
Episode 19
Musik klasik terdengar sangat menenangkan bagi Dian yang sedang menikmati kesendirian di dalam kamar, ia dan Keyzro menepati satu kamar yang sama namun dengan ranjang terpisah, Dian memang adalah pria gemulai dengan badan sedikit tambun, ia sudah bekerja selama 5 tahun sebagai asisten Keyzro, sejak tahun 2019, Keyzro seorang model amatir kala itu kini sudah menjadi selebriti terkenal di Indonesia, bukan perkara mudah menjadi asisten seorang Keyzro Erdigo Guelinez, ia memiliki tempramen yang buruk sejak awal karier sampai sekarang ini, tapi Dian berangsur-angsur sudah mampu menghapus image buruk seorang Keyzro, image arogan dan sikap mau menang sendiri, kini Keyzro bisa menerima kritikan ataupun saran dari orang lain. Tidak ada pertemuan pertama yang berjalan dengan baik, begitu juga pertemuan pertama Dian dan Keyzro, dengan tegas Keyzro sempat menolak Dian sebagai asisten nya akan tetapi ia lama-kelamaan menerima kehadiran pria gemulai ini karena Dian tidak pernah mengeluh jika Keyzro selalu menyuruh-nyuruhnya tanpa istirahat. Itu alasan Keyzro kini mau menerima Dian bahkan mereka terlihat seperti kakak beradik daripada bawahan dengan atasan.
Brakkkk
Pintu terbuka sangat keras, masuklah Keyzro dengan senyuman manis yang mencurigakan.
“Kenape lu?” Tanya Dian sembari mematikan musik yang ia putar tadi.
“Aku lagi bahagia banget banci!” Jawab Keyzro menaik turunkan alis.
“Ihh...ngeri amat senyum lu!” Dian bergidik ngeri dengan mulut penuh dengan keripik kentang.
“Aku lagi bahagia, jadi silahkan kau mau menghina sesuka hatimu...sya...la...la...la...” Keyzro bersenandung sembari masuk ke dalam kamar mandi.
“Udah gila kali ya?” Dian geleng-geleng kepala.
Ting
Suara dering pesam masuk berdering di ponsel milik Dian.
“Si siluman ini ya...” gerutu Dian kesal.
Tak berselang lama pesan masuk itu diterima oleh Dian, seseorang mengetuk pintu.
Tok Tok Tok
“Siapa sih? Enggak tahu apa ini udah malem!!!” Dian kembali menggerutu tapi tetap membukakan pintu.
Krekkkk
“Banci! Lo bener-bener ngeselin ya!” Sentak seorang wanita langsung masuk tanpa dipersilahkan masuk oleh Dian.
“Naila! Lo mau apalagi sih???” Sentak Dian geram.
“Menurut lo?” wanita yang bernama Naila itu melotot galak.
“Ian...siapa yang datang malam-malam begini?” Tanya Keyzro.
Keyzro berjalan dengan gerakan slow motion menghampiri Dian, masih basah rambut Keyzro sampai menetes air dari kepala hingga dada yang tak tertutup sehelai benang pun karena ia bertelanjang dada.
“Untuk apa kau disini?” Tanya Keyzro sinis.
Naila terpanah akan pesona tubuh indah seorang Keyzro, terlihat sempurna dengan bahu yang kekar serta roti sobek di bagian perut sangat indah dipandang mata kaum hawa.
__ADS_1
“Wah...oppa...tubuh kamu indah sekali...” gumam Naila dengan mulut terbuka.
“Singkirkan tanganmu Naila!” Sentak Keyzro menepis kasar tangan Naila yang hendak memegang bagian dada bidang milik Keyzro.
“Pelit banget sih!” Rengek Naila manja.
“Katakan! Cepat! Untuk apa kau ada disini?” Tanya Keyzro sembari memakai kaos putih polos.
“Aku ingin menginap disini” jawab Naila.
“What the f**k!!!” Pekik Dian geram.”Jangan ngadi-ngadi deh lu ye, siluman aer!” Sentak Dian.
“Usir dia!” Titah Keyzro seraya menarik hendel pintu.
“Oppa...aku...” Merry tertegun melihat Naila ada di dalam kamar Keyzro.
“Myzro...” desis Keyzro membulatkan kedua bola mata.
“Maaf ganggu...” ucap Merry langsung berlari dari sana.
“Ck...Ian...” Keyzro menoleh ke arah Dian.
Dian mengangguk.”Kejar dulu Merry, Keyz...nanti dia salah paham...” kata Dian.
