
Flashback on
Pukul empat pagi waktu Indonesia bagian barat, Merry masih terlelap meraba-raba sisi kanan kingbed namun ia merasa kosong, ia pun membuka sedikit matanya mencari-cari sesuatu yang hilang disana.
"Ya Allah...ku tau jika aku bukan lah bagian dari pengikut-Mu...akan tetapi...bolehkah aku meminta agar Kau mengabulkan doa ku? Selalu berikan kebahagiaan untuk dia, wanita yang sangat aku cintai, aku bersyukur pada-Mu karena sudah membuatku menemukan dia... sungguh aku sangat ikhlas jika harus mati hari ini juga, karena aku mati sebagai suami dari Merry Reynata...Aaminn"
Merry menangis dalam diam mendengarkan doa Charles yang terucap menggunakan bahasa Inggris, meski hanya sedikit yang ia mengerti akan tetapi ia menangkap satu kebaikan dalam doa sang suami yaitu suaminya ini meminta kebahagiaan dirinya dalam doa yang ia panjatkan.
"Hiks...Ya Allah... panjangkanlah umur suamiku..."
Flashback off
Selesai sudah pemakaman Charles Veth, dimana ia disemayamkan di samping makam ibunya Briana Vactorika, saat para pelayat sudah meninggalkan area pemakaman, wanita yang kini berganti nama menjadi Merry Reynata K masih terdiam meratapi kepergian suaminya, ia terus memeluk gundukan tanah makam suaminya itu sembari terus bergumam lirih.
"Dasar pembohong! Kamu bohongin aku! Hiks...tega sekali kamu pergi tinggalin aku...hiks...hiks..." Merry terus menerus bergumam sembari menutup mata, ia enggan melepaskan pelukannya dari gundukan tanah makam suaminya.
Georgio hanya bisa menatap iba melihat keterpurukan putrinya, ia tak mampu berkata-kata lagi akan tangisan pilu putrinya itu. Sudah tak sanggup melihat kesedihan sang putri, ia pun pergi meninggalkan Merry yang masih enggan beranjak dari tempatnya.
Lain dengan Georgio lakukan, Keyzro justru kembali menghampiri Merry, perlahan ia menarik tubuh mungil Merry ke dalam dekapannya seraya membisikan kata-kata yang menenangkan hati.
"Lepaskan kepergiannya Myzro... dia sudah tenang di alam sana, disana ia sudah bertemu ibunya, ia pasti sangat bahagia karena dapat berkumpul dengan ibunya yang selama ini sulit ia temui, kamu tau sendiri kan alasannya mengapa ia sulit untuk menemui ibunya? Hm..." Keyzro membelai sayang punggung Merry dengan penuh kelembutan.
"Hm...aku tau...hiks...hiks...aku tau..." sahut Merry menganggukkan kepala.
"Kita pulang ya...kasihan anak-anak, mereka pasti menunggu kamu kembali..." kata Keyzro.
Merry mengikuti langkah kaki Keyzro menuju mobil sedan hitam yang terparkir tak jauh dari area pemakaman. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, mereka berdua sampai di manssion Georgio Scott, karena hari semakin larut, semua orang sudah tertidur begitu juga dengan keempat anak-anaknya Merry.
Hanya Bright saja yang masih setia menunggu kedatangan Merry. Bright beralih merangkul Merry membawanya masuk ke dalam mansion.
__ADS_1
"Jika kau belum mau tidur, akan ku buatkan susu coklat panas untukmu...tunggu disini ya...hm..." belaian tangan Bright menyapu lembut pucuk kepala Merry.
"Sabar Keyz... bukan waktu yang tepat untuk cemburu!" Batin Keyzro menahan diri.
Merry memandangi sekeliling manssion di dalam sana masih ada foto Keyra palsu yang memang sangat mirip wajah dan perawakannya dengan Merry, ia mengkerutkan alis mulai berpikir, bagaimana bisa dua orang yang terlahir dari ayah dan ibu yang berbeda bisa terlihat begitu mirip tanpa adanya perbedaan sama sekali. Pantas saja saat itu Georgio dan ibunya tak mampu membedakan mereka berdua.
