Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {Darrel dan Merry}


__ADS_3

Suasana menjadi senyap tanpa ada satupun orang yang berani buka suara. Semua terhipnotis dengan ketampanan dari pria yang menegur mereka. Iya...dia adalah Darrel Hernandez, putra sulung dari ibu produser ini begitu gagah dan tampan. Masih berumur 25 tahun ia memiliki tinggi yang cukup dibilang lumayan tinggi untuk ukuran pria Indonesia. Tinggi Darrel 179 cm dengan berat badan 58 kg, postur tubuhnya terlihat atletis karena kaos hitam yang ia kenakan nampak sesak di badannya yang kekar.


Segitu dulu gambaran untuk seorang Darrel Hernandez. Kembali pada mereka yang tadi sedang asik bersenda gurau. Masih sama seperti tadi, mereka hanya memandangi wajah tampan Darrel. Sampai Merry mulai merasa jenuh dengan keadaan aneh ini.


"Kenapa pada diem sih?" Gerutu Merry sembari berjalan ke arah kompor karena ia sedang memasak air.


"Hahhh...eh..." kompak Chacha dan lainnya tersadar menoleh ke arah Merry yang nampak menekuk wajah cemberut.


"Duh...kok cemberut sih..Mer...cantiknya nanti ilang loch...hehehe" gurau Chacha mengamit lengan Merry.


"Ishhh...Cha...awas ah...gue mau angkat aer nih...nanti lo kena...minggir gih..." Merry mendorong pelang tangan Chacha.


Srasss...


"Auuccchhh..." Merry tak sadar memegang gagang teko air tanpa lap meringis kesakitan.


***Grepppp


Fuuuiiihhhhhhhhh***...


Hembusan angin datang dari mulut Darrel sang aktor tampan yang tadi menghipnotis keadaan.


"Hati-hati juga penting dalam bekerja...lo bukan anak kecil lagi kan?" Kata Darrel sembari terus meniup telapak tangan kanan Merry.


"Gue tau kok!" Kata Merry menarik cepat tangannya.


"Apa-apaan sih cewek! Ngeselin amat!" Batin Darrel kesal.


"Ya sudah...TERSERAH!!!" Sentak Darrel marah lalu pergi.


"Dih...aneh lu dul!!!" Merry berteriak kesal.


"Hahahaha...nambah lagi tuh penggemar lo Mer..." Inez tertawa sangat kencang.


"Apaan lagi sih Nez! Penggemar pale lu keras!" Merry menjitak kepala Inez gemas.


Tak


"Aucchhh...atit Mer...hiks..." Inez bergelayut manja di lengan kiri Merry.


"Aishhh...dasar emang ya...gue punya adek enggak ada yang bener, yang atu koplak, yang atu lagi begini manja enggak ketulungan!" Merry menepuk keningnya sendiri.


"Hehehe...sayang kak Merry..." Chacha ikut nimbrung bergelayut di lengan kanan Merry.


"Ya sudahlah..." kata Merry pasrah.


Dua jam setelah itu, semua kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Merry sibuk melayani sutradara tapi kali ini bukan Hamif yang menjadi sutradara melainkan seorang pria yang masih berumur 40'an.


"Permisi pak Doni...ini kopi bapak" kata Merry begitu ada di hadapan Doni si sutradara yang lumayan masih tampan untuk usianya yang sudah 46 tahun.


"Eh Mer...gue baru mau manggil lo!" Sahut Doni tersenyum tipis.


"Ada perlu apa pak?" Tanya Merry.

__ADS_1


"Duduk dulu disini" Doni menepuk-nepuk bangku kosong yang ada di samping kanannya.


"Hmm..." Merry duduk berhadapan dengan Doni.


"Ini...lo kan pernah bilang, kalau lo suka nulis novel, nah...ini bagian ini gue kurang sreg...lo tau enggak kenapa ini kurang *******?" Doni memperlihatkan skrip skenario pada Merry.


"Oh...ini...kayaknya pas ini jangan pake jedah deh pak, langsung meluk gitu cowoknya, kayak gini nih...bentar..." Merry melihat sekeliling."Woy lu...sini dul!" Panggil Merry pada pria yang membuat ia kesal.


"Ngapain lo manggil gue?" Tanya Darrel jutek.


"Ck...lo diri disana...tunggu disana! Ngerti!" Kata Merry memberi perintah.


"Maksudnya apa sih?" Darrel menoleh ke arah Doni.


"Turutin aja!" Bisik Doni.


"Hmm..." Darrel mengangguk pasrah.


"Pak Doni! Kayak gini nih...perhatiin ya..." teriak Merry memberi aba-aba.


