Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Countinue 7


__ADS_3

Jalanan ibukota tak terlalu padat di kala malam tiba mungkin cenderung sepi. Seorang pria sebut saja namanya Keyzro, membelah jalanan sepi melaju dengan kecepatan sedang. Air bening tak henti mengalir deras dari pelupuk matanya yang berwarna hazeult. Teringat akan kisah cintanya dengan sang istri harus karam diterpa ombak kehidupan karena ulahnya sendiri.


Sesal yang ia rasakan selama tiga tahun berpisah dengan sang istri membuat ia seperti mayat hidup, ia habiskan setiap hari, minggu, bulan, tahun terus dan terus menerus bekerja tanpa libur. Ia yang dulu suka sekali berpergian ke luar negri ataupun liburan menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja.


Dari pagi hingga malam hari tak ada jeda kecuali jam malam tiba yaitu waktunya manusia untuk tidur.


"Sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku Tuhan...aku siap melakukannya...asal dia dan anak-anakku kembali bersamaku...hiks" gumam Keyzro.


Tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya. Keyzro kehilangan konsentrasi hingga menabrak pembatas jalan kemudian mobil yang ia kendarai melompat lalu berguling hingga terbalik.


Duarrrr


Brakkkk


Suara dentuman mobil Keyzro tak teredam meski hujan deras tengah mengguyur.


Ngiung


Ngiung


Ngiung


Suara sirine ambulance mengantarkan Keyzro yang sudah bersimbah darah menuju rumah sakit terdekat dengan lokasi kejadian.


"Eugghhh...Myzro...Myzro...Myzro..." racau Keyzro menangis lirih.


"Myzro siapa? Bukan kah dia adalah Keyzro si oppa Kim? Mengapa ia menyebutkan nama Myzro?" Bisik seorang suster wanita pada rekannya sesama suster.


"Hm...oh...ya...itu istrinya, yang lama banget deh kayaknya mereka udah nggak pernah kelihatan" sahut seorang suster lainnya melengking suaranya.


"Kalian bisa konsen tidak hah!" Bentak seorang dokter paruh baya.


"Bisa Dokter Zikir..." kedua suster itu pun terdiam.


Keesokan paginya...


"Berita pagi ini...ada kabar duka datang dari aktor kebanggaan kita, Keyzro Erdigo Guelinez mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya kawasan Jakarta Selatan...kita simak beritanya..." suara dari saluran berita selebriti.


Prankkk


"Ma...papa Keyz!!!" Pekik Reynata sembari berdiri dari duduknya.


"Papa Keyz siapa oeni?" Tanya Gha-eun.

__ADS_1


"Dia..." Reynata menoleh ke arah Merry yang terdiam mematung seusai menjatuhkan gelas yang tengah ia pegang tadi.


"Dia ayah kamu sayang..." suara pria menjawab pertanyaan Gha-eun.


"Loh...papa bukannya ayah Gha-eun?" Gha-eun memiringkan kepala ke sisi kanan.


"Uncle bukan ayah kamu...dia papa kamu..." tunjuk Sean pria yang menjawab pertanyaan Gha-eun.


"Uncle! Ngapain sih kasih tau Gha-eun? Pria bre9sek itu apa masih pantas diakui sebagai seorang ayah yang baik!" Rasya memekik marah.


"Rasya!!!" Bentak Reynata.


"Kak...apa yang dia lakukan pada mama tidak bisa dimaafkan! Dia selingkuhi mama kak!!!" Rasya mengeram menggebu-gebu.


"Selingkuh itu apa uncle?" Tanya Gha-eun pada Sean.


"Itu..." Sean termangu.


"Selingkuh itu perbuatan jahat! Itu yang perlu kamu tau! Pria itu adalah penjahat! Dia tidak pantas disebut seorang ayah! Dia bre9sek!!!"


Plakkkk


Reynata menampar pipi kiri Rasya marah.


"Cih...kakak nampar aku buat pria pengecut itu!" Cibir Rasya kemudian pergi.


"Ma..." Rayni merangkul bahu kanan Merry.


