Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
27


__ADS_3

Merry Reynata...dia hanya seorang wanita biasa, seorang wanita yang sudah sangat cukup umur untuk menjalin hubungan serius terlebih lagi dia itu adalah seorang janda, sudah hampir 7 tahun ia menjadi janda tapi belum pernah sekalipun ia menjalin hubungan dengan lelaki manapun, ia enggan membuka hati karena baginya, keempat anaknya adalah dunianya tidak ada yang lebih penting bagi dirinya selain anak-anaknya.


Wajar saja jika Merry berpikir demikian karena bukan hanya sekali ia pernah mencoba menerima hati seseorang namun berakhir dengan kegagalan dan rasa malu yang amat teramat sangat meninggalkan bekas di hatinya. Alasan terbesar yang membuat ia enggan membuka hati, itu semua karena perkataan sang mantan suami yang masih membekas di ingatannya sampai sekarang.


"Perempuan sial! Pembawa sial! Sial...sial...sial!!!"


Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di ingatannya, ia tidak ingin jika pria yang dekat dengannya jadi sial karena dirinya.


Kini hanya bisa pasrah dengan keadaan itu yang ia jalani sekarang ini, namun selalu saja ada celah bagi para pria untuk mendekatinya. Seperti sekarang ini, ia terjepit di belakang karena lift yang ia naiki penuh sesak oleh para pengunjung Hotel. Merry menunduk saat Keyzro hampir tak ada jarak dengannya. Untung saja ia bertubuh mungil bisa dikatakan ia memiliki postur tubuh pendek, jadi tidak sampai menempel dengan wajah Keyzro.


"Imut sekali..." gumam Keyzro dalam hati gemas.


"Ini kok jadi begini?" Batin Merry memblushing malu.


"Myzro...aku kangen..." kata Keyzro menundukan kepala.


"Hahhh...!!!" Pekik Merry langsung menongak.


Keyzro menarik pinggang ramping milik Merry, sehingga kini benar-benar tidak ada jarak di antara mereka berdua. Sedikit membungkuk Keyzro menaikan tubuh Merry dengan kedua kakinya sebagai sanggahan untuk Merry berdiri.


"Ya Allah...jangan goyah Mer...jangan!!!" Batin Merry merontah-rontah.


"Aku beneran kangen...kamu enggak kangen sama aku?" Keyzro menarik lembut dagu Merry.


"Enggak lucu oppa!" Kata Merry menepis kasar tangan kanan Keyzro.


Brugggghhh


Suara lift bermasalah memaksa Merry memeluk Keyzro.


"Ada apa ini?" Tanya salah satu pengunjung Hotel yang juga berada di dalam lift.


"Maaf...sepertinya lift mengalami gangguan...kami akan segera memperbaikinya...mohon bersabar..." suara panggilan pemberitahuan dari spekear yang ada di dalam lift.


"Ya Allah...cobaan apalagi ini?" Gumam Merry dalam hati.


"Tuhan saja merestui kita Myzro..." kata Keyzro membelai mesra pipi Merry dengan jari telunjuk.


Glekkkk


Merry menelan kasar slavinanya saat lampu lift tiba-tiba saja padam.


Greppp


Merry kembali memeluk Keyzro tapi kali ini ia memeluknya benar-benar sangat erat. Keyzro membalas pelukan dari Merry dengan senang hati.


Takkkk


Lampu lift kembali menyala, semua orang yang berada dalam lift keluar kecuali Merry dan Keyzro.


"Maaf tuan dan nona...kalian tidak turun?" Tegur seorang petugas Hotel.


"Hahh!!!" Merry tersadar segera menjauh dari Keyzro.


"Sorry sir..." ucap Merry kemudian.


"It's okay..." sahut petugas Hotel itu tersenyum ramah.


"Saya permisi..." pamit Merry menggunakan bahasa Inggris.


"Silahkan..." sahut petugas.


Merry berjalan cepat menuju kamarnya, ia sangat-sangat malu dengan kejadian ini, sudah mencoba menyakinkan diri agar tidak goyah akan tetapi hatinya kembali goyah.


***Brakkk


Brugghhh***


"Hahh...hosh...hosh...hoshhh...argghhh..." Merry berteriak kesal pada diri sendiri.


