
Kesokan harinya Mi-Rae kembali ke Korea diantar oleh Keyzro dan juga wanita muda yang bernama Yoo Na. Mi-Rae tersenyum penuh kemenangan kala melihat kemesraan Keyzro dan juga Yoo Na, ia merasa lega karena melihat putranya sudah melupakan wanita yang ia anggap tak sederajat dengannya.
"Ibu pulang ya...jaga Yoo-Na, kamu tidak ingin kembali kehilangan dia kan?" Pamit Mi-Rae dengan petuah di dalamnya.
"Hm..." Keyzro mengangguk.
"Bibi pulang ya...jaga dirimu..." Mi-Rae tersenyum memeluk Yoo-Na."Ingat...aku memberimu kesempatan bukan berarti merestui kau bersama putraku, hanya saja aku tidak ingin dia bersama wanita janda itu! Paham!" Bisik Mi-Re melepaskan pelukannya seraya tersenyum tipis.
"Hmm...aku mengerti" sahut Yoo-Na membalas senyuman Mi-Rae.
"Cih...masih saja sombong, aku akan lihat bagaimana kau menghentikan aku untuk menikah dengan Min-Hyuk!" Gumam Yoo-Na dalam hati.
Setelah mengantar sang ibu ke Bandara, Keyzro melanjutkan aktifitasnya, seperti biasa ada saja syuting iklan atau pemotretan majalah atau hanya sekedar menjadi bintang tamu di sebuah acara talkshow. Tapi kali ini ia akan menuju ke lokasi syuting iklan sebuah produk minuman kopi instan. Dalam perjalanan menuju lokasi syuting Keyzro hanya memandang keluar jendela mobil, meski Yoo-Na bergelayut manja di lengannya, pikiran Keyzro terbang melayang entah kemana?
"Oppa..." panggil Yoo-Na manja.
Keyzro tidak mendengar panggilan manja Yoo-Na, ia tidak menoleh sama sekali sampai Yoo-Na mengguncang kuat lengan kanannya.
"Oppaaaa!!!" Panggil Yoo-Na sekali lagi dengan suara sedikit melengking.
"Sialan nih cewek! Bikin gue kaget aja!" Runtuk Dian dalam hati menggenggam erat stir kemudi.
"Hahh...iya..." Keyzro langsung menoleh.
"Oppa...museun saeng-gag-eul haneungeoya?"(Oppa sedang memikirkan apa?) Tanya Yoo-Na menegaskan pandangannya pada Keyzro.
"Munje eobs-eoyo" (tidak ada apa-apa) jawab Keyzro sembari memijat keningnya.
"Geu da-eum-e? wae chimmug?" (Kemudian? Mengapa diam?) Tanya lagi Yoo-Na menautkan alis seakan tengah bersedih.
"Geunyang...geu yeojaleul saeng-gaghago iss-eo" (Aku hanya... memikirkan gadis itu) Keyzro tanpa sadar menjawab dengan jujur apa yang ada di pikirannya kini.
"Neo nalang iss-eul ttae daleun yeoja saeng-gaghani!" (apa kau memikirkan gadis lain saat sedang bersamaku!" Sentak Yoo-Na kesal.
"Hahhh..." Keyzro tersentak langsung mendorong tangan Yoo-Na dari lengannya.
"Oppa!" Pekik Yoo-Na.
"Mianhae..." (maaf) ucap Keyzro menunduk.
"Hahhh...gue mah herman ma lo Keyz, lo terjebak masa lalu dan enggak mau keluar karena takut atau karena perasaan bersalah? Itu semua akan menjadi boomerang buat lo Keyz, yang bikin gue herman ya...lo lebih memilih masa lalu lo daripada masa depan lo!" Kata Dian mendesah kesal.
"Sorry Ian...gue..." Keyzro menatap kaca spion depan dimana terpampang wajah Dian yang terlihat kesal kepadanya.
"Keyz...mati satu Keyzro kayak lo bakalan tumbuh seribu Keyzro kayak lo di dekat Merry, percaya sama gue, dia tuh jangankan pria tua hidung belang, pria muda yang bermartabat atau pria kaya raya juga bisa kepicut sama kebaikan hatinya, Merry bukan cewek biasa Keyz, dia enggak akan mengejar cowok yang jelas-jelas udah ninggalin dia atau dia sudah memutuskan untuk meninggalkan maka dia enggak akan pernah lagi mengejar apa yang enggak pantas buat dia kejar!" Kata Dian panjang lebar sembari terus fokus menyetir.
"Iya...lo bener Ian...dia bahkan enggak menelpon gue sejak kejadian tempo hari" batin Keyzro lirih.
Yoo-Na hanya bisa celingak-celinguk seperti orang bodoh karena tidak mengerti pembicaraan antara Keyzro dan Dian.
"Apa yang mereka bicarakan?" Yoo-Na bertanya-tanya dalam hati.
Sesampainya mereka bertiga di sebuah taman, Keyzro meminta Yoo-Na untuk kembali ke Apartement bersama dengan Dian, sementara ia pergi bekerja.
"Kamu pulang diantar Dian ya...aku mau kerja dulu" kata Keyzro lalu keluar dari dalam mobil.
"Oppa...aku mau ikut..." rengek Yoo-Na.
"Pekerjaanku banyak hari ini...maaf tidak bisa menemanimu jalan-jalan, besok aku janji akan mengajakmu keliling Jakarta" kata Keyzro membelai sayang pucuk kepala Yoo-Na.
