
"Apaan sih kalian ini??? Berhenti enggak!!!" Merry bangkit dari atas bed hospital berteriak keras dengan tatapan mata setajam pisau dapur(hehehe begitu kira-kira)
"Dia duluan Mer!!!" Protes Vero tak terima.
"Kalian berdua keluar sana! Ini Rumah Sakit! Jangan buat keributan disini!!!" Merry mendorong Vero dan pria yang satu lagi yang tak lain ialah Keyzro.
"Ada apa ini Marry?" Tanya Jhony begitu tiba di depan pintu bangsal.
"Kak..." Merry menubruk Jhony, memeluknya dengan erat.
"Eh...kenapa Mer?" Tanya Jhony membalas pelukan Merry tak kalah erat.
"Usir mereka berdua!" Pinta Merry manja.
"Aku bisa mengusir dia tapi tidak dengan Vero!" Sahut Jhony.
"Loh kenapa?" Merry menongak menatap penuh tanda tanya.
"Nanti aku ceritakan!" Jhony membelai sayang pucuk kepala Merry."Kau...pergilah dari sini!" Titahnya kemudian pada Keyzro.
"Ini tidak adil!" Gerutu Keyzro sembari berjalan cepat pergi meninggalkan Merry dan yang lainnya.
"Kak...apa maksud kakak barusan?" Tanya Merry.
"Masuk dulu...ini rahasia besar, aku tidak mau mengambil resiko" Jhony merangkul bahu kanan Merry masuk kembali ke dalam bangsal.
Beberapa jam kemudian...
"Hahhh...hoshhh...hoshhh..." Merry mengambil nafas sebanyak-banyaknya karena sedari tadi mulutnya dilakban.
"Jadi kau yang bernama Marry?" Seorang pria tinggi besar duduk di singgahsananya sembari bersedekap melontarkan pertanyaan dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh Merry.
"Lu ngomong apa sih?" Merry mengkerutkan kening memiringkan kepala ke sisi kiri.
"Tuan...sepertinya dia tidak bisa bahasa Prancis" kata seorang pria bertato ular di lehernya.
"Your name is Marry, right?" (Namamu Marry, bukan)Tanya pria yang masih bersedekap menatap tajam pada Merry.
"Yes..." jawab Merry.
"Do you understand English?" Tanya pria itu lagi.
"Not..." jawab Merry.
"But earlier you answered my question..." pria itu mengetuk-ngetuk meja yang ada di depannya.
"That's all I understand..." sahut Merry.
"Which of you can speak Indonesian?" Pria tinggi besar itu berdiri lalu berjalan mendekat pada kelima anak buahnya.
"Saya tuan..." sahut salah satu anak buah pria tadi.
"Kau Leo, terjemahkan kami!"
"Baik tuan Smith..." anak buah pria bertubuh tinggi besar itu berdiri di samping kanan Merry.
"Katakan padanya, dia harus mendonorkan darahnya pada anak laki-lakiku, jika dia tidak mau, maka aku akan langsung membunuhnya" titah pria yang bernama Smith pada anak buahnya Leo.
"Baik..." sahut Leo kemudian mengatakan apa yang tadi diperintahkan oleh Smith.
"Mabok aer keran kalinya tuh bos lo! Main bunuh aja! Memangnya gue nyamuk apa?" Gerutu Merry kesal dengan tangan dan kaki yang masih terikat tali tambang.
"Pfff..." Leo menahan tawa mendengar perkataan Merry.
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa hah!!!" Bentak Smith geram.
"Ehem...Il a dit que vous étiez ivre d'eau du robinet et que vous vouliez le tuer... alors monsieur..." (Dia bilang kau mabuk air keran dan ingin membunuhnya... begitu tuan...) Leo berdehem canggung lalu menyahut bentakkan Smith padanya.
"Femme unique... comment pourrait-elle ne pas avoir peur que je la tue..." ( Wanita unik ... bagaimana mungkin dia tidak takut aku akan membunuhnya ...) gumam Smith dalam hati.
"Ehemmm..." Smith berdehem berusaha melawan inginnya untuk tidak ikut tertawa.
"Ssttt...memang dia bilang apa?" Tanya seorang pria berkulit gelap berbisik pada Leo.
Leo mengatakan apa yang ia katakan pada Smith.
Hahahahhahaahhahaaa
Seketika pecah tawa dari lima anak buah Smith tertawa geli mendengar jawaban aneh dari wanita yang baru sejam yang lalu mereka culik.
"Diam kalian semua!!!" Teriakan Smith mengelegar memenuhi ruangan gelap tempat Merry tengah disekap.
"Astagfirullah...woy...galak banget sih!" Merry menggelengkan kepala sesaat sebelum berteriak di akhir kalimat.
"Hahahahahaha...anda sungguh berani nona..." Leo tertawa lepas.
"Orang yang sudah mau mati, mana punya rasa takut" sahut Merry santuy.
"Eh..." Leo terenyuh menatap iba wanita yang sudah ia culik.
"Tuan Smith...tidak bisakah kau melepaskan dia?" Wajah Leo berubah sendu.
"Hei...apa yang ia katakan sampai kau menjadi selembek ini?" Sentak Smith marah.
"Dia-..." Leo menoleh ke arah pintu.
"Ayah...sudah cukup kau membunuh orang-orang yang tak bersalah demi diriku...hukhh...hukkkhhh..." seorang pria masuk dalam ruangan gelap itu terbatuk di atas kursi roda.
