Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 3 bab 8


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu, tanpa terasa Bright sudah dua pekan berada di Paris-Prancis. Seperti yang ia janjikan pada Merry, ia bekerja dengan sangat giat di Perusahaan milik Charles Veth. Hari-hari ia lalui seorang diri, kesepian amat sangat terasa, mengingat ia juga cukup akrab dengan keempat anak-anaknya Merry. Selama tiga tahun menjadi supir pribadi Merry Reynata, ia sudah sangat dekat dengan anak-anak cantik-cantik dan tampan-tampan. Terlebih dengan Rasya, ia seperti ayah dan anak jika sudah bersama Rasya, Rasya yang memiliki kekurangan karena terlambat berbicara, Bright mengajari Rasya bahasa Inggris setiap harinya, hingga kini tanpa sepengetahuan Merry. Rasya lebih nyaman berbahasa Inggris daripada menggunakan bahasa Indonesia.


"Hello uncle...how are you?" Sapa Rasya di panggilan video.


"Hello son...i am good and you?" Sahut Bright tersenyum ramah.


"I'm not well uncle, I really miss you" jawab Rasya.


"Oh yeah? Hahaha... you make me touch son..." kekeh Bright.


"Really... I'm serious uncle, it's lonely here without you..." ujar Rasya.


"Hm... how's your mother son? Is he okay?" Tanya Bright.


"He's good, even very good because it looks like he's getting married soon..." jawab Rasya mengangkat kedua bahu seakan malas membahas tentang ibunya.


"That's good..." ucap Bright.


"You really don't mind my mother's marriage?" Tanya Rasya.


"I love her my way son, you don't know adult life..." jawab Bright tersenyum tipis.


"Alright... take care of yourself uncle, I have to go to school..." pamit Rasya.


"Okay... take care... take care of yourself too son..." sahut Bright.


Ketika panggilan video berakhir Bright menyandarkan punggungnya di kursi putar. Ia memandang ke langit malam, karena disana sudah malam hari. Sekilas terlintas bayangan wajah Merry yang sedang tersenyum di langit malam kota Paris.


"Aku merindukanmu nona..." gumam Bright sendu.


Sementara di Indonesia...


"Hacuuuhhhh..." Merry menutup mulut dan hidungnya dengan kedua telapak tangan.


"Kamu sakit Myzro?" Tanya Keyzro cemas.


"Tidak..." Merry menggeleng cepat.


"Kita foto prewed besok saja kalau kamu nggak enak badan..." Keyzro menggenggam kedua tangan Merry.


"I am good...really..." Merry tersenyum manis.


"Hahh...aku memang sangat menginginkan pernikahan ini...tapi aku tidak ingin memaksa kamu Myzro..." Keyzro mendesah sembari merengkuh tubuh mungil kekasihnya.


"Hehehe...Kymy sudah dewasa ya..." kekeh Merry.


"Myzro...umurku sudah 29 tahun, tentu aku sudah dewasa!" Protes Keyzro.


"Eleh...eleh...pacar siapa sih ini? Kok ganteng banget padahal lagi ngambek..." kata Merry menggoda Keyzro.


"Pacarnya Merry Reynata...hehehe" kekeh Keyzro.


"Hm..." Merry tersenyum simpul.


Set pemotretan prewedding outdoor di sebuah taman bunga di bilangan puncak Bogor sudah siap digunakan. Merry memakai baju pengantin terusan dengan lengan panjang berwarna putih sedangkan Keyzro memakai tuxedo hitam berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu.


Mereka berdua nampak serasi meski perbedaan umur mereka terpaut sembilan tahun. Usia Merry sembilan tahun lebih muda dari Keyzro akan tetapi saat mereka berdua disandingkan tidak terlihat perbedaan usia dari raut wajah keduanya, entah Merry yang terlihat awet muda atau Keyzro yang terlihat lebih tua?


Selesai Pemotretan prewedding, Merry dan Keyzro kembali ke Apartemen, mereka berdua memutuskan menghabiskan malam berduaan saja dalam Apartemen milik Keyzro karena seminggu kemudian mereka berdua tidak boleh bertemu, sudah menjadi tradisi di Indonesia jika pasangan yang hendak menikah tidak diperbolehkan sering-sering bertemu, sebutan untuk tradisi itu ialah dipingit.


"Bagaimana hariku selama seminggu kemudian jika tidak melihat wajahmu...bahkan panggilan video juga nggak boleh...hiks..." rengek Keyzro memeluk pinggang ramping Merry dengan dagu bersandar di bahu kiri Merry.

__ADS_1


"Ck...katanya udah dewasa...masa masih merengek macam anak kecil saja! Hehehe..." kekeh Merry.


"Aishhh...Myzro...ih..." makin menjadi Keyzro kini menggelitik ceruk leher Merry.


"Hahaha...geli Kymy...hahaha..." tawa Merry.


"Masih berani menggoda aku? Hah...hihihi..." Keyzro terus menggelitik Merry sampai berakhir pada keadaan menegangkan.


Kedua mata bertemu satu sama lain, wajah kedua insan yang dimabuk asmara berdekatan hampir tak ada jarak.


Keyzro menarik tengkuk Merry, memiringkan sedikit kepalanya ke sisi kiri dan...


bipp bipp bipp


Suara seseorang tengah menekan kata sandi pada pintu Apartemen membuat mereka berdua terlonjak kaget.


"Ehem...aku akan lihat siapa yang datang" dehem Keyzro karena merasa canggung.


"Hm..." Merry mengangguk.


