
"*S*elamat pagi, penumpang sekalian. Ini adalah pengumuman pre-boarding untuk penumpang Maskapai ABC dengan nomor penerbangan 431B tujuan Paris. Kami mengundang para penumpang dengan anak kecil dan penumpang yang membutuhkan bantuan khusus untuk melakukan boarding terlebih dahulu. Mohon persiapkan pas naik dan identifikasi Anda. Boarding regular akan mulai dalam waktu sekitar sepuluh menit...terima kasih" suara pengumunan di Bandara Internasional Soekarno Hatta membuyarkan lamunan Keyzro yang sedang menunggu di sebuah kedai kopi yang ada di dalam Bandara.
Dian menepuk pelan bahu kiri Keyzro seraya berkata."Keyz...yuk!"
"Hm..." sahut Keyzro berjalan dengan menarik sebuah koper berukuran sedang.
Penerbangan dari Jakarta – Bandara Soekarno Hatta ke Paris – Bandara Charles de Gaulle, Perancis membutuhkan waktu penerbangan tercepat sekitar 21 jam untuk penerbangan 2 kali transit. Seperti itulah kira-kira perjalanan yang harus ditempuh oleh para kru film dan juga Keyzro.
Sesampainya ia di Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle, seluruh kru menumpang sebuah bus khusus untuk membawa mereka semua ke Hotel yang sudah dipersiapkan untuk mereka menginap selama kurang lebih 2 minggu, sebenarnya syuting hanya memakan waktu 1 minggu saja 1 minggu kemudian diberikan untuk mereka beristirahat atau untuk sekedar jalan-jalan.
Lain kru lain pula Keyzro yang lebih memilih menyewa mobil untuk berangkat menuju Hotel, ia itulah seorang Keyzro Erdigo Guelinez, ia selalu ingin fasilitas yang lain daripada yang lain. Ia tidak terlalu suka keramaian maka dari itu ia memilih menyewa mobil, ya...itu juga ia dapatkan dari fasilitas sebagai seorang aktor bukan dengan uang pribadi ia menyewa mobil BMW berwarna silver.
Sekitar 1 jam lebih 45 menit Keyzro tiba di Hotel, ia segera menuju kamar yang bertuliskan angka 156, letak kamar Keyzro berada di lantai paling atas, dari sana terlihat jelas menara yang menjadi ikonik kota Paris yaitu menara Eiffel.
"Hahhh...andai sekarang kamu ada disini Myzro..." Keyzro mendesah lelah dengan ekor mata yang terus menyusuri lampu-lampu indah yang menghiasi menara Eiffel.
"Keyz...lo mau makan malam enggak?" Tanya Dian begitu masuk ke dalam bilik Keyzro.
"Hm...iya..." jawab Keyzro menghampiri Dian.
"Oh ya...itu si Milan udah siap-siap buat dokumenter di balik layar, lo juga harus siap-siap ya..." kata Dian sembari membereskan barang-barang pribadi milik Keyzro.
"Okay..." sahut Keyzro.
Seperti yang dikatakan oleh Dian, memang ada dokumenter di balik layar, Milan tentu saja sangat antusias melakukan tiap adegan seolah-olah dia dan Keyzro memiliki hubungan khusus. Mereka berdua mulai berjalan menuju mobil dan melakukan sedikit perjalanan darat ke Restoran yang sudah dipersiapkan oleh Hernandez sebagai tempat makan mereka berdua.
Semula berjalan sesuai arahan sampai mereka bertemu dengan Vero dan Merry, suasana berubah menjadi sedikit lebih kikuk karena disini Keyzro harus menyuapi Milan agar memberi kesan memang benar mereka memiliki hubungan.
"Enak?" Tanya Keyzro dengan senyum palsu.
"Enak banget! Oppa makan juga dong!" Sahut Milan lalu menyodorkan garpu berisi potongan kecil daging steak.
Happp
Keyzro melahap potongan daging itu masih mempertahankan senyumannya walaupun sangat sulit untuk dilakukan.