"Ayah...hukhh...aku lebih baik mati, daripada melihat tangan ayah berlumuran darah" kata pria berkursi roda itu.
"Sean-..."
"Hei...cowok ganteng...lo sakit ya?" Sapa Merry tersenyum tipis.
"Hahhh..." pria yang duduk di kursi roda itu mengangah mematung.
"Oh ya...gue lupa...lo kan..."
"Kamu tidak takut mati?" Tanya pria yang duduk di kursi roda menatap sendu wajah Merry.
"Alhamdulillah...lo...eh...kamu mengerti ucapanku" ucap Merry.
"Kamu sungguh tidak takut mati?" Tanya pria itu lagi.
"Nama kamu Sean kan? Apa aku harus mendonorkan darahku padamu?" Tanya balik Merry tanpa rasa takut ia menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Hm..." Sean pria cacat itu mengangguk lemah.
"Kalau cuma donor darah mah gampang, eh..maksud aku mudah sekali kok...aku mau mendonorkan darahku untukmu" kata Merry tetap tenang.
"Kamu tau tidak? Kalaupun kamu mendonorkan darahmu padaku, ayahku pasti akan membunuhmu...kamu tidak takut?" Tanya Sean lirih.
"Ck...kalau memang sudah waktunya aku mati ya...tinggal kubur saja, hatiku sudah mati tidak akan terasa sakit kalaupun aku benar-benar mati..." sahut Merry tanpa sadar ia menitikan air mata.
"Ya Tuhan..." ucap Sean dalam hati.
Sementara di luar sana, Vero dan Jhony melacak keberadaan Merry melalui aplikasi pelacak yang Jhony pasang di ponsel Merry.
__ADS_1
Flashback on
Setelah mengatakan sebuah rahasia besar pada Merry. Jhony meminta Vero untuk membawa Merry secepatnya kembali ke Indonesia, Vero dan Merry langsung berangkat ke Bandara namun sayang di tengah perjalanan mobil yang mereka tumpangi dihadang oleh mobil Van hitam.
"Bius dia!" Titah seorang pria bertato ular di leher pada seorang pria kulit hitam.
"Hm..." pria berkulit hitam mengangguk langsung membuka paksa pintu mobil yang ada Vero di dalamnya.
Vero tak sadarkan diri begitu juga Merry yang duduk di samping jok penumpang depan.
Flashback off
"Sial!!! Sial!!! Sial!!" Jhony memukul stir kemudi beberapa kali setelah melihat lokasi terakhir Merry berada tak jauh dari rumah seorang mafia rekan bisnis lamanya Mr.Scott.
"Kau kenapa Jhon?" Tanya Vero cemas.
"Aku tau dia pasti akan segera bertindak begitu tau jika Marry adalah adikku" jawab Jhony mengeraskan rahang geram.
"Dia? Siapa yang kau maksud itu Jhon?" Tanya Vero.
"Smith...pak tua itu mencari kemana-mana wanita dengan tanggal lahir yang sama dengan kelahiran Tuhanku" jawab Jhony.
"Apa maksud ucapanmu Jhon?" Pekik Vero.
"Putra Smith menderita penyakit langkah, hanya darah dari wanita suci yang lahir di tanggal yang sama dengan tanggal lahirnya Tuhanku"
"Maksudmu Merry lahir di tanggal yang sama dengan kelahiran Isa Al-Masih?"
"Iya...tanggal lahir adikku sama dengan tanggal kelahiran Tuhanku, di sebagian negara yang memiliki kepercayaan tahayul, darah dari wanita yang lahir di tanggal dan bulan lahir yang sama dengan Tuhanku, ia dianggap wanita suci, bukankah itu kepercayaan yang gila?" Decak Jhony kesal.
"Seingatku Merry lahir di bulan kedepalapan dan tanggalnya pun bukan tanggal kelahiran Tuhanmu, ia lahir tanggal 23 Agustus tahun 90" Vero menautkan alis melirik sekilas pada Jhony yang menyetir ugal-ugalan.
"Itu bukan tanggal lahir dia yang sebenarnya, itu tanggal lahir anak perempuan yang ayahku bawa ke rumah, tepatnya ia salah membawa seorang anak perempuan 34 tahun yang lalu" kata Jhony.
"34 tahun yang lalu?"
"Iya...34 tahun yang lalu ayah dan ibuku pergi ke Indonesia, tepatnya di kota Jakarta, entah bagaimana ceritanya ada kerusuhan di pasar tradisional yang mereka kunjungi, mereka sempat terpisah dari Marry akan tetapi mereka menemukan seorang anak yang wajahnya sama persis dengan Marry, mereka membawanya tanpa pikir panjang, saat itu Marry masih berusia 2 tahun dan belum bisa bicara" ungkap Jhony.
"Hahhh!!! Kenapa kau baru mengatakannya bodoh!!" Vero memekik kesal.
"Aku pikir, jika Marry harus hidup tanpa kekhawatiran, maka dari itu...aku tidak mengatakan jika Marry memang benar adik kandungku" sesal Jhony.
"Lalu...siapa nama asli adikmu itu?"
"Keyra Chirstiana Scott..."
"Keyra..." Vero mendesis.
"Hm..." Jhony mengangguk lemah.
****
***
**
*
Bagaimana ya nasib Merry Reynata? Terus kapan Keyzro dan Merry kembali bersama...
Kapan sih thour romantis-romantisnya Myzro dan Keyzro???
Sabar ya guys...
__ADS_1
See you next episode...