__ADS_1
"Tidak mau! Aku mau ikut oppa!" Kembali Yoo-Na merengek seperti anak kecil.
"Yoo-Na!!!" Bentak Keyzro marah.
Deg
Yoo-Na mematung tak bergerak mendengar bentakkan dari Keyzro.
"Hiks...aku benci oppa...hiks...hiks..." Yoo-Na menangis menggosok-gosok kedua matanya.
"Stt...maaf...baiklah...kamu boleh ikut" kata Keyzro lembut.
"Yang benar?" Yoo-Na tersenyum senang.
"Hm..." Keyzro mengangguk.
Akhirnya Yoo-Na ikut menemani Keyzro syuting iklan. Di lokasi syuting mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Merry dan Vero. Ternyata ia baru tahu jika produk ini adalah merk Perusahaan milik keluarga besar Vero Jensen Dison.
"Jadi...ini minuman punya Perusahaan bokap lo?" Tanya Keyzro.
"Iya...makanya gue minta lo jadi bintang iklan-nya" jawab Vero santuy duduk di kursi sebelah sutradara.
"Terus...Myzro...kamu ngapain disini?" Tanya Keyzro melirik Merry.
"Dia resmi jadi Asisten pribadi gue hari ini" Vero yang menjawab pertanyaan dari Keyzro yang ditunjukan untuk Merry.
"Betul Myzro?" Tanya Keyzro mengeraskan rahang menahan kesal.
"Hmm..." Merry mengangguk lemah.
"Myzro...kita..." Keyzro hendak meraih tangan Merry namun sayang Yoo-Na keburu mencegahnya.
"Oh...tunggu sebentar!" Sahut Keyzro.
Keyzro berjalan menghampiri mobilnya untuk mengambil air mineral disana, saat Keyzro meninggalkan Yoo-Na dan Merry juga Vero. Si uni Korea ini mengatai Merry habis-habisan.
"Kau hanya seorang janda! Ingat kau tidak pantas untuk oppa, jangan pernah bermimpi bisa bersama dengan oppa!" Yoo-Na memaki Merry dengan menggunakan bahasa Inggris yang amat sangat kasar.
"Aku tidak peduli!" Sahut Merry hendak beranjak pergi.
Greppp...
Yoo-Na menahan pergelangan tangan kanan Merry lalu mendorong tubuhnya sendiri hingga terjatuh.
Bruggghhhh...
"Aku hanya ingin akrab denganmu, haruskah kau sekasar ini padaku...hiks..." Yoo-Na menitikan air mata buaya.
"Ada apa ini?" Tanya Keyzro sarkastik.
"Dia jatoh sendiri Keyz! Jangan nyalahin Merry" Vero menjawab sembari menghadang Keyzro dengan berdiri di depan Merry.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Keyzro cemas sembari membatu Yoo-Na untuk berdiri.
"Dia jahat oppa...hiks..." adu Yoo-Na memeluk pinggang Keyzro.
"Aku pikir kamu adalah wanita berumur yang ber-etika!" Keyzro berteriak marah.
"Maaf...saya masih banyak pekerjaan yang lebih penting dari adegan sinetron ini!" Kata Merry lalu pergi.
__ADS_1
Keyzro mengejar Merry sampai jauh keluar dari area taman bunga.
"Tunggu! Aku belum selesai bicara!" Bentak Keyzro.
Merry menghentikan langkahnya lalu berbalik."Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi mas!" Kata Merry dingin.
"Kamu berubah Myzro..." kata Keyzro lirih.
"Bukan aku yang berubah mas! Tapi kamu!" Sahut Merry kemudian ia berlari kencang.
***Deg
Deg
Deg***
Keyzro memegang dadanya seolah-olah pasokan oksigen berhenti masuk ke rongga jantung membuat ia merasa sesak.
"Snfff...Myzro..." Keyzro menghapus kasar bulir-bulir kristal yang membasahi wajah tampannya.
Pukul 9 malam waktu setempat. Keyzro termenung selesai membersihkan diri. Ia memandang ke langit-langit kamarnya, merenungi apa yang berlangsung di lokasi syuting.
"Ku kira Yoo-Na sudah mati karena itu aku sangat bahagia melihat dia berada di hadapanku...tapi...aku membuat dia kecewa..." gumam Keyzro lirih.
"Oppa..." panggil Yoo-Na menghampiri Keyzro.
"Baju apa yang kamu pakai Yoo-Na?" Keyzro mengkerutkan kening.
"Oppa...aku milikmu malam ini..." kata Yoo-Na membelai titik sensitif milik Keyzro.
"Hmm...cepat tidur!" Titah Keyzro menahan gejolak h*sr*t yang bergemuruh.
"Oppa...aku menginginkanmu...malam ini..." bisik Yoo-Na.
"Kau tidurlah...aku akan tidur di kamar tamu" kata Keyzro lalu keluar dari kamarnya.
Brakkkk
"Sial!!!" Runtuk Yoo-Na dalam hati.
Yoo-Na beranjak dari atas King Bed berjalan perlahan masuk ke dalam kamar mandi.
"Kim Yu Na bukan Lee Yoo Na...apa kurangnya aku dari kakak si*lan ku itu?" Yoo-Na memekik geram.
****
***
**
*
Kira-kira sampai kapan ya ujian cinta Myzro dan Kymy?
Stay terus disini ya guys...
See you...
Next Episode...😊
__ADS_1