
Di kamar Hotel Keyzro masih terdiam sembari memandang laut lepas yang terlihat dari balkon, ia merasa hancur saat ini karena tak mampu melindungi wanitanya, akan disebut apa seorang pria yang tak mampu menepati perkataannya. Padahal ia sudah berjanji pada Reynata anak pertama Merry, ia berjanji akan menjaga Merry dan tak akan membiarkan ia terluka tapi kenyataannya karena dirinya lah kini Merry terbaring koma.Bahkan Dokter tak bisa memastikan kapan kiranya Merry akan terbangun dari tidur panjangnya.
"Kasihan banget sih lo Keyz...baru pertama kali lo jatuh cinta malah banyak banget masalah internal di jalan hubungan lo ini...miris..." kata Dian dalam hati.
"Lo istirahat aja Ian...gue mau sendiri" kata Keyzro masih memandang laut.
"Hm...ya sudah..." sahut Dian kemudian keluar dari kamar.
Keesokan paginya di rumah sakit, Vero datang dengan membawa team medis dari Amerika untuk memastikan pemulihan Merry Reynata, Hamif sempat terdiam mematung kala team medis itu mengganti seluruh alat-alat rumah sakit dengan peralatan medis yang mereka bawa. Setelah selesai memasang alat-alat tersebut, seorang Dokter bermata sebiru lautan menghampiri Hamif yang duduk tak jauh dari Bed Hospital tempat Merry masih tertidur disana.
"Permisi tuan...saya Dokter Gearald Mickey, saya yang akan bertanggungjawab untuk pasien yang bernama Reynata, saya sudah mendapatkan ijin dari asosiasi Dokter Indonesia mengenai pengalihan penanganan pasien" kata Dokter bule itu memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris.
"Oh...Eh...maksudnya?" Hamif termenung melirik Vero yang nampak sangat bersedih duduk di samping Bed Hospital.
"Tuan Vero yang mengirim kami pak, dia sangat terpukul dengan keadaan pasien saat ini, mohon pengertian anda pak..." kata Gearald Dokter tampan, seakan mengerti arti lirikan penuh tanda tanya milik Hamif.
"Baiklah...mohon bantuannya Dok..." ucap Hamif mengulurkan tangan.
Nampak lima team medis nampak sibuk memeriksa keadaan Merry. Seorang team medis pria menghampiri Gearald lalu berbisik."Pasien seperti mengalami penggumpalan darah di otak Dok, itu yang membuat ia sampai sekarang tak juga siuman"
"Hmm...bagaimana dengan alat vital pasien?" Tanya Gearald.
"Alat vital pasien berfungsi dengan baik Dok...tapi sepertinya ia rutin meminum suplemen tulang, jadi tubuh pasien cukup kuat untuk menjalani operasi kedua" jawab team medis pria itu sembari menulis catatan.
"Baik...kita akan melakukan tindakan operasi malam ini juga...beritahu tuan Vero" kata Gearald.
Gearald kembali menghampiri Hamif."Pasien mengalami penggumpalan darah di otak, ini baru dugaan kami akan melakukan Ct scan terlebih dahulu" kata Gearald sembari duduk di sisi kiri Hamif.
Sekedar informasi CT scan kepala adalah
Computed tomography (CT) scan pada kepala adalah metode diagnosis menggunakan prosedur pencitraan (imaging) dengan bantuan X-ray khusus untuk menghasilkan gambar otak secara horizontal. CT scan jenis ini dapat memberikan informasi yang lebih detail mengenai jaringan dan struktur otak daripada metode diagnosis lainnya. Kira-kira seperti itu prosedur yang harus dijalani sebelum melakukan bedah kepala.
"Apa akan berakibat buruk untuk putri saya Dok?" Tanya Hamif dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
"Efek samping terburuknya adalah pasien akan kehilangan sebagian memori ingatannya pak, karena bisa saja kami juga membedah saraf otak pasien, yang kami takutkan adalah gumpalan darah itu sangat dekat dengan saraf arteri yang menghubungkan ingatan pasien" jawab Gearald.
"Hiks...haruskah putriku mengalami hal ini Ya Allah...hiks...hiks...putriku..." Hamif mengusap kasar wajahnya menangisi nasib putri kesayangannya itu.
Meski tak mengerti apa yang dikatakan oleh Hamif. Gearald menepuk-nepuk pundak Hamif mencoba memberi kekuatan disana.
"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien" hibur Gearald pada Hamif.
"Pak Hamif...boleh saya bicara berdua dengan bapak saja?" Kata Vero langsung duduk di depan Hamif.
__ADS_1
"Kami permisi" pamit Gearald memberikan kode mata pada lima team medis yang lainnya.
Suasana canggung nampak setelah kepergian Gearald dan para team medis. Vero nampak kesulitan mengutarakan apa yang ingin ia katakan sampai tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam ruangan.
"Ngapain lo disini Ver?" Tanya seorang pria dengan nada sarkastik.
"Pak...dari tadi saya diam karena takut apa yang akan saya katakan akan membebani pikiran bapak" kata Vero mengabaikan kehadiran pria itu.
