Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 26}


__ADS_3

Masih di atap rumah Merry Reynata, di tengah obrolan ringan antara Merry dan tiga pria tampan ada seorang pria lain yang mendengarkan obrolan mereka dengan tatapan sendu.


Ekor mata Sean menangkap bayangan hitam yang muncul dari arah pintu, ia segera beranjak dari duduknya berjalan cepat menarik bayangan hitam itu keluar dari dalam sana.


"Kau sudah datang?" Tegurnya pada bayangan hitam itu.


"Hm..." sosok bayangan hitam itu mengangguk.


"Hei bro!!!" Sapa Thomas merangkul akrab sosok bayangan hitam itu berjalan menghampiri Merry yang enggan beranjak dari duduknya.


"Hm...Myzro...hai..." sapa bayangan hitam itu yang tak lain dan tak bukan adalah Keyzro Erdigo Guelinez.


"Eh...iya...hai..." sahut Merry tersenyum kikuk.


"Apa dia dengar semuanya ya?" Pikir Merry dalam hati.


"Mau makan daging?" Merry tersenyum tipis menutupi rasa bersalah.


"Mau...kebetulan juga, aku belum makan malam" Keyzro langsung mendaratkan bokong di kursi kayu.


"Selamat makan!!!" Seru Sean dan Thomas di ikuti oleh Mark, Keyzro juga Merry.


"Oh ya...berdoa dulu!" Kata Merry sembari mengangkat kedua telapak tangan.


"Akankah nona bisa melihatku suatu hari nanti??? Sungguh aku sangat menganggumimu nona..."


"Aku harap kita segera kembali bersatu..."


"Semakin menganggumimu Marry...andaikan waktu dapat diputar...aku ingin lebih dulu mengenalmu"


"Salah satu prilaku baikmu ini yang membuatku mengagumi dirimu...bahkan saat kamu disandera oleh ayahku...kamu masih mengingat Tuhanmu..."


"Sudah...sekarang boleh makan..." Merry tersenyum lebar sembari mengangkat sumpit."Eh...kenapa pada diam? Enggak mau makan?" Merry memandangi satu persatu wajah-wajah tampan yang ada di hadapannya kini.


"Hahhhh!!! Ya...ini mau makan...ya...yuk...yuk...makan..." Keyzro yang tersentak langsung mengangkat sumpit sembari menyenggol lengan kanan Sean.


"Hahhhh!!!" Sean melirik Keyzro sekilas.


"Makan..." bisik Keyzro.


"Hm..." Sean mengangguk dengan kaki di bawah meja sana menendang kaki Thomas dan juga Mark.


"Ishhh..." Mark dan Thomas kompak berdesis menahan sakit.


"Kenapa Thom? Bright?" Tanya Merry.


"Aku mau disuapin kamu!" Jawab Thomas.


"Dih...makan sendiri! Masih berfungsi dengan baik kan tanganmu itu!" Merry menunjuk tangan Thomas mengggunakan dua bola matanya.


"Pelit huh!!!" Gerutu Thomas.


"Ck...nih..." Merry langsung menyuapi Thomas potongan daging.


Happp...


Bukan mulut Thomas yang melahap potongan daging itu melainkan mulut Keyzro, sontak saja ulah Keyzro itu membuat Thomas meradang.


"Hei!!! Itu daging milikku! Kembalikan!" Sentak Thomas.


"Eummm..." Keyzro mengangkat kedua bahu nampak santai mengunyah, acuh tak acuh.


"Hei...kau ini masih belum sadar ya! Kau dan Marry kami sudah putus! Tidak ada hak bagimu untuk cemburu!!!" Tunjuk Thomas pada Keyzro.


Keyzro menunduk berhenti mengunyah mendengar perkataan Thomas.


"Thom!!!" Tegur Bright.


"Apa???" Sentak Thomas sembari beranjak dari kursi.


"Makan!" Titah Merry tegas menangkap pergelangan tangan Thomas.


"Aku sudah kenyang!" Sahut Thomas hendak pergi.

__ADS_1


"Kalian semua makan!!!" Suara Merry menggelegar bak guntur di malam hari.


"Hikkk..." Keempat pria tampan terduduk langsung makan dengan lahap.


"Nah...kan enak kalau makan tenang begini!" Kata Merry.


"Hai...hai...kami juga laper nih!" Sapa Chacha langsung duduk di kursi samping kanan tempat Merry duduk.


"Makanlah..." sahut Merry.


"Gue juga laper Mer..." rengek Inez datang bersama Darrel.


"Hm...dah...makan sampai perut kalian terisi penuh! Hehehe..." gurau Merry.


"Makasih..." ucap Inez.


Merry tak henti mengulum senyum di bibirnya memperhatikan satu persatu wajah para sahabat-sahabatnya, ia merasa sangat bahagia karena bisa merasakan arti kata persahabatan sejati.


Dulu ia sering dikhianati dan dikecewakan, siapa sangka kini ia dapat memiliki banyak sahabat yang tulus menyayangi dan mencintainya apa adanya.


"Ucap syukurku pada-Mu Ya Allah..." ucap Merry dalam hati.


Selesai makan malam, Merry dan yang lainnya mengangkat gelas berisi wine merayakan hari Natal untuk agama kepercayaan tiga pria bule yaitu Sean,Thomas dan juga Mark tak ketinggalan Darrel yang juga beragama kristen.


"Selamat natal!!!" Seruan ucapan selamat datang dari bibir Sean dan yang lainnya.


Ting Ting Ting


Suara dentingan gelas kaca mewakili perayaan Natal 2027.


"Merry...ultah lo udah lewat aja ya...sekarang umur lo 37 tahun tapi kayak cewek umur 17 tahun...hehehe" canda Chacha.


