
Di persimpangan jalan berdiri di tepi jalan seorang wanita berparas manis, wanita itu terlihat berwajah mendung padahal hari tengah cerah dipenuhi awan putih berhiasi langit biru nan cerah.
Tertunduk wanita itu masuk ke sebuah Bus besar, berpegangan pada tiang besi. Ia memainkan ponsel pintar miliknya, sesekali ******* kelelahan ia hembuskan kala mengingat hari panjang yang harus ia lalui hari ini.
"Kenapa juga harus dia???" Gumam wanita manis itu.
Setelah sampai di halte tujuannya, wanita itu kembali melangkahkan kaki berjalan santai menuju sebuah mansion mewah.
"Eh...non Merry...udah dateng aja non, padahal masih pagi...hehe" sapa seorang satpam pada wanita manis itu yang tak lain adalah Merry Reynata.
"Iya...Assalammu'alaikum pak Suep..." sahut Merry memberi salam dengan melemparkan senyuman manis pada pak satpam Suep Suherman.
"Wa'alaikumsalam non..." balas Suep menunduk hormat.
"Masuk dulu ya pak..." pamit Merry kembali melangkah masuk ke dalam mansion.
"Kak Merry...Ly kangen..." Emelly adik dari Darrel langsung menubruk tubuh mungil Merry, begitu ia Merry masuk ke dalam mansion.
"Ishhh...Ly...kakak bisa kehabisan nafaa...aa...ss..." desis Merry.
"Eh...maaf lupa..." Emelly tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putih bersih.
"Kamu ini ya..." gemas Merry mencubit hidung mancung milik Emelly.
"Ly...tugasmu yang ini kakak sudah.-..." Keyzro tertegun sejenak."Myzro..." desisnya.
"Oh ya...maaf kak Keyz...makasih ya udah bantuin aku..." ucap Emelly.
"Ya..." Keyzro menunduk.
"Kamu lama banget sih!" Sentak Darrel berjalan cepat kemudian menarik pergelangan tangan kanan Merry.
"Eh...oh...kakak bantu Darrel dulu ya Ly..." kata Merry menoleh sekilas.
"Hm...itu kakak Darrel enggak salah telanjang dada begitu? Bukannya biasanya dia...-..."
"Biasanya dia kenapa Ly?" Tanya Keyzro menatap tajam pada Emelly.
"Eh...biasanya sih kak Darrel enggak suka kalau bentuk badannya diliat sama orang lain, terlebih lagi cewek...hufff...dia paling pantang tuh...hm...eh...kok..." Emelly bergumam panjang sekali membuat Keyzro mengepalkan kedua tangannya.
"Adik yang satu ini tidak ada sopannya sama calon kakak ipar!!!" Batin Keyzro bergemuruh.
Sementara di kamar Darrel sedang terjadi suatu adegan yang terlihat sangat intim bagi siapa saja yang melihatnya, bagaimana tidak intim? Sekarang ini Darrel hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan yang menutupi dadanya yang bidang serta otot perutnya yang terbentuk sempurna.
Darrel menghimpit tubuh mungil Merry, sehingga hampir tak ada jarak antara keduanya.
"Lo mau ngapain sih Rel??? Posisi kayak gini bahaya tau!!!" Merry menongakkan kepalanya.
"Bahaya?" Smirk Darrel terbit membuat bulu kuduk Merry berdiri.
"Senyuman lo apaan tuh? Jangan macem-macem ye sama gue!!!" Sentak Merry bergidik ngeri.
"Enggak boleh macem-macem kan? Kalau satu macem boleh kan?" Bisik Darrel dengan ujung bibir menempel ke telinga kanan Merry.
__ADS_1
Blushhhh...
Wajah Merry berubah seperti udang yang direbus, meski sedikit gemetaran, ia mendorong sekuat tenaga dada bidang milik Darrel guna menjauh darinya.
"Pakai baju lo dulu!" Titah Merry memalingkan wajah ke samping kanan.
Darrel menarik dagu Merry dengan ujung jari telunjuk membuat siempunya menatapnya langsung.
"Buat apa dipakai, toh...akan dilepas juga nantinya..." ujar Darrel.
Pletttaakkkk...
"Fuihhhh...dasar mesum akut lo! Cepet ganti baju lo! Kita enggak boleh telat datang ke lokasi pemotretan!" Kata Merry begitu mendaratkan jitakan tepat di kepala Darrel.
"Sampe harus lompat gue buat jitak dia...hufff...tinggi Darrel hampir sama kayak oppa..." gumam Merry dalam hati.