"Kalian enggak makan? Mau nonton kemesraan kita berdua?" Tanya Milan setelah para kru selesai merekam adegan menggelikan bagi Keyzro.
"Makan kok...nih...udah hampir habis" Merry menjawab dengan sangat amat polos membuat Vero mencubit gemas kedua pipinya.
"Ishhh...imut banget sih! Hehe" Vero terkikik geli.
"Ck...sakit mas Vero!" Merry merengek kesal.
"Duh...maaf ya...habis kamu imut banget sih! Hehe" Kata Vero gemas.
"Makan tuh dagingnya! Kan sayang udah dipesan kalau enggak dimakan" kata Merry menunjuk piring milik Vero yang belum tersentuh.
"Kamu mau punya aku?" Tanya Vero mendorong perlahan piring miliknya.
"Boleh?" Merry bertanya balik dengan senyum mengembang indah di bibirnya.
"Bolehlah..." jawab Vero tersenyum manis sembari merapihkan rambut Merry ke belakang telinga.
"Aku enggak nolak kalau gitu!" Kata Merry senang.
Keyzro mengepalkan kedua tangan melihat kedekatan Merry dan Vero, ia sebisa mungkin menahan diri agar tidak sampai membuat keributan di Restoran mewah tersebut.
__ADS_1
"Oppa...kita balik ke Hotel yuk! Aku capek!" Rengek Milan manja bergelayut di lengan kanan Keyzro.
"Mil...sudah aku bilang kan? Jangan memanggilku dengan sebutan itu, kamu kan biasa panggil aku kakak! Jadi jangan memanggil oppa lagi! Mengerti!" Kata Keyzro geram sembari menggeser kursi lalu berdiri.
"Loh kenapa sih oppa?" Tanya Milan semakin menjadi.
"Karena panggilan itu hanya untuk seseorang yang aku cintai, yang lain tidak boleh!" Keyzro melirik Merry yang nampak lahap memakan daging steak milik Vero.
"Siapa? Dia?" Milan menunjuk Merry.
"Hukhhh...hukhhh..." Merry terbatuk karena tersedak melihat jari telujuk milik Milan tepat ke arah wajahnya.
"Ini minum!" Keyzro dan Vero sama-sama memberikan segelas air untuk Merry.
"Ehemm...hukhhh...aku punya ini..." Merry mengangkat sedikit segelas air putih lalu meminumnya hingga tandas.
Keyzro dan Vero lagi-lagi kompak, mereka berdua sama-sama terdiam mematung.
"Yuk oppa!!!" Ajak Milan sembari mengamit lengan kanan Keyzro lalu berjalan cepat keluar Restoran.
"Kamu enggak apa-apa kak?" Tanya Vero cemas.
"Panggil nama aja mas...agak gimana gitu aku dipanggil kakak...hehe" Merry tertawa kecil menatap wajah Vero.
"Kamu juga dong...panggil aku Vero atau enggak panggil sayang juga boleh..." Vero mengedipkan sebelah mata.
"Dih..." Merry bergidik ngeri.
"Kita juga balik yuk ke Hotel!" Ajak Vero.
"Hm...ayo..." sahut Merry.
"Jangan dilihat kak!" Bisik Vero memeluk Merry dari belakang.
Tes Tes Tes Tes Tes
Air mata membanjiri wajah Merry meski kedua matanya ditutup oleh Vero.
Bruggghhhh
Merry terperosok ke dinginnya jalanan kota Paris.
"Hiks...hiks...sakit...hiks...kenapa bisa sesakit ini? Hiks...hiks...hiks...hiks..." Merry terisak sedih.
Vero menautkan kedua alis melihat Merry yang terisak, ia juga merasa sakit hati karena lagi-lagi Merry menangisi pria lain.
"Bangun kak..." titah Vero sembari membantu Merry untuk berdiri.
"Hiks...hiks...maaf...hiks..." Merry menangis sesegukan.
"Kak...ku mohon...lihat aku sekali saja..." batin Vero lirih.
