Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 29}


__ADS_3

Charles Veth karakter yang sering kita jumpai di dunia komik ini benar-benar ada di dunia nyata, dia adalah seorang Bangsawan tampan rupawan meski ia adalah seorang manusia Albino, memiliki wajah yang terlihat pucat serta kulit yang putih terang dihiasi bulu mata yang juga berwarna putih, begitu juga rambut dan alis matanya berwarna serupa.


Berjalan perlahan pria Albino ini mendatangi sebuah cafe dengan memakai jas hitam menutupi seluruh tubuhnya. Kakinya yang jenjang mengambil langkah lebar menyebrangi jalan raya yang sedikit lebih padat dari biasanya.


Sesampainya ia di dalam cafe, ekor matanya seakan mencari sesuatu, tak lama ia memandangi keadaan sekeliling cafe, ia nampak menemukan sebuah objek menarik hatinya, perlahan tapi pasti ia segera menangkap sebuah objek yaitu seorang wanita berwajah manis yang sedang merapihkan meja di dalam cafe tersebut.


"Saya mau pesan!" Katanya dengan gerakan bibir bergetar.


"Eh..." wanita itu melongoh bingung.


"Merry!!! Gue datang!!!" Seru suara nyaring dari bibir gadis cantik yaitu Chacha Fedrika.


"Woy...sini..." panggil wanita manis itu yang tak lain adalah Merry Reynata.


"Okay..." sahut Chacha berlari kecil menghampiri Merry.


"Cha...tolong layani bapak ini ya...aku masih harus bersihkan meja ini" pinta Merry.


"Oka...-"


"Saya sudah katakan! Saya hanya mau anda yang melayani saya!" Teriak pria Albino itu menundukkan kepala.


Seluruh pengunjung cafe menoleh padanya mendengar teriakan pria Albino itu yang terdengar gemetaran.


"Ini orang sakit kali ya...kok gemetaran gitu!" Pikir Merry dalam hati.


Entah darimana keberanian Merry, ia meraih tangan kanan pria Albino itu, dengan kelembutan ia mengusap punggung tangan pria itu.


"Siapa nama bapak?" Tanya Merry lembut.


"Chaa...aa...rrr...lll...esss..." jawab pria Albino itu memblushing.


"Loh...dia demam juga ya? Kok merah gitu mukanya?" Kembali Merry berpikir dalam hati.


"Apa anda sakit pak Charles?" Tanya Merry menatap cemas.


"Tii...dd...akkkk!!!" Charles menongak menatap mata bulat milik Merry.


"Eh...pfff...hahaha...wajah anda memerah pak Charles karena itu saya bertanya..." kekeh Merry.


"Hahhh...hm..." Charles menganga menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Hm...ya sudah...anda mau pesan apa?" Merry menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Apa yang anda suka? Saya akan memesan itu" jawab Charles.


"Loh...eh...okay..." Merry termenung sejenak lalu menarik lembut pergelangan tangan Charles membawanya ke sebuah meja yang sudah dibersihkan."Anda tunggu disini...saya akan segera kembali..."


Charles mengangguk.


"Hahhh...sulit sekali..." gumamnya dengan menggunakan bahasa Prancis.


Sementara di dalam dapur, Merry tengah menyiapkan pesanan Charles, secangkir kopi cappucino dan sepotong cake coklat dengan taburan buah stawberry. Saat pesanan hendak ia antarkan ke meja Charles, tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang memeluk pinggangnya, ia menoleh ke belakang.


"Oppa...ngapain ih..." Merry segera melepaskan diri dari Keyzro.


"Kamu ngelamun ya...ngelamunin apa sih?" Tanya Keyzro kembali menarik Merry ke dalam dekapannya.


"Oppa apaan sih! Aku lagi kerja nih!" Kata Merry sudah merah pipinya menahan malu.


Pasalnya di dalam dapur ada Bilar dan juga Lenda yang menyaksikan adegan romantis ini bak seperti yang ada di drama-drama korea.


"Bu bos mantap banget ya...cowok yang ngejar dia nggak ada yang gagal produk...ganteng-ganteng semua" bisik Lenda pada Bilar.


"Sudah kerja sana!" Sentak Bilar acuh tak acuh.


"Cih...kenapa juga harus kesal gini sih gue! Tau diri dong Bil...anak kedua lo baru lahir...mana mau orang kaya kayak bu bos jadi bini kedua lu!" Bilar menggerutu dalam hati.


Kembali pada Merry yang kini sudah bisa menenangkan diri, ia melepaskan kedua tangan Keyzro yang melingkar di pinggangnya kemudian berkata."Kalau oppa mau pesan kopi nanti aku buatkan, tapi aku masih harus melayani pelanggan...paham..."


"Hm...aku tunggu...cup..." sahut Keyzro mencium pipi kanan Merry sekilas.


Blushhhh...


Merry memegang pipi kanannya sedikit terkejut dengan aksi yang sangat amat berani yang dilakukan oleh Keyzro di depan karyawan-karyawannya.


"Duh...yang baru dicium...sampe di pegangin gitu pipinya...hehe" Chacha terkekeh mencolek hidung mungil milik Merry.


