Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
29


__ADS_3

Paris merupakan Negara yang memiliki sejuta pesona tentang keromantisan, banyak kisah-kisah manis serta tempat-tempat romantis disana, tak heran banyak sekali beberapa Negara di dunia ini mencantumkan Paris di daftar menu untuk melakukan perjalanan traveling. Bisa sampai di Negara asing sudah membuat Merry amat sangat bahagia, seperti mimpi menjadi nyata ia kini berada di luar negri bukan kah itu hebat? Itu yang ada di benaknya kini, tapi siapa sangka di negri nan indah itu, ia bisa mendapatkan cinta yang baru?


Kalian pasti penasaran kan?. Nah...kita kembali sebelum Merry masuk ke dalam kamar, jawaban Keyzro sangat tegas untuk Milan, ia menolak mentah-mentah ajakan Milan untuk berpacaran dengannya.


Keyzro memijat keningnya sebelum ia berkata."Mil...kita ini rekan...please jangan baper!"


"Loh...kenapa oppa? Oppa enggak suka sama aku?" Tanya Milan pura-pura sedih.


"Ini bocah ada-ada aja!" Gerutu Chacha dalam hati."Nah loh...si Merry ngapa pake muncul sih!? Hadeuuuhhhh..." Chacha melotot kaget melihat Merry keluar dari kerumunan kru film yg bertugas.


"Karena dia kan kamu enggak mau nerima aku?!!!!" Teriak Milan marah sembari menunjuk wajah Merry.


"Lah...nape sih? Gue baru juga nyampe???" Batin Merry mengkerutkan alis.


"Huff...kamu sudah tahu jawabannya tapi masih saja mengajak aku pacaran Mil!" Keyzro membuang nafas kasar lalu berjalan cepat menghampiri Merry. Sangat sekali membungkuk Keyzro menarik tengkuk leher Merry.


Cupppp


"Ini jawaban aku!" Kata Keyzro setelah melepaskan ciuman mesra pada bibir Merry.


"Oppa jahat!!!! Hiks..." Milan berteriak kemudian pergi dengan air mata buaya.


Tak


Merry memukul kepala Keyzro kesal karena ia sudah menciumnya.


"Auchhh...sakit...Myzro...ihhh..." Keyzro mengusap-usap kepala belakangnya.


"Rasain! Suka ngadi-ngadi sih lu! Maen nyosor aje!!!" Kata Merry geram.


"Ihh...Myzro...sakit..." rengek Keyzro manja.


"Keyzro Erdigo Geulineeeezzzz!!!" Hamif berteriak kencang bertolak pinggang.


Deggghh


"Mati aku!" Desis Keyzro mengusap kasar wajahnya yang tampan.


"Iya ayah..." sahut Keyzro nyengir kuda.


"Ikut ayah ke kamar ayah...dan kamu juga Vero!" Kata Hamif lalu berjalan cepat keluar dari kamar yang dijadikan set adegan.

__ADS_1


Di dalam kamar Hamif suasana sedikit lebih mencekam karena tidak ada seulas senyum yang terbit dari wajah Hamif. Ia menekuk wajah dengan pipi memerah.


"Kalian berdua tahu kenapa saya meminta kalian untuk datang kesini?" Tanya Hamif pada Keyzro dan Vero.


"Tidak tahu ayah" jawab Keyzro.


"Tidak tahu pak..." jawab Vero.


"Nak...duduk lebih dekat dengan bapak..." panggil Hamif lembut pada Merry yang duduk tak jauh darinya.


"Kenapa pak?" Tanya Merry.


"Bapak pernah berjanji akan memberi Vero kesempatan untuk mengejar kamu" jawab Hamif ragu-ragu.


"Kapan?" Tanya Merry mencengkram mantel tebal yang ia kenakan.


"Waktu kamu tak sadarkan diri...Vero membawa Dokter dari Amerika untuk merawatmu dengan imbalan dia boleh mengejarmu" jawab Hamif menautkan alis.


"Kenapa bapak baru bilang?" Tanya lagi Merry sedih.


"Maaf bapak baru sempat mengatakannya sama kamu nak...jadi...setelah bapak melihat kejadian tadi...bapak merasa kamu juga cinta sama Keyzro, buktinya kamu tidak menolaknya saat itu" kata Hamif menjawab pertanyaan dari sang putri angkat.


