Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
28


__ADS_3

"Ini adegan terakhir di Paris, pengambilan gambar hari ini adalah syuting kita yang terakhir jadi lakukan dengan benar! Konsen ya kalian semua!!!" Kata Hamif memberikan brefing pada seluruh kru dan para staf yang bertugas.


"Baik!!!" Sahut seluruh kru dan para staf serentak.


Selama lebih dari 3 jam berlalu tanpa jedah, syuting berlangsung sangat-sangat lancar tidak ada kesalahan apapun, baik kru, staf dan aktris serta aktor yang terlibat tidak ada satupun dari mereka yang membuat kesalahan.


Sementara syuting masih berlangsung Merry si Pembantu Umum cantik ini seperti biasa sibuk menyiapkan kopi untuk semua orang, meski hanya menunggu pesanan tapi tetap saja ia selalu sibuk.


Sekitar satu jam menunggu kopi pesanan yang ia pesan datang.


"Hi... we meet again Merry... how are you?" Sapa Thomas si Delivery tampan.


"Hii...you again? Hehehe, I'm fine... how are you?" Sahut Merry tertawa senang.


"I'm always good, especially when I meet you, I feel very, very good and healthy...hehe" kata Thomas ikut tertawa.


"You are good at sweet words...hehe" canda Merry.


"Hahh..these are not sweet words miss..." timpal Thomas.


"Already...how much is everything?" Tanya Merry.


"The total is 700 Euros" jawab Thomas.


"Here...the change is for you only" Merry menyerahkan uang 1000 Euro pada Thomas.


"This is too much lady..." kata Thomas terkejut.


"It's okay, this will be the last day I order food with you, today is the last day of filming" sahut Merry tersenyum ramah kemudian pergi.


"Hahhh...aku belum mau berpisah dengannya..." Thomas mendesah lelah.


Kembali pada Merry yang dengan sabar membagikan kopi dan cemilan untuk semua orang yang ada disana, jangan lupa senyuman Merry tidak pernah luntur dari wajahnya yang manis. Keyzro dan Vero hanya memperhatikan Merry dari kejauhan dengan ekspresi berbeda. Vero memandang sedih lain Keyzro yang nampak seperti malu-malu kucing.


"Ini buat mas Vero" kata Merry tersenyum manis memberikan bagian Vero.


"Terima kasih" ucap Vero.


"Mas sakit?" Tanya Merry sembari menaruh telapak tangan kanannya di dahi Vero.


"Sakit...ya...sakit hati..." batin Vero sedih.


"Enggak...aku baik-baik aja kok" jawab Vero membuang muka ke samping kiri.


"Ohh...hmm...ya sudah...dimakan ya donatnya..." kata Merry lalu kembali mengambil langkah menunju yang lainnya.


"Aku enggak akan nyerah!" Batin Vero.


Tiba kini giliran Merry memberikan bagian Keyzro, dengan menampilkan wajah kesal Merry mendatangi Keyzro.


Brakkk


"Ini...latte tanpa gula dan ini donut green tea!" Kata Merry jutek sembari meletakan kopi dan sebuah kotak berisi donat.


"Hm...makasih..." ucap Keyzro memblushing.


"Bukannya harusnya oppa jelasin ke aku ya soal..." Merry memajukan wajahnya pada wajah Keyzro."Tentang kejadian semalam!!!" Kata Merry geram.


"Hehe...itu...Myzro...sorry..." Keyzro bangkit dari duduknya kemudian berlari kencang.

__ADS_1


"Heiii!!!" Teriak Merry semakin kesal kemudian mengejar Keyzro.


"Maaf Myzro...aku tidak sengaja!" Kata Keyzro berlindung di belakang Hamif.


"Tidak sengaja? Hahh...beneran begitu? Hahhhh!!!" Sentak Merry marah.


"Kalian seperti anak kecil saja! Hahaha..." Hamif terkikik geli.


"Ayah aku sungguh tidak sengaja" kata Keyzro.


"Bapak jangan percaya! Dia tuh..." Merry bungkam tidak berani melanjutkan perkataannya.


"Memang Keyzro melakukan apa nak?" Tanya Hamif penasaran.


"Itu..." Merry melirik tajam pada Keyzro.


"Ada apa sih kalian ini?" Sentak Hamif.


"Nanti aku cerita pak...sini kamu!" Sahut Merry hendak menarik baju Keyzro.


"Pokoknya aku beneran enggak sengaja...aargghhh..." Keyzro kembali berlari kencang sampai tiba di tepi jalan.


Merry membulatkan kedua bola matanya melihat Keyzro yang hampir menyebrang padahal lampu lalulintas sudah berganti.


Greppp


Merry menarik sekuat tenaga tangan kiri Keyzro.


***Bruggghhh


Cuppp***


Prokkk Prokkkk Prokkk


Suara tepuk tangan dari orang-orang sekitar menyadarkan Merry yang tadi sempat terlena.


"Aishhh...mati aku! Hiks..." Merry menutup wajahnya malu.


"A**ahhh...imut sekali..." gumam Keyzro dalam hati.


"Aku akan menggendongmu..." bisik Keyzro.


