntut balas... ngejebak tuan lalu tuan di eksekusi..." jawab Aileen polos
" Hanya itu...??"
" Ya emang gitu tuan... saya kan disana dijadikan pancingan supaya tuan masuk perangkap mereka... karena mereka meyakini tuan akan datang menyelamatkan saya sebagai orang yang tuan anggap penting... gegara video itu tuh jadi asumsi mereka saya ini wanita nya tuan..."
" Tuan... kalau mr X itu mafia... terus ngapain jadi musuh tuan... anda mafia juga...??"
Cavan hampir tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Aileen yang lolos dengan santai dari bibirnya, tapi Cavan tetap bersikap tenang
" Kau tau bukan aku adalah seorang pembisnis yang sukses... bahkan selalu berhasil setiap melakukan tender atau proyek apapun... musuhku adalah para Mafia seperti tiger dark... klan yang kerja nya membuat rusuh para pembisnis.. ketika aku tak mau menuruti apa yang mereka mau maka mereka akan menganggap ku musuh dan ingin memb*n*h ku...!!!"
" Apa semua pembisnis akan merasakan hal itu tuan...??"
" Mau bisnis besar ataupun kecil sebenarnya semua akan berurusan dengan Mafia... hanya Tiger Dark harus di tumpaskan sebab mereka sudah semakin brutal dan menyakiti banyak orang..."
" Aileen jangan lagi bertindak konyol... kau sama saja datang menghantarkan nyawamu...!!! ikuti aturan ku kemanapun pergi biarlah para bodyguard menjaga mu... jangan lagi melakukan rencana sendiri tanpa seijin ku...!!!" tegas Cavan
" Belum janji tuan...!!"
" Aileen...!!! kau bisa kan tak membuatku khawatir dengan mu...!!"
Aileen langsung kicep, dia masih menerka ucapan Cavan barusan takutnya kuping nya salah denger
" Tuan menghawatirkan aku...!!!"
" Hal bodoh apa yang sedang kau tanyakan...!!" Cavan pergi dengan kesal meninggalkan Aileen yang senyam senyum kegirangan...
" Ciiihhh... paling dia lagi modus biar bisa nyium nyium gue seenaknya... emang lu pikir gue baperan gitu... sorry ya...!!!"
Bersambung~
Jangan lupa VOTE yaaa
Happy Reading..
__ADS_1