
Hari menunjukan pukul 6 malam, semua kru dan para staf juga pembantu umum bersiap untuk pulang, begitu juga dengan Milan. Ia selayaknya seorang Ratu yang dimanjakan oleh kedua asistennya yaitu Rere dan Ulfa, dari kejauhan ia melihat mobil Keyzro dan Vero terparkir di tepi jalan Perumahan Mewah. Sedikit berlari kecil ia hendak menemui Keyzro tapi sayang sekali ia menemukan pemandangan yang membuat ia jengkel sekaligus geram.
"Sial*n tuh PU!!!" Umpat Milan geram.
"Sial*n???" Gumam Darrel dari arah belakang.
"Kamu..." desis Milan langsung berubah ekspresi."Eh...Darrel...kamu mau pulang juga ya???" Sapanya manja.
"Hm..." Darrel mengangguk sembari naik ke jok motor.
"Aku belum pernah deh diboncengin motor sport kayak gini...boleh enggak kamu antar aku pulang?" Kata Milan dengan nada semanja manis manja grup (hehehe begitulah kira-kira)
"Enggak..." sahut Darrel singkat.
Brummmmmm...
"Ishhhh...sialan!!!" Milan kembali mengumpat tapi hanya dalam hati.
"Pffff..." Ulfa dan Rere berusaha menahan tawa karena melihat sang aktris kembali ditolak mentah-mentah.
"Apa kalian ketawa-ketawa???" Sentak Milan marah.
"Ehemmm...enggak ketawa kok!" Ulfa kompak dengan Rere menampilkan ekspresi datar.
Kembali pada Merry yang lagi-lagi menjadi bahan rebutan. Ia kini sudah benar-benar gerah akan kelakuan kekanak-kanakan dari Keyzro dan juga Vero.
"Lepasin gue mumpung gue belum ngamok!" Kata Merry kesal.
"Myzro...please..." ucap Keyzro memelas.
"Aishhh...mulai deh muka puppy-nya..." batin Merry tak tega.
"Myzro akan pulang sama gue!" Kata Keyzro lalu menggendong Merry seperti karung beras.
"Kyaaaaaa...eh..gila ya...oppa...turunin gue!!!" Teriak Merry marah.
"Kamu udah bikin aku kesel!" Kata Keyzro gemas menepuk bokong Merry beberapa kali.
Brughhh...
"Tunggu! Jangan keluar!" Titah Keyzro tegas selesai mendudukan Merry di jok belakang.
Merry terdiam pasrah karena dia benar-benar sangat kelelahan bekerja.
"Jalan Ian!" Keyzro kembali memberi perintah tapi kali ini pada Dian sang asisten.
"Entuh si Vero gimana Keyz?" Tanya Dian menunjuk Vero dengan dagunya.
"Biarin aja!" Jawab Keyzro menahan kesal.
"Ya dah..." Dian langsung melajukan kendaraannya tanpa bertanya lagi.
"Arggghhh...awas aja nanti!" Vero berteriak mengacak-acak rambutnya sembari memandangi mobil Keyzro hingga menjauh.
"Dia ternyata lebih menarik dari dugaan gue..." batin Darrel lalu kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti.
Berikutnya di Apartement Keyzro berdecak pinggang karena sedari tadi menahan emosi. Dian melihat wajah Keyzro yang memerah hanya bisa menahan tawa. Bagaimana tidak lucu keadaan saat ini, seorang Keyzro playboy cap gajah duduk ini mendadak bucin sebucin-bucinnya sama janda anak empat, dia yang dulu membuat para wanita menangis dan buncin padanya justru kini ia menangis juga bucin pada satu wanita yang cukup umur.
"Pfff...hahahahaa..." tawa Dian pecah saat Keyzro bolak-balik seperti setrikaan rusak.
"Lo mau gue kurangin gaji bulan ini Ian?" Ancam Keyzro melotot galak.
"Ishhh...serem..." Dian bergidik lalu duduk di samping Merry.