Bukan hanya bentuk wajah mereka berdua yang serupa, tinggi badan serta lekukkan tubuh keduanya juga sama, lesung pipi yang sama juga bentuk alis, mata dan juga bibir yang sama, hampir tidak ada bedanya selain tahi lalat yang ada di lengan kiri, Keyra yang asli yaitu Merry ia tidak memiliki tahi lalat di bagian itu.
"Pantas saja...kami berdua seakan terlahir kembar identik..." gumam Merry lirih.
Di sisi lain Jhony tengah melamun karena terbayang-bayang akan sosok Keyra yang ia kenali sebagai adiknya, di dalam Perpustakaan ia merenungi perasaan menyesal karena ia tidak sempat membalas perasaan Keyra padanya, dulu ia hanya tau jika Keyra palsu adalah adik kandungnya siapa sangka ia bukanlah adik dari orangtua yang sama dengannya.
"Maafkan aku Key...semoga kau tenang di sisi Tuhan..." ucap Jhony dengan mata berkaca-kaca, ia memandangi potret kebersamaan dia dengan Keyra palsu.
"Bos...kau mau susu coklat?" Tanya Bright begitu masuk ke dalam Perpustakaan.
"Eh...kau Bright..." Jhony beranjak berdiri kemudian menghampiri Bright yang sudah duduk santai di sofa panjang.
"Hmm...kau benar!" Sahut Jhony."Oh ya... adikku...apakah ia sudah kembali?"
"Sudah...ia sedang ada di kamar Keyra" jawab Bright.
"Dia pasti terkejut bukan? Melihat kembarannya?" Jhony tersenyum tipis lalu meminum sedikit susu coklat panas buatan Bright.
"Kau tau?" Bright menyilangkan kaki sembari mengajukan pertanyaan yang ambigu.
"Tau apa?" Tanya Jhonya tak paham.
"Adikmu Merry atau Keyra, meski ia ingin bertanya namun rasa penasaran yang ia miliki akan kalah dengan perasaan mengalah dalam hatinya" jawab Bright.
__ADS_1
"Hehe...ia persis seperti momy, selalu mengalah" kekeh Jhony.
"Iya...sama seperti bibi, ia selalu mengalah...tidak pernah mau menang sendiri, itu sifat bibi yang sangat aku kagumi dari dulu sampai sekarang" Bright manggut-manggut tanda setuju akan pendapat Jhony.
"Setelah ini...kita harus mempersiapkan keberangkatan Merry ke Amerika, apa kau sudah menyiapkan apa yang ku perintahkan?" Kata Jhony.
"Sudah...disana sudah siap menyambut nona, dan...hm...harus ku akui bos!" Bright berdiri sebelum melanjutkan perkataannya."Adikmu Merry Reynata bukanlah wanita manja, ia sangat mandiri, ketika ia harus menghadapi dua karyawan nya yang melakukan kecurangan, ia lebih memilih menyelesaikannya sendiri tanpa berpaku tangan pada siapapun termasuk diriku yang ada disana, jika Inez tidak menceritakan kejadian itu, mungkin sampai sekarang aku tidak tau jika cafe yang tuan bos berikan mengalami kerugian puluhan juta rupiah"
"Ck...bahkan Thomas yang lebih akrab dengannya saja tidak ia beritahu, apalagi kita Bright..." sahut Jhony menggelengkan kepala.
"Itu lah...entah terlalu terbiasa mandiri atau dia memang bukan tipe manusia yang memanfaatkan kebaikan orang lain atau dia enggan menyusahkan orang lain" kata Bright.
"Semua yang kau katakan benar Bright...semua yang kau katakan tentang adikku semuanya benar sekali...hehe" kekeh Jhony.
"Baiklah...aku akan pergi tidur, hari ini sangat melelahkan..." pamit Bright.
"Oh ya...mengenai mantan suami Merry...dia...-"
"Dia melaporkan kita semua ke pihak berwajib di Indonesia tapi...tenang saja...rekaman CCTV memperlihatkan secara detail kejadian sebenarnya, jadi...tidak akan bisa diproses hukum laporan yang ia buat" kata Bright kemudian pergi selesai memotong perkataan Jhony.
"Dia memang luar biasa..." puji Jhony pada Bright.
***
***
**
*
__ADS_1
TAMAT...SEASON 2...
SEE YOU SEASON 3 YAA GUYS...💗😚