Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
Season 2 {bagian 7}


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah di bilangan Jakarta Barat. Seorang pria tampan sibuk mengerjakan pekerjaannya, ia adalah seorang aktor yang pensiun dini karena harus meneruskan dua Perusahaan sekaligus, dia tak lain adalah Vero Jensen Dison, anak pertama dari dua bersaudara ini sungguh gigih dalam urusan pekerjaan.


Selain wajahnya yang tampan, ia juga memiliki sifat penyayang dan peduli yang tinggi pada semua makhluk hidup, tak kecuali seekor kucing kampung yang tak sengaja ia tabrak dua minggu yang lalu.


meooonggg...


"Kenapa kamu belum tidur Mary?" Tanya Vero membelai sayang bulu-bulu halus kucing berwarna putih abu-abu.


meooonggggg...


"Apa kamu lapar?" Tanya Vero lagi menggendong kucingnya yang ia beri nama Mary.


***Tok


Tok


Tok***


Suara ketukan pintu memaksa Vero mengalihkan perhatian ke arah pintu kamarnya.


Kreekkk...


Pintu terbuka...


"Belum tidur nak?" Seorang wanita berumur 45 tahun masuk ke dalam kamar Vero seraya bertanya.


"Belum bunda...bunda belum tidur?" Vero beranjak dari kursi kerja beralih menghampiri sang bunda.


"Bunda lagi kesel sama ayah..." sang bunda menekuk wajah cemberut.


"Loh...kenapa?" Tanya Vero sembari meraih kedua tangan sang bunda.


"Dia masih saja akrab dengan om Joshua si brengs*k itu!" Jawab sang bunda geram.


"Bun...mungkin ayah punya rencana tersembunyi" kata Vero membelai punggung tangan sang bunda.


"Entahlah sayang...bunda hanya enggak mau ayah kamu itu kena tipu lagi, meskipun Joshua adalah adik kandung bunda tetap saja dia salah karena sudah..." sang bunda terdiam enggan melanjutkan apa yang ingin ia katakan tadi.


"Sudah menculikku dan berusaha membunuhku 17 tahun yang lalu..." Vero melanjutkan perkataan sang bunda dengan nada lirih.


"Maafin bunda ya sayang..." sang bunda memeluk Vero.


"Ini semua bukan salah bunda, lagi pula aku ada disini bunda...dan aku-lah Presdir di Perusahaan yang om Joshua inginkan" hibur Vero pada sang bunda.


"Sayang..." desis sang bunda lirih.


"Bunda...aku sudah menemukan dia" kata Vero tersenyum kecut memandangi bungkusan coklat usang yang ia buat menjadi liontin berbentuk hati.


"Apa dia sudah ketemu? Dimana dia sekarang? Bunda mau ketemu sama dia, kapan kamu mau bawa bunda menemui wanita baik itu?" Tanya sang bunda beruntun.


"Bun...aku gagal mendapatkan hatinya tapi...sebagai gantinya...aku sudah menjadi temannya" kata Vero belum menjawab pertanyaan dari sang bunda.


"Loh...kok bisa? Dia sudah menikah ya?" Tanya lagi sang bunda menatap iba pada Vero.


Vero menggeleng."Bukan sudah menikah bun...tapi pernah menikah...dan sekarang dia pacar dari sahabat lamaku Keyzro atau Kim Min Hyuk"


"Apaaaa???" Pekik sang bunda terkejut.


"Begitulah bun..." sahut Vero menunduk sedih.


"Hufff...kamu yang sabar ya sayang...bunda yakin suatu hari nanti dia akan bisa melihat ketulusan hati putra bunda ini..." sang bunda membelai sayang kepala Vero.


"Aamiinn..." ucap Vero mengusap lembut wajah tampannya.


"Bunda balik ke kamar deh...kan kasihan ayah bun..." pinta Vero memelas.


"Biarin aja!" Sang bunda memalingkan wajah ke samping kiri.


"Bunda...bunda...bobo yuk!" Sang ayah masuk dengan senyum lebar menghampiri Vero yang sedang memeluk bahu sang bunda.