__ADS_1
"Oppa...aku capek...serius deh...jadi bisa kan kita pulang? Aku mau pulang..." kata Merry dengan suara selembut mungkin berusaha membujuk Keyzro yang justru membawanya ke Apartemen Keyzro bukan ke rumah Hamif dan Eva.
"Urusan aku sama kamu belum selesai!" Bentak Keyzro marah.
"Ups...Keyz...lo jangan kayak gini dong...kan kasihan...si..."
"Lo mending balik deh! Gue punya urusan sama pacar gue! Sana!" Kata Keyzro memotong ucapan Dian dengan menarik tangan kanan Dian mendorongnya keluar dari Apartemennya.
"Jangan galak-galak Keyz...merry...dia..." Dian tidak menyelesaikan kata-katanya kala Keyzro menutup pintu Apartemen.
Brakkkkk
"Busyet!!!" Dian mengelus dadanya berulang kali lalu berbalik pergi.
Keyzro kembali masuk ke ruang tamu Apartemennya, marah masih memenuhi dirinya akan tetapi sirna begitu saja, begitu melihat Merry yang tertidur pulas dalam posisi duduk, ia lantas membelai kepala Merry lalu membawa Merry ke kamarnya.
"Susah untuk marah sama kamu ya Myzro..." Keyzro mendesah lelah begitu selesai mandi dan mengganti pakaian.
Kesokan harinya Merry terbangun di samping Keyzro yang masih tertidur. Merry memperhatikan setiap detail wajah tampan pria yang kini menjadi kekasihnya itu. Ia heran mengapa bisa sosok pria tampan ini begitu cemburu padanya? Siapa dia sehingga bisa membuat pria dengan julukan playboy ini menjadi begitu sangat mencintainya.
"Hmm...ganteng sih! Tapi sayang...mata lu buta dul!" Gumam Merry lalu beranjak dari atas King Bed.
Selesai mandi dan memakai kemeja milik Keyzro, Merry menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua. Hanya dua potong roti bakar dan telur mata sapi, selesai memasak ia mencuci perabotan yang tadi ia gunakan.
Merry menata makanan yang tadi ia siapkan ke atas meja makan. Sedang asik dengan kegiatannya Keyzro tanpa suara memeluknya dari belakang.
"Morning Myzro..." bisik Keyzro mencium pipi kanan Merry sekilas.
"Hmm...yuk makan!" Sahut Merry melepaskan tangan Keyzro dari pinggangnya.
"Maaf..." ucap Keyzro ketika Merry hendak melangkah.
"Sudah...makan dulu!" Kata Merry dingin.
Grepppp
"Aku terlalu cemburu Myzro...aku takut kehilanganmu..." kata Keyzro lirih.
"Oppa..." Merry berbalik menghadap Keyzro."Siapa aku sampai membuat pria tampan seperti kamu terus saja cemburu? Kadang aku bingung oppa..." Merry membelai pipi kiri Keyzro seraya menongak.
"Hufff...susah sekali Myzro menahan cemburu saat aku tidak di dekat kamu..." Keyzro menghembuskan nafas kasar.
"Ck..." Merry menggelengkan kepala semakin frustasi akan sikap Keyzro yang berlebihan.
"Ya sudah...kita sarapan dulu yuk! Aku harus berangkat kerja" kata Merry tersenyum tipis.
"Kamu udah enggak marah?" Tanya Keyzro sembari duduk di kursi meja makan.
"Aku enggak pernah marah kok...jadi udah ya..." jawab Merry menepuk-nepuk pucuk kepala Keyzro.
Keyzro menahan tangan Merry kemudian ia memeluknya."Myzro...kita nikah aja yuk!" Kata Keyzro.
Merry menepuk keningnya."Oppa ngajakin nikah kayak ngajakin maen karet aja! Gampang bener ngomongnya?"
"Kamu enggak mau nikah sama aku? Hmm..." rengek Keyzro manja.
"Bukan enggak mau...tapi..."
"Min-Hyuk!!!!!!" Suara melengking datang dari seorang wanita cantik yang berdiri sembari bersedekap.
"Ibu..." desis Keyzro dengan bahasa negaranya.