"Ngerayu lu mau apa hahh!!! Hehehe" celetuk Inez.


"Dih..." Chacha bergidik memutar bola mata malas.


"Ck...kalian berdua berantem mulu! Kapan akurnya sih?" Merry geleng-geleng kepala.


"Ogah gue akur sama dia!" Sahut Chacha.


"Hahaha...lo berdua ya...bener-bener deh..." tawa Merry.


Merry berdiri dari duduknya berjalan perlahan menuju gazebo, disana ia mengambil empat buah kotak berwarna-warni lalu memberikannya pada Mark terlebih dahulu.


"Terima kasih Bright...selalu sedia mengantar aku terapi..." ucap Merry tersenyum lembut.


"Sama-sama nona...dan terima kasih kadonya" sahut Bright memblushing.


"Hm..." Merry mengangguk beralih pada Sean dan Thomas."Ini untuk Sean...dan ini untuk Thomas...terima kasih kalian berdua selalu berada di samping aku pada masa-masa sulit"


"Sama-sama" Sahut Sean bersama Thomas menerima kado pemberian dari Merry.


"Dan...ini spesial untuk kamu Rel...thanks banget ya...karena kamu selalu ada untukku" kata Merry.


"Hm...aku yang berterima kasih Mer...kamu cewek paling tulus yang pernah aku kenal selama ini" Darrel tersenyum tipis.


"Maafkan aku Myzro..." desis Keyzro dalam hati mengingat ia tak pernah ada di samping Merry kala itu.


"Aku sih enggak natalan tapi boleh dong aku dapat kado!" Vero yang datang terlambat, ia merentangkan kedua tangannya melemparkan senyum dari jauh.


"Vero..." desis Merry lirih langsung berlari kepelukan Vero.


Brughhh


Merry memeluk Vero amat sangat erat.


"Maaf ya Mer...aku terlalu mencecar kamu waktu itu" ucap Vero.


"Hm...maaf juga karena selalu menyakiti hati kamu Ver..."


"Mer...mencintaimu itu pilihanku...aku sanggup menahan sakit apapun itu asalkan kamu bahagia..."


"Dasar..." Merry tersenyum memukul lengan kanan Vero setelah melepaskan pelukkannya.

__ADS_1


Selesai merayakan Natal, semua kembali ke rumah masing-masing kecuali Keyzro, ia kini berjalan-jalan di sekitar taman manssion bersama dengan Merry.


"Myzro..." Keyzro menghentikan langkah kakinya sejenak.


"Iya..." Merry membalikan badan menghadap Keyzro yang berdiri di belakangnya.


"Aku tahu Myzro...kata maaf tidak akan cukup menggantikan waktu yang terbuang karena kebodohanku setahun yang lalu...tapi..." Keyzro berjalan cepat menghampiri Merry lalu meraih kedua tangan Merry.


"Oppa..." desis Merry lirih.


"Tapi...aku tidak bisa menyerah begitu saja Myzro...aku masih mau menyatukan Myzro and Kymy agar kedua nama itu kembali bersatu..."


"Oppa...ini..." Merry hendak melepaskan tangannya yang digenggam oleh Keyzro.


"Jadi...Merry Reynata...Myzro artinya adalah Merry milik Keyzro...aku akan berusaha terus untuk meluluhkan hatimu...bersiaplah..." Keyzro mencium punggung tangan kanan Merry dengan lembut kemudian ia berlalu pergi.


"Aku harus apa oppa??? Sungguh disini aku masih belum bisa melupakanmu..." kata Merry dalam hati.


Flashback on...


"Hufff...capek banget Ian...jadwal lo bikin padat banget sih! Sampai gue enggak ada waktu ketemu Myzro" Keyzro mendesah lelah.


"Cuih...jijik gua! Bucin parah lo! Dah masuk sono! Gua mau ke minimarket dulu!" Sahut Dian berlenggang pergi.


"Huff...nyebelin banget sih tuh...bann...ciii..." Keyzro terperanjat melihat sosok yang sangat ia rindukan tengah menata makanan di meja makan.


"Oppa udah pulang...makan yuk!"


Brughhhh...


Keyzro langsung memeluk kekasihnya.


Adegan setelah makan malam bak drama Korea. Merry berbaring tengkurap di atas tubuh Keyzro, sembari memainkan jari jemarinya pada kerah kemeja milik Keyzro.


"Daya baterai drop nih Myzro..." rengek Keyzro.


"Dih...emang kamu hp apa? Hehehe"


"Isi daya dulu ya..." pinta Keyzro kembali merengek.


"Hm...caranya???" Tanya Merry pura-pura polos.


"Ih...kamu..." gemas Keyzro langsung menghujani ciuman di sekujur wajah Merry.


"Hehehe...geli oppa..." kekeh Merry.


"Tapi kamu suka kan?" Keyzro tersenyum smirk.


Terjadilah pergulatan l****h antara kedua insan yang dimabuk cinta.


Flashback off...


"Jujur...aku kangen kamu Kymy..." batin Merry.


"Aku akan mendapatkanmu kembali Myzro..." batin Keyzro.


Di dalam kamar masing-masing, dua manusia berhati lembut sedang larut dengan pemikiran rumit sebelum akhirnya mereka berdua terlelap.


Keesokan harinya...


"Duh...kenapa jadi kayak gini sih???" Gumam Merry dalam hati.


*


*


*


*


*


Maaf ya...jarang update karena lagi sibuk cari cuan untuk buku anak-anakku sekolah...

__ADS_1


Semoga kalian para pembaca masih setia disini ya...


See you next chapter😘❤❤❤


__ADS_2