Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
26


__ADS_3

Kesokan harinya kembali kegiatan syuting dilakukan, jika syuting di luar negri seperti ini pekerjaan para PU sedikit lebih ringan, begitu juga Merry yang hanya tinggal menunggu orang yang mengantar pesanan untuk mereka makan ataupun sekedar minum kopi, seperti sekarang ia menunggu di tepi jalan, menunggu seorang pengantar kopi untuk para kru, staf serta untuk para aktris dan juga aktor.


"Miss Merry?" Tanya seorang pengantar makanan pada Merry.


"Yes..." jawab Merry tersenyum lembut menerima beberapa kantong berisi kopi yang ia pesan lewat aplikasi online.


"The total is 390.45 Euros" kata si pengantar.


"Here...just take the change, thank you..." kata Merry memberikan 400 Euro pada si pengantar.


"You're welcome and thanks miss" sahut si pengantar.


"You're welcome" sahut Merry tersenyum ramah pada si pengantar kopi seorang pria bule dengan mata berwarna grey.


"So pretty..." gumam si pengantar dalam hati sembari memandangi punggung Merry hingga menjauh.


Merry berjalan menuju set lokasi syuting setelah mengambil pesanan dari si pengantar kopi tadi, dengan senyum menghiasi bibirnya ia membagikan pada semua orang disana, semua menerima kopi dari tangan Merry juga tersenyum ramah dan pekerjaan Merry pun berjalan dengan lancar...awalnya...sampai tiba ia memberikan kopi latte dingin pada Milan. Secara sengaja Milan membuat kopi dingin itu tumpah mengenai celana jins yang Merry kenakan membuat semua orang menoleh ke arah mereka berdua.


Byurrrrr


"Ups...sorry..." ucap Milan tersenyum licik.


"Iya enggak pa-pa..." kata Merry sembari membersihkan kopi dingin yang mengenai celana jins-nya.


Keyzro yang semula sedang duduk membaca skrip langsung berlari kecil menghampiri Merry.


"Myzro...eh...Merry...kamu enggak apa-apa?" Tanya Keyzro canggung.


"Iya oppa...eh...maksud aku mas Keyz..." Merry memaksakan senyum di bibirnya.


"Ian!!!" Panggil Keyzro pada Dian.


"Iya..." Sahut Dian menghampiri Keyzro dengan membawa satu pack tissu basah."Nih..." Dian memberikan tissu basah itu pada Keyzro.


Keyzro berlutut satu kaki lalu mengelap tumpahan kopi itu dengan penuh kelembutan.


"Oppa ngapain sih?" Sentak Milan kesal.


"Sudah aku bilang! Panggilan itu hanya untuk orang yang aku cintai, yang lain tidak boleh!" Sahut Keyzro tanpa melihat Milan sama sekali.


Glekkk


Merry menelan kasar slavinanya mendengar perkataan Keyzro.


"Lalu yang kemarin malam?" Batin Merry lirih.


"Cuaca disini berbeda dengan di Indonesia" kata Keyzro sembari berdiri."Kamu ganti celana saja ya...nanti sakit..." lanjut Keyzro tanpa sadar tangannya meraih tangan kanan Merry menggenggamnya sangat erat.


"Oppa...mas...itu..." Merry terbata-bata mendapatkan perlakuan manis dari Keyzro.


"Biar gue yang antar Merry ke kamarnya!" Kata Vero menghadang Keyzro yang hendak membawa Merry pergi.


"Berisik!" Sentak Keyzro hendak mendorong lengan kiri Vero.


"Aku bisa sendiri!" Kata Merry setengah berteriak ia melepaskan kasar tangan kiri Keyzro.


Drappp Drappp Drappp


Merry berlari menuju Hotel tanpa menoleh ke belakang, Keyzro hanya terdiam di tempat, ia tak sempat mengejar Merry karena Vero mendahuluinya.

__ADS_1


Grepppp


"Merry tunggu!" Vero menahan lengan kanan Merry.


"Lepas!" Kata Merry menyentak Vero.


"Mer...aku ada...aku disini! Apa kamu akan terus menerus menganggap aku enggak ada? Apa kurangnya aku? Sampai aku tidak bisa menggantikan dia?" Tanpa sadar Vero membentak Merry.


"Mas Vero..." Merry membalikan badan sedikit menongak ia berkata."Kamu ataupun dia terlalu sempurna untuk aku yang memiliki banyak kekurangan!"


"Hahhh???" Vero mengkerutkan kening tak mengerti.


"Kamu dan Keyzro sama-sama cowok yang di luar jangkauan aku...jadi...tolong...jaga jarak sama aku..." kata Merry mengepalkan tangan kanan menahan pedih di hati.


"Merry...aku mencintaimu jauh sebelum ini...aku sudah lama mencarimu, sekali saja...sekali saja berikan aku kesempatan untuk membuktikan seberapa layak kamu untuk ku miliki" kata Vero lirih.


"Mas!!!" Merry berteriak dengan deraian air mata."Aku perempuan pembawa sial! Jangan dekat-dekat sama aku!" Merry kembali berteriak di akhir kalimat.


"Apa???" Pekik Vero.


"Kalau mas Vero mau hidup bahagia tanpa kesialan...jangan dekat-dekat sama aku!" Kata Merry lalu kembali berlari.


"Apa maksud ucapan kamu Merry? Aku enggak ngerti..." gumam Vero.