Keyzro berjalan perlahan menuju pintu masuk. Didapati disana depan pintu sudah ada sang ibu yang membawa koper besar.


"Ibu...kau..." cicit Keyzro.


"Iya...ini ibumu...sini kau anak durhaka!" Sentak Kim Mi Rae.


"Eh...ada apa ini?" Keyzro nampak kebingungan dengan amarah dari sang ibu.


Cllekkkk


Ada orang lain lagi yang masuk ke dalam Apartemen.


"Ayah...kau juga ada disini?" Keyzro memiringkan kepala ke sisi kanan.


Bughhh...


"Kau mau menikah tanpa bilang-bilang sama kami hah!!!" Sentak Jhonatan ayah Keyzro setelah meninju putranya.


"Ishh...sakit yah!" Keyzro meringis kesakitan.


"Mana calon menantu ku?" Mi-rae masuk ke dalam ruang tamu tanpa permisi.


Merry menengang takut akan kehadiran Kim Mi Rae. Ia terdiam duduk di tempatnya.


"Huff..." Mi-rae menghela sejenak melihat raut wajah ketakutan Merry."Kemarilah..." titahnya sembari merentangkan kedua tangan.


Merry menangis haru sebelum menghamburkan tubuhnya dalam pelukan Mi-rae.


"Sst...jangan menangis...nanti cantiknya hilang..." hibur Mi-rae melepaskan pelukan sejenak lalu membelai sayang kedua pipi Merry."Mianhae.. naega geudong-an neohante mobsseul jis-eul haess-eo... geulaedo neon nae adeul-eul nampyeon-eulo bad-adeul-igo sip-eohae"


(Maafkan aku...aku selalu bersikap buruk padamu selama ini...akan tetapi kau masih mau menerima putraku sebagai suamimu) ucap Mi-rae.


"Ajumma geuleonmal hajima..." (jangan berkata seperti itu, bibi...) sahut Merry.


"Yeogi...i paljjileul dangsin-ege dollyeodeulibnida...dangsin-eun igeos-eul bad-eul jagyeog-i issgi ttaemun-e..." (Ini... ku kembalikan gelang ini, kau pantas mendapatkannya...) Mi-rae memakaikan gelang giok berwarna hijau pada pergelangan tangan kanan Merry."Nae adeul-eun dangsingwa gat-eun milaeui anaeleul gajneun geos-i maeu un-i johseubnida..." (Anakku sangat beruntung memiliki calon istri seperti dirimu...) Mi-rae tersenyum tulus membelai sayang pucuk kepala Merry.


"Goomawo ajumma..."(Terima kasih Tante...) ucap Merry.


"Ajummalago hajima..." protes Mi-rae.


"Geulaeseo? eotteon ileum-eulo bulleoya halkkayo?" (Lalu? Aku harus memanggilmu dengan sebutan apa?) Tanya Merry bingung.

__ADS_1


"Eommalago bulleojwo..." jawab Mi-rae.


Senyuman manis terbit di bibir indah Merry, mendengar perkataan Mi-rae sangat menyentuh hati kecilnya.


"Ne eomma..." (Iya ibu...) kembali Merry memeluk Mi-rae kali ini ia memeluknya dengan perasaan bahagia yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata.


"Kali ini...kau harus percaya pada ibumu...dia benar-benar menerima Merry bukan karena Merry adalah anak kandung Georgio tapi...karena dia benar-benar wanita yang sangat baik hati..." Jhonatan menepuk pundak kanan Keyzro.


"Hm...semoga saja ayah benar..." sahut Keyzro.


Kedua orang tua Keyzro memutuskan untuk menginap di Apartemen Keyzro, dan mereka pun naik ke lantai dua untuk beristirahat, sedangkan Keyzro dan Merry kembali melanjutkan apa yang tertunda tadi.


"Hahh...huff...sudah..." Merry mengambil nafas banyak-banyak.


"Hehehe...maaf..." kekeh Keyzro.


Merry menekuk wajah cemberut karena Keyzro tidak memberi jeda pada ciuman panas mereka. Itu membuat ia kesulitan bernapas sampai kedua pipi Merry memerah.


"Aku mau pulang!" Kata Merry merajuk.


"Hm...marah?" Keyzro membelai lembut bibir Merry yang basah karena perbuatannya.


"Nggak..." Merry memalingkan wajah.


"Bener?" Keyzro menaikan satu alis tersenyum smirk.


"Tau ah...nyebelin!" Merry berdiri hendak pergi.


Greppp


Keyzro memeluk Merry dari arah belakang."Jangan marah...aku minta maaf ya...hm..." ucap Keyzro.


"Ck...sudahlah..." Merry memutar bola mata.


"Yuk! Aku antar kamu pulang!" Ajak Keyzro menggenggam tangan kiri Merry.


"Oh ya...ayah dan ibu..." Merry menoleh ke anak tangga.


"Mereka sudah tidur..." sahut Keyzro.


Dan...


"Isstt...anakmu itu ya...sama sepertimu!" Omel Mi-rae geram.


"Hm...aku lagi yang salah sih!" Protes Jhonatan.


Tanpa Merry dan Keyzro sadari, Mi-rae bersama sang suami Jhonatan mengintip keintiman mereka berdua. Akan tetapi alih-alih menghentikan kegiatan panas putra mereka, kedua orang tua Keyzro justru asik menonton siaran langsung Myzro And Kymy.


***


***


**


See you next chapter...


Hanya gambar visual ya guys...silahkan berimajinasi sesuka kalian guys...see you...💜



__ADS_1



Bye bye...😘❤️💜


__ADS_2