Setelah merasa sedikit lebih tenang Merry memutuskan berendam di bathtub, terlintas bayang-bayang adegan tadi saat ia dan Keyzro berada di dalam lift. Merry memejamkan kedua mata merenungi sikapnya yang tidak konsisten. Ia merasa menjadi wanita yang paling rendah karena lagi dan lagi menyerah dengan keadaan.


"Aku harus kuat! Tidak boleh goyah! Tidak boleh!!!" Gumam Merry sembari keluar dari dalam bathtub.


Sekitar 30 menit kemudian Merry sudah selesai memakai baju dan mengeringkan rambut. Ia duduk di tengah king bed memainkan ponsel pintar miliknya.


"Hahh...aku harus mengembalikan ponsel ini...setiap kali membuka ponsel aku selalu berusaha menahan diri agar tidak menelpon dia" Merry mendesah lelah lalu berbaring.


Tok Tok Tok

__ADS_1


Suara ketukan pintu memaksa Merry beranjak menuju pintu, ia membuka pintu kamar sedikit tersentak kala melihat seorang petugas Hotel yang membawa sebuah meja dorong.


"Room service miss..." kata petugas Hotel.


"What???" Pekik Merry bingung.


"Someone ordered room service on behalf of Merry Reynata" kata petugas Hotel.


"I don't think I ordered room service? Are you sure this is for me?" Tanya Merry.


"Yes miss...can we come in?" Jawab petugas seraya meminta ijin.


"Yes, please..." sahut Merry.


Setelah kepergian petugas Hotel yang membawakan banyak makanan, Merry termenung memandangi meja dorong yang ada di hadapannya.


"Siapa yang pesan ini semua ya?" Gumam Merry.


Tok Tok Tok


Kembali pintu terketuk dari luar.


"Hallo sayang!!!" Teriak Chacha begitu Merry membukakan pintu.


"Pas banget!" Kata Merry menarik tangan kanan Chacha masuk ke dalam kamar.


"Jadi lo enggak tahu siapa yang ngirim ini buat lo?" Tanya Chacha.


"Hm..." jawab Merry mengangguk.


"Mungkin mas Keyz" terka Chacha tersenyum senang.


"Ck...kalau dia juga enggak mungkin Cha, dia pasti akan membeli makanan dari luar dan membuat alasan supaya bisa makan sama gue" kata Merry.


"Oh ya...betul juga" Chacha mengkerutkan alis."Terus siapa dong Mer?" Chacha menoleh pada Merry yang duduk di tepi King Bed.


"Bodo amat deh siapa yang ngirim! Mending kita makan aja deh...lumayan kan? Hehehe" Kata Merry enggan menjawab pertanyaan Chacha.


"Betul tuh...setuju...gue juga bawa Wiski nih...dikasih sama bule ganteng kenalan gue" kata Chacha sembari mengeluarkan botol kaca bening.


"Hm...boleh deh sekali-sekali gue minum" sahut Merry.


"Cgkk...hmm...gue bingung deh sama lo Mer..." kata Chacha.


"Bingung kenapa?" Tanya Merry sembari menenggak kembali Wiski yang ada di gelasnya.


"Lo tuh cewek yang baik pake banget tapi kenapa lo selalu saja insecure dan enggak mau dekat sama cowok-cowok yang ngejar lo, lo kan hampir enggak ada celah Mer" jawab Chacha meracau tak karuan.


"Tahu darimana gue baik Cha?" Merry menghelahkan nafas bersandar pada sofa panjang.


"Lah emang iya lo baik Mer...buktinya nih ya...gue yang udah jahat banget sama lo masih lo maafin dan lagi lo masih minta pengampunan buat Bara yang jelas-jelas udah nyakitin lo, kurang baik apa coba?" Racau Chacha.


"Hahhh...gue bukan cewek baik-baik Chacha, gue bahkan pernah tidur sama cowok tanpa ikatan pernikahan, lo pikir gue suci? Hahaha...gue berlumur dosa Cha" Merry menertawakan diri sendiri.


"Lah...itu mah biasa Mer...semua orang punya masa lalu yang gelap kan? Tapi...sekarang kan lo udah berubah, dan lagi ya...sosok penyayang yang ada disini...itu tidak palsu...gue yakin itu" Chacha menaruh jari telunjuknya di dada Merry sembari tersenyum lebar.


"Hehehe...dasar adek gelo! Udah ngajak gue mabok sekarang bikin gue jadi terhura" Merry tertawa mencubit gemas kedua pipi Chacha.