"Lepas!" Wanita cantik itu mendorong Merry hingga tersungkur ke dinginnya lantai.
__ADS_1
Brugggghhhh...
"Myzro!" Pekik Keyzro lalu membantu Merry untuk berdiri."Kamu baik-baik saja?" Tanya Keyzro cemas.
"Aku okay oppa..." jawab Merry.
"Keluar dari sini! Kamu tidak pantas bersama dengan putra saya!" Sentak wanita yang dipanggil ibu oleh Keyzro.
Merry tersenyum kecut sembari melepaskan tangan kiri Keyzro yang tengah merangkulnya.
"Maaf tante...jika tante berkata demikian, saya tidak akan marah, saya cukup tau diri untuk pergi meninggalkan putra tante" kata Merry lalu berjalan cepat masuk ke kamar Keyzro.
"Ibu!!!" Teriak Keyzro marah.
"Min-Hyuk, indonesia yeojawa gyeolhonhago sip-eodo dong-geub-ui salam-eul chaj-ala!" (Minhyuk, bahkan jika kau ingin menikahi wanita Indonesia, carilah seseorang dari kelas yang sama!) kata ibu Keyzro marah.
"eomma...geunyeoleul salanghaeyo, geunyeoneun naega gyeolhonhago sip-eun yuilhan yeoja-eyo!"(Ibu...Aku mencintainya, dia satu-satunya wanita yang ingin aku nikahi!) Sahut Keyzro geram.
"geunyeoneun gwabu-ibnida. dangsin-eun janyeoga manh-eun gwabuwa gyeolhonhayeo mueos-eul gidaehabnikka?"
(dia seorang janda Apa yang kau harapkan dari menikahi seorang janda dengan banyak anak?) Bentak ibu Keyzro menggebu-gebu.
"jebal eomeoni ... naneun melileul jeongmal salanghabnida" (ku mohon ibu...aku sangat mencintai Merry) kata Keyzro memelas.
"naneun gwabuga doen myeoneulileul gajgo sipji anhda!"
(saya tidak ingin memiliki menantu seorang janda!) Ibu Keyzro untuk kesekian kalinya membentak putranya.
"Eomma..." desis Keyzro.
"Mas Keyz...aku enggak ngerti apa yang kalian bicarakan tapi...aku harap kamu mengerti, aku dan kamu...kita...tidak akan pernah bisa bersama" kata Merry menghapus kasar air matanya.
"Myzro...maafkan ibuku ya..." Keyzro membelai pucuk kepala Merry dengan penuh kelembutan.
"Kau tidak dengar apa yang aku katakan hah!!!" Sentak ibu Keyzro semakin menjadi.
"Oppa...setiap ibu menginkan yang terbaik untuk anaknya dan ibu kamu tidak salah, dan..." Merry melangkah menghadap ibu Keyzro yang memalingkan wajah enggan menatap wajah Merry."Dan...aku juga akan melakukan apa saja untuk anak-anakku, aku pun bisa menjadi seekor singa yang tak berperasaan untuk melindungi mereka, anak-anakku...segalanya bagiku...ingat itu ibu Jonathan!" Kecam Merry lalu melangkah cepat keluar dari Apartement Keyzro.
Sepergian Merry dari Apartement-nya Keyzro nampak sangat marah pada sang ibu yang menghina Merry tadi.
"Ibu...haruskah ibu sekasar itu? Dia pacar aku bu..." kata Keyzro.
"Ibu tidak mau tau! Kamu tidak boleh berhubungan dengan janda miskin itu! Titik!!!" Sentak ibu Keyzro marah.
"Aku tidak mau meninggalkan dia, aku mencintainya!" Sahut Keyzro lalu masuk ke kamarnya.
Brakkkkk
"Aishhh...anak ini!" Runtuk ibunya Keyzro dalam hati.
***
***
***
Gimana ya? Keyzro sama Merry kita pisahin dulu atau kita satuin?
Bantu Like...
Coment...
Vote...
__ADS_1
Thanks guys...😊
See you...😘