"Maaf mas...aku juga enggak tahu kenapa? Hiks...sedih...malu...juga takut...hiks...maaf" kata Merry.
"Merry...lihatlah aku sekali saja...aku ada disini..." kata Vero lembut menyeka air mata Merry dengan jari jemarinya nan letik.
"Mas Vero..." Merry menongak mengkerutkan kening.
__ADS_1
"Aku ada disini Merry Reynata...aku ada..." kata Vero sembari menarik lembut dagu Merry, memiringkan sedikit kepalanya.
"Aku mau pulang..." kata Merry menutup bibir Vero yang hampir saja mencium bibirnya.
"Hahhh...okay..." Vero membuang nafas kasar.
"Kyaaaaaaaa......" teriak Merry kala Vero tiba-tiba saja menggendongnya.
"Tenang...aku kuat kok!" Kata Vero tersenyum manis.
"Dih...bukan masalah kuat mas...tapi..." Merry memotong sendiri apa yang ia katakan kala banyak sekali orang yang memandangi mereka."Kita jalan aja mas...aku malu..." bisik Merry menyembunyikan wajahnya di balik ceruk leher Vero.
"Sesuai keinginanmu...tuan putri..." sahut Vero senang.
Sementara di tempat lain yaitu kamar Keyzro, Keyzro segera berlari menuju kamar mandi, ia mencuci kasar bibirnya di westafel. Dian yang merasakan gelagat aneh dari sang aktor menyusul ke kamar mandi.
"Lo kenapa Keyz? Tanya Dian.
"Gue benci melakukan adegan dokumenter itu Ian!" Jawab Keyzro kesal memijat kening.
"Tapi kan lo tahu sendiri Keyz, adegan di balik layar tuh memang harus ada" kata Dian.
"Hahhhh...Ian..." Keyzro menengakan kepala ke atas dengan mata terpejam."Sumpah...rasa kangen ini menyiksa banget..." kata Keyzro menangis tanpa suara.
"Hahhh...Keyz...Keyzro...lo dulunya suka banget buat cewek-cewek nangis, sekarang justru lo yang nangisin cewek! Tragis banget sih!" Dian geleng-geleng kepala.
"Ian...huawaaaahhhh...hiks..." Keyzro menangis kencang membuat Dian lompat dari posisinya.
"Astagfirullah...kampret! Kaget gue!" Dian memukul punggung Keyzro yang memeluknya secara tiba-tiba.
Bughh Bughh Bughh
"Gue harus gimana Ian? Sudah sebulan tapi Myzro belum juga kembali ke pelukan gue? Hiks..." kata Keyzro.
"Ck...ck...kasihan amat sih lo Keyz! Cowok seganteng dan sepopuler lo bucin sama jahe!" Kata Dian menepuk-nepuk punggung Keyzro.
Lelah menangis Keyzro pun terlelap, Dian hanya bisa menatap iba sahabatnya itu, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, teringat kejadian sebulan yang lalu.
Flashback on
Merry di bawa ke ruang ICU selesai operasi, sekitar 4 jam kemudian Merry sadarkan diri. Dian menghampiri Merry meraih tangan kiri Merry lalu menggenggamnya.
"Mer...maaf ya...karena Keyz, lo jadi kayak gini" kata Dian sedih.
"Kak...jagain oppa terus ya..." kata Merry dengan suara rendah.
"Maksud lo?" Tanya Dian bingung.
"Aku enggak bisa cinta sama oppa jadi...aku mau mengakhiri hubungan kita berdua" jawab Merry.
Flashback off
"Gue juga bingung harus apa Keyz? Ini pilihan Merry..." kata Dian dalam hati menatap wajah polos Keyzro yang terlelap.
To be continue
Jalan cerita cinta tidak akan pernah kita tahu ujungnya...jalani...syukuri...dan hargai orang yang mencintai kita sebelum ia pergi meninggalkan kita...
__ADS_1
Karena cinta bukan sekedar ingin tapi harus kita jaga dengan sepenuh hati...