"Ya...pokoknya...gue tahu kalau kakak gue yang cantik ini...baik sekali hatinya...masa lalu jangan di kenang Mer...itu semua bagian gelap dalam perjalanan hidup lo...melangkah lebih berani ya...jangan pikirkan apa yang sudah terjadi tapi lo pikirin apa yang harus terjadi dalam hidup lo...contohnya cinta yang datang dalam hidup lo...jangan lo tolak lagi ya..." kata Chacha panjang lebar sembari berdiri.


Chacha berjalan jontay menuju King Bed lalu menjatuhkan diri disana.


Brughhhh


"Masa lalu setiap manusia berbeda-beda Mer...gue yakin kok...sebesar apapun dosa kita, Tuhan akan mengampuni kita asalkan kita tidak mengulangi dosa-dosa di masa lalu...hmm..." kata Chacha kemudian terlelap.


"Kamu benar Cha...tapi...apakah pantas cewek kayak gue bahagia?" Batin Merry lirih.


Drrttttt Drtttttt Drrrtttt


Ponsel milik Merry bergetar, samar-samar Merry melihat layar ponsel, tertulis disana nama *Keyzro oppa*. Merry tersenyum tipis lalu menggeser layar.


"Myzro..." panggil Keyzro.


"Assalammu'alaikum oppa...hikkk..." ucap Merry sudah hilang kesadaran.


"Waa...wa'alaikumsalam..." balas Keyzro gugup.


"Hehehe...oppa belum tidur?" Tanya Merry.

__ADS_1


"Belum..." jawab Keyzro.


"Kenapa?" Tanya Merry lagi.


"Kenapa apanya Myzro?" Tanya balik Keyzro.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Merry sembari menjambak kasar rambutnya sudah sangat mabuk.


"Kamu mabuk?"


"Hmm...tidak...aku tidak mabuk..."


"Kamu dimana?" Tanya Keyzro cemas.


"Di hatimu...hehehe" racau Merry tertawa kecil.


"Aku akan kesana! Jadi bilang kamu ada dimana?" Hardik Keyzro kesal.


"Ehmmm...oppa galak...hiks..." rengek Merry.


"Haishhhh...kenapa juga kamu se-imut ini..." Keyzro menggelengkan kepala di seberang sana.


"Oppa..." panggil Merry.


"Iya..." sahut Keyzro.


"Joh-ahae... jeongmal joh-ahae..." kata Merry.


Blepppp


Panggilan terputus...


Keyzro melotot kaget mendengar kata-kata manis itu keluar dari bibir Merry, ia baru tersadar saat Dian menepuk bahu kirinya.


Bughhh


"Woy!!! Nape lu?" Tegur Dian.


"Jamkkanman-yo...na gayahaeyo!" Kata Keyzro sembari meraih mantel berwarna hitam.


Brakkkk


Pintu tertutup sangat kencang membuat Dian tersentak.


"Gelo sia'! Udah ngomong teh urang teu ngarti!" Teriak Dian marah.


***Tok Tok Tok


Bughhh Bughhh Bughhh***


Ting Tong Ting Tong


Keyzro mengetuk pintu beberapa kali serta menekan terus bel kamar Merry sampai siempunya kamar membukakan pintu.


Kreekkkk


"Opp...eummm..."


Mulut Merry sudah tak mampu berucap kala Keyzro sudah menyambar bibirnya terlebih dahulu.


"Jangan lari lagi ya..." kata Keyzro melepaskan pangutannya dari bibir Merry.


"Eummm...iya..." sahut Merry mengangguk.


Matahari menjulang tinggi tanda hari sudah berganti, Merry merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, sekilas ia menoleh pada Chacha yang masih terlelap. Sembari tersenyum ia pun beranjak pergi ke kamar mandi.


"Eh...ini apa???" Merry melotot terkejut melihat tanda merah di bahu kanan.


Sekilas terlintas di benaknya kejadian malam itu sebelum Keyzro pergi dari kamarnya.


"Arrrgggggghhhhhh!!!" Merry berteriak kencang.


"Hahhh...kenapa Mer? Ada apa?" Tanya Chacha begitu masuk ke dalam kamar mandi.


"Chacha...hiks..." Merry merengek seperti anak kecil.


"Eh...kenape???" Chacha menatap bingung sahabatnya itu.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2