
Melangkah dengan pasti hubungan pertemanan antara Dian dan Chacha menapaki jenjang ke langit yang lebih tinggi. Nampak sangat serasi mereka berdua mengulum senyum bergandengan tangan menyusuri loby utama Bandara Surabaya.
Dari kejauhan nampak keramaian orang, tak jauh dari posisi Dian dan Chacha berada menyentil jiwa kepo mereka berdua, alih-alih mencari keberadaan Gha-eun mereka justru mencari tau ada apa dengan kerumunan orang yang sepertinya tengah menonton pertunjukan jalanan.
"Gha-eun???" Pekik Chacha terkejut bukan kepalang melihat sosok anak kecil yang sedang berlenggak-lenggok bak model profesional.
"Itu Gha-eun?" Tanya Dian.
"Oh ya...kakak belum pernah ketemu Gha-eun sebelumnya kan? Ya...itu Gha-eun..." jawab Chacha tersenyum lebar melihat Gha-eun yang nampak imut dengan mengenakan baju casual seadanya namun nampak sangat elegan.
"Apakah sudah selesai uncle?" Tanya Gha-eun pada seorang pria berkulit sawo matang.
"Sudah..." sahut seorang pria sembari mengecek hasil foto yang ia ambil.
"Dimana yang menjemput kita? Kerjanya sangat lamban!" Gerutu Gha-eun menggunakan bahasa Korea.
"Eh elehhh...sabar sayang...hehe" kikik pria fotografer itu sembari mengacak-acak rambut depan Gha-eun.
"Gha-eun!!!" Teriak Chacha sembari berlari kecil.
"Oeni!!! Aku kangen!" Sahut Gha-eun memeluk erat Chacha yang berlutut satu kaki.
Happp
Chacha menggendong Gha-eun begitu melepaskan pelukkannya.
"Kamu bilang apa tadi? Oeni tidak mengerti?" Tanya Chacha.
"Tidak ada...hehe" Gha-eun tersenyum tipis.
"Hm...oeni tidak mengerti bahasa Korea, kamu curang...hm...oeni ngambek" rengek Chacha.
"Tidak ada oeni...hanya kesal karena lama oeni menjemputnya" sahut Gha-eun memeluk ceruk leher Chacha manja.
__ADS_1
"Mihane..." ucap Chacha.
"Tidak apa...sekarang aku tidak sabar untuk bertemu papa" sahut Gha-eun.
"Pertama kali bertemu papa, kamu gugup nggak?" Tanya Chacha sembari berjalan ke arah Dian.
"Iya...aku takut papa tidak mengakui aku sebagai anaknya..." jawab Gha-eun dengan mata berkaca-kaca.
"Mana mungkin..." celetuk Dian mengambil alih Gha-eun dari gendongan Chacha.
"Uncle siapa?" Tanya Gha-eun bingung.
"Uncle manager papa kamu...yuk kita ke papa!" Jawab Dian membelai lembut rambut panjang Gha-eun.
"Pantas saja lamban!" Desis Gha-eun.
"Hehe...maaf ya cantik...jalanan macet soalnya" tawa Dian.
"Hm...okay lah...aku tidak marah kok...yuk! Aku tidak sabar untuk bertemu papa" kata Gha-eun.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil mewah jenis Alphard berwarna hitam, melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah Hotel bintang lima di daerah selatan Surabaya.
Gha-eun tertidur pulas dipangkuan pria asing berkulit gelap itu.
Perkenalkan nama dia adalah Kenedy Vounhaouten, umur 30 tahun asalnya dari Thailand, sst...dia tulen cowok kok bukan cowok jadi-jadian. Pria asal Thailand ini adalah sekertaris pribadi Gha-eun yang diutus langsung oleh Tristan.
Tristan memilih Kenedy bukan tanpa sebab, selain pria ini jago bela diri, ia juga menguasai beberapa bahasa asing, Korea, Inggris, Jerman, Rusia dan Mandarin. Itu sebabnya dari 300 pelamar yang melamar sebagai sekertaris untuk Gha-eun ia yang terpilih.
Gha-eun butuh sekertaris di usianya yang masih sangat kecil karena meski ia baru berusia 4 tahun 11 bulan. Dia sudah menjadi bloggerfood yang terkenal.
Nama chanel youtube Gha-eun food memilih lebih dari 2juta subcriber. Maka tak heran bukan, meski usianya masih kecil ia membutuhkan seorang sekertaris sekaligus manager.
Di usia 3 tahun Gha-eun sudah lancar bahasa Inggris dan Mandarin, ia menyukai makanan pedas meski ia masih kecil. Beberapa makanan yang sering ia masukan dalam vlog pribadinya selalu tentang makanan pedas. Sampai-sampai Merry khawatir pada kesehatan lambung putrinya itu. Syukur Alhamdulillah kondisi kesehatan Gha-eun sangat-sangatlah sehat.
__ADS_1
"Kita sudah sampai" kata Dian sembari keluar dari dalam mobil.
"Sst...Gha-eun masih tidur" Kenedy menaruh jari telunjuknya di bibirnya yang tipis setipis kapas.
"Ehh...maaf" ucap Dian
Dian membekap mulutnya lalu berlari kecil membuka bagasi belakang mobil. Ia mengambil dua buah koper milik Gha-eun dan satu tas besar milik Kenedy.
Setibanya mereka di dalam kamar Hotel yang luas cukup untuk satu keluarga tinggal. Mereka duduk di ruang tamu sedangkan Gha-eun tidur di satu kamar yang dihuni kedua orangtuanya.
"Myzro..." panggil Keyzro sembari terus membelai sayang kepala Gha-eun.
"Iya Kymy..." sahut Merry.
"Siapa yang mengadzhani anak kita saat kamu melahirkan?" Tanya Keyzro lirih.
"Tristan..." jawab Merry ikut duduk di sisi kanan Keyzro.
"Maaf...snff...membuat kalian menderita" ucap Keyzro.
"Kamu tau Kymy? Selingkuh itu seperti penyakit flu yang jika kita tidak menjaga diri maka penyakit itu akan datang kembali menyerang diri kita...maka dari itu...sebenarnya...aku masih ragu untuk memaafkanmu..." ungkap Merry menunduk sedih.
"Itu tidak akan terjadi lagi Myzro...aku janji! Cukup lima tahun kalian pergi dari hidupku...aku tidak mau merasakan kesepian lagi, tidak mau...itu benar-benar membuatku hampir kehilangan kewarasan ku" Keyzro menarik cepat kedua telapak tangan Merry menggengamnya sangat amat erat.
"Bisakah aku percaya padamu...lagi???" Lirih Merry.
"Bisa...aku pastikan bisa sayang...aku janji" Keyzro memeluk Merry dengan derai air mata membasahi wajahnya yang masih tampan rupawan.
"I want to trust you again but...i am really scaryd, hiks...hiks...hiks..." tangisan pilu Merry pecah seketika.
"No...i am promise...no body someone again in my life, just you...really just you...hiks...please...trust me Myzro...hiks" kata Keyzro turut menitikan air mata.
"Papa...papa jangan tinggalkan aku lagi...hiks...hiks..." Gha-eun memeluk kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Tidak akan...maaf anakku...hiks" ucap Keyzro menangis sesegukkan.
To be countinue....