"Ck...okay..." sahut Darrel.
Darrel memakai kemeja putih dan celana bahan warna hitam, melihat Darrel kesulitan mengancing kancing di tangan kanannya membuat Merry mau tidak mau membantunya.
"Ck...sini aku bantu..." kata Merry sembari mengambil alih mengancingkan kancing kecil di ujung pergelangan tangan Darrel.
"Aku kira kamu akan ngambek terus Mer..." gumam Darrel.
"Ngomong yang jelas Rel!" Kata Merry.
"Kamu denger aku ngomong apa?"
"Huff...kamu kayak anak kecil kalau lagi kayak gini tapi...ck...ck...tadi kayak om-om mesum!"
Selesai mengancingkan kancing kemeja, Merry lantas memasangkan dasi di kerah kemeja Darrel.
"Menunduklah sedikit...aku enggak nyampe nih..." titah Merry.
"Imut banget sih..." kata Darrel sembari mengangkat tubuh mungil Merry sedikit lebih tinggi.
"Rel...aku bukan anak kecil!" Sentak Merry marah.
"Kamu memang seperti anak kecil...lihat tinggi kamu tuh kayak anak kelas 6 sd...hehehe" sahut Darrel.
"Huh...mentang-mentang tinggi!" Gerutu Merry kesal tapi tetap memakaikan Darrel dasi.
"Sudah???" Tanya Darrel.
"Udah..." jawab Merry.
Dari balik pintu kamar sepasang mata menatap mereka berdua dengan tatapan penuh kecemburuan.
"Sial!!! Dia hanya milikku...milikku..." gumam seseorang dalam hati.
Darrel berangkat bersama Merry dan Joana Manager Darrel, Manager Darrel ini adalah seorang wanita muda, ia mantan pacar Darrel saat mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
Joana menjadi Manager Darrel merangkap sebagai Asisten Darrel sebelum Merry bekerja sebagai Asisten Darrel.
__ADS_1
Sesampainya mereka di lokasi pemotretan sudah ada Zigya, model pendamping Darrel di pemotretan kali ini. Sebuah Brand kecantikan dunia mengontrak Darrel selama satu tahun sebagai model mereka. Brand kecantikan ini milik ibu Vero yaitu Martha.
"Zigya..."
"Darrel..."
keduanya berjabar tangan.
"Kamu lebih ganteng dari yang di foto ya..." puji Zigya.
"Hm...thanks" sahut Darrel acuh tak acuh.
Pemotretan pun dilakukan, beberapa baju serta produk yang menjadi ikon pemotretan bergantian seiring jepretan kamera dari sang fotografer.
Sekitar dua jam kemudian mereka berdua yaitu Darrel dan Zigya menyelesaikan pemotretan tanpa kesalahan.
"Habis ini apalagi jadwal aku Jo?" Tanya Darrel begitu masuk ke dalam mobil Alphard berwarna putih.
"Habis ini masih harus mengisi acara realty show buat youtuber Giska, setelah itu ke lokasi syuting FTV di Taman Mini, syuting sampai jam 5 sore" jawab Joana.
"Hm...okay..." Darrel menganggukan kepala beberapa kali.
"Sini muka lo!" Titah Merry menarik wajah Darrel menghadap dirinya.
***Deg
Deg
Deg***
Seakan-akan keluar dari tempatnya jantung Darrel berdetak tak menentu. Detakkannya hampir terdengar di telinga Merry. Akan tetapi Merry menanggapi itu semua santai saja tanpa beban.
"Kamu keringetan banget...apa kamu kepanasan?" Merry menyeka keringat di dahi Darrel.
"Ehem...lo bisa enggak jangan terlalu dekat sama Darrel! Jangan sampe ada gosip tentang lo pacaran sama Darrel!" Joana sengaja berdehem kencang memberi peringatan keras pada Merry.
"Eh...gue cuma ngelakuin tugas gue aja kok!" Sahut Merry.
"Ngelakuin tugas sih enggak apa-apa tapi jangan sampe mesra begitu dong!" Sentak Joana emosi.
"Aneh lu Markonah! Lo kan Manager, gue Asisten! Tugas lo buat jadwal dan tugas gue yaa...kayak begini...ngelap keringat artis juga bagian dari tugas gue Markonah binti Munajem!!!" Merry menatap sinis Joana dari balik kaca spion depan.
"****** nih jendes!!!" Batin Joana marah.
***
***
**
*
Yuk...stay terus disini ya...guys...
__ADS_1
See you next chapter...😘😘😘