
Masih di Apartemen Keyzro, kini Merry memilih membersihkan Apartemen sementara sang kekasih hati sedang memasak makan siang untuk mereka berdua. Setiap detail ruangan demi ruangan ia bersihkan sampai mengkilap, ya...ini memang jati diri seorang Merry Reynata, ia tidak bisa hanya berdiam diri dan hanya menunggu tanpa berbuat apa-apa.
Selesai membersihkan Apartemen Keyzro, ia kembali ke dapur membantu Keyzro mencuci perabotan yang kotor, Keyzro hanya tersenyum melihat kekasihnya itu, merasa seperti pengantin baru yang baru saja menikah, dimana ia menata masakan yang ia buat dan istrinya sedang mencuci piring.
"Sudah selesai?" Tanya Keyzro.
"Hm..." jawab Merry dengan anggukan kepala.
"Yuk makan!" Ajak Keyzro.
Merry tersenyum lalu duduk bersebrangan dengan Keyzro.
"Kalau aku boleh tau...kamu melamun tadi, ada masalah apa Myzro?" Tanya Keyzro sembari memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Huff...tadi aku sempat kesal sama Reynata, karena dia bilang ke kepala sekolah bahwa aku punya pesawat pribadi" jawab Merry.
"Eh...kenapa kamu kesal? Kan memang benar adanya?"
"Tapi...aku jadi nyesel setelah tau kebenarannya, kenapa Rey bisa ngomong kayak gitu ke kepala sekolah" Merry berhenti mengunyah.
"Ada apa? Hm..." Keyzro membelai lembut punggung tangan kanan Merry dengan ibu jarinya.
"Dia di bully sama teman sekelasnya oppa...karena itu ia mengatakan pada teman yang membuly nya bahwa aku punya pesawat pribadi" Merry menunduk sedih.
"Reynata di bully!!!" Keyzro mengeram geram.
"Hm...snff..." Merry mulai menitikan air mata.
Keyzro beranjak dari tempatnya, ia duduk di sisi kiri Merry kemudian memeluknya.
"Sttt...jangan nangis! Ada aku..." hibur Keyzro.
"Ku pikir setelah aku sukses seperti sekarang ini, anak-anak aku tidak akan mendapatkan hinaan lagi tapi...hiks... masih saja ada...hiks...hiks..." Merry mencengkram baju Keyzro menahan perih di hati.
"Stt...setelah aku jadi ayah mereka, aku akan pastikan jika tidak ada satupun orang yang bisa menghina dan menyakiti mereka" kata Keyzro.
"Tapi oppa..." Merry melepaskan pelukan Keyzro.
"Tapi apa?" Tanya Keyzro.
"Tapi...hm...apa kamu tidak mau mencari wanita yang lebih muda? Untuk kamu jadikan istri?" Merry menongak menatap manik-manik hazelt milik Keyzro.
Keyzro tertegun lalu beranjak berdiri.
"Kalau kamu sudah selesai makan, biarkan piring kotornya di tempatnya, aku sudah kenyang..." kata Keyzro berbalik memunggungi Merry.
"Hah...eh..." Merry terdiam.
"Kamu telpon supir kamu saja ya buat jemput kamu pulang...aku lelah tidak bisa mengantar kamu..." kata Keyzro lagi kemudian berlalu pergi ke kamarnya.
Merry menghapus kasar air matanya, ia mengkerutkan alis bingung akan sikap Keyzro yang tiba-tiba saja mendadak dingin dan acuh padanya.
"Apa aku salah ngomong ya?" Batin Merry.
Sekitar dua jam berlalu, Merry akhirnya menyusul Keyzro ke kamarnya, ia mengetuk pelan pintu kamar Keyzro kemudian masuk ke dalam karena memang tidak dikunci.
"Oppa...kamu marah sama aku?" Tanya Merry.
"Huff...Myzro...kamu anggap aku apa?" Tanya balik Keyzro mendesah lelah.
"Hah!!! Maksud..."
"Maksud aku, kamu anggap aku apa? Kenapa kamu bisa menyarankan hal yang tidak mungkin sama aku? Hahhh!!!" Keyzro menyentak di akhir kalimat.
"Oppa..." desis Merry.
"Aku menunggumu satu tahun Myzro, satu tahun...apa satu tahun menunggu aku hanya dapat pertanyaan macam itu? Apakah ini jawaban atas pertanyaan ku dulu sama kamu?" Keyzro mengeraskan rahang geram.
"Itu...aku..." Merry hendak melangkah maju.
"Stop disana! Kalau kamu hanya ingin membuat aku semakin sakit hati! Stop sampai disini!" Kata Keyzro menghentikan langkah kaki Merry.
"Oppa...aku...benaran nggak bermaksud untuk..."