"Ck...Tuan Jackson Dison...anda sangat lamban..." Vero geleng-geleng kepala.


"Diam kamu!" Sentak sang ayah pada Vero.


"Kamu yang diam!" Sang bunda balik menyentak Jackson ayah dari Vero Jensen Dison.


"Martha...jangan marah lagi ya...aku akrab dengan adikmu hanya ingin mengawasinya saja" kata Jackson memohon ampun pada sang istri Martha.


"Huh...bohong! Kamu sengaja akrab sama Joshua karena sekertaris Joshua yang centil itu kan?" Gerutu Martha kesal.


"Martha...sumpah demi nama Tuhan...aku tidak ada niatan selingkuh...aku hanya mencintaimu..." kata Jackson memelas.


"Kamu tidur di kamar tamu sampai satu bulan! Itu hukuman buat kamu!" Sentak Martha sembari beranjak keluar dari kamar Vero.


"Ishhh...bunda makin seperti anak remaja saja" gumam Jackson.

__ADS_1


"Yah...biarkan bunda sendiri dulu ya...ayah mengalah dulu ya..." pinta Vero lembut.


"Mau bagaimana lagi?" Jackson mengakat kedua bahu sembari berjalan keluar."Oh ya...tadi ayah tidak salah dengar kan?" Jackson berbalik menghadap Vero.


"Hm..." Vero mengangguk lemah lalu menutup pintu kamarnya.


Flashback on


Vero terbangun dari tidurnya, ia melihat ke sekitarnya tapi tidak menemukan gadis remaja yang menolongnya.


"Sayang...syukurlah kamu baik-baik saja" bunda Vero yaitu Martha datang memeluk erat sang putra.


"Aku baik-baik saja bunda..." sahut Vero.


"Beruntung putra anda diselamatkan oleh gadis manis itu, dia bahkan tidak mengharap imbalan dan langsung pergi begitu menidurkan putra anda" kata pak polisi muda pada Martha.


"Hahh...loh...saya tidak bisa melihat data orang itu?" Tanya Martha.


"Maaf bu...dia bisa disebut sebagai saksi, jadi...kami sebagai pihak berwajib tidak akan membeberkan data-data saksi jika saksi tidak mengijinkannya" jawab pak polisi membungkuk hormat.


"Hmm..." Martha menunduk pasrah.


Di dalam mobil Vero terus menggenggam bungkusan coklat yang ia temui saat ia terbangun tadi, ia membuka bungkusan coklat itu lalu memakannya.


"Aku akan menemukanmu...malaikat tanpa sayap..." gumam Vero dalam hati.


Flashback off


Seminggu kemudian Vero melakukan perjalanan bisnis ke sebuah Perusahaan asing di Paris-Prancis. Ia membawa serta Merry yang setuju untuk menjadi Asisten pribadinya selama sebulan. Bukan tanpa sebab ia menyetujui permintaan yang tak masuk akal dari Vero. Semua ini ia lakukan untuk melunasi tunggakan asuransi pendidikan keempat anak-anaknya.


"Maaf ya...kamu jadi harus berpergian jauh" kata Vero sembari mengetik di laptop.


"Tidak apa...kan gaji yang kamu kasih ke aku sangat banyak" sahut Merry yang juga sibuk menyusun berkas-berkas.


Vero melirik Merry sekilas."Sampai kapan aku menahan diri..." gumam Vero menelan kasar slavinanya tanpa sengaja matanya menangkap pemandangan yang menggiurkan.


Bagaimana tidak menggiurkan bentuk tubuh janda empat anak ini padat berisi meski tidak gemuk, Merry memiliki lekuk tubuh yang bagus untuk seorang ibu yang sudah empat kali melahirkan. Bagian dada besar dengan bokongnya juga berisi, apalagi ia kini mengenakan setelan kerja putih hitam membuat ia tidak seperti seorang ibu-ibu lebih mirip seperti mahasiswi magang.


"Kamu ngomong apa mas?" Tanya Merry menoleh pada Vero.


"Hahh...enggak...aku cuma lagi ngetik kerjaan sambil ngomong...hehe...gitu deh..." Vero menjawab gugup.