"Maksud nak Vero?" Tanya Hamif masih basah wajahnya karena tadi menangis.
"Saya mohon ijin bapak untuk mendekati putri bapak...Merry" Vero menjawab seraya melirik Keyzro pria yang tadi bertanya padanya.
Greepppp
Keyzro mencengkram kuat kerah kemeja Vero."Maksud lo apa hah!!!" Sentak Keyzro.
"Tunggu sebentar Keyz...jangan berisik ini rumah sakit!" Kata Hamif mengingatkan kedua pria dewasa ini untuk tidak membuat keributan.
"Ayah...tapi..." Keyzro terpaksa melepaskan Vero lalu terduduk lesu.
"Dengarkan bapak kalian berdua..." Hamif menoleh pada Vero dan Keyzro secara bergantian.
"Ayah...ayah tahu bukan? Kalau aku sangat mencintai Merry? Jadi ku mohon ayah...jangan berikan ijin pada pria lemah ini! Yang hanya bisa berlindung di balik ketiak ibunya" kata Keyzro geram.
Keyzro mengingat apa yang ia pikirkan kala mengetahui jika Naila begitu saja bisa lolos dari jeratan hukum.
Flasback on
Dalam perjalanan kembali ke Hotel Dian dan Keyzro sedikit berbincang mengenai Naila yang lolos dari jeratan hukum dan berhasil kabur melarikan diri.
"Tadi lo bilang cuma ada satu Keluarga yang bisa melawan Keluarga Naila? Siapa dia?" Tanya Dian sembari tetap fokus menyetir.
"Oh...dia..." Keyzro terdiam untuk sepertiga detik."Keluarga besar Vero...kau tahu dia sebenarnya anak dari Martha JD, pemilik perusahaan kosmetik berkelas Internasional bahkan dia dan sang suami Jensen F Dison pernah masuk majalah Forbes, lo tahu kan majalah itu hanya akan menampilkan tokoh-tokoh utama yang memiliki harta kekayaan tak terhitung? Vero adalah anak pertama dari dua bersaudara"
"Wht the f**k!!! Gila!!!" Pekik Dian berdecak kagum.
Flashback off
Keyzro terdiam sesaat kala Vero mengatakan apa yang terbesit dibenaknya.
"Jadi benar...jika Vero adalah orang yang membuat Naila dan Bara sekarat di lapas!" Batin Keyzro.
"Saya serius dengan segala ucapan saya pak...saya mencintai putri bapak bahkan dari 17 tahun yang lalu sampai sekarang saya masih mencintai dia" kata Vero beralih menatap Hamif.
__ADS_1
Hamif memijat keningnya merasa sakit kepala mendengar perkataan yang tak masuk akal yang keluar dari bibir Vero.
"Tunggu nak Vero! 17 tahun yang lalu umur kamu kan baru 10 tahun, bagaimana bisa kamu sudah jatuh cinta sama putri bapak di usia semuda itu?" Hamif mengkerutkan alis bingung.
"Meski umur saya masih sangat kecil tapi saya tetaplah seorang pria kala itu pak...saya mencintai putri bapak karena kebaikan hatinya" sahut Vero.
"Bapak masih tidak mengerti..." kata Hamif semakin bingung.
Vero tersenyum sembari berdiri lalu berjalan perlahan menghampiri Bed Hospital.
"Karena dia...malaikat tanpa sayap pak...dia menyelamatkan aku juga menyelamatkan perusahaan milik keluarga ku yang hampir saja jatuh ke tangan paman kedua ku" kata Vero membelai sayang pucuk kepala Merry.
"Hadeuuuhhh...belum habis Keyzro yang coba deket sama Merry sekarang Vero...putriku ini memang luar biasa" batin Hamif tersenyum miris memandang wajah Merry.
"Bangun Myzro...aku tidak ingin kehilanganmu ataupun kalah dari manusia ini" kata Keyzro dalam hati.
"Setelah kamu bangun...akan aku pastikan kamu menjadi milikku seutuhnya...kak Mer...malaikat tanpa sayap..." batin Vero tersenyum lirih.
To be continue
Perjalanan hidup tak selamanya menemui kemudahan...adakala dimana kita harus melewati jalan berbatu ataupun berduri
Seperti pagi berganti malam dan malam berganti kembali menjadi pagi yang indah
Seperti itulah kehidupan...
Kadang suka...
Kadang duka...
Jangan pernah berpikir bahwa kita adalah manusia paling menderita hanya karena cobaan tanpa henti menghampiri ataupun hadir dalam perjalanan hidup kita...
Boleh saja merasa sedih tapi jangan terpuruk ataupun menyalahkan Tuhan...
Karena kita tidak akan tahu...
Skenario apa yang nanti akan jadi akhir dari cerita kehidupan yang menyakitkan...
Rasa sakit jadikan sebagai pelajaran bukan dijadikan pelampiasan kekesalan...
Karena pengalaman buruk akan membuat kita jauh lebih bisa menjadi manusia yang lebih bersyukur agar tidak terpuruk dan kufur...
Percaya pada Tuhan...
__ADS_1
Dia-Lah...sebaik-baik-Nya Pengatur kehidupan...