"Apa yang nggak bermaksud Myzro? Aku...aku...kamu anggap aku apa? Mudah sekali kamu mengajukan pertanyaan itu? Hahh!!! Sebelumnya memang salahku Myzro...salah aku sudah buat kamu kecewa...tapi...snff..." Keyzro menunduk menitikan air mata.
"Aku minta maaf...aku sungguh nggak bermaksud nyakitin kamu...please..." ucap Merry lirih.
"Huff...hm...sudah...kamu memang sudah menjadi nyonya jadi...aku tidak pantas untuk nyonya besar seperti kamu!" Keyzro tersenyum menyindir.
"Kamu keterlaluan!" Sentak Merry lalu pergi.
__ADS_1
"Arrrggghhhhhh..." teriak Keyzro frustasi membanting apa saja yang ada di dalam kamarnya.
Seminggu kemudian...
Seperti yang dijanjikan oleh Merry pada kepala yayasan tempat Reynata bersekolah. Kini tiga puluh siswa yang kurang mampu juga bisa mengikuti karyawisata ke pulau Lombok. Merry turut ikut dengan rombongan karena ia ada urusan pekerjaan disana.
Duduk berdampingan dengan putrinya Reynata, Merry terdiam memikirkan akan pertengkaran ia dengan Keyzro tempo hari. Reynata merasa ada gelagat aneh dari ibunya, ia langsung saja bertanya tanpa basa-basi.
"Mama ada masalah sama om Keyz?" Reynata mengamit lengan kiri Merry.
"Nggak..." jawab Merry asal.
"Huh...mama kayak anak ABG aja, masih aja galau-galau melulu...minta maaf lah ma...kalau mama salah, jangan diam aja!" Celoteh Reynata.
"Ishhh...kamu sok tau banget sih!" Merry mencubit gemas hidung putrinya.
"Ma...seriusan deh...jangan kelamaan mikir, ntar keburu om Keyz ada yang nyamber" kata Reynata.
"Emang petir pake nyamber segala! Hehehe" kekeh Merry.
"Terserah mama deh..." Reynata memutar bola mata malas.
Sejak pertengkaran mereka berdua, baik Keyzro maupun Merry, mereka berdua sama-sama keras kepala, tidak ada satupun dari mereka yang mau menghubungi lebih dulu.
Perjalanan panjang sudah dilewati Merry dan rombongan karyawisata yang lainnya, kini semuanya beristirahat di kamar mereka masing-masing.
Tiba giliran makan malam, Merry pergi menuju sebuah Restoran yang menjadi tempat janji temu dengan seorang rekan bisnisnya. Sesampainya ia di Restoran seafood, ia masuk ke dalam didampingi oleh sekertaris pribadinya Tristan Aurora.
Tristan sediri merupakan anak didik Georgio Scott. Dia sudah sepuluh tahun ikut bergabung dengan Perusahaan Georgio di Paris-Prancis.
"Hai...lama tidak bertemu..." sapa pria tampan bak aktor Korea dengan senyuman manis sempurna.
"Hai Minjun oppa..." balas Merry.
"Duduklah..." Minjun menarik kursi untuk Merry.
"Terima kasih..." ucap Merry.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu...kamu bertambah cantik saja Merry..." kata Minjun.
"Hm...terima kasih atas pujiannya tapi...aku sedang tidak mood bercanda" sahut Merry datar.
Kim Minjun langsung menjelaskan proposal yang sudah ia persiapkan, disana Merry nampak serius tanpa menyadari jika Minjun terus menatapnya. Semakin lama wajah mereka semakin berdekatan, sampai dimana Merry hendak mengajukan pertanyaan, dua pasang mata beradu pandang.
"Ini kok deket banget ya..."
"Aishhh...sial...ada apa denganku?"
"Ehem...ini...Minjun oppa...kita terlalu dekat" dehem Merry merasa canggung.
"Hahh...oh...maaf..." ucap Minjun gugup.
"Hm...aku mengerti keseluruhan tentang project ini tapi...aku ingin menambahkan beberapa konsep jika oppa tidak keberatan" kata Merry.
"Tentu tidak...karena kita rekan bisnis sudah sepatutnya kita saling memberi saran...bukan begitu?" Sahut Minjun terus menatap wajah Merry.
Merry menjelaskan tentang ide-ide yang ada, saat tengah menjelaskan lagi-lagi Minjun menatapnya sangat intens akan tetapi karena terlalu serius Merry kembali tak menyadari jika Minjun sedang menatapnya.
"Aku rasa cukup sampai disini oppa...selebihnya aku serahkan sama oppa..." kata Merry menoleh pada Minjun.
"Ini orang ngapa diem aja dah?" Batin Merry.
Minjun termenung.
Krik Krik Krik
"Minjun oppa!!!" Kejut Merry menepuk pundak Minjun.
"Hahhh..." Minjun tersentak segera memalingkan wajahnya.
