
Pukul 09:00 PM waktu setempat, Merry Reynata masih dalam kondisi yang sama seperti kemarin, ia masih saja tidak membuka kedua matanya membuat Vero termenung tanpa kata, untuk pertama kalinya dalam hidup Vero ia jatuh cinta pada seorang gadis remaja yang dulu menolongnya, meski merasa takut akan keadaan Merry nanti pasca operasi kedua yang akan dilakukan malam ini. Ia tetap berusaha tegar menyembunyikan rasa takut di balik senyuman.
"Serahkan pada kami tuan Vero!" Kata Gearald menepuk pundak kanan Vero sebelum masuk ke dalam ruang operasi.
"Aku serahkan wanita ku padamu Gearald!" Sahut Vero tersenyum tipis.
"Tolong selamatkan putriku...snfff..." lirih Hamif mengusap kasar bulir-bulir bening yang menetes membasahi wajahnya yang sudah menua.
Gearald mengangguk dengan senyuman tipis ia pun masuk ke dalam ruang operasi.
Lampu tanda operasi sudah dimulai, Gearald mulai memberi intrupsi pada kelima team medis yang membantunya dalam operasi kali ini.
"Merry Reynata...usia 37 tahun, pembedahan penggumpalan darah di otak kiri, operasi memakan waktu 3 jam 45 menit, akan ada operasi saraf arteri jika diperlukan! Benar!" Kata Gearald menggunakan bahasa Inggris.
"Iya..." sahut kelima team medis.
"Pisau bedah!" Titah Gearald kemudian.
Suara-suara alat medis yang terpasang serta alat-alat yang digunakan untuk membedah bersahutan bak melodi yang menegangkan di adegan syuting film action.
Sementara di ruang tunggu Keyzro yang masih kesal dengan keputusan Hamif hanya bisa mendesah, sekarang ini ia hanya bisa pasrah dengan keadaan. Ketika Merry sadar dari koma, ia akan menyerahkan segala keputusan pada Merry. Ia juga berjanji dalam hati akan menerima apapun keputusan Merry.
Flashback on
"Semua kita serahkan pada Merry keputusan akhir, bapak memberi kamu ijin untuk mendekati putri bapak tapi semua kembali kepada putri bapak sendiri, siapapun yang akan ia pilih, kalian harus menerima semua keputusan Merry, mengerti!" Kata Hamif begitu Vero dan Keyzro duduk di tempat masing-masing.
"Baik ayah..." sahut Keyzro menunduk sedih.
"Terima kasih pak Hamif..." ucap Vero menyunggingkan senyum menatap wajah cantik Merry Reynata.
Flashback off
Dian datang terlihat sangat tergesa-gesa ia menghampiri Keyzro yang sedang duduk dengan menundukan kepala. Hamif menyadari kedatangan Dian segera berdiri dari duduknya.
"Ada apa Ian?" Tanya Hamif.
"Pak gawat! Tersiar kabar di media jika Merry meninggal dunia karena wanita gila yang mengejar Keyzro, sekarang ini berdatangan komentar-komentar negatif untuk Keyzro, netizen menyalahkan Keyzro yang bermain-main dengan wanita biasa sehingga wanita itu celaka" kata Dian mengkerutkan alis.
"Kenapa sampai bisa ada masalah sebesar itu?" Tanya Vero gusar.
"Gue juga enggak tau Ver? Pokoknya inti dari masalah ini adalah produser ibu Hernandez dipaksa oleh para investor untuk mengeluarkan Keyzro dari project film ini!" Sahut Dian.
"Apa-apaan mereka?!" Pekik Hamif geram.
"Keyz...gimana menurut lo?" Tanya Vero menatap simpati pada Keyzro.
"Aku pasrah saja..." jawab Keyzro berdiri lalu pergi.
__ADS_1
"Belum tuntas perasaan bersalah, datang lagi masalah yang lebih menguras perasaan" kata Hamif lirih.
Keyzro berjalan terus tanpa menoleh ke belakang, ia seperti robot yang hanya bergerak maju tanpa tujuan. Sampai tiba ia di sebuah masjid, ia menatap bangunan masjid sederhana itu dengan tatapan sendu.
"Ya Allah...aku malu menemui-Mu..." gumam Keyzro lirih.
"Temuilah Dia nak...Dia Sang Maha Pemurah lagi Maha Pemaaf...tidak ada satupun dosa manusia yang tidak diketahui oleh-Nya, namun ia akan menyambut siapa saja yang datang untuk menemui-Nya..." kata seorang pria berkopiah menepuk bahu kanan Keyzro.
Keyzro menoleh ke belakang lalu kembali menunduk setelah melihat sekilas wajah pria yang memberinya petuah.
"Aku tidak memiliki agama pak dan lagi...aku malu jika tiba-tiba saja menemui Tuhan yang tak pernah ku temui" kata Keyzro.
"Hmm...maka masuklah ke dalam agama Tuhan yang ingin anak muda ini temui..." kata pria itu tersenyum tipis.