"Ck...diem deh...hahh...dah...gue mau antar pesanan dulu" kata Merry enggan menanggapi candaan garing dari Chacha.


Beralih pada Merry yang sedang menata secangkir kopi dan sepotong cake coklat ke atas meja dimana pria Albino Charles Veth berada, selesai dengan itu ia hendak kembali ke dalam dapur dan lagi-lagi Charles menahan pergelangan tangannya.


"Ada yang kurang?" Tanya Merry sedikit membungkuk.


"Hm...itu...sa..aa...yyy...aa...hm..." Charles menunduk.


"Huff...kenapa lagi coba ini cowok vampir...lier gue..." keluh Merry dalam hati.


"Pak Charles mau pesan apa lagi?" Tanya Merry dengan senyum terpaksa.


"Apa anda keberatan menemani saya disini...saya takut keramaian..." jawab Charles dengan mata puppy menatap mata Merry.

__ADS_1


"Huff...ya sudah...saya temani...jangan takut..." ujar Merry mengusap lembut punggung tangan Charles sampai membuat si empunya kembali menunduk.


"Siapa lagi ini? Aish...hilang Thomas dan Sean, sekarang datang lagi vampir pucet" gerutu Keyzro.


"Hm...tau tuh bule darimana? Dari awal dateng mau-nya sama Merry aja...nggak mau dilayanin yang lain...katanya sih gitu..." Chacha menyambar dari arah belakang.


"Ck...tau-tau muncul darimana ini kunti" gumam Keyzro.


"Mana ada kunti cetar kayak gue...hah...kampret lu! Untung ganteng...kalau nggak...gue bikin bonyok tuh muke lu!" Sentak Chacha kesal.


"Ck...jangan ganggu gue bisa nggak? Gue lagi konsen nih liatin mereka berdua..." kata Keyzro.


"Dih..." Chacha mengangkat kedua bahu kesal.


"Itu ngapain sih Myzro pakai pegang-pegang tangan segala! Itu juga vampir gila ngapain juga ketawa-ketiwi begitu?! Bikin emosi aja!" Geram Keyzro tanpa sadar memukul meja cukup kencang.


Brakkkk...


"Ada apa disana?" Tanya Charles menoleh ke belakang.


"Tidak ada apa-apa...anda tenang saja..." Merry melirik tajam ke arah Keyzro.


"Itu...hm...apa anda bisa berbicara santai dengan saya?" Charles mengelus punggung tangan kanan Merry menggunakan ibu jarinya.


"Eh...iya boleh..." sahut Merry tersenyum tipis.


"Aku punya fobia takut akan keramaian" kata Charles.


"Terus? Kok kamu masih nekad keluar?" Merry mengkerutkan kening bingung.


"Itu karena aku ingin bertemu denganmu..." jawab Charles dalam hati.


"Hei...kamu baik-baik saja? Wajahmu berubah jadi pink semua...kamu demam ya???" Merry menangkup wajah Charles dengan kedua telapak tangannya menempel sempurna di kedua pipi Charles.


"Aku malu...karena kamu terlalu dekat..." sahut Charles memalingkan pandangan ke sisi kanan.


"Eh...dari tadi aku perhatikan sepertinya kamu kenal sama aku ya???" Kata Merry.


"Hm...tapi...kamu mungkin tidak mengingatku..." Charles mengangguk.


"Aku beneran nggak inget punya temen tampangnya kayak animasi seperti kamu" ucap Merry.


"Hahhh...apa wajahku aneh di matamu?" Tanya Charles sedih.


"Eh...bukan itu masalahnya..." Merry menggibaskan kedua tangan ke depan.


"Lantas???"


"Itu loh...tampang kamu..." Merry menunduk sejenak."Tampang kamu kayak animasi yang sering aku baca di Manga"


"Duh...pokoknya kamu ganteng...gitu deh...pokoknya begit.~"


Cup...


Charles meraih tangan kanan Merry lalu kemudian ia mengecupnya.


"Hahhh..." Merry membuka penuh mulutnya merasakan bibir Charles terasa seperti kapas sangat-sangatlah lembut.


"Terima kasih...hm..." Charles tersenyum.


"Iya...sama-sama..." balas Merry tersipu.


"Maaf menggangu kemesraan kalian berdua...boleh saya bergabung???" Keyzro tersenyum sinis pada Charles.


"Tidak..." sahut Charles datar.


"Kampret nih vampir!" Batin Keyzro.


"Oppa...jangan ganggu pelanggan aku bisa kan? Please..." pinta Merry.


"Kamu suka dia Myzro???" Sentak Keyzro.


"Nggak..." sahut Merry.


Charles berdiri dari duduknya, kemudian ia melangkah pergi.


"Oppa!!!" Teriak Merry kesal.


"Apa???" Keyzro mendelik.


"Huh...sana kamu pergi juga!" Kata Merry sembari berlalu menuju ruangannya.


Brakkk...


Merry menutup pintu sekencang-kencangnya kemudian ia duduk di kursi meja kerja sembari memijat kening.


"Myzro..."


Keyzro langsung masuk begitu saja ke dalam ruang kerja Merry tanpa permisi.