"Ohh..." Merry membentuk huruf 'O' di mulutnya.


"Ishhh...kamu ganggu konsen aku aja sih!" Vero gemas mencubit pipi tembam milik Merry.


"Astaga!" Vero menggelengkan kepala sembari menaruh laptop di meja samping tempat duduknya.


"Apaan sih mas? Astaga kenapa?" Merry mengkerutkan alis bingung.


"Gue yang ngambek...ngapa dia yang astaga? Aneh..." batin Merry.


"Sini..." Vero menepuk-nepuk kedua pahanya.


"Hahh???" Merry semakin bingung hanya mengagah saja.


"Ck..." Vero menarik kuat lengan kanan Merry sampai ia jatuh ke pangkuannya.


Brughhh...


"Eh...mas...ini..." Merry melotot kaget.


"Diam...sebentar saja..." pinta Vero menyandarkan kepala di bahu kiri Merry.


"Mas...posisi kayak gini...gimana gitu..." kata Merry sedikit berbisik.


"Ehem...ayah ganggu kalian ya???" Tegur suara berat dari pria blasteran pada mereka berdua.


"Loh...kok ayah ada disini?" Vero bertanya dengan menongak melihat sang ayah.


"Hmm...ini kan pesawat pribadi ayah...suka hati ayah-lah..." jawab sang ayah menghempaskan bokongnya di kursi yang sebelah kanan.


"Maaf pak...saya Asisten pribadi pak Vero..." Merry berdiri dari pangkuan Vero membungkuk hormat pada ayahnya Vero.


"Sudah tahu!" Sahut Jackson ayah dari Vero Jensen Dison.


Glekkk...


Merry menelan kasar slavinanya melihat mimik wajah Jackson yang terlihat tak bersahabat.


"Yah...jangan buat kak Merry takut dong!" Tegur Vero tegas.


"Kamu takut sama pria tampan seperti om?" Tanya Jackson menoleh ke arah Merry.


"Hah...e..ennn...ggggakkkk..." Merry gugup bukan kepalang.

__ADS_1


"Gadis manis...om enggak bakal makan kamu kok...jadi slow aja ya..." gurau Jackson mengedipkan sebelah mata.


"Eh...iya om..." Merry nyengir kebingungan.


Penerbangan dari Jakarta – Bandara Soekarno Hatta ke Paris – Bandara Charles de Gaulle, Perancis membutuhkan waktu penerbangan tercepat sekitar 21 jam untuk penerbangan 2 kali transit.


Beberapa maskapai yang melayani rute Soekarno-Hatta Jakarta ke Paris harus transit di beberapa kota seperti Jeddah, Muscat, Bangkok, Ho Chi Minh City, Singapura, Doha dan kota lainnya di dunia.


Sementara pesawat pribadi yang ditumpangi oleh Vero dan Merry juga Jackson sudah melakukan transit di Kota Bangkok, sudah sekitar 19 jam mereka berada di udara.


Merry memilih untuk tidur karena masih 3 jam lagi mereka tiba di Bandara Charles de Gualle. Sementara Vero dan Jackson membicarakan rekan bisnis yang ingin mereka temui.


"Jadi nama orang itu adalah Georgio Scott?" Vero manggut-manggut melihat profil rekan bisnisnya itu.


"Hmm...dia itu baru saja ditinggal meninggal oleh putri dan istrinya" kata Jackson.


"Kasihan sekali yah...dia harus kehilangan putrinya setelah lewat dua bulan kemudian istrinya menyusul putrinya" timpal Vero menatap iba sebuah gambar yang ia temukan di google pencarian.


"Iya...kamu benar nak...kasihan nasib mantan mafia ini...dia membayar dosa-dosanya saat menjadi mafia dengan kehilangan dua wanita yang sangat ia cintai" kata Jackson sedikit bercerita.


"Mantan mafia? Ayah mau kerjasama dengan seorang pembunuh berdarah dingin???" Pekik Vero terkejut.


"Hahhh...iya ada apa?" Merry terlonjak kaget dari tidurnya langsung berdiri tegak.