Merry berlari kecil melepaskan ikat rambutnya membiarkan rambut hitam bergelombang menari indah dihempas hembusan angin.


Bruggghhhh...


"Aku kangen...hmmm..." kata Merry manja memeluk Darrel.


***Deg


Deg


Darrel mematung tak bergerak persis dalam adegan yang harus dia lakoni.


"Wowwwww!!! Keren Mer..." Doni berdecak kagum memuji Merry.


"Nah...kayak gitu pak Doni...gimana lebih bagus kan?" Merry tersenyum lebar sembari menguncir kembali rambutnya yang panjang.


"Hmm...bener kata lo Mer, kalau pake diem dulu kayaknya udah B aja ya...kalau langsung begitu malah kelihatan lebih nyata gitu ceweknya kelihatan bener-bener kangen ma cowoknya dan lagi ya...tuh cowok kan bengong tuh di bagian ini jadi lebih bagus!" Doni berbicara panjang lebar dalam satu tarikan nafas.


"Nafas pak...ngomong enggak pake nafas metong lo! Hehehe" Canda Merry menepuk lengan kanan Doni.


"Hehehe...iya..." Doni tertawa garuk-garuk kepala.


"Udah ya...gue mau lanjut kerjanya...bye...hehe" Merry melambaikan tangan sembari berlalu pergi.


"Woy!!!" Tegur Doni menepuk pundak kiri Darrel.


"Eh ya...pak..." Darrel tersadar menoleh.


"Ck...ck...lo enggak lagi salting gara-gara tuh PU kan?" Gurau Doni.


"Cih...ya...enggak lah" sahut Darrel memutar bola mata.


"Dia udah ada yang punya, jangan lo macem-macem dah ya..." kata Doni sembari beranjak pergi.

__ADS_1


"Sudah punya pacar toh?" Gumam Darrel.


Syuting berlangsung dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore dengan empat kali istirahat. Merry sang PU cantik ini sedang bersiap-siap untuk pulang, selesai mengerjakan pekerjaannya, ia memakai tas slepang lalu melangkah perlahan keluar dari rumah mewah sembari tersenyum menatap langit malam hari.


"Cinta ini tak kan berbalas...sayang...ku pastikan melayang...pedih...saat ku merasa indah...semua hilang dan usai...bila...cinta ini tak nyata...jangan...engkau beri harapan...sudah cukup kini ku sadari...terlalu cepat jatuhkan hati...iii...sempat bersikap...seolah sandaran jiwakuuu...namun apa artinyaaa...memilih hati yang salahh...aaahhhhh..." Merry bernyanyi riang melewati pagar besi yang menjulang tinggi.


"Sudah selesai???" Tegur suara dari dua pria saat Merry sudah berada di tepi jalan raya.


"Lo ngapain sih kesini???!!!" Dua pria saling menyentak.


"Ck...kalian berdua kompak mamat! Dah...jadian sono...hehehe" Merry berlenggang melewati dua pria yang menegurnya.


Grepppp...


Keyzro dan Vero sama-sama menahan pergelangan tangan kanan Merry.


"Lepasin!!!" Keyzro dan Vero kembali kompak menyentak.


Iya...dua pria itu tak lain adalah Keyzro dan Vero. Dua pria yang selama hampir dua bulan ini selalu membuntuti Merry.


"Sumpah deh...gue lagi capek pake banget! Jadi tolong kalian jangan ganggu gue!" Kata Merry dengan marah melepaskan tangan Keyzro dan Vero secara kasar.


"Aku kan pacar kamu Myzro!" Rengek Keyzro.


"Aishhhh...dah...jangan merengek! Aku capek oppa..." Merry memijat kening.


"Kalau gitu kita langsung pulang!" Kata Vero hendak meraih tangan kanan Merry.


Greppp...


"Myzro akan pulang sama gue!" Kata Keyzro lalu menggendong Merry seperti karung beras.


"Eh...gila ya...oppa...turunin aku!" Teriak Merry marah.


Keyzro memasukan Merry lalu mendudukannya di kursi penumpang belakang setelah itu ia pun duduk di sebelah kanan Merry.


Dari kejauhan sepasang mata memandang geram pasangan kekasih ini.


"Sial*n tuh PU!" Umpat seorang wanita dari kejauhan.


"Sial*n???" Gumam seorang pria dari belakang wanita yang tadi mengumpat.


"Kamu..." desis si wanita tadi.


Tekan Like...


Jangan lupa Coment...


Sekalian Vote ya guys...


Hehehe...


See you...

__ADS_1


Next episode...😊😊😊


__ADS_2