"Sial!!!" Runtuk Minjun dalam hati.
"Maaf...aku sedang banyak pikiran, tapi aku mengerti semua yang tadi kamu jelaskan" ucap Minjun.
"Okay..." Merry mengangguk beberapa kali diselingi senyuman tipis nampak sangat manis.
"Semakin lama aku menatapnya...semakin manis ia terlihat di mata ku..."
"Setelah ini...oppa apa ada acara?" Tanya Merry sembari meminum orange jus miliknya.
"Hm...tidak...paling aku hanya akan menemani istriku pemotretan di pantai barat pulau ini" jawab Minjun tersenyum miris.
__ADS_1
"Maaf Minjun oppa...apa hubunganmu dengan istri mu baik-baik saja?" Tanya Merry ragu-ragu.
"Huff...tidak...aku bosan karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya tanpa memikirkan jika kami sudah lima tahun menikah tapi belum juga dikaruniai seorang anak, alasan ia tidak ingin memiliki anak dulu karena tidak ingin bentuk tubuhnya berubah...begitulah..." jawab Minjun sembari mengangkat bahu.
"Oh..." Merry manggut-manggut.
"Hm...maaf...aku jadi menceritakan hal yang tidak penting" ucap Minjun.
"Aku yang seharusnya minta maaf karena sudah bertanya masalah pribadi seperti ini...maaf..." kata Merry menatap iba pada Minjun yang termenung.
"Tidak apa-apa...aku baik-baik saja" sahut Minjun."Ngomong-ngomong...kamu, semakin lancar saja berbahasa Korea"
"Hm...aku kan pacaran sama adiknya oppa...lupa? Hehehe" kekeh Merry.
"Oh ya...apa kabar adikku itu?" Seru Minjun.
"Untuk sekarang...aku juga tidak tau..." sahut Merry seketika terdiam membisu.
Minjun pun terdiam, beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan tiba, mereka pun makan siang bersama. Ditengah makan siang yang sunyi, datang Keyzro yang entah kapan tepatnya ia datang, sudah berdiri tegak bersedekap Keyzro menatap sinis Minjun dan Merry.
"Jadi ini alasan kamu menolak menikah denganku? Apa kakak ku memang pria yang lebih pantas untukmu karena ia lebih mapan?" Kata Keyzro sinis.
"Oppa...kamu kok ada disini?" Merry langsung beranjak berdiri.
"Kalau aku nggak nyusul kamu kesini, mungkin aku nggak akan tau jika pacarku selingkuh dengan kakak ku sendiri!" Sarkas Keyzro.
"Tidak seperti yang kau pikirkan Min-hyuk!" Sargah Minjun.
"Kenapa? Apa kau merasa bersalah karena sudah selingkuh dengan kekasih adikmu? Hahhh!!!" Keyzro mengeram marah.
"Oppa...dengarkan penjelasan kami dulu" pinta Merry meraih tangan Keyzro.
Ptasss...
Keyzro menepis kasar tangan kanan Merry.
"Ck...sungguh luar biasa nona Scott...kau sungguh lupa diri..." maki Keyzro.
"Hei Kim Min Hyuk!!!" Teriak Minjun naik pitam.
"Kenapa? Hahhh!!!" Keyzro mendorong kasar dada kakaknya.
"Kau!!!" Minjun mengepalkan tangan hendak meninju wajah Keyzro.
"Cukup!!!" Giliran Merry berteriak karena sudah tak tahan akan kelakuan kekanakan Keyzro.
"Merry..." desis Minjun.
"Percuma menjelaskan padanya Minjun oppa...dia hanya anak kecil yang berpemikiran sempit!" Kata Merry berlenggang pergi.
"Kau sadar apa yang kau katakan barusan Min-hyuk?" Tanya Minjun begitu Merry hilang dari pandangan.
"Huff...aku sudah tau semuanya..." Keyzro terduduk lesu menunduk.
"Tau apa?" Minjun pun turut duduk di sebelah kanan Keyzro.
"Bahwa kau dan dia dijodohkan" Keyzro menoleh dengan mata berkaca-kaca.
"Hahh...hufff...bodoh!" Minjun menghela nafas kasar.
"Bodohnya aku tidak tau jika aku memang tidak pantas untuk Myzro..." kata Keyzro sendu.
"Astaga! Kau benar-benar bodoh!" Minjun memekik geram.
"Maksud kau apa?" Keyzro mendelik kesal.
"Jika kau pintar, kau pasti tau bahwa ia tidak akan mungkin mau dijodohkan dengan pria yang sudah beristri!" Ujar Minjun.
Keyzro termenung sejenak.
"Maaf hyung..." ucap Keyzro bergegas mengejar Merry.
***
**
*
Duh... kira-kira mau nggak ya Merry maafin Keyzro?
See you next chapter guys ❤️🤗😘
__ADS_1