"Kamu ini ya...pelankan suara kamu, kasihan dia sedang enak tidur jadi terbangun!" Omel Jackson kesal.


"Maaf kak Mer..." ucap Vero pelan.


"Eh...minta maaf kenapa sih? Kita udah nyampe ya?" Merry celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri.


"Hahaha...belum sayang...tidurlah lagi...maaf membangunkanmu..." tawa Jackson pecah melihat wajah Merry yang terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


"???" Merry termenung sembari kembali duduk ia menoleh ke arah Jackson dan Vero secara bergantian.


"Dia memang unik ya son..." Jackson menepuk akrab bahu kanan Vero.


"Iya yah...karena itu...sulit bagiku melupakan rasa ini..." sahut Vero tersenyum miris.


"Ini bapak sama anak lagi ngomongin siapa sih?" Batin Merry.


(Ya...ngomongin siapa lagi Mer...lu lah...hehehe...)


Sementara di Paris-Prancis ada sebuah pesta perayaan antara dua Perusahaan asal Korea dan asal Paris itu sendiri. Dua Perusahaan ini menjadi satu dengan lebel merk Korea yaitu Dong-sang Internasional Group. Perusahaan ini bergerak dalam bidang antar saja dengan menggunakan pesawat terbang. Sudah ada banyak sekali cabang di berbagai negara dengan lebel Perusahaan ini.


"Terima kasih atas partisipasi para tamu hadirin sekalian...semoga Perusahaan kami lebih berkembang pesat dengan adanya kerjasama antara kami dengan Emperial Corp..." ucapan terima kasih keluar dari bibir seorang wanita cantik asal Korea Selatan dengan senyum manis menghiasi bibir mungilnya.


Prokkk Prookkkk Prokkk


Suara tepuk tangan riuh menggemah di dalam Aula Hotel bintang empat yang terletak di pinggiran pantai Le Méridien Beach Plaza. Deskripsi akomodasi


Le Méridien Beach Plaza menampilkan pemandangan Monte Carlo dan Laut Mediterania. Pantai pribadi serta kolam renang indoor dan outdoor di akomodasi ini dikelilingi oleh berbagai restoran dan bar dengan layanan 24 jam.


Kamar-kamar di Le Méridien Beach Plaza ber-AC dan memiliki kamar mandi dalam. Semua kamar dilengkapi dengan TV kabel layar datar.


Hotel ini menawarkan layanan makanan dan minuman 24 jam di berbagai tempat yang menampilkan pemandangan. Alang Bar merupakan lounge outdoor yang menenangkan di pantai pribadi hotel.


Tempat fitness hotel menawarkan ruang pelatihan kardio TechnoGym. Anda juga dapat mengakses sauna hotel.


Hotel ini berjarak 7 menit berjalan kaki dari Monaco National Museum dan 20 menit berjalan kaki dari Opera. Grimaldi Forum Congress Centre dapat dicapai dengan 2 menit berjalan kaki. Hotel ini terletak sejauh 35 km dari Bandara Cote d'Azur.


Begitulah gambaran tentang Hotel tempat pesta meriah itu berlangsung.


"Selamat beristirahat mrs.Kim..." ucap seorang pria bule tampan pada seorang wanita yang tadi berpidato.


"Terima kasih...mr.Scott..." ucap wanita itu mengangguk hormat kemudian masuk ke dalam lift.


"Dad...dia itu wanita yang menghina putrimu, untuk apa kau bekerjasama dengan wanita sombong itu?" Tanya seorang pria terlihat berumur 30'n.


"Kau tidak tahu apa-apa! Aku ingin membuat dia malu suatu hari nanti..." jawab seorang pria bule berumur sekitar 60'n.


"Terserah daddy saja..." kata pria bule yang lebih muda sembari menuntun langkah pria yang lebih berumur.


***


**


*


*-!-*


Akan ada keseruan dalam perjalanan bisnis di Paris kali ini...


Kira-kira apa ya???


Kalau penasaran...stay terus di Myzro dan Kymy ya guys...😊

__ADS_1


See you...


Next episode...


__ADS_2