"Bolehkah aku masuk? Sedangkan aku sama sekali tidak pernah menemui-Nya?" Tanya Keyzro.
"Islam membuka pintu untuk siapa saja yang ingin masuk ke dalamnya maka hanya perlu keteguhan dan keyakinan dari dalam sini yaitu dalam hatimu jika kamu ingin masuk ke dalam Islam, dan...Islam tidak pernah memaksa karena agama Islam adalah agama yang tidak akan memaksa" jawab pria itu sembari berjalan masuk ke dalam masjid.
Keyzro terdiam di tempat sampai ada suara merdu yang terdengar dari dalam masjid, perlahan-lahan ia melangkahkan kaki masuk ke dalam masjid, suara merdu nan menenangkan ternyata datang dari pria yang tadi berbincang dengannya.
"Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..." salam pria itu setelah selesai mengaji.
"Wa...wa...wa'alaikumsalam..." sahut Keyzro ragu-ragu.
Pria itu tersenyum sembari menepuk-nepuk lantai seakan menyuruh Keyzro agar duduk di sebelahnya.
"Tentu tidak..." sahut pria berkopiah itu.
"Aku ingin menceritakan sesuatu, sebelum masuk ke dalam Islam" kata Keyzro.
Pria itu mengangguk tanda setuju.
Keyzro menceritakan secara detail apa yang terjadi belakangan ini tentang ia dan wanita yang sangat ia cintai, pria itu mendengarkan dan mencerna dengan seksama apa yang diceritakan oleh Keyzro.
"Apa anak muda ini mau masuk ke dalam Islam hanya karena wanita itu?" Tanya pria itu.
"Hm...karena dia sangat yakin pada Tuhan-nya" jawab Keyzro menganggukan kepala.
"Maka kamu tidak diperbolehkan masuk ke dalam Islam" kata pria itu.
Keyzro menoleh cepat sesaat setelah menundukan kepala."Kenapa?" Tanya Keyzro.
"Syarat masuk ke dalam Islam ada 2, pertama menyakini Tuhan itu satu dan menyakini nabi Muhammad adalah utusan Allah...jadi jika kamu ingin masuk Islam hanya karena seorang wanita maka kamu tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam Islam" jawab pria itu.
"Assalammu'alaikum ustadz Zikir..." salam seorang jemaah lalu mencium punggung tangan pria yang tadi mengobrol dengan Keyzro.
"Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh" pria yang ternyata seorang ustadz itu menjawab salam menyunggingkan senyum di bibirnya.
__ADS_1
"Siapa dia ustadz? Ganteng banget?" Tanya jemaah pria sembari melirik Keyzro.
"Nah...ini contohnya...perkenalkan ini salah satu contoh, orang yang masuk Islam karena menyakini Allah bukan karena mengikuti keyakinan orang lain" kata ustadz Zikir tersenyum simpul pada Keyzro.
"Maaf ustadz..." ucap Keyzro menunduk malu.
"Anak muda ini namanya siapa? Maaf karena saya tidak sopan belum sempat menanyakan nama anda" tanya ustadz Zikir.
"Keyzro..." jawab Keyzro masih menundukan kepala.
"Hm...nak Keyz...ini adalah Leonard Alfatah, dia seorang mualaf yang masuk ke dalam Islam karena Lillahi Ta'ala..." kata ustadz Zikir menepuk bangga punggung jemaah pria yang ternyata adalah muridnya.
Keyzro menoleh pada pria jemaah itu lalu mengulurkan tangan.
"Keyzro!"
"Fatah!"
Mereka berdua berjabat tangan seraya melempar senyum.
"Jadi lo mau masuk Islam?" Tanya Leonard Alfatah.
"Hmm..." Keyzro mengangguk.
"Pertama lo harus yakin dulu Allah itu nyata, cara agar lo yakin kalau Allah itu nyata sangat mudah, cukup lo menyakinkan hati lo jika Allah itu nyata" kata Fatah.
"Bisa seperti itu?" Tanya Keyzro bingung.
"Bisa...buktinya gue, baru sehari gue yakini Allah itu nyata dalam hati gue, gue jadi yakin memilih Islam" jawab Fatah.
"Begitu ya?" Gumam Keyzro."Aku akan menyakini hatiku dulu, setelah itu pasti aku akan menemui-Nya disini" lanjut Keyzro seraya berdiri.
"Iya...kami siap menunggu..." kata ustadz Zikir.
"Aku permisi...assalammu'alaikum" pamit Keyzro memberi salam lalu pergi.
"Menurut ustadz dia akan balik kesini?" Tanya Fatah.
"Pasti dia akan kembali kesini" jawab ustadz Zikir tersenyum memandangi punggung Keyzro.
To be continue
***Islam mengajarkan kebaikan itu yang pasti
Dan...tidak ada yang namanya paksaan dalam Islam...
Islam agama yang damai..
__ADS_1
Maka hanya perlu mendamaikan hatimu jika ingin masuk ke dalam Islam***...