Merry berlari tak tentu arah sampai tak sadar ia sudah berada di pantai, suasana pantai nampak tak terlalu ramai bahkan cenderung sepi, karena memang sekarang ini sudah lewat jam tidur yaitu tepat pukul 10:00 waktu setempat. Aneh yang dirasakan Merry saat ini, entah mengapa ia merasa sangat sakit di bagian dada, terasa sesak tapi ia tak tidak mengerti, apa yang membuat dada nya terasa sesak? Apa karena terlalu lelah berlari? Atau karena ia cemburu melihat Naila ada di dalam kamar Keyzro.
Tes Tes Tes
Air mata mengalir begitu saja tanpa mampu ia bendung, Merry menangis tanpa suara sembari duduk di bawah dinginnya pasir pantai.
“Gue udah gila...hiks...hiks...bisa-bisa nya gue percaya sama cowok yang jauh lebih muda dari gue...hiks...hiks...” kata Merry dalam hati.
“Pakai ini...udara sangat dingin...” kata seorang pria dari arah belakang sembari memberikan sweater berwarna hitam menutupi punggung Merry.
“Mas Vero...” desis Merry menghapus kasar air mata nya seraya memalingkan wajah ke samping kiri,
“Kamu habis menangis?” Tanya Vero tanpa sadar menangkup wajah Merry mengarahkan wajah bulat itu menghadap wajah nya.
“Tidak,,,kelilipan pasir aja...” Merry menepis kedua tangan Vero lalu kembali memalingkan wajah.
“Sini...menangislah sepuasmu...” kata Vero menepuk-nepuk pundak.
“Hehe...enggak usah mas...aku enggak...” Merry terdiam begitu kepala nya di taruh dengan lembut oleh Vero, bersandar di pundak kekar milik Vero.
“Aku tidak tahu sejak kapan, kamu memilih diam daripada menceritakan masalahmu pada orang lain, kamu terlihat ceria tapi...” Vero membelai kepala Merry sebelum menyelesaikan perkatannya.”Tapi...saat kamu sendiri...kamu selalu menceritakan masalahmu pada angin yang berhembus bukan pada seseorang atau temanmu...bahkan mungkin pada keluargamu sendiri, kamu juga akan menutup rapat masalahmu agar tak diketahui oleh siapapun” lanjut Vero masih membelai kepala Merry dengan sangat lembut.
__ADS_1
“Hm...terima kasih atas pundaknya mas...tapi aku baik-baik aja kok...hehe” Merry tersenyum lebar sembari menjauh dari Vero.
“Myzroooooooo!!!!”
Merry dan Vero menoleh ke sumber suara. Dari kejauhan nampak Keyzro berlari ke arah mereka berdua. Mereka berdua langsung berdiri tegak dengan jarak yang tak terlalu jauh.
“Kenapa telpon kamu mati?” Tanya Keyzro geram.
“Ponsel aku tinggal di kamarku” jawab Merry menunduk enggan menatap Keyzro.
“Kamu selalu saja membuat orang khawatir!” Bentak Keyzro.
“Mas...antar aku ke kamarku...tolong...” Merry menarik lengan baju Vero.
“Okay...” sahut Vero merangkul bahu Merry.
“Aku belum selesai bicara Myzro!” Teriak Keyzro.
Merry menarik nafas sejenak sembari menutup mata.”Aku lelah oppa...” sahut Merry dengan suara bergetar.
Deg
Keyzro terdiam mematung mendengar suara Merry, sepertiga detik ia merasa detak jantung seakan berhenti berdetak.
“Maaf...” ucap Keyzro menunduk.
“Aku duluan oppa...” kata Merry semakin bergetar suara nya karena menahan tangis.
Selepas kepergian Merry, Keyzro pun kembali ke kamar nya, langkah demi langkah terasa berat, di tambah lagi ia masih sangat ingat ketika Merry memalingkan pandangan nya dan suara Merry yang bergetar kala itu membuat suasana hati Keyzro tak menentu.
“Keyz...gimana Merry?” Tanya Dian begitu Keyzro masuk.
“Gue lelah Ian...gue mau tidur...” Keyzro langsung masuk ke dalam biliknya.
“Hm...gue rasa enggak beres tuh masalah tadi...” gumam Dian mengkerutkan alis.
“Maaf Myzro...” ucap Keyzro sembari menatap layar ponsel.
“Kenapa ya??? Kok gue sedih lihat Keyzro sedang bersama cewek lain?” Tanya Merry dalam hati.
“Andai aku menemukanmu lebih cepat, bidadari tanpa sayap...Merry...” gumam Vero.
Tiga insan yang dilanda kegalauan dalam kamar berbeda, larut dalam pemikiran masing-masing.
To be continued 19
__ADS_1