
"We better ask he to eat first Thom than you ask him to forgive you" (Sebaiknya kita meminta ia makan dulu Thom daripada kau meminta ia untuk memaafkanmu) kata Jhony sembari membantu Merry turun dari bed hospital.
"Sorry...I'm selfish..." (Maaf...aku egois...) ucap Thomas menunduk sedih.
"Are you really sorry?" (Apa kau benar-benar menyesal) Tanya Merry berjalan dengan dipapah oleh Jhony menuju sofa panjang.
"Yes..." jawab Thomas.
"I will forgive you if you grant my wish" (Aku akan memberimu maaf jika kamu mengabulkan permintaanku) kata Merry.
"What do you want? I will grant whatever you wish" (Apa yang kau inginkan? Aku akan mengabulkan apapun keinginanmu) sahut Thomas bersemangat.
Merry memanggil Thomas agar mendekat setelah itu ia berbisik."First...this guy...who is he?"
"Hahhh...that...oh...yes...he's Mr.Scott's son" (Hahhh...itu...oh...ya...dia putra dari Mr.Scott) Thomas berusaha tenang dibalik senyum palsu.
"Ohh..." Merry ber-oh ria duduk tenang di sofa.
"Apa permintaanmu Marry?" Tanya Jhony tersenyum tipis.
"Hmmm...aku mau makan ayam goreng tapi aku mau Thomas yang membelinya, lagi satu...pastikan itu halal, karena aku seorang muslim" jawab Merry.
"Itu sih...mudah sekali!" Seru Thomas.
Sepergian Thomas, Merry menoleh pada Jhony yang sedang menuangkan air putih ke dalam gelas, sembari memperhatikan Jhony yang berjalan ke arahnya. Merry tak kuasa untuk tidak mempertanyakan siapa Jhony sebenarnya?
"Maaf...bahasa Inggris yang aku kuasai sangat sedikit, jadi...aku mengetik disini, siapa kau? Untuk apa kau menolongku?" Merry mengetik cepat di aplikasi tranlator lalu memperlihatkan ketikan tersebut pada Jhony sembari menerima segelas air putih dari tangan Jhony.
Jhony tersenyum kemudian menjawab."Bicaralah dengan bahasa yang kamu mengerti, aku bisa bahasa Indonesia"
"Ehhh..." Merry terperangah mendengar Jhony yang fasih berbahasa Indonesia.
"Tidak perlu heran...aku dan ayahku Mr.Scott, kami bisa bahasa Indonesia karena ibuku Chintya Christiana adalah orang Indonesia" kata Jhony tersenyum simpul membelai pucuk kepala Merry.
"Ohh..." Merry hanya oohhh saja karena terlalu terkejut dengan kenyataan yang ada.
"Aku akan menjawab pertanyaanmu tadi, aku bukan siapa-siapa kamu tapi aku sangat peduli padamu, itu saja yang harus kamu ketahui selebihnya...ku mohon...trust me..." Jhony meraih kedua tangan Merry, menggenggamnya kuat seakan enggan untuk melepaskannya.
"Ehhhh...ohh...gitu ya..." Merry nyengir terpaksa menarik cepat tangannya dari tangan Jhony.
"Jangan lepaskan tanganmu dari tanganku...sebentar saja..." pinta Jhony memohon.
Merry memberikan kembali kedua tangannya pada Jhony.
***Tes
Tes
Tes***
Jhony menangis tanpa suara, getaran tubuh Jhony mewakili tangisannya, sebuah tangisan yang tak dimengerti oleh Merry. Merry memiringkan kepala mencoba mencari kebenaran jika memang benar pria yang di hadapannya kini tengah menangis.
"Snfff...maaf...aku hanya merasa bersyukur...kamu baik-baik saja..." ucap Jhony sesegukan.
__ADS_1
"Ada apa dengannya??? Dan lagi...kenapa juga kok gue pengen nangis liat dia nangis?" Batin Merry bertanya-tanya.
Tiba-tiba...
"Huwaaaahhhhhh...hiks...hiks...hiks...kamu jangan nangis...hiks...hiks...jangan...hiks..." Merry menangis sekencang-kencangnya mengguncang kedua tangannya yang masih digenggaman Jhony.