Merry mengangguk pasrah, seolah lupa mereka berada dimana? Kedua insan ini justru terlihat sangat mesra, bagaimana tidak? Merry memeluk leher kekar Keyzro menyembunyikan wajahnya disana, sementara Keyzro menggendong ala Bridal Style seakan-akan menggendong calon pengantinnya.


"Ton amant est si mignon..."(kekasihmu sangat lucu) puji seorang wanita paruh baya tersenyum membelai sayang pucuk kepala Merry.


"Je sais, c'est pour ça que je l'aime tant, merci pour le compliment..."( Saya tahu, itu sebabnya saya sangat menyukainya, terima kasih atas pujiannya) sahut Keyzro tersenyum ramah.


Keyzro terus berjalan melewati kerumunan manusia yang mengerumuni mereka berdua. Dari kejauhan Milan menatap sinis kedua insan itu, ia mengepalkan kedua tangan menahan kekesalan terhadap kemesraan Merry dan Keyzro.


Milan membalikan badan melangkah cepat menuju set adegan, sangat jelas nampak di wajah Milan jika kini ia sedang marah.


"Lo kenapa Mil?" Tanya asisten Milan.


"Gue geram! Emosi gue liat mereka berdua! Lo juga Ul! Gue udah nyuruh lo buat atur gimana caranya gue sama oppa berdua aja! Kenapa sih lo b*g* banget!!!" Milan menjawab kesal.


"Tapi kan...gue..." Ulfa mengkerutkan alis bingung.


"Lo gue gaji buat ikutin perintah gue g*bl*k!!!" Bentak Milan sembari melemparkan skrip pada Ulfa sang asisten.

__ADS_1


Buggghhhh


"Auchhh..." Ulfa memekik kesakitan.


"Kamu enggak apa-apa?" Tanya Vero sembari mengambil skrip yang terjatuh.


"Hmm...iya mas..." jawab Ulfa menahan sakit di dadanya.


"Eh kak Vero..." sapa Milan dengan suara manja.


"Hufff...Mil...please...dewasa dikit ya...kamu kan bukan anak kecil lagi! Jadi jangan selalu marah jika keinginan kamu tidak terpenuhi" Vero mendengus kesal.


"Iya kak...aku ngerti..." rengek Milan.


"Ck...ya sudah...minta maaf sama dia" kata Vero sembari berlalu pergi.


"Ihhh...kenapa sih semua cowok ngeselin? Ganteng-ganteng mata mereka pada buta! Apa bagusnya tuh PU!!!" Gerutu Milan menghentak-hentakan kaki ke aspal.


"Siapa juga yang mau sama cewek manja dan super chaldish kayak lo!" Batin Ulfa menahan senyum.


Bulan menunjukan diri dengan sinarnya yang terang mendengar, Keyzro kini berada di kamarnya, selesai membersihkan diri ia berjalan menghampiri seseorang, begitu tiba disana, ia memeluk seorang wanita yang memunggungi dirinya.


"Hmmm...aku bahagia bersamamu..." bisik Keyzro."Kamu kenapa kok diam saja?" Tanya Keyzro karena tak mendapat respon.


"Sayang..." wanita itu membalikan badan.


"Hmm..." Keyzro mengangkat sebelah alis tersenyum manis.


"Bukan saatnya sok kegantengan! Cih..." kata wanita itu.


"Hahaha...terima kasih atas pujiannya..." Keyzro tertawa lepas kemudian mencium wanita itu.


"Aku juga bahagia bersamamu...terima kasih sudah mencintaiku..." kata wanita itu tersenyum menatap mata Keyzro.


Dan...


"Cuttt!!!!" Teriak Hamif lalu bertepuk tangan.


Prok Prokk Prokkk


Semua orang juga turut bertepuk tangan tanda hari melelahkan sudah berakhir, syuting selesai lebih lambat dari jadwal yang seharusnya karena kejadian tadi pasangan kekasih tak jelas membuat drama, siapa lagi kalau bukan Merry dan Keyzro. Meskipun begitu para kru dan staf yang lain sudah bisa bernafas lega karena Keyzro menebus kesalahannya dengan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia rela syuting tanpa jedah itu yang membuat seluruh team yang bertugas mengacungkan ibu jari, mereka benar-benar salut pada sikap profesionalnya Keyzro.


"Terima kasih semuanya..." ucap Keyzro membungkuk hormat.


Cuppp


Milan tiba-tiba saja mencium pipi kanan Keyzro, ulah Milan berhasil membuat semua orang terpaku melihatnya.


"Jadi pacar aku ya oppa..." kata Milan dengan nada manja.


"Whaatttt???" Pekik Keyzro.


Dari kejauhan Merry melihat keramaian dengan segera ia mendatangi sebuah kamar yang dijadikan set adegan.


"Permisi...permisi...permisi numpang lewat..." kata Merry memaksa masuk ke dalam kamar.


"Karena dia kan kamu enggak bisa nerima aku???" Teriak Milan marah begitu melihat wajah Merry.


"Lah...nape sih? Gue baru juga nyampe..." batin Merry.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2