Superstar In Love With Single Mom

Superstar In Love With Single Mom
24


__ADS_3

Drappp Drappp Drappp Drapp Drappp


Keyzro berlari sangat kencang setelah mendengar kabar jika Merry sudah siuman, ia tidak merasa lelah sedikitpun karena merasa sangat bahagia mendengar kabar itu, setelah ia mengatakan apa yang ada dibenaknya pada ustadz Zikir, ia menjadi tak sabar untuk melihat sang pujaan hati. Ia ingin Merry menjadi orang pertama yang mengetahui bahwa untuk pertama kali dalam hidupnya ia akan keyakinan perihal agama, selama ini ia hanya percaya Tuhan itu ada, dia tidak memilih agama manapun sebagai pedoman dalam hidupnya.


Drappp Drappp Drappp


Suara langkah kaki Keyzro bergemah memenuhi koridor rumah sakit, teramat senang ia mendengar kabar jika Merry sudah siuman membuat ia lupa diri, tak sadar ia terus berlari sampai tiba di ruang ICU barulah ia menghentikan langkah kakinya, perlahan-lahan ia membuka pintu ruangan tersebut.


Keyzro terdiam sejenak kala melihat Vero sedang membantu Merry untuk duduk di atas bed hospital.


"Dia masih disini?" Gumam Keyzro dalam hati.


"Oppa..." panggil Merry dengan suara sangat pelan hampir tak terdengar.


"Ehemm...iya..." sahut Keyzro menghampiri Merry lalu duduk di atas bed hospital sebelah kiri.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Keyzro dengan mata berkaca-kaca melihat tubuh Merry dipenuhi dengan peralatan medis.


"Baik oppa..." jawab Merry tersenyum meski wajahnya terlihat pucat.


"Maaf..." ucap Keyzro menitikan air mata penyesalan.


"Oppa...kita akhiri saja...aku ingin seperti dulu...aku...snff..." Merry menoleh ke kiri lalu menatap mata Keyzro yang berkaca-kaca sama seperti matanya saat ini.


Terngiang kembali kenangan buruk dalam hidupnya membuat ia tak tahan lagi, air mata pun lolos dari kedua pelupuk matanya.


Flasback on


Agustus 2017


Merry si ibu rumah tangga yang sangat aktif ini sedang membersihkan kamar mandi, sekitar 15 menit kemudian ia menyelesaikan pekerjaannya, ia beralih menuju kamar tidurnya bersama anak-anaknya dan sang suami, ia melihat sang suami masih terlelap, ia membangunkan sang suami guna meminta bantuan.


"Bang...bangun" kata Merry menggoyangkan badan sang suami.


"Apaan?" Tanya sang suami terduduk di atas kasur.


"Anak-anak sebentar lagi bangun, enggak ada apa-apa buat di olah jadi sarapan pagi" jawab Merry.


"Nanti minta aja sama mama" sahut sang suami.


"Bang malu kenapa sih? Minta sama mama mulu, aku tanggung jawab kamu bukan mama kamu!" Kata Merry meninggikan sedikit nada bicaranya.


"Bawel lo! Emak gue ini! Lagian sial bangun hidup gue nikah sama lo! Lo tuh cewek bawa sial!!! Mending gue cerein lo biar gue enggak sial terus kayak gini!!!" Teriak sang suami marah-marah.


Deg


Jantung terasa berhenti berdetak kala mendengar perkataan sang suami, Merry diam kemudian pergi meninggalkan sang suami yang kembali terlelap.


"Hiks...hiks...Ya Allah...sampai kapan aku harus bersabar? Hiks..." Merry menangis tanpa suara, ia hanya bisa berucap dalam hati.


Flashback off


Masih di ruang ICU, Merry masih menatap mata Keyzro sedangkan Vero terlihat sedikit terkejut namun berusaha untuk tetap tenang.


"Maksud kamu apa Myzro?" Tanya Keyzro dengan suara bergetar.


"Aku ingin kita mengakhiri semua ini, aku ingin menjalani hidupku seperti dulu tanpa oppa dan tanpa siapapun, aku sudah memberikan kenangan indah untuk oppa, jadi...meski kita tidak dekat lagi...kita membawa kenangan indah di hati dan ingatan kita, oppa tidak perlu menunggu lagi...aku menolak perasaan oppa karena aku tidak bisa cinta sama oppa" jawab Merry mengalihkan pandangan ke arah lain.