Meoooongggggg...
Suasana haru mendadak menjadi lucu karena wajah Merry nampak sangat menggemaskan bagi Jhony.
"Snfff...hahaha...kamu memang unik ya..." Jhony tertawa mencubit gemas pipi kiri Merry.
"Unik? Lu kira gue badut Ancol!" Gerutu Merry dalam hati.
"Tunggu disini sebentar, aku mau menelpon seseorang" Titah Jhony lembut.
Merry mengangguk lalu bersandar pada kepala sofa sembari memijat kening ia menatap langit-langit.
"Gue hoki banget ya...udah ditolong sama bule ganteng, dapat makanan pula dari bule lebih ganteng...hehehe" Merry tiba-tiba terkikik geli.
Brakkkkk...
Seseorang membuka pintu secara kasar, membuat Merry mau tak mau menoleh.
"Kamu!!!" Merry mendelik kesal.
"Myzro..." desis seorang pria yang tak lain adalah Keyzro Erdigo Guelinez.
Merry membuang muka ke arah lain.
Merry masih enggan menoleh, ia lebih memilih memandang keluar jendela.
"Please...kali ini aja Myzro...kasih aku kesempatan...aku janji...aku janji enggak akan nyakitin kamu lagi...aku mohon...Myzro...hiks..." Keyzro menangis sedih.
"Maaf...mas Keyz...kita tidak ada kecocokan, dari segi keluarga atau dari segi kehidupan, kita jauh...bagaikan bumi dan langit..." kata Merry masih berada di posisi yang sama enggan menoleh.
"Myzro...please..." Keyzro terus memohon.
Greppppp...
Thomas datang langsung menarik kemeja Keyzro dari belakang sampai Keyzro berdiri dari posisinya.
"Sudah ku peringatkan! Menjauh dari wanitaku!!!" Thomas membentak dengan bahasa Inggris yang sangat kasar untuk didengar.
"Bukan urusanmu, dia bukan wanitamu, dia pacarku!" Sahut Keyzro tak mau kalah.
"Kau ini!!!" Thomas hendak meninju Keyzro.
"Stoppppp!!!" Teriak Merry berdiri dari duduknya berjalan cepat menuju pintu bangsal.
"Marry..."
"Myzro..."
__ADS_1
Keyzro dan Thomas sama-sama menoleh.
Grepppp...
Merry mengambil dua kantong plastik dari tangan Thomas kemudian menutup pintu bangsal.
***Brakkkk...
Klliiikkkk***...
Merry mengunci pintu bangsal kemudian kembali duduk di sofa panjang.
"Ishhh...gue laper malah berantem, dasar koplak!" Merry mengomel sembari menata makanan di meja.
***Tok
Tok
Tok***
Suara ketukan pintu memaksa Merry beranjak dari posisi wenaakkk...ia mengintip dari balik kaca pintu bangsal. Tersenyum tipis ia membuka pintu.
"Kak...masuk cepat!" Kata Merry menarik pergelangan tangan kanan Jhony.
***Brakkkk
Kliiikkk***
"Eh...kenapa dikunci Marry?" Tanya Jhony kebingungan.
"Ada kucing lagi berantem!" Jawab Merry mengangkat kedua bahu.
"Kucing???" Gumam Jhony."Hahahahahhaa..." Jhony tertawa lepas ketika menyadari apa yang dimaksud oleh Merry.
"Sudah tau kan? Yang aku maksud? Hehehe..." Merry terkekeh.
"Hmm..." Jhony manggut-manggut."Makanlah..." titahnya kemudian.
"Ini emang mau makan kok!" Sahut Merry lalu melahap paha ayam goreng yang tadi dibeli oleh Thomas."Kakak mau???" Tanya Merry dengan mulut yang penuh.
"Makan jangan bicara...hehehe" Jhony terkekeh kemudian duduk di samping kanan Merry.
"Hehehe..." Merry nyengir kuda lalu lanjut makan dengan lahap.
"Ini dia baru adikku...polos...seharusnya memang polos dan lugu...baru Marry kami namanya..." gumam Jhony dalam hati.
***
**
*
Jangan pelit2 like and coment ya guys...
__ADS_1
See you next episode...
😘😘😘