Degghhh


"Padahal semalam kamu sudah berjanji tidak akan kabur lagi Myzro..." kata Keyzro dalam hati menunduk sedih.


Flashback on


Keyzro mendatangi Merry ke kamarnya, begitu Merry membuka pintu, ia langsung mencium mesra bibir Merry, tidak ada penolakan dari Merry kala itu membuat ia lupa diri, selesai mengatakan apa yang ingin ia katakan, ia kembali mencium bibir Merry sampai masuk ke dalam kamar. Pergulatan bibir itu membawa Merry melayang seakan lupa diri bahkan suara indah mendayu-dayu di telinga Keyzro.


Keyzro membuka mantel dan bajunya, perut yang berotot serta punggung yang lebar sangat nyata tertampang di depan mata Merry.


"Badan oppa bagus banget..." kata Merry sembari menyentuh perut six pect milik Keyzro karena sudah benar-benar hilang kesadaran.


"Jangan lari lagi ya..." kata Keyzro sebelum kembali mencium bibir Merry.


Merry mengangguk cepat saat itu ia tidak dalam keadaan sadar.


"Eummm...dingin Mer...mana selimut..." racau Chacha dengan mata terpejam.


Meoooonggggg

__ADS_1


Keyzro tercekat segera menjauh dari Merry yang terlentang pasrah di sofa panjang.


"Aishhhh...dasar gila lo Keyz!!!" Runtuk Keyzro sembari memakai kembali pakaiannya.


Keyzro menggendong Merry lalu membaringkan nya di atas King Bed, sebelum ia pergi, ia mencium kening Merry sekilas.


"Kali ini jangan lari kemana-mana ya Myzro dan maaf...hampir saja aku menjadi pria brengs*k!" Kata Keyzro membelai sayang pucuk kepala Merry yang sudah terlelap.


Flashback off


Merry mengalihkan pandangannya pada Vero yang terdiam menundukan kepala. Merry berdiri dari duduknya lalu berjalan perlahan menghampiri Vero.


"Kamu masih sangat muda...banyak wanita muda dan cantik di luaran sana yang akan dengan senang hati menerima cinta kamu" kata Merry membelai kepala Vero.


"Tapi aku mau sama kamu kak..." kata Vero mensejajarkan pandangan pada wajah Merry.


"Jangan sama aku ya mas...kamu ataupun Keyzro di luar jangkauan aku, aku enggak mau terluka lagi, jadi...berhenti suka sama aku ya" sahut Merry kemudian pergi.


Selepas kepergian Merry, Keyzro dan Vero sama-sama menunduk sedih, ya...mereka berdua patah hati karena Merry kembali menolak mereka berdua. Melihat dua pemuda itu patah hati karena putrinya Hamif tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah pilihan sang putri.


"Hargai keputusan Merry...kalian berdua masih muda dan kalian berdua tampan, banyak gadis-gadis di luar sana yang mau jadi pacar kalian" kata Hamif menepuk bahu Keyzro dan Vero.


"Aku mau-nya dia!" Kata Keyzro dan Vero serempak.


"Lah...kompak! Hehehe...kalian berdua pacaran saja, sepertinya kalian berdua memiliki kecocokan...hahaha" Hamif terkikik geli.


"Ihhhh...ogah!!!" Keyzro dan Vero lagi-lagi kompak dengan sama-sama memalingkan wajah.


"Tuh kan kalian klop banget...hahahaha..." Hamif tertawa lepas lalu keluar dari kamarnya.


Sama seperti Keyzro dan Vero yang dilanda patah hati, Merry juga mengalami perasaan yang sama, ia juga patah hati dan sedih ditambah rasa kecewa pada diri sendiri membuat ia tidak sadar kini sudah berjalan sangat jauh dari Hotel tempat ia menginap.


"Hah...ini dimane?" Merry menongak melihat sekeliling.


"Hiks...hiks...udeh tau kagak apal jalan Mer, sok-sok'n lo ngeluyur kagak pararuguh! Oon bener dah!!! Hiks...hiks...emak...nyasar di Paris ini gue...hiks...hu...hu...hu..." Merry menangis berjongkok di tepi jalan.


"What are you doing here?" Tegur seorang pria asing pada Merry.


"Hiks...snfff...kamu???" Merry menongak melihat wajah pria asing yang menegurnya.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2