"Hufff...mau apa lagi sih oppa???" Merry menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan dari Merry, Keyzro justru menyandarkan kepalanya di kedua paha Merry.


"Sebentar saja Myzro...aku lelah..." ujarnya lirih.


Deg...


Seakan berhenti berdetak daya kerja pompa jantung Merry mendengar suara lemah Keyzro yang terdengar memilukan.


"Bodohnya gue ya...masih aja nggak tega begini sama dia...aishhh..."


Meski hatinya sudah habis tercabik-cabik dimakan janji manis Keyzro, Merry tetap saja tidak tega mendiami pria oppa-oppa Korean ini.


Seperti saat ini dengan penuh kelembutan Merry membelai sayang kepala Keyzro dengan tatapan kosong karena pikirannya yang tengah berputar-putar tak tentu arah.


"Myzro..."


"Hm..."


"Kamu ingat nggak pertemuan pertama kita?"


"Hm..."


"Kamu sangat imut dengan rambut dikuncir dua...seperti anak remaja saat itu..."


"Eh...aku...kapan?" Pekik Merry tersadar dari lamunannya.


"Kamu serius lupa Myzro?" Keyzro menongak.


"Maaf oppa...kamu bilang apa tadi?" Tanya Merry.


"Sini..." Keyzro menarik pergelangan tangan Merry membawanya ke sebuah sofa panjang lalu duduk dengan kepala kembali ia sandarkan di kedua paha, Keyzro bercerita tentang pertemuan pertamanya kala itu, cerita Keyzro membuat Merry terenyuh pasalnya saat itu ia terlihat kurus dan tak terawat, bagaimana mungkin seorang selebriti terkenal macam Keyzro memiliki ingatan kuat tentangnya seperti ini.


"Oppa..." desis Merry.


"Aku masih mengingatmu sampai pertemuan kedua kita waktu pertama kali aku menjajal dunia perfilm-n, saat itu aku masih bingung Myzro...ini cinta atau hanya rasa penasaran, sekarang aku yakin banget kalau aku benar-benar cinta sama kamu..." ungkap Keyzro.


"Oppa...i..i...nn...iii..."


"Aku beneran cinta sama kamu Myzro...snfff..." Keyzro bangkit dari baringnya seiring derai air mata ia menatap manik-manik berbentuk bulat berwarna coklat tua.


"Oppa..." Merry menyeka air mata Keyzro menggunakan kedua telapak tangannya.


"Aku tidak meminta kamu untuk langsung kembali bersamaku...tapi...ku mohon amat memohon Myzro...beri aku satu kali lagi kesempatan..." pinta Keyzro.


"Hufff..." Merry memejamkan mata sejenak."Kenapa sih oppa selalu saja buat aku salah paham?" Merry menitikan air mata.


"Cinta aku ke kamu bukan salah paham Myzro...aku sungguh cinta sama kamu, aku mau kamu percaya sama aku, satu tahun Myzro...aku sudah mencoba melupakanmu selama satu tahun tapi...aku nggak bisa...hiks..." ungkap Keyzro.


"Aku juga...hiks..." gumam Merry.


"Hah...yang benar Myzro...kamu...kamu juga merasakan perasaan yang sama?" Tanya Keyzro kegirangan.


"Hmm..." Merry mengangguk.


Greppp...


Keyzro menarik lengan kanan Merry lalu kemudian ia memeluk Merry dengan eratnya ia melepaskan perasaan bersalah serta kerinduan di dalamnya.


"Kita mulai dari awal ya...Myzro..." pinta Keyzro.


"Maaf oppa...aku nggak bisa..." sahut Merry.


"Kenapa?" Tanya Keyzro.


"Aku masih takut masa lalu terulang kembali..." jawab Merry.


"Baiklah...aku akan berusaha lebih keras lagi untuk meluluhkan hatimu dan membuang rasa takutmu...muachh..." Keyzro mencium kening Merry di akhir kalimat.


Merry hanya menunduk tak berani menatap Keyzro, melihat hal itu Keyzro menarik dagu Merry, sedikit memiringkan kepalanya ia mendekatkan bibirnya pada bibir Merry.


Tiba-tiba...


Brakkk...


"Ups...sorry..." ucap Chacha setelah membuka pintu tanpa ijin, ia menaik turunkan alis menggoda Merry.


Merry langsung tersipu, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan ia menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Keyzro.


"Ganggu aja!" Cibir Keyzro kesal.


"Yeah...dasar lo oppa-oppa koslet...bye...hehehe" sahut Chacha kemudian keluar dari ruang kerja Merry.


Seminggu kemudian...


"Tuh vampir rajin amat dateng ke cafe...padahal bu bos lagi nggak ada..." gumam Nabila.


"Hm...bener...sudah satu minggu dia kesini terus tapi bu bos nggak ada, orangnya aja lagi sibuk sama Darrel..." celetuk Chacha.


"Eh...maaf mba Chacha..." ucap Nabila.


"Santai saja keles..." kata Chacha sembari berlenggang ke arah ruang kerja Merry.

__ADS_1


See you next chapter😊


 


__ADS_2