__ADS_1


"Apa ini benar-benar yang kamu inginkan?" Tanya Keyzro lirih.


"Hmm..." Merry hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Keyzro.


"Baiklah...terima kasih Myzro...aku pamit...jaga dirimu..." ucap Keyzro berdiri lalu membalikan badan.


"Maafkan aku oppa...hiks...aku pembawa sial, hampir saja aku membuat oppa sial...hiks..." batin Merry menangis pilu.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Vero menaruh tangan kanannya di bahu kiri Merry dengan lembut tangan kirinya membelai pucuk kepala Merry.


"Hmm..." jawab Merry tersenyum menongak seraya mengangguk.


"Aku akan tetap dan selalu mencintaimu Myzro..." kata Keyzro menoleh ke belakang sejenak sebelum akhirnya ia pun pergi.


Beberapa detik kepergian Keyzro, Merry masih terdiam meski air mata sudah membasahi wajahnya. Setelah lewat beberapa menit barulah ia menumpahkan kesedihannya.


"Huwaaahhhh...hiks...hiks...hiks...hiks...hiks...maafkan aku...hiks...hiks..." Merry menangis keras sampai suaranya terdengar dari luar.


Grepppp


Vero langsung mendekap erat Merry dalam pelukan kala suara tangisnya semakin terdengar amat sangat memilukan, ia tak tahan lagi mendengar tangisan Merry terlebih ia menangisi pria lain. Benar...tak rela jika Merry menangisi pria lain, itu yang dirasakan oleh Vero saat ini. Mungkin ia akan terkesan egois namun apalah daya dirinya juga hanya seorang manusia biasa yang bisa saja bersikap se-egois ini.


"Please kak Mer...cukup menangisi dia, ada aku..." kata Vero menahan perih di hati ia tetap membelai lembut punggung Merry.


"Maaf mas...hiks...maaf...hiks...hiks...maaf..." Merry menggenggam erat kemeja Vero.


"Jangan minta maa...afff..." Vero terbata-bata kala merasakan punggung Merry terasa sedikit terganjal oleh sesuatu.


"Hampir saja aku melukaimu..." kata Vero dalam hati lalu melepaskan pelukannya pada Merry.


Vero meraih tangan kanan Merry lalu menggenggamnya kemudian ia mengecupnya.


"Maaf...snfff...hiks..." ucap Merry kembali terisak.


"Jangan menangisi dia kak...ku mohon..." batin Vero lirih.


Keesokan harinya...syuting tetap dilanjutkan seperti rencana semula, meski perihal investor masih ditangani oleh Hernandez ibu angkat Keyzro akan tetapi tak merubah perencanaan syuting yang sudah dalam tahap pengerjaan.


Keyzro terlihat seperti biasa, seakan tidak ada yang terjadi apa-apa, ia tetap fokus dan melakukan adegan dengan sangat sempurna tanpa celah kesalahan sama sekali. Sebagai seorang aktor memang itu yang harus ia lakukan, tetap profesional ia memerankan karakter dalam film yang ia perankan dengan sangat amat baik, bahkan kemampuan akting Keyzro semakin baik dan mendekati tahap sempurna.


"Cuttt!!!" Teriak Hamif mengakhiri adegan terakhir di Pulau Dewata Bali.


"Terima kasih atas kerja keras kalian" ucap Keyzro pada seluruh kru film yang bertugas.


"Terima kasih kembali Keyz...thanks udah bikin kerjaan kita lebih ringan" sahut Ipong mewakili suara para kru yang lainnya.


"Hm..." sahut Keyzro tersenyum.


Hamif menghampiri Keyzro, ia menepuk bangga kedua bahu Keyzro seraya berkata."Ayah bangga sama kamu nak...kamu tetap profesional, terima kasih ya..."


"Sama-sama yah..." sahut Keyzro tersenyum getir.


"Nak...ayah kan sudah pernah memperingatkan kamu, dia bukan wanita yang mampu kamu sentuh hatinya semudah itu, jadi...bersabar-lah...beri waktu lagi untuknya ya..." kata Hamif menatap iba putra angkatnya itu.


