SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN

SUAMIKU SANG MAFIA TAMPAN
Tugas Azmi


__ADS_3

" Hahahaha benar benar bodoh gadis Lethesia itu... dia tidak hanya kurang akal tapi sangat sangat konyol... dia bahkan secara cuma cuma mengantarkan nyawanya pada Cavan..." tawa Mr X ketika mendengar laporan dari anak buahnya tentang apa yang Jovanca lakukan pada Aileen


" Tapi tuan bukan kah dengan kebodohan yang sudah nona Jovanca lakukan akan menyulitkan kita...!!! saya yakin Cavan pasti sudah memberikan pengawalan ketat pada wanita nya itu...dia sudah siaga kalau musuhnya akan menyerangnya lewat gadis itu..." ujar Reyden mengutarakan asumsi nya


" Kau benar Rey... Cavan tidak mungkin tinggal diam setelah hal bodoh yang dilakukan Jovanca pada Aileen... tapi bukan kah kita masih punya Azmi...!!! Azmi adalah sahabat baik Aileen bukan..." Mr X menatap Azmi tajam dari balik topeng kebesaran nya, tetapi Azmi bisa melihat sorotan mata yang begitu tajam dan bengis, Azmi langsung panik...


" Ss.. saya tuan..." gagap nya


" Tapi jika Cavan tetap waspada dan tidak mengijinkan Aileen bertemu dengan saya bagaimana tuan...??? bukan kah menurut tuan Reyden, Aileen pasti sudah diberi pengawalan ketat setelah kejadian itu...??" tanya Azmi bimbang, dia sebenarnya sedang mencari alibi untuk membuat sebuah penolakan


" Kau sahabatnya bukan... tentu kau tau bagaimana mencari celah untuk bisa menemui Aileen..." jawab Mr X santai


" Jika tuan Cavan curiga lalu tidak mengijinkan bagaimana tuan...?? tuan Cavan pernah memergoki saya bersama Roger..." tanya Azmi lagi


" Itu tugas mu... aku tak mau tau alasan apapun... yang aku mau mafaatkan bertemanan kalian untuk bisa membawa Aileen dan menjadikan nya sandera supaya kira bisa memancing Cavan untuk masuk ke perangkap ku...!!!" bentak tegas Mr X, sepertinya lelaki misterius ini tak mau tau alasan Azmi


Azmi mengenyam ludahnya sendiri, ini adalah tugas yang amat sangat berat, dia bahkan mempertaruhkan nama persahabatan nya untuk menghianati Aileen sahabat karib nya, membawa Aileen ke sebuah bahaya yang dia sendiri tak tau seberapa bahaya nya untuk nyawa Aileen, Azmi merutuki dirinya sendiri.. namun dia tak bisa mengelak tugas dari tuan nya...


" Ini saat yang tepat untuk membawa Cavan masuk ke perangkap ku.. aku sudah menanti nantikan nya sejak lama... dan kalian tau aku tidak mau Gagal...!!!" tegas Mr X dengan suara berat nya


" Aku yakin gadis itu bukan hanya sekedar wanita hiburan bagi Cavan... tapi dia adalah wanita spesial untuk nya... Cavan tidak akan mau terjadi hal buruk pada gadis itu... kita pancing Cavan datang sendiri ke tempat yang sudah kita sediakan... kita eksekusi Cavan disana...!!!"


" Yahh.. aku setuju tuan... selama ini kita hanya bermain main memberikan gertakan kecil pada musuh kita... kali ini kita harus benar benar menyingkirkan Cavan... sudah terlalu lama dia bersenang senang.. kini saat nya dia harus membayar apa yang sudah dia lakukan tuan..." Reyden setuju dengan apa yang dikatakan Mr X


" Nyawa harus dibayar dengan nyawa....!!!! nyawa Cavan akan melunasi hutang hutang nya pada keluarga ku... atas apa yang sudah dia lakukan dan menjadikan hidupku berubah seperti sekarang ini... Cavan harus mati...!!!" tambah Mr X lagi


" Saya bersedia tuan... asal tuan tidak menyakiti Aileen... bukan kah musuh tuan adalah Cavan bukan Aileen...!!" pinta Azmi

__ADS_1


Sorot mata Mr X berubah, ada secerca tatapan yang memudar ketika Azmi meminta dia tak menyakiti Aileen, Azmi seperti mengenal tatapan mata itu


" Tergantung dia menyulitkan rencana ku atau tidak...!!" sahut Mr X setelah beberapa saat


Azmi hanya diam, dia mulai khawatir dan panik takut jika apa yang akan dilakukan nya membuat Aileen dalam bahaya


" Pergilah Azmi lakukan tugas mu dengan baik...!!"