"Kak...boleh mama lihat papa?" Tanya Merry pada Rayni.


Rayni mengangguk.


Merry melesat pergi keluar rumah, ia melajukan kendaraannya membelah kemacetan kota Jakarta. Wajah cantiknya basah menangisi sang suami tercinta. Dua jam kemudian ia baru tiba di Rumah Sakit Islam Persahabatan.


"Pasien atas nama Keyzro ada di ruangan mana sus?" Tanya Merry dengan kepanikan di wajahnya.


"Kamar mawar nomor tujuh bu..." jawab suster jaga.


"Terima kasih..." ucap Merry kembali berlari kecil.


Sesampainya ia di depan ruangan yang ia tuju, keraguan muncul tiba-tiba dibenak dan hatinya.


"Mer...lo datang!" Tegur Dian Manager Keyzro.

__ADS_1


"Kak..."


"Mer...gue tau apa yang dilakukan Keyz parah banget tapi percaya sama gue...dia sudah menerima balasan yang sangat amat setimpal dari perbuatannya" kata Dian menepuk bahu kiri Merry lembut."Temui dia ya..." pinta Dian.


"Snfff...hm..." Merry mengangguk kemudian membuka pintu ruangan dimana Keyzro dirawat.


"Terima kasih Dokter Zikir...Dokter sudah menyelamatkan nyawa saya" ucap Keyzro.


"Nak Keyz...apa yang kamu lakukan adalah perbuatan zina, dosanya sangat besar...sebagai ustadz yang membimbingmu masuk ke dalam islam...sungguh saya benar-benar kecewa..." tutur Zikir ustadz yang muncul di chapter terdahulu.


"Saya tau Ustadz...maka dari itu saya ingin memperbaikinya dan saya juga sudah sholat taubat ustadz..." sahut Keyzro menunduk sedih.


"Assalammu'alaikum..." ucap Merry dengan suara bergetar.


"Myzro..." desis Keyzro langsung berdiri tanpa sadar hingga jarum infus terlepas dari tangan kirinya.


"Oppa...jangan bergerak!" Titah Merry.


"Myzro...hiks hiks hiks hiks hiks" Keyzro menangis sembari bersimpuh di hadapan Merry.


"Oppa...please...bangun..." pinta Merry lalu membantu Keyzro berdiri.


"Sekujur badanku boleh hancur berkeping asalkan itu bisa membuatmu kembali padaku...aku kangen kalian Myzro...anak-anakku...aku kangen mereka...hiks hiks hiks" Keyzro menggenggam kedua tangan Merry erat seakan takut jika sekarang ini hanya sebuah mimpi.


"Kembali bersamamu lagi...aku belum bisa oppa...maaf..." sahut Merry menitikan butiran kristal bening di kedua pipinya.


"Ini istrimu Kyzrik?" Tanya Dokter Zikir.


"Hm..." jawab Keyzro mengangguk.


"Cantik...dan hatinya pun cantik...aku bisa merasakan di dalam hatinya ia sangat mencintaimu...akan tetapi kesalahan yang kau ceritakan kepadaku itu adalah kesalahan yang tidak akan bisa begitu saja mendapatkan maaf..." Dokter Zikir tersenyum tipis mengelus punggung Keyzro.


"Saya tau Ustadz...kesalahan saya sangat menyakiti hati dan ego nya..." sahut Keyzro.


"Dua hari lagi akan ada rapat untuk film baru kamu kan oppa...segera sembuh ya...aku pamit..." Merry melepaskan tangan Keyzro perlahan kemudian keluar dari Bangsal.


"Mom..." desis Tristan sembari melangkah cepat ia memeluk Merry erat.


"Aku masih cinta Tristan...masih sama seperti dulu...aku sangat mencintainya...hiks hiks hiks" Merry membalas pelukan Tristan tak kalah erat.


"Ssttt...ssttt sabar mom..." hibur Tristan sembari berjalan merangkul tubuh Merry yang lunglai.


To be countinue

__ADS_1


__ADS_2