"Hm...aku akan selalu mencintainya yah, tanpa balasan darinya...aku menerima semua keputusannya" kata Keyzro.


Air mata Keyzro mengalir begitu saja, buru-buru Keyzro menghapus jejak air mata yang menetes di pipi kanannya lalu ia mulai mengambil langkah seribu pergi dari hadapan Hamif tanpa berpamitan.

__ADS_1


Di lain tempat Chacha menangis sesegukan melihat kondisi Merry, padahal alat-alat medis yang menempel di tubuhnya sudah dilepas tapi tetap saja Chacha menangis karena melihat perban di kepala Merry.


"Hiks...lo kenapa sih harus mengalami hal ini? Hiks...hiks...hiks...huwaaahh...Merryyyyyyy..." Chacha menangis sekencang-kencangnya lalu memeluk Merry.


"Aishhh...Cha...gue masih sakit, jangan...ishhh..." Merry menahan sakit karena Chacha memeluknya terlalu erat.


"Maaf...gue nyakitin lo ya Mer?" Chacha melepaskan pelukannya.


"Kamu bisa kan hati-hati?" Tegur Vero sarkas.


Glekkkk


Chacha menelan kasar slavinanya mendapatkan teguran sarkasme dari Vero.


"Maaf mas..." ucap Chacha.


"Mas Vero...jangan buat Chacha ketakutan dong!" Merry menunjuk Vero kesal.


"Kak Mer...dia kan membuat kamu kesakitan" rengek Vero dengan nada manja.


"Ck..." Merry tersenyum menggelengkan kepala.


"Ini cowok ngapa sama bodohnya kayak oppa...?" Batin Merry.


"Oh ya...mas Keyz tadi syutingnya bagus banget deh, itu sih kata kak Dian" kata Chacha tanpa sadar ia menceritakan kegiatan Keyzro pada Merry.


"Gitu ya..." sahut Merry lalu terdiam menunduk.


"Kamu mending pergi deh! Jangan sebut nama itu disini!" Sentak Vero marah.


"Mas...bisa tinggalin aku berdua sama Chacha? Ada yang mau aku bicarakan dengan Chacha" kata Merry memerah kedua bola matanya menahan tangis.


"Okay..." sahut Vero lalu pergi.


Selepas kepergian Vero, Merry menceritakan tentang hubungannya dengan Keyzro yang sudah berakhir. Chacha merasa iba dengan Merry, ia tahu betul jika Merry memiliki hati yang sangat tulus dalam hal hubungan pertemanan, jika dalam pertemanan saja ia tulus bagaimana dengan hubungan hati pasti ia jauh lebih tulus lalu mengapa ia harus menderita seperti ini.


"Jodoh enggak akan kemana Mer...jangan sedih lagi ya..." kata Chacha menepuk-nepuk punggung tangan Merry lembut.


"Chacha...rasanya sakit disini...hiks...sakit banget...hiks..." kata Merry mengusap kasar dada nya yang terasa sesak.


"Gue tau kok...lo tuh tulus banget sama mas Keyz, keputusan yang lo ambil menyakitkan hati lo juga hati mas Keyz tapi ya...mau gimana juga ini semua bukan salah lo kok Mer" kata Chacha menghibur Merry.


"Kalau mas Keyz enggak kenal sama gue...hiks...pasti dia enggak akan berada dalam kesialan Cha, andai saja gue bisa putar ulang waktu...hiks...gue enggak mau deket-deket sama oppa karena gue enggak mau sampai oppa sial gara-gara gue" Merry menangis sesegukan.


Deg


"Ya Allah Mer...lo buat jantung gue jadi enggak sehat gara-gara tangisan lo" batin Chacha.


Satu bulan kemudian...


Paris 20:10 malam...


"Hai Keyz..." sapa Vero dengan senyum lebar.


"Hai Ver..." sahut Keyzro sembari melirik wanita yang duduk bersebelahan dengan Vero."Kamu apa kabar Myzro...hm...maksud aku Merry" Keyzro mengepalkan tangan kanan menahan kesedihan yang ada.


"Baik..." jawab Merry mengangguk.

__ADS_1


To be contiued...


__ADS_2