" Baik tuan...!!!"


***


Seorang laki laki berbadan tegap kekar menghampiri Jovanca yang tengah duduk santai di pinggir kolam renang rumah nya


" Frans...!!! heiii bagaimana apakah kau sudah berhasil menjalankan tugas mu...!!! mengapa kau baru datang menemui ku... dimana ponsel mu mengapa kau tak mengangkat panggilan ku...!!! apa gadis kampung itu sudah kau buang jauh... kau sudah pastikan Cavan tidak akan menemukan nya lagi....!!" Jovanca langsung membrondong pertanyaan pada Frans orang suruhan nya untuk membuang Aileen


" Bagus...!!! aku tidak sia sia memberikan tugas ini pada mu...!!! setelah ini tidak akan ada lagi yang menghalangi ku untuk kembali bersama Cavan... Cavan hanya milik ku...!!" ucap Jovanca sambil tersenyum puas penuh kemenangan


" Jadi mana bayaran ku nona...!!" tanya Frans kaku


" Ohhh hahaha baiklah baiklah tunggu sebentar biar ku trasfer ke rekening mu... aku tidak memiliki uang Cash..." jawab Jovanca santai, dia bahkan tak menyadari senyum dan tatapan Frans yang berbeda pada nya


" Nona Jo... sebagai tanda terimakasih ku karena anda sudah memberi ku tugas semudah itu... sudikah kira nya anda ku undang untuk makan malam... saya juga mengundang tuan Cavan untuk menemani makan malam spesial anda..." tawar Frans


" Benarkah...??" tanya Jovanca Girang tanpa ada kecurigaan sedikit pun


" Benar nona... saya kira ini saat nya anda merayakan kemenangan anda... tidak ada lagi yang bisa menghalangi anda bersama tuan Cavan... anda bisa ber ekting simpati dan peduli pada tuan Cavan yang sedang kehilangan wanita nya..." ucap Frans meyakinkan

__ADS_1


" Hahahaha... kau benar Frans kau benar... aku harus bersikap simpati dan peduli pada nasib malang Aileen di depan Cavan... aku harus bisa segera mengambil hati Cavan agar dia tak lagi jatuh pada wanita wanita bodoh lain nya..." Jovanca tampak sangat antusias menyetujui tawaran Frans


" Padahal wanita yang bodoh adalah dirimu...ckckck..." ucap batin Frans


" Baiklah nona... persiapkan diri anda... dandan secantik mungkin... saya akan siapkan dinner spesial untuk anda dan tuan Cavan...anda tak perlu kawatir karena saya yang mengundang anda maka saya akan berada disana untuk menjaga dan mengawasi anda..."


" Oke Frans... kau boleh pergi... aku harus menyiapkan diriku dengan sempurna..." Jovanca segera pergi dengan langkah tegas meninggalkan Frans yang kini tersenyum licik menatap kepergian Jovanca


Semua sudah di setting Assisten Lee, Frans kini tak lain hanyalah bagaikan robot yang semua dikendalikan oleh Assisten Lee, Frans bahkan sudah tidak mengenali siapapun, lelaki malang itu bukan hanya sekedar disiksa tapi otaknya sudah dicuci dan dijadikan boneka mainan untuk pancingan Jovanca


Setelah melihat Jovanca pergi Frans segera melangkah tegap pergi dari rumah tuan Lethesia, di depan mobil Assisten Lee sudah terparkir menunggu nya, Frans segera masuk dan mereka segera meninggalkan rumah megah itu


" Tugas bagus Frans... kau bahkan bisa membuat nona Jo tidak curiga sama sekali dengan tawaran mu itu... gadis itu memang benar benar bodoh... sayang sekali gadis secantik dia harus berakhir tragis ditangan tuan Cavan...." puji Assisten Lee pada Frans namun di akhiri dengan menyayangkan nasib Jovanca


" Apa tugas saya sudah selesai tuan...??" tanya Frans


" Sedikit lagi... kau harus benar benar pastikan Nona Jo datang ke tempat yang sudah kita siapkan..."


" Tapi apa setelah semua selesai tuan Cavan mau mengampuni saya dan membebaskan saya tuan...??"


" Hhhmmm jika itu saya tidak tau Frans... berdoa saja semoga nasib mu baik... dan tuan Cavan berbaik hati pada mu..." Jawab Assisten Lee sambil tersenyum aneh, senyum yang seakan mengantarkan Frans di pintu kubur


" Kau telah lancang mengusik tuan Cavan... jadi kau harus tanggung akibatnya...!!"


Bersambung~


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2