Di kamarnya Merry membersihkan celana jins miliknya di westafel, selesai mencuci ia menjemur celana jins itu, ia menjemurnya di dalam kamar mandi. Ia memandangi wajahnya dari balik cermin besar, ia tidak mengerti mengapa? Dan Kenapa? Laki-laki sesempurna Keyzro dan Vero mencintainya? Siapa dia? Apa kelebihannya? Dia hanya seorang janda miskin. Kira-kira begitulah yang kini ia pikirkan.


"Sebenarnya apa yang dilihat dari gue?" Merry bertanya-tanya pada diri sendiri.


Selesai mengganti celana, Merry kembali ke set syuting untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pembantu umum. Meskipun ada kejadian tidak mengenakan, tapi...tidak menghambat jalannya syuting pagi ini.


Tanpa terasa tiba saat dimana semua orang yang terlibat dalam project Film untuk makan siang. Seperti biasa Merry menunggu di tepi jalan, sekitar 30 menit menunggu pesanan makanan pun datang.


"Oh yeah..." Merry tersenyum ramah.


"The total is 1500 Euros, here's the receipt" kata si pengantar sembari memberikan beberapa paperbag berwarna coklat pada Merry.


"OK, thank you..." sahut Merry sembari memberikan uang 1500 Euro.


"Miss...sorry...can I introduce myself?" Tanya si pengantar malu-malu.


"Yes...of course..." jawab Merry.


"What's Miss's name?" Kembali si pengantar bertanya namun kini wajahnya terlihat sekali merah padam seperti kepiting rebus.


"Call me Merry..." jawab Merry mengulurkan tangan kanan pada si pengantar.


"I'm Thomas..." si pengantar makanan yang tampan rupawan itu menyambut hangat uluran tangan dari Merry.


"Well Thomas nice to meet you..." kata Merry


"Me too..." sahut si pengantar tampan yang mengaku bernama Thomas.


"Can we meet again?" Tanya Thomas tanpa melepaskan genggaman tangannya.


"Maybe yes maybe no...hehe" jawab Merry tertawa kecil.


"I hope as long as you order food I will deliver it" kata Thomas tersenyum manis menatap wajah Merry.


"I'm not good at speaking English, only up to here I understand, do you mind if you chat using google translate? Hehehe..." kata Merry.

__ADS_1


"Yes...Sure...as long as I can meet you, how are we going to talk later? I will do anything to be able to have a casual talking with you..." sahut Thomas.


"Okay...see you later..." Merry kembali melempar senyum lalu berjalan dari hadapan Thomas.


" I want to meet you again soon" gumam Thomas."See you later miss pretty!!!" Teriak Thomas senang.


"Hmm..." Merry mengangguk.


Kembali pada pekerjaan Merry sebagai PU, ia kini sedang menemani sang ayah angkat. Dia selain mengurus makanan untuk para kru, ia juga bertanggung jawab penuh untuk sang ayah agar tetap teratur makan juga minum obat. Seperti sekarang ini dengan telaten ia menyiapkan obat yang biasa diminum oleh Hamif.


"Makasih sayang..." ucap Hamif.


"Iya sama-sama" sahut Merry sembari menata makanan di meja."Selesai makan jangan lupa minum obatnya ya pak..." kata Merry.


"Iya baweelllll..." sahut Hamif menahan senyum.


"Huh...tapi bapak sayang kan sama aku? Walaupun aku bawel...hehehe" kata Merry tertawa renyah.


"Iya...sayang banget sama putri bapak yang bawel ini!" Hamif mencubit gemas hidung mungil milik Merry.


"Ya udah...aku mau ngerjain yang lain ya pak..." pamit Merry lalu pergi.


"Jaga kesehatan ya nak...jangan terlalu lelah!" Kata Hamif membelai sayang pucuk kepala Merry.


"Hmm..." Merry mengangguk.


Dari kejauhan ada tiga orang pria mengawasi Merry, mereka bertiga bertubuh kekar dan terlihat agak sangar.


"Iya tuan...dia ada di negara ini..." kata salah satu pria yang sedang menelpon seseorang.


"Awasi dia baik-baik dan kirim makanan untuknya, makan sore dan malam, berikan dia makanan terenak, jaga dia baik-baik!" Sahut suara pria dari seberang telpon.


"Baik..." ucap pria tinggi dengan tangan kiri penuh gambar tato naga.


Sementara Merry tidak mengetahui jika ada yang mengawasinya, ia terlihat santai mengerjakan pekerjaannya. Selain tiga pria yang mencurigakan ada dua orang pria lain yang juga mengawasi Merry dalam diam. Mereka adalah Keyzro dan Vero, mereka sama-sama hanya memandangi Merry dari kejauhan tanpa berani mendekat, mereka berdua kompak tidak ingin mengganggu Merry.


"Apa maksud ucapannya ya?" Batin Vero.


"Aku sangat ingin memelukmu...kini aku tahu alasan kamu menolakku..." Keyzro menunduk sedih berkata dalam hati.


Flashback on


Dua jam sebelum syuting...


Keyzro memijat keningnya kala mendengar cerita dari Dian.


"Jadi maksud lo dulu mantan suami Myzro mengatai dia perempuan pembawa sial? Karena itu Myzro menolak gue?" Tanya Keyzro pada Dian.


"Itu sih gue tahu dari Chacha..." jawab Dian mengangguk.


"Myzro dan Kymy...aku pastikan dua nama itu bersatu!" Kata Keyzro menggebu-gebu mengepalkan tangan kanannya.


Flashback off


Tanpa terasa syuting selesai lebih awal membuat seluruh kru dan para staf lainnya bernafas lega. Semua kembali ke kamar mereka masing-masing. Begitu juga Merry yang kini sedang berada di dalam lift.


"Ini kok